
Chapter 340. Kemarahan Dewi-dewi.
Pagi hari di lapangan latihan militer telah berbaris lima ribu pasukan binatang, delapan Raja, lima Jenderal Kekaisaran, lima Shangshu (menteri), sepuluh Zongdu (Gubernur Jenderal) , lima belas Xunfu (Gubernur, Kepala Provinsi).
Sedangkan Libu Wang Kaibo tetap tinggal, dia akan mendampingi Permaisuri Shu Peijing dan para Selir untuk mengurus Kekaisaran, juga dibantu beberapa pejabat dan para asisten.
Bhuzh...
Muncul Excel Shimo bersama semua istrinya, termasuk Shu Peijing dan dua puluh Selir yang hanya mengiringi keberangkatan suaminya. Segera semua pasukan dan bawahannya memberikan hormat.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Excel Shimo, panggilannya juga berubah, sebab bukan pada acara formal saat di istana.
"Kami siap Yang Mulia."
"Grorrr!!"
Serentak semua bawahan Excel Shimo menjawab dan pasukan binatang meraung. Segera Excel Shimo melambaikan tangannya dan seluruh bawahannya dan pasukan binatang menghilang, lalu disusul semua istrinya yang mengikuti, mereka berada di Dunia Jiwa.
"Aku pergi dulu ...," pamit Excel Shimo kepada Shu Peijing.
"Hati-hati, kami selalu menunggumu!" jawab Shu Peijing dengan memeluk suaminya.
"Tentu, aku tidak akan lama."
Setelah Excel Shimo berpamitan kepada Shu Peijing dan dua puluh istrinya, dia menghilang dan muncul di depan segel, dia mengangkat tangan kirinya dan keluar dari Benua Kelahiran. Setelah keluar, Excel Shimo melihat empat orang yang masih berusaha ingin memasuki Benua Kelahiran.
Melihat seseorang yang familiar, keempat orang itu syok jika ada yang bisa keluar dengan santainya dari segel yang tidak bisa mereka hancurkan. Mereka yang sudah kesal dan marah, makin marah melihat senyum Excel Shimo yang seakan-akan mengejeknya.
"Kalian itu bodoh atau bagaimana!" cemooh Excel Shimo kepada keempat utusan.
"Suami, biarkan kita yang mengurus mereka!" pinta semua istrinya yang melihat dari Dunia Jiwa melalui cermin.
"Ohh! Kamu Dewa Binatang ... Cuih?!" bentak salah satu pria tua dan meludah kearah Excel Shimo, tapi Excel Shimo dengan mudah menghilangkan air ludah dengan lambaian tangannya.
Mereka adalah empat tetua dari Akademi Istana Sembilan Surgawi, dan yang meludahi Excel Shimo adalah tetua pertama, mereka sudah hampir sepuluh hari ini tidak bisa memasuki segel, padahal para Dewan Keamanan sudah memberikan sebuah artefak untuk bisa menerobos segel, tapi tidak pernah berhasil bahkan dengan kekuatannya.
"Bagaimana caranya kamu bisa keluar masuk segel ini, hah?!" bentak tetua dua.
"Apa untung aku memberitahukan kalian?" tanya Excel Shimo sambil mengorek telinganya karena suara keras mereka.
Tetua pertama tertawa. "Kami utusan dari Istana Sembilan Surgawi, dan tidak perlu kami memberikan keuntungan apapun! Bocah, beruntung kamu menikah dengan bahagia, jika kami bisa masuk, mungkin kita akan bersenang-senang dengan wanitamu! Hahaha!"
Excel Shimo yang istrinya dilecehkan seketika raut wajahnya berubah drastis, bola mata berkilauan, disaat akan membunuh mereka berempat, kembali istrinya meminta keluar, semua istrinya juga marah telah dihina.
__ADS_1
"Kalian mencari penyiksaan!" Excel Shimo geram dengan melambaikan tangan kiri.
Bhuzh...
Muncul delapan wanita cantik disamping kanan dan kiri Excel Shimo, mereka adalah Gongsun Ling, Mu Yu Huang, Loi Annchi, Xu Qiaofeng, Bao Xue, Fang Yin, Da Xia, dan Chang'e.
Yang Hua, Yang Xiaoping dan semua wanita yang masih berhubungan baik dengan Benua Shen Zhou tidak keluar, lagian mereka juga tidak ingin menunjukkan dirinya dihadapan siapapun sebelum waktunya tiba.
Sontak keempat tetua itu tercengang dan bergerak mundur, saat merasakan tekanan kuat dari delapan istri Excel Shimo, mereka makin terkejut saat mengenali Mu Yu Huang, Xi Qiaofeng dan empat murid akademi.
segera empat tetua itu mengaktifkan Mata Dewa untuk melihat kekuatan delapan wanita, tapi Excel Shimo diabaikan. Mereka sedikit kaget saat tidak bisa melihat kekuatan mereka. Lalu maju tetua pertama, tatapannya tajam melihat murid-murid Akademi Istana Sembilan Surga, diikuti oleh ketiga tetua dengan mengeluarkan basis kultivasi Jenderal Surgawi level 8, dan kekuatan tetua pertama di tingkat Jenderal Surgawi level 9.
