God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 152. Menghukum Wanita Kerajaan Long.


__ADS_3

Chapter 152. Menghukum semua kebanggan Kerajaan Long.


Disaat menunggu Ratu Kedua datang, Excel Shimo mendekati Putra Mahkota, ia tersenyum melihat wajah mereka seperti mayat hidup setelah mengalami peristiwa yang mengguncang jiwa.


"Entah apa salahku kepada kalian, sehingga kalian ingin menjebak-ku," kata Excel Shimo kepada mereka berdua dan tersenyum sinis setelahnya, "seandainya kalian tidak membuat masalah denganku, aku mungkin tidak bertindak berlebihan." lanjutnya sambil meninggalkan mereka yang masih syok.


Excel Shimo segera menuju pintu dan membukanya sebelum Ratu Huan Jia mengetuk. Seketika Ratu Huan Jia dan Long Lihua tercengang saat melihat Wali Benua tanpa memakai sehelai kain di tubuhnya. Mata mereka segera turun dan melihat tongkat milik Wali Benua yang berdiri kokoh dan mendominasi.


Mereka berdua menelan saliva-nya. 'Besar dan panjang, apa muat?' batin mereka berdua, ucapan mereka sama seperti setiap wanita yang pertama kali melihat tongkat naga sakti yang mendominasi.


"Silakan masuk," pinta Excel Shimo yang suaranya membuyarkan lamunan Ratu Huan Jia dan Putri Long Lihua.


Wajah mereka berubah memerah dan terlihat salah tingkah, jelas mereka malu melihat tongkat Wali Benua yang selalu mangut-mangut ketika bergerak.


Excel Shimo menutup pintu setelah Ratu Huan Jia dan Putri Long Lihua masuk. Merasakan kehadiran orang lain, Putra Mahkota mengangkat kepalanya dan sekali lagi terkejut melihat wajah yang akrab datang di kamar pribadi Long Xia.


Long Rou yang paling syok melihat Ibu kandung berada dikamar, perasaannya sudah tidak karuan. Ingin mati tapi tak bisa, ingin hidup tapi tidak mau melihat kenyataan. Tubuhnya semakin gemetaran, manakala orang yang dia benci memeluk pinggang ibunya dan kakak keduanya.


"Uwaaaa... Bunuh aku bunuh aku, jangan siksa aku seperti ini...," teriakan histeris Long Rou yang menangis seperti anak kecil, padahal dia adalah seorang Jendral.


"Uwaaaa... Bunuh dia saja bunuh dia saja, adikku ini pembawa sial... Uwaaaa?!"


Demikian juga Long Zan yang tidak mampu melihat kenyataan terburuk seumur hidupnya. Baginya lebih baik sakit karena pukulan, daripada sakit hati yang merusak jiwa.


Excel Shimo menggandeng kedua wanita itu menuju tempat tidur, dan membaringkan mereka berdua di samping Ratu Long Xia yang masih pingsan. Seperti kerbau di cucuk hidungnya, Huan Jia dan Long Lihua menuruti keinginan Wali Benua, bahkan mereka berdua berinisiatif mencium dan menjelajahi tongkat Wali Benua.


Melihat Ibu dan Long Lihua seperti itu, membuat Long Zan dan Long Rou menjadi gila, jiwa terguncang hebat, rambutnya mereka jambak hingga rontok. Mereka berdua seperti orang gila, berteriak-teriak tanpa henti saat Huan Jia menunggangi Wali Benua.


"Jangan masuk, jangan masuk... Tidakkk tongkatnya masukkk..," teriakan histeris Long Rou saat tempat keluarnya dulu dimasukin tongkat monster Wali Benua.

__ADS_1


Excel Shimo semakin bersemangat ketika mendengar dua burung jantan berkicau merdu dan bersorak-sorai. Excel Shimo dengan ganas menghajar lembah surga Huan Jia. "Ohhh... Keluarrr...," erangann Huan Jia yang sudah tiga kali mencapai puncak.


Long Lihua yang sudah tidak sabar ingin merasakan kenikmatan seperti Ibunya, ia menarik Excel Shimo hingga jatuh terlentang, tanpa peduli dengan raut wajah Huan Jia yang kesal, Long Lihua segera membenamkan tongkat Wali Benua pada lembah surganya.


"Kakak tolol, bisa mampus kamu, tidak, jangan, jangan...?!" teriakan Long Rou yang tidak bisa menerima kenyataan didepan mata, setiap adegan panas yang diperbuat Wali Benua, ia selalu berteriak dan nada bicara yang tak jelas.


"Adik... kamu akan nikah, kenapa kamu khianati sahabatku...?!" Long Zan juga sama, dia selalu berteriak histeris.


"Jadilah komentator yang hebat!" ejek Excel Shimo kepada kedua Putra Mahkota dengan telepati-nya, sambil menghajar lembah surga Long Lihua yang masih gadis.


