
Chapter 373. Malaikat Penjaga.
Bing Nuan selesai menceritakan sejarah Fiend Spirit, dan Excel Shimo mendengar sambil berpikir. Kini musuh bertambah dengan munculnya Fiend Spirit.
Yang membuat Excel Shimo berpikir, kenapa kemunculan Fiend Spirit bersamaan dengan rencana Wei Yan, apalagi melihat sosok bersayap membawa senjata Trisula, dia menduga jika sosok itu pasti Ras Malaikat.
"Apa Bangsa Asyura telah keluar melalui pusaran itu dan dicegah oleh Ras Malaikat!" batin Tian Zhi dengan mengaitkan semua kejadian ini.
Liu Hualien dan Bing Nuan melihat Excel Shimo yang jelas terlihat sedang berpikir.
"Mikir apa?" tanya Bing Nuan.
Excel Shimo menghela nafas dan tersenyum setelahnya. "Aku akan mengukir Batu Formasi untuk persiapan!" jawabnya.
Excel Shimo segera duduk kembali dan mengeluarkan banyak material untuk membuat Formasi besar. Dengan antusias, Liu Hualien dan Bing Nuan memperhatikan dan mereka juga ingin belajar.
Excel Shimo membuat lambang empat mata angin dan diikuti oleh kedua istrinya, selain lambang empat mata angin, dia juga membuat Formasi Langit yang akan menjadi pusat empat mata angin.
Tanpa terasa hari akan menjelang sore dan Excel Shimo banyak mengukir Batu Formasi. Excel Shimo sengaja tidak masuk ke dalam Dunia Jiwa, sebab dia ingin melihat perubahan situasi Laut Selatan dengan jelas.
Semua para penjaga tidak ada yang berani masuk, mereka berada di luar untuk mengawasi perairan. Setelah hari akan menjelang malam, Excel Shimo berhenti mengukir Batu Formasi.
Dia berjalan mendekati jendela dan mengaktifkan Mata Langit, Excel Shimo mencari keberadaan Mahkota Maharaja dan anehnya tidak menemukannya.
"Mungkin dia sedang menyamar ... Atau ada sesuatu yang menghalangi Mata Langit ku!" batin Excel Shimo.
Kemudian, Excel Shimo memanggil salah satu pengawas menara dan memerintahkan untuk mengantarkan Batu Formasi kepada istrinya, Excel Shimo juga membuat pesan untuk istrinya dengan Giok penyimpan pesan.
Setelah pengawas menara pergi, Excel Shimo berpamitan kepada para pengawas menara, dan masuk kedalam Dunia Jiwa bersama kedua istrinya. Sepeninggalnya Excel Shimo, para pengawas menara kembali bekerja.
"Apa dia kembali ke istana?" tanya salah satu pengawas menara kepada rekannya.
"Aku rasa tidak, mungkin sedang bersenang-senang dengan para wanitanya di suatu tempat. Jika dia kembali ke istana, tidak mungkin memerintahkan bawahannya!" jawabnya.
"Kamu benar, ayo waktunya kita bekerja dan membuka portal Dunia Fiend!" ajaknya.
Segera para pengawas menara yang berjumlah empat orang berubah menjadi Ras Iblis dan salah satu dari mereka Excel Shimo sangat mengenalinya, dia adalah Ming Kong.
Ming Kong adalah ayah dari Ming Mei dan paman dari Ming Li Ling, mantan Patriark Ming yang pernah terluka parah karena terkena serangan Bing Bing, hingga dantian nya hancur. Tapi kini Ming Kong bisa berkultivasi lagi, kekuatan sekarang berada pada tingkat Peri Langit, semua itu berkat bantuan dari Raja Chi Yong.
Keempat pengawas menara tidak tahu jika Excel Shimo melihat mereka dari Dunia Jiwa. Excel Shimo juga telah membaca semua ingatan mereka, termasuk orang yang diperintahkan untuk mengantarkan pesan, karena bukan bagian dari mereka sengaja Excel Shimo memberikan tugas.
__ADS_1
Ternyata Ming Kong bukan ayah asli Ming Mei, Ming Kong yang asli telah terbunuh sebelum Ming Mei lahir, sedangkan ibu Ming Mei juga dibunuh setelah melahirkannya.
Nama aslinya Ming Kong palsu adalah Guang Ming dari Ras Iblis.
