God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 197. Excel Shimo Beraksi.


__ADS_3

Chapter 197. Excel Shimo Beraksi.


Mendengar berita dari Ratu Jing Jiao dan Ratu Bao Yu akan adanya pemusnahan massal, sontak menggemparkan empat Kerajaan. Banyak pihak dari Kerajaan Huang dan Kerajaan Rubah Bulan tidak mempercayai, apalagi Dewan Keamanan sebagai pelindung Alam Semesta Asal Muasal tidak mungkin melakukan hal yang biadab dan tak berprikemanusiaan.


Namun, sesuai ucapan Wali Benua, kedua Ratu tersebut tidak mau berdebat dengan pihak yang tidak percaya dan hanya mengevakuasi orang yang mau diungsikan. Wajar banyak orang yang tidak percaya dengan ucapan kedua Ratu itu, sebab mereka berdua telah dicap sebagai Ratu pengkhianat.


Sedangkan Kerajaan Long dan Kerajaan Han mereka masih mempercayai dan segera mempersiapkan tempat untuk evakuasi bagi kedua penduduk wilayah Utara dan wilayah Timur.


Raja Han beserta bawahan Excel Shimo segera kembali ke Kerajaan Han dan membantu mempersiapkan tenda-tenda pengungsian.


Saat dimalam hari baru terlihat jelas jika bencana menghampiri Benua Jiang Shan. Sebuah sinar raksasa seperti meteorit berwarna putih dan berekor meluncur dengan sangat cepat.


Akhirnya semua kehidupan di Benua Jiang Shan ketakutan dan terjadilah kekacauan di seluruh wilayah. Banyak orang yang bergegas menuju wilayah Selatan dan Barat.


Raja Long, Raja Han dan bawahan Wali Benua juga ikut membantu. Segala armada udara dikerahkan.


"Saat sudah tahu kebenarannya, mereka baru merespon dan panik!" ucap Ratu Shu Peijing dengan sinis saat berdiri dipunggung Burung Gajah.


Ratu Shu Peijing baru saja mengevakuasi penduduk yang mempercayai ucapan Wali Benua. Hampir sepuluh ribu jiwa berada dipunggung Burung Gajah.


"Semuanya pegangan, saya akan terbang lebih cepat," pinta Burung Gajah kepada semua orang yang berada di punggungnya.


Wushhh...


Burung Gajah melesat dengan cepat, banyak orang dibawah berteriak agar bisa ikut menumpang. Sayangnya, Burung Gajah tidak menghiraukan, sebab di punggungnya telah penuh pengungsi.


Semua orang berkerjasama untuk mengevakuasi penduduk, bahkan semua istri Wali Benua tidak beristirahat sama sekali. Mereka tidak perduli lagi dengan penampilan, apa yang ada di hatinya hanya untuk menyelamatkan semua kehidupan sebanyak-banyaknya.


Di langit berdiri seorang anak muda dengan menggunakan perlengkapan perang. Tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan. Kedua matanya memandang kearah sinar raksasa dan aura niat membunuh bisa dirasakan.

__ADS_1


"Itu suami kita...!!" sontak Ming Li Ling kembali bersemangat saat melihat suaminya tiba-tiba muncul.


"Hore...!!"


Sorakan semua orang yang melihat Wali Benua, mereka sangat gembira dengan orang yang diharapkan mampu menangani bencana ini. Semua wanita menangis terharu, mereka yakin Excel Shimo telah mendapatkan solusi.


"Sebelum fajar menyingsing, segera kalian mengungsi menuju wilayah Barat dan Selatan. Keselamatan berada ditangan kalian sendiri!" perintah Excel Shimo dengan suara keras yang menggunakan energi, agar suaranya bisa didengar oleh seluruh kehidupan di Benua Jiang Shan.


Secara berlahan serangan senjata para Dewan Keamanan mulai dirasakan. Angin berhembus kencang dan aura kekuatan Tingkat Celestial Supreme juga mulai dirasakan. Semua kehidupan semakin panik. Anak-anak menangis, orang tua dengan sekuat tenaga berlari menjauhi kediamannya. Bahkan semua burung-burung kecil terbang kearah Barat dan Selatan. Tidak terkecuali, semua binatang besar dan kecil ikut mengungsi.


Semua orang dari wilayah Barat dan Selatan sibuk mengevakuasi kehidupan. Mereka bolak-balik mengangkut dan menurunkan pengungsi, tak ada rasa lelah saat jiwa kemanusiaan mengalir.


Waktu berjalan dengan cepat, secara berlahan fajar menampakkan diri. Tekanan serangan senjata para Dewan Keamanan semakin dirasakan.


