
Chapter 346. Menghancurkan Istana Iblis Timur (2), Pedang Semesta.
Empat tetua tanpa sadar ikut terbawa arus kesedihan Raja Chi Yong, sekaligus penuh harapan agar Kaisar Iblis membawa kejayaan bagi Ras Iblis. Kembali Raja Chi Yong melihat empat tetua setelah membayangkan Kaisar Iblis menaklukkan seluruh alam semesta.
"Lakukan!" perintah Raja Chi Yong, dia sudah membulatkan tekadnya untuk mengorbankan dirinya.
"Semoga kita segera bertemu lagi, Yang Mulia Raja Chi!" empat tetua membungkuk untuk memberikan penghormatan terakhir.
Pyarr... Pyarr... Bhuzh... Bhuzh...
Segera setelah memberikan penghormatan terakhir kepada Raja Chi Yong, empat tetua melemparkan empat kristal jiwa di tengah altar, keluarlah empat jiwa leluhur Ras Mayat Hidup melayang-layang di tengah altar.
Keempat leluhur itu meraung-raung sambil berputar disekitar Pedang Semesta, bentuknya seperti asap dengan bentuk yang menyeramkan seperti binatang buas dengan bentuk yang aneh.
Raja Chi Yong yang berada di dalam antara segera bersujud, demikian juga dengan empat tetua, mereka melakukan itu karena empat leluhur adalah asal muasal adanya Ras Iblis.
"Yang Mulia Leluhur."
Serempak kelima orang itu menyapa jiwa leluhur mayat hidup. Sorot mata tajam jiwa leluhur melihat Raja Chi Yong setelah disapa, mereka berputar-putar disekitar tubuh Raja Chi Yong, tampak sedang memeriksa.
Segera empat jiwa berhenti dengan kedua mata mengerikan tetap melihat Raja Chi Yong.
"Apa kamu yang menjadi mediator untuk menarik pedang sialan ini?" tanya salah satu leluhur yang dikenal dengan nama Houqing.
"Benar, Leluhur Houqing."
"Apakah kamu sudah yakin? Ingat, berhasil atau tidak itu tergantung keberuntungan mu, sebab kami sendiri tidak yakin ... Walaupun kamu memiliki elemen logam!" tanya leluhur Houqing kepada Raja Chi Yong.
"Hamba bersedia melakukan apapun demi kejayaan Ras Iblis, Leluhur!" jawab Raja Chi Yong dengan tegas dengan tubuh masih bersujud.
"Bagus, bagus! Bersiaplah, dan jangan menolak jiwa kita saat bersatu denganmu, biar kami yang mengendalikannya untuk mencabut pedang sialan ini!" pujian terlontar dari mulut salah satu leluhur yang lain, dia bernama Yonggou.
Leluhur Ras Mayat Hidup begitu membenci Pedang Semesta, dikarenakan kematian mereka gara-gara gagal mengendalikan Pedang Semesta puluhan juta tahun lalu.
"Hamba siap Leluhur."
Swosh... Swosh...
"Ahhhh!!"
Keempat jiwa leluhur Ras Mayat Hidup segera memasuki tubuh Raja Chi Yong, tubuhnya tersentak dan melayang-layang di atas altar, Raja Chi Yong berteriak kesakitan sambil memegang kepala dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Empat tetua hanya bisa menahan sesak di dadanya sambil mengepalkan kedua tangannya, mereka tidak tega melihat Raja Chi Yong yang sangat kesakitan.
Boom💢 ... Boom💢...
Ledakan kekuatan energi terobosan yang meningkat sangat cepat, dari tingkat Dewa Leluhur meningkat hingga Celestial Supreme level puncak, benar-benar kekuatan yang sangat mengerikan, ruang bawah tanah bergetar hebat, untung saja ruang bawah tanah tidak runtuh, dan memang dibuat secara khusus dengan material langka dan mahal untuk menahan kekuatan besar, hanya ada beberapa retakan pada dinding.
Tubuh keempat tetua terhempas dan membentur dinding dengan sangat keras, mereka tersapu gelombang energi terobosan setelah Raja Chi Yong bergabung dengan jiwa empat leluhur.
Secara berlahan tubuh Raja Chi Yong juga berubah, perubahan wujudnya lebih mengerikan dari empat leluhur, kepala tanpa rambut memiliki enam tanduk, matanya hanya ada satu sebesar nampan berwarna hitam legam, punggungnya keluar sembilan lengan besar dan juga memiliki sayap. Tinggi badan mencapai dua belas meter, tubuhnya sangat kekar dan berotot, hanya warna merah pada kulit yang tidak ada perubahan, tapi kulitnya sangat keras sekeras baja.