"Jadi kalian belum mati! Sekarang kalian melindungi bocah tengik itu ... Apa yang kalian dapatkan dari dia hingga berani melawan Istana Sembilan Surga? Berlutut?!" bentak tetua pertama dan memerintahkan Gongsun Ling, Da Xia, Fang Yin dan Chang'e.
Sebelum mantan murid Akademi Istana Sembilan Surga merespon, tetua kedua berbicara dengan menghina. "Janda Mu Yu Huang, sangat disayangkan seorang wanita cantik dibuang suaminya, walaupun sudah beranak dua ...," tetua kedua melihat wajah dan seluruh tubuh Mu Yu Huang yang dipanggil janda, "jadilah simpanan ku." lanjutnya dengan membasahi bibir karena tongkatnya sudah bereaksi.
"Ratu Barat, Xu Qiaofeng. Perawan yang terbuang, padahal cantik namun tak berguna!" hina tetua ketiga dan disusul gelak tawa penuh hinaan dan tatapan bir ahi.
"Kalahkan mereka dalam hitungan 30 nafas, potong lidahnya dan juga barangnya?!" perintah Excel Shimo yang sudah tidak sabar ingin membunuh empat tetua yang sudah keterlaluan.
"Kita lawan Tetua Keempat!" ujar Loi Annchi kepada Bao Xue.
"Dengan senang hati!" balas Bao Xue dengan senyuman sadis, dia merentangkan tangan kanan kearah empat tetua dan terfokus pada tetua keempat.
"Tetua pertama kita yang tangani!" ucap Da Xia yang sudah marah mendengar hinaan, dia bersama Chang'e, dan tetua ketiga ditangani oleh Gongsun Ling dan Fang Yin.
Lalu, keluar bola elemen es dari telapak tangan Bao Xue dan melepaskan serangan kepada empat tetua itu. Empat tetua jelas tidak tinggal diam, mereka langsung menyelimuti tubuh mereka dengan elemen api saat merasakan hawa dingin.
Boom...
Seketika di luar angkasa di sekitar empat tetua menjadi beku setelah bola elemen es meledak, untung empat tetua tidak membeku karena mereka memiliki akar elemen api, hanya saja gerakan mereka menjadi melambat.
Loi Annchi bergerak cepat dengan berubah menjadi petir dan disusul oleh keenam wanita yang sudah mengunci targetnya. Bao Xue merentangkan tangan kiri untuk mengontrol elemen es disekitar empat tetua itu.
"Fu'ck?!" umpatan tetua pertama yang kaget dengan kekuatan elemen es dan juga dengan kecepatan ketujuh wanita yang sudah dekat, "bunuh mereka dengan kekuatan penuh!" lanjutnya dengan memberikan perintah.
Empat tetua menyebar untuk menyerang saat tahu sudah dikunci, mereka sudah mengeluarkan senjata andalannya. Sayangnya, karena elemen es milik Bao Xue gerakan mereka melambat.
Tubuh Loi Annchi berkedip untuk menghindar kesamping, saat senjata pedang tetua ketiga yang penuh energi akan menebasnya, dengan tangan kosong Loi Annchi memukul pipi kanan tetua ketiga. Tetua ketiga tercengang dengan kecepatan lawannya, saat melirik kepalan tangan Loi Annchi.
Dhumm...
Suara dentuman ketika kepalan tangan Loi Annchi mengenai pipi tetua ketiga. Tetua ketiga sedikit terhuyung-huyung ke kiri dan hampir terjatuh, dia makin syok saat merasakan tombak yang terbuat dari es telah menargetkan pinggang kirinya.
__ADS_1
Sebelum tombak es yang dibuat oleh Bao Xue mengenai pinggang, tetua menebas tombak itu, tapi Loi Annchi kembali memberikan pukulan telak di kepalanya dengan kekuatan yang lebih kuat dari sebelumnya.
Dhumm...
"Arghh!!!"
Karena lengah dan kembali terkena pukulan cepat, pinggangnya tertusuk tombak es, teriakan kesakitan saat tombak es masuk ditubuhnya, seketika seluruh organ tubuh membeku, dan kembali Loi Annchi memukulinya dengan brutal.
Dhum... (Dentuman)
Tidak jauh berbeda dengan tiga tetua, terutama tetua pertama yang syok saat ditargetkan oleh Gongsun Ling yang kekuatannya berada pada tingkat Raja Surgawi level satu. Walaupun tetua pertama memiliki kekuatan Jenderal Surgawi level 9, kesenjangan tingkat jelas jauh berbeda.
Gongsun Ling dan Fang Yin menjadikan tubuh tetua pertama seperti karung tinju, dipukul dan ditendang secara brutal, apalagi Bao Xue terus-menerus mengontrol elemen es yang memperlambat ruang gerakan empat tetua.