Setelah membunuh Ming Kong, Guang Ming menyayat kulit wajah dan memakainya sendiri sebagai penyamaran. Dengan memakai wajah Ming Kong siapapun tidak akan ada yang tahu, bahkan Excel Shimo yang memiliki Mata Langit tidak mengetahuinya.
Tujuan Guang Ming menyamar menjadi Patriark Ming untuk mencari keberadaan Yang Hua (Ju Hua), sekaligus sebagai tangan kanan Raja Chi Yong dan Wei Yan di Benua Jiang Shan. Tugas Guang Ming saat ini untuk membuka jalan bagi Fiend Spirit, dan tugas Fiend Spirit untuk membunuh Dewa Binatang.
Mereka berempat bisa keluar masuk di Benua Jiang Shan (Benua Kelahiran) melalui altar. Laporan dari bawahannya juga dipalsukan oleh mereka berempat, dan Excel Shimo sejak awal sudah mengetahuinya, sebab itu dia mengajak masuk ke dalam menara pengawas untuk melihat reaksi musuhnya.
Mereka berempat terkejut saat melihat kedatangan Excel Shimo, apalagi datang bersama Bing Nuan, salah satu bangsa mereka, Ras Iblis dengan marga Bing.
Setelah Excel Shimo melihat Giok perekam, banyak keganjilan, diantaranya; malam hari dengan jarak jauh seharusnya sulit direkam, walaupun mereka berusaha membuat gambarannya menjadi buram.
Excel Shimo menduga jika mereka merekam dengan jarak dekat, jika tidak salah tebak, lokasinya berada di goa yang Gongsun Ling temukan bersama ketiga sahabatnya.
Sebab itu, kenapa Mahkota Maharaja tidak bereaksi saat munculnya pusaran ditengah Laut Selatan, padahal kejadian itu berulang-ulang.
"Kamu benar, kalau mereka adalah bangsa ku sendiri!" sesal Bing Nuan saat melihat sendiri Ras Iblis yang ingin berbuat jahat kepada suaminya dan semua kehidupan.
Sejak Excel Shimo tiba di puncak Gunung Es Abadi, dia sudah mengetahui mereka sedang menyamar dan memberitakan kepada Bing Nuan. Sayangnya Bing Nuan tidak mempercayainya dan meminta bukti.
"Biarkan aku yang membunuh mereka!" pinta Bing Nuan.
"Tunggu dulu, kita lihat kemana mereka pergi!" jawab Excel Shimo dan mengikuti mereka.
Liu Hualien sedari tadi diam, dia sedikit kebingungan apa yang sedang terjadi dan hanya mengamati saja sambil memeluk lengan kanan Excel Shimo.
Keempat Ras Iblis keluar dari menara pengawas dan terbang menuju tempat makam yang Gongsun Ling temukan. Excel Shimo tersenyum saat tebakannya tepat, dia terus mengikuti mereka.
Keempat Ras Iblis masuk ke makam dan mengikuti jalur goa. Di tempat inilah Huang Guang mengendalikan ketiga sahabat Gongsun Ling dengan menggunakan cacing Gu.
Jalur goa tepat di pusat terdalam Gunung Es Abadi, terlihat magma hampir seluas lautan dan Api Neraka berada di tengah. Api Neraka berdiam di tempat dataran luas yang dikelilingi magma. Keempat Ras Iblis segera menuju ke tempat Api Neraka.
Setelah tiba, empat Ras Iblis membentuk Formasi empat mata angin dan mereka mengeluarkan sebuah jarum yang terbuat dari baja. Jarum itu mereka tancapkan di tanah dengan posisi mengelilingi Api Neraka, setelah itu jarum mulai membesar dan membentuk sebuah tugu setinggi lima meter.
Keempat Ras Iblis mengalirkan energinya kepada tugu, setelah beberapa saat ujung tugu mengeluarkan sinar. Keempat Ras Iblis saling mengangguk dan mengontrol sinar di tugu untuk menembak Api Neraka.
Api Neraka yang tertembak segera bergejolak sangat intens dan membuat magma juga ikut bergejolak. Setelah itu Api Neraka berputar-putar sangat cepat dan menciptakan pusaran hitam secara berlahan.
Excel Shimo dan kedua istrinya akhirnya tahu bagaimana terbentuknya pusaran hitam, ini seperti sebuah portal dimensi yang terhubung pada suatu tempat yang jauh.