"Ohhh, sayanggg, lebih, aku minta lebih," desahann Long Lihua saat tubuh sintal dan seksi menikmati hukuman tongkat, dan meminta lebih dari seperti ibunya.


"Ahhh, aku kencing, aku terkencing... Ohhh," rancau Long Lihua saat dirinya mencapai puncak, tanpa ampun Excel Shimo menghajar rahim Long Lihua.


"Sayanggg, aku mau lagi," pinta Huan Jia dengan manja, dan membuka kedua kakinya untuk memperlihatkan lembah surganya yang haus akan kenikmatan tidak pernah diberikan oleh suaminya.


"Plakkk..."


"Ohhhh... Ampun...," erangann Long Lihua saat dirinya menerima hentakan tongkat Wali Benua, hingga membuatnya pingsan, dengan darah kesuciannya membasahi tongkat itu.


Segera Excel Shimo mencabut tongkatnya, dan berpindah tempat dimana milik Huan Jia yang sudah tidak sabar. Dengan sekali hentakan, tongkatnya masuk dan menghancurkan rahim Huan Jia. "Ahhh... kasarrr... lebih...," teriakan senang ketika lembah-nya diperlakukan sangat kasar oleh Wali Benua.


"Kalian tidak akan pernah terpuaskan oleh pria lain selain aku," kata Excel Shimo saat menghentakkan tongkatnya dengan brutal, "dan kalian tidak bisa lagi memiliki keturunan, kecuali aku yang memberikannya." lanjut Excel Shimo sambil memberikan hentakan fatal pada lembah surga milik Huan Jia.


"Ohhh... Stoppp... Ampun sayanggg...," erangann Huan Jia yang tidak sanggup lagi menerima sensasi luar biasa, dan pingsan di samping Long Xia dan Long Lihua.


"Baru setengah dantian-ku terisi, butuh tiga gadis atau sepuluh isteri orang lain," gumam Excel Shimo sambil mencabut tongkatnya. Ternyata lembah surga Huan Jia terkoyak hingga berdarah.


Excel Shimo tersenyum melihat ketiga wanita itu pingsan dengan wajah tersenyum. Segera Excel Shimo memanggil para Permaisuri yang ingin bercinta dengannya.

__ADS_1


Xia He dan Lotus Bao tidak tahan melihat Tuannya merusak lembah surga wanita lain, mereka berdua terdiam sejak awal dengan menyegel semua inderanya.


Seandainya Lotus Bao dan Xi He memiliki wujud, mereka ingin merasakan nikmat seperti yang dialami semua wanita.


Tidak berselang lama, tiga Permaisuri datang ke kamar mawar.


Dan seperti Huan Jia dan Long Lihua mereka juga tercengang melihat Wali Benua menyambut mereka tanpa tubuh tertutup sehelai kain.


Ketiga Permaisuri itu juga mengalami hal yang sama, pingsan tanpa memberikan mereka untuk bernafas lega. Bibir tersenyum dan lembah mengalir darah segar, mereka sudah tidak sanggup menerima hukuman tongkat naga sakit milik Wali Benua.


Satu per satu ruang santai menjadi sepi, saat para wanita beralasan ke kamar untuk menjemput kedua Ratu dan yang lainnya. Ratu Han semakin gelisah, instingnya sebagai wanita mulai bergejolak, ingin mengikuti mereka tapi malu, tidak mengikuti rasa penasarannya tidak tersampaikan.


"Pelayan, antar kami ketempat istirahat," pinta Bao Xue yang terlihat mulai mengantuk.


"Aku juga sudah ngantuk, ayo kita istirahat," sahut Bao Yu yang ingin merebahkan tubuhnya.


"Baik, Yang Mulia,"


Akhirnya semua wanita juga meninggalkan ruang santai, dan menyisakan beberapa pelayan yang selalu menjamu tamu terhormat.


"Apa yang terjadi, kenapa para Permaisuri, Selir, Putri, bahkan kedua Ratu kita tidak kembali kesini," bisik salah satu pelayan kepada rekannya, ia merasakan situasi yang aneh.


"Entahlah bukan urusan kita. Ayo kita beres-beres...," jawab rekannya yang juga tidak mengerti.


Pelayan yang mengantarkan semua wanita Wali Benua menuju kamar yang berbeda, dan tidak menjadikan satu dengan suaminya.


Semua isteri Excel Shimo tidak menaruh curiga, sebab mereka tahu aturan di setiap Kerajaan manapun, walaupun mereka sudah berstatus pasangan Dao, jika bertamu maka harus dipisahkan, kecuali tidak berada ditempat Kerajaan.


Hanya Ratu Han yang selalu curiga. Namun, pemikiran itu ia buang jauh-jauh, ia yakin jika menantunya beristirahat dikamar.

__ADS_1


__ADS_2