Da Xia dan Chang'e yang melawan tetua kedua menghajar tanpa belas kasih, apalagi Da Xia terus menendang kejantanan tetua kedua dengan sangat keras hingga membuat dua telur pecah. Teriakan kesakitan tetua kedua tidak menyurutkan kemarahan Da Xia dan Chang'e yang menghujani pukulan dan tendangan bertubi-tubi.
Excel Shimo masih menahan amarahnya dengan membantu Bao Xue mengendalikan elemen es dari jarak jauh, dan semakin membuat empat tetua melambat seperti siput. Empat tetua hanya bisa berteriak ketika terkena pukulan dan tendang brutal dari tujuh wanita.
Mereka berempat seperti anak kecil yang melawan kekuatan orang dewasa, padahal delapan wanita belum mengeluarkan seluruh kekuatannya, mereka hanya mengandalkan kecepatan, kekuatan pukulan dan teknik bertarung fisik. Yang membuat empat tetua lemah karena faktor elemen es, jika tanpa elemen es yang mengganggu, mereka bisa bertarung dengan imbang, asal Gongsun Ling tidak ikut bertarung dan semua wanita tidak mengeluarkan semua kemampuannya.
Setelah puas menyiksa empat tetua, Excel Shimo mengeluarkan Pagoda Penjara dan memasukkan mereka kedalamnya.
Di dalam Dunia Jiwa, empat tetua kembali siksa oleh semua orang, termasuk bawahan Excel Shimo. Pasukan binatang juga ikut berpartisipasi, mereka menjilati setiap tetesan darah yang keluar dari tubuh empat tetua.
Excel Shimo teringat akan pemimpin Sekte Racun Darah, dia membawa pemimpin sekte Peiyu menuju wilayah beracun di Dunia Jiwa, disana sudah ada Shui Peiyu yang sedang berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan elemen racun. Bagi Shui Peiyu, racun adalah makanannya dan juga bisa meningkatkan kekuatan. Melihat suaminya datang dengan membawa tubuh pemimpin sekte yang pingsan, segera menghampiri dengan wajah kegirangan, karena merasakan Tubuh Bawaan Racun milik pemimpin Sekte Racun Darah.
"Ini hadiah untukmu! Jangan menyisakan apapun ...," kata Excel Shimo sambil memeluk istrinya, dan melempar tubuh pemimpin sekte seperti sampah.
"Terima Kasih."
Kemudian, Excel Shimo membuat formasi penghalang untuk istrinya, dan membantu mempercepat proses penyerapan Tubuh Bawaan Racun. Dengan Shui Peiyu menyerap habis darah, organ, elemen racun dan seluruh tubuh pemimpin sekte, Excel Shimo perkiraan istrinya bisa meningkatkan kekuatannya hingga tingkat Jenderal Surgawi level 3, dari kekuatan awal tingkat Prajurit Surgawi level satu. Excel Shimo hanya akan mengambil organ jantung dan hati saja, sebab itu bermanfaat bagi Galaksi racun.
Setelah berada di Dunia Jiwa selama dua hari Excel Shimo keluar, dia berada di dalam Empress Spaceship bersama semua istri, bawahan dan pasukan binatang, bersiap menuju ke Kekaisaran Dewa Selatan.
"Aktifkan mode kamuflase dan segera berangkat dengan kecepatan maksimal!" perintah Excel Shimo kepada Yang Xiaoping sebagai Kapten kapal angkasa.
Dhumm...
Empress Spaceship melesat dengan sangat cepat menuju Benua Shen Zhou, hingga meninggalkan jejak asap putih di luar angkasa. Shu Peijing dan kedua puluh istrinya melihat kepergian suaminya, mereka meneteskan air mata berharap suaminya segera kembali dengan keadaan sehat dan memiliki prestasi lagi.
"Aku selalu menunggumu!" gumam Shu Peijing sambil mengelus perutnya, dia bisa melihat jejak asap putih yang dikeluarkan dari Empress Spaceship dengan Mata Dewa Shu Peijing, karena kekuatannya berada pada tingkat Prajurit Surgawi level 5, itu semua berkat kekuatan pemberian dari ibu dan nenek Excel Shimo sebagai hadiah pernikahan, sekaligus agar tidak terpaut jauh dari kekuatan Excel Shimo, tujuan mereka jelas agar segera mendapatkan cucu dan cicit.
Dengan kekuatan yang tidak terpaut jauh, pasangan bisa dengan mudah hamil. Selain memberikan kekuatan, ibu dan nenek Excel Shimo juga memberikan banyak pill penyubur rahim kepada semua menantunya.
__ADS_1
Karena itu Shu Peijing bisa dengan mudah hamil, apalagi dia sudah memiliki pengalaman dengan memiliki dua putri. Sengaja Shu Peijing tidak memberitahukan kepada Excel Shimo jika sedang hamil muda, sebab dirinya juga masih ragu, apa memang hamil atau tidak, karena Shu Peijing hanya sedikit merasakan ada energi kecil kehidupan yang muncul di perutnya setelah mendapatkan benih dari suaminya.