Excel Shimo yang tahu segera menggunakan Jubah Perang Bersayap, dan juga mengaktifkan garis darahnya hingga naik ke tingkat Celestial Supreme level puncak.
Excel Shimo terkejut dengan kekuatannya yang seharusnya naik Half True level dua, tapi hanya bisa meningkat sampai Celestial Supreme level puncak saja. Namun, semua itu dia abaikan terlebih dahulu, sebab yang akan dia hadapi lebih penting.
Raja Chi Yong tertawa saat merasakan kekuatannya yang sangat besar dan memiliki tubuh baru, kekuatannya seakan-akan mampu meledak satu Benua dengan kepalan tangan saja. Namun, dia segera menghilangkan rasa puas di hati, dia turun di depan Pedang Semesta dengan mata satu berkedip.
Kemudian, Raja Chi Yong yang tubuhnya telah dikendalikan oleh empat leluhur memegang erat ganggang Pedang Semesta, dengan delapan belas tangan saling tumpang tindih. Pedang Semesta seketika bersinar sangat terang ketika bersentuhan dengan Raja Chi Yong, aura berwarna biru semakin terang dan memenuhi ruang bawah tanah.
Raja Chi Yong segera merasakan jiwa nya tersedot, buru-buru dia mengalirkan lima elemen memasuki Pedang Semesta, agar mampu menahan tubuhnya dan bertahan lama disaat menarik Pedang Semesta dari Altar Sembilan Surga.
"Ahhhh!!" teriakan keras saat Raja Chi Yong menarik Pedang Semesta dengan sekuat tenaga, sembilan lengannya bergetar hebat dan otot-ototnya bermunculan.
Secara berlahan Pedang Semesta mulai bisa bergerak, melihat ada reaksi positif Raja Chi Yong kegirangan, dan menambah tenaganya agar cepat menarik Pedang Semesta, dia tidak peduli dengan tubuhnya yang mulai mengelupas terserap oleh Pedang Semesta.
Sedikit demi sedikit Pedang Semesta mulai terlihat dan tinggal 12 cm, jika ditotal panjangnya mencapai 130 cm, dan panjang ganggang 17 cm, di antara ganggang dengan mata pedang berbentuk lingkaran, di depan lingkaran itu ada lingkaran yang lebih kecil.
Disaat kurang tiga inci lagi...
"TINJU HATI, TINJU API SURGAWI!"
Swosh... Boom💥... Bang...
Melesat dari atas api berbentuk kepalan tangan besar, ledakan sangat hebat memekakkan telinga, saat serangan pukulan Api Surgawi mengenai Raja Chi Yong. Ruang bawah tanah terbakar hebat, bahkan empat tetua mati seketika menjadi abu, hanya menyisakan dua gerbang dan altar.
Raja Chi Yong yang tinggal sedikit lagi berhasil menarik Pedang Semesta menjadi gagal karena serangan tiba-tiba, tubuhnya terpental hingga menabrak dinding di antara dua pintu gerbang, dan tubuhnya menembus sejauh lima ratus meter dari Altar Sembilan Surga.
Swosh... Tap...
Excel Shimo berhenti di depan Pedang Semesta dengan tatapan tajam melihat Raja Chi Yong, entah bagaimana keadaan Raja Chi Yong setelah terkenal pukulan Api Surgawi, dan melihat dinding sekeras baja membentuk lorong.
"Pedang Semesta!" Excel Shimo terkejut saat melihatnya, segera banyak pikiran yang berkecamuk di dalam hatinya, dia juga melihat Altar Sembilan Surga juga berada disini.
__ADS_1
Bagaimana mungkin Pedang Semesta berada disini? Bukannya yang dikatakan oleh Lotus Bao dan semua anggota dari Ordo Kegelapan, termasuk dua gurunya jika Pedang Semesta berada di Makam Kuno! Dan, kenapa Altar Sembilan Surga yang katanya telah disegel oleh para Dewan Keamanan bisa berada disini? Lalu, apakah gurunya Wei Yan berada di dalam tubuh Pedang Semesta? Semua pertanyaan segera berputar di kepala Excel Shimo.
Sebelum Excel Shimo bertanya kepada Lotus Bao dan Xi He...