__ADS_1
Setelah pusaran hitam membesar dan tidak lagi berputar-putar, suara dengungan terdengar. Setelah menunggu beberapa saat, secara berlahan sosok berjubah putih keluar dari tengah pusaran dengan rantai melayang dan mengelilinginya, sosok berjubah putih itu adalah Fiend Spirit.
Keempat Ras Iblis segera menjauhi tugu, tampak mereka ketakutan dengan Fiend Spirit. Kepala Fiend Spirit bergerak secara berlahan dan melihat orang yang telah membuka portal dimensi.
Lalu kepala Fiend Spirit berhenti dan melihat kearah dimana Excel Shimo bersembunyi di dalam Dunia Jiwa. Spontan Excel Shimo kaget, sebab baru kali ini ada yang bisa mengetahui Dunia Jiwa nya.
Namun, Excel Shimo segera bernafas lega saat Fiend Spirit kembali menggerakkan kepalanya untuk memeriksa sekitarnya.
"Hebat kekuatan jiwa nya! Berapa banyak jiwa yang telah dia lahap?" gumam Excel Shimo.
Ya, Excel Shimo memuji kekuatan jiwa Fiend Spirit, sebab saat Fiend Spirit melihatnya, jiwa nya seakan-akan tersedot, bisa dipastikan Fiend Spirit unggul dalam kekuatan jiwa.
Tiba-tiba Excel Shimo muncul pikiran konyol dimana dia ingin menyerap dengan berburu jiwa Fiend Spirit, sebab meningkatkan kekuatan jiwa sangatlah sulit, dan selama ini Excel Shimo selalu kesulitan meningkatkan kekuatan jiwa.
Dia juga telah berjanji pada dirinya sendiri untuk meningkatkan kekuatan jiwa semua istrinya, tapi hingga sampai saat ini dia belum menepati janjinya karena terkendala sumberdaya nya, tanaman Roh dan obat dan buah yang mampu meningkatkan kekuatan jiwa sangatlah terbatas.
"Aku pasti memburunya!" batin Excel Shimo dan tersenyum setelahnya, dia tidak melihat ekspresi Bing Nuan dan Liu Hualien yang sudah ketakutan semenjak Fiend Spirit muncul.
"I-itu... I-itu Fiend... Fiend Spirit!!" rancau Bing Nuan dengan tubuh sempoyongan.
Buru-buru Excel Shimo menahan bahu kedua istrinya dan mengalirkan energi agar menenangkan mereka. Excel Shimo menghela nafas saat tahu kedua istrinya lemah dalam hal kekuatan jiwa.
Hal itu wajar terjadi jika bertemu dengan seseorang yang memiliki keunggulan dalam kekuatan jiwa. Seseorang yang memiliki kekuatan jiwa yang lemah, maka akan mudah terintimidasi dan melemahkan jiwa nya, keadaan ini yang dirasakan oleh kedua istrinya, termasuk keempat Ras Iblis.
Bahkan Butterfly Gold Robe tidak mampu menahan serangan kekuatan jiwa.
Plak... Plak...
Tiba-tiba Excel Shimo menepuk kening Bing Nuan dan Liu Hualien hingga mereka pingsan, dan membawa mereka ke dalam kamar pribadi dan membaringkan istrinya.
"Maaf, lebih baik kalian tidur daripada tertekan dengan kekuatan jiwa Fiend Spirit."
Excel Shimo mencium kening istrinya setelah berbicara, lalu dia kembali melihat Fiend Spirit yang mulai bergerak untuk keluar dari pusaran hitam. Disaat akan keluar dari pusaran hitam, keluar sosok bercahaya putih yang memiliki sepasang sayap dan dengan membawa senjata Trisula.
"Kalian tetap saja bertindak bodoh!" bentak sosok itu kepada keempat Ras Iblis yang ketakutan dengan kehadiran Fiend Spirit.
Sosok itu kini bisa dilihat jelas dan tebakan Excel Shimo benar jika dia adalah dari Ras Malaikat. Malaikat itu adalah penjaga khusus portal dimensi di Dunia Fiend Spirit.
Fiend Spirit membalikkan badan dan langsung menyerang si Malaikat. Pertarungan segera terjadi, pertarungan dengan menggunakan kekuatan jiwa dan bukan lagi bertarung dengan menggunakan energi.
Disaat Fiend Spirit dan Malaikat penjaga bertarung, Excel Shimo melumpuhkan keempat Ras Iblis dan memenjarakannya di dalam Pagoda Penjara. Kemudian, dia keluar dari Dunia Jiwa untuk melihat pertarungan.
__ADS_1