Titik pusatnya serangan itu berada tepat di Altar Sembilan Surga. Perbatasan wilayah Timur dan wilayah Utara sudah menjadi porak-poranda. Kehancuran itu secara berlahan mulai membesar.


Excel Shimo yang melayang dibawahnya juga merasakan tekanan. Namun, Excel Shimo malah tersenyum, karena energi spiritual para Dewan Keamanan secara berlahan mulai diserap dantian-nya.


Keempat Dewi-dewi muncul disamping suaminya dan melihat kearah jatuhnya serangan senjata penghancur massal.


Wajah mereka terlihat tegang dan ketakutan, tapi mereka berusaha tenang agar suaminya tidak mengkuatirkan mereka.


"Apakah kamu sudah mendapatkan solusi untuk menangani serangan senjata Dewan Keamanan?" tanya Dewi Angsa dengan penuh harapan.


"Sudah. Kalian segera menjauh dari wilayah ini, karena dampak benturan nanti akan memicu hujan energi yang berbahaya!" jawab Excel Shimo dengan serius, "apa semua orang sudah dievakuasi?" lanjutnya dengan bertanya balik.


"Hahmm!!" Dewi Angsa menghela nafas tak berdaya, "terlambat, banyak orang yang tidak sempat kita angkut, sebab awalnya mereka menolak untuk mempercayai ucapan-mu." jawab Dewi Angsa dengan geleng-geleng.


"Itu salah mereka sendiri yang terlalu memendam kebencian terhadap saudari Jiao, Bao Yu dan kamu. Jika mereka mempercayai ucapan-mu dan kedua saudari kita dari awal, mereka pasti bisa dievakuasi. Hanya setingkat Raja keatas yang mampu mengungsi dan dengan bantuan beberapa Kapal Angkasa," sahut Dewi Chang'e yang jengkel.

__ADS_1


"Itu sudah keputusan mereka, terpenting kalian sudah melakukan yang terbaik...," ujar Excel Shimo dan berhenti berbicara saat memeluk Dewi Angsa dan ketiga istrinya. Pelukan suaminya kali ini terasa aneh. Aneh karena mereka merasakan firasat buruk.


"Apakah kamu yakin bisa menangani serangan itu?" tanya Dewi Rubah Bulan sambil memeluk. Di hati enggan melepaskan suaminya sendirian menangani serangan itu.


"Jangan kuatir. Percayalah...," Jawab Excel Shimo yang menyakinkan, "tenangkan saudari kalian....!" lanjutnya sambil melayang berlahan menjauhi keempat istrinya sambil tersenyum.


"Suami!!"


Keempat istrinya memanggil dan meneteskan air mata, mereka tetap melihat kepergiannya. Entah kenapa mereka merasakan firasat buruk dan ada rasa saat ini adalah pertemuan terakhir.


Setiap hubungan mereka dari awal kembali teringat, seorang anak kecil yang selalu dianggap sembrono dan berkemauan keras, tegas dan terkadang membuat tertawa.


Excel Shimo sudah jauh terbang dan berhenti sambil mengepalkan kedua tangan. Tatapan mata tidak lepas memperhatikan serangan senjata itu.


"Uwaaaaa...."


Boommm...💥 Boommm...


Excel Shimo berteriak sangat keras saat meningkatkan semua kekuatannya. Kekuatan kedua puluh empat Galaxi Element, meningkatkan 24 level.


Kekuatan garis darah Yin Yang tahap puncak, mampu memberikan peningkatan 4 level.


Garis darah Super Human tahap puncak, memberikan kekuatan 4 level.


Garis darah Naga 12 Element dan Cincin Roh Naga semua 12 element, mampu memberikan peningkatan 24 level.


Kekuatannya melejit hingga batas maksimal, dari Tingkat Dewa Bumi level 8 naik hingga Tingkat Jenderal Surgawi level 1. Sontak keempat Dewi-dewi tercengang melihat suaminya menyembunyikan kekuatannya begitu dalam, apalagi fondasinya sangat kuat.


Aura kekuatannya bisa dirasakan hampir seluruh kehidupan di Benua Jiang Shan. Semua wanita dan yang mengenal aura Excel Shimo segera melihat kearah Altar.

__ADS_1


Mereka juga terkejut saat melihat cahaya keemasan menyala terang benderang di langit. Dibelakang punggung Excel Shimo terlihat 12 Cincin Roh berwarna keemasan yang berusia diatas 2 juta tahun lebih.


Banyak seruan kagum terlontar dari mulut setiap orang. Semua istri Wali Benua sangat bangga kepada suaminya yang ternyata sangat kuat.


__ADS_2