"Ahhh! Bangsattt!!" teriakan kemarahan Raja Chi Yong yang ternyata masih hidup, walaupun terkena telak di dada dengan tinju Api Surgawi, di dadanya terlihat lubang.
Segera Excel Shimo yang mendengar suara teriakan kemarahan memegang ganggang pedang, tapi Xi He buru-buru berbicara. "Tuan jangan sembarangan menyentuh Pedang Semesta, gunakan seluruh elemen untuk mengendalikannya!" peringatan Xi He.
Tanpa banyak bicara, Excel Shimo mengeluarkan seluruh elemen-nya dan memegang ganggang Pedang Semesta. Pedang Semesta bergetar hebat saat merasakan dua puluh empat elemen menyelimutinya, tampaknya Pedang Semesta telah menemukan tujuan dia terlahir.
Pedang Semesta sudah tertancap di Altar Sembilan Surga hampir satu miliar tahun, dan baru kali ini ada seseorang yang bisa memberikan asupan energi yang berlebihan.
Pedang Semesta bersinar sangat terang, bahkan Excel Shimo menyempitkan kedua matanya. Segera Excel Shimo menarik Pedang Semesta dengan sangat mudah, hanya saja pedang masih bergetar hebat.
Disaat Pedang Semesta berhasil ditarik, aura kuat menekan apapun, bahkan dinding ruang bawah tanah muncul banyak retakan, Excel Shimo juga merasakan kekuatan Pedang Semesta yang mengerikan, seakan-akan dengan sekali tebasan satu Benua bisa terbelah, dia memejamkan mata menikmati sensasi menyatu dengan Pedang Semesta.
Penyatuan itu dikarenakan Excel Shimo yang telah memberikan banyak energi elemen lebih dari lima unsur, dia segera merasakan hubungan jiwa dengan Pedang Semesta.
Tiba-tiba Excel Shimo masuk ke dalam dunia Pedang Semesta, di dalam tampak seperti luar angkasa, banyak bintang yang berkedip-kedip, meteor melayang-layang, banyak gas luar angkasa yang membentuk gumpalan awan dan mengeluarkan kilat petir, dan banyak pedang berbagai jenis berterbangan mengelilinginya.
Setelah melihat di dunia Pedang Semesta, Excel Shimo tidak melihat siapapun, termasuk gurunya si Wei Yan. Pikirannya semakin kebingungan, apakah benar yang diucapkan gurunya jika tubuhnya terperangkap?
"Terima kasih sudah membangkitkan jiwa saya, Tuan. Anda adalah orang pertama yang berhasil memberikan kebutuhan saya."
Dibenak Excel Shimo mendengar suara anak laki-laki, dan suara itu berasal dari Pedang Semesta. Excel Shimo mencari keberadaan suara anak laki-laki dan tidak menemukannya, namun dari banyak pedang yang mengelilinginya, ada satu pedang yang lebih mendominasi di kejauhan yang berwarna biru melesat kearahnya.
Ketika pedang biru itu mendekati seluruh pedang memberikan jalan dan hormat. Pedang biru berhenti di depan Excel Shimo dan memberikan hormat dengan ujung pedang naik turun.
"Apakah kamu yang berbicara kepadaku?" tanya Excel Shimo.
"Benar, saya adalah Pedang Semesta yang berbicara kepada Anda!" jawab Pedang Semesta.
"Apakah kamu mengenal seseorang yang bernama Wei Yan?" tanya Excel Shimo yang tidak sabar untuk mengetahui kebenaran akan ucapan Wei Yan.
"Banyak orang yang ingin menaklukkan saya ratusan juta tahun lalu ... Tapi, Wei Yan siapa yang Tuan maksudkan?" tanya balik Pedang Semesta, dan dia memang tidak mengenal satu per satu nama setiap orang yang berusaha menaklukkan dirinya.
"Orang tua yang memiliki dua murid wanita ...," jawab Excel Shimo.
Dia ingin mendeskripsikan ciri-ciri Wei Yan, sayangnya saat bertemu Wei Yan, gurunya hanya menggunakan tubuh kesadaran, sebab itu Excel Shimo hanya bisa menggunakan Ratu Diao Chin dan Fairy Lianshi agar Pedang Semesta bisa mengingatnya.
Pedang Semesta terdiam, tampaknya dia berusaha mengingat kembali jutaan tahun.
__ADS_1
"Lebih baik kita bicarakan nanti saja, saat ini kita akan menghadapi musuh kuat!" ajak Excel Shimo yang ingin menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu, agar saat mengorek informasi lebih tenang dan jelas.