God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 426.


__ADS_3

Chapter 426. Mantan Guru.


Di pagi buta sebelum banyak orang kembali beraktivitas, Excel Shimo telah bersiap di hari pertamanya memburu Fiend Spirit, dia meletakkan giok pesan suara di meja kamar pribadi agar di temukan oleh wanitanya.


Excel Shimo sengaja tidak mengajak siapapun, karena kebanyakan dari wanitanya lemah dengan serangan jiwa. Semalam Excel Shimo telah banyak bertanya kepada Ximen bersaudara tentang lokasi dunia bawah tanah.


Dengan menggunakan teleportasi, Excel Shimo telah keluar dari Benua Cahaya, dia segera mengeluarkan Raja Singa. Langsung Raja Singa mengaum keras saat dirinya akan beraksi lagi dengan Dewa Binatang.


"Kita berburu Fiend Spirit berdua. Makan ini."


Excel Shimo memberikan banyak Pil Penguat Jiwa kepada Raja Singa. Setelah menelan dua puluh butir pil tubuh Raja Singa mengeluarkan cahaya dan dalam sekejap kembali normal.


"Roar...!! "


Raungan Singa menggema dan membuat para penjaga pertahanan menjadi waspada.


Excel Shimo segera naik di punggung Raja Singa Mistik dan terbang menuju Lembah Neraka Abadi yang dekat dengan wilayah Ras Mayat Hidup.


Raja Singa terbang dengan sangat cepat, Excel Shimo melihat ke bawah dimana Formasi Pelindung Hutan Mistik begitu besar, para penjaga Hutan Mistik melambangkan tangan saat melihat dirinya.


Setelah melewati Hutan Mistik, Excel Shimo melihat kota kecil yang sedikit penghuninya, terlihat mereka sedang bertarung dengan banyak mayat hidup jenis Fei Zong .


Excel Shimo memerintahkan Raja Singa untuk terbang lebih rendah, lalu dia merentangkan tangan kanan, dari ujung lima jarinya mengeluarkan sinar dan melesat ke arah Fei Zong.


Boom💥... Boom💥...


Ledakan berurutan-turut ketika lima sinar mengenai tubuh Fei Zong, efek ledakannya berantai dan mengenai mayat hidup yang berada di sebelahnya. Raja Singa juga mengeluarkan bola angin dan meludahkan kepada Fei Zong yang tidak terkena serangan.


Boom...


Setelah dekat dengan kota, Excel Shimo terkejut melihat penduduknya ternyata adalah boneka wayang. Boneka wayang itu kini berbalik menyerang Excel Shimo bersama sisa mayat hidup.


Excel Shimo makin terkejut melihat banyak mayat hidup bermunculan dari dalam tanah dan ikut menyerangnya. Excel Shimo baru menyadari jika dirinya terkepung dan jumlah mereka makin banyak.


Segera Excel Shimo mengambil tindakan dengan mengeluarkan kerangka dan mayat hidup pasukan Asyura, lalu dia melihat di atas banyak manusia kelelawar mengepung juga.


"Sialan!? Tampaknya aku sudah ditunggu! " batin Excel Shimo dan berpikir siapa yang telah mengetahui rencananya selain orang yang dia kenali.


Setelah tidak menemukan jawaban, Excel Shimo mengeluarkan 100 boneka wayang bersayap untuk melawan manusia kelelawar.


Boom💥... Boom💥


Pertarungan udara antara boneka wayang dan manusia kelelawar pun terjadi, saling melepaskan pukulan berenergi.


Walaupun boneka wayang bersayap kalah dalam jumlah, mereka tidak sedikitpun kewalahan melawan manusia kelelawar, sedangkan Raja Singa juga ikut membantu.


Excel Shimo segera mengendalikan pasukan kerangka dan prajurit Kerajaan Asyura, dia sengaja tidak menggunakan kultivasi berbasis energi alam, sebab ini kesempatan untuk melatih kemampuannya dalam menggunakan Third Eye Stone.


Banyaknya mayat jenis Fei Zong seperti gelombang yang menerjang pasukan kerangka dan prajurit Asyura yang melindungi Excel Shimo. Waktu terus bergulir banyaknya mayat hidup yang mati semakin menggunung.

__ADS_1


Sedangkan Raja Singa dan seratus boneka wayang banyak membunuh manusia kelelawar, sehingga dibawah mereka juga menumpuk mayat manusia kelelawar.


Ledakan energi terus terdengar tiada henti dan prajurit Asyura membakar Fei Zong...


Di dalam benak Excel Shimo, dia merasakan jumlah mayat hidup tidak ada habisnya dan berpikir jika ada yang mengendalikan mereka. Segera Excel Shimo mengedarkan kesadarannya untuk mencari siapa yang pengendali mayat hidup dan manusia kelelawar.


Tidak berselang lama, Excel Shimo merasakan robekan dimensi selalu mengeluarkan fluktuasi energi, dia melihat sosok pria bertopeng.


Mengingat pembicaraan dirinya dengan Yun Shuang tentang Kaisar Wei yang adalah Wei Yan itu sendiri, Excel Shimo menduga pria bertopeng itu adalah Wei Yan, dan dia juga teringat pengakuan Wei Yan yang memiliki tubuh bawaan dimensi.


"Kamu hanya tubuh kesadaran dan tidak mampu menggunakan kekuatan yang sebenarnya... Mau bermain-main dengan ku...! " batin Excel Shimo yang akhirnya menggunakan kemampuan energi alam.


Excel Shimo membagi fokus antara menggunakan kekuatan jiwa dan energi alam, sengaja juga dia melakukan ini untuk melatih dan memperdalam pemahaman tentang Batu Keabadian.


Pikirannya mengendalikan pasukan kerangka dan prajurit Asyura dan tangan kanan mengendalikan energi alam yang terpusat di robekan dimensi.


Wei Yan yang melihat gerakan tangan Excel Shimo dan dia mengamati apa yang akan dilakukannya sambil terus mengendalikan pasukan mayat hidup dan manusia kelelawar.


Yang terlambat disadari oleh Wei Yan, sekelilingnya bermunculan banyak cahaya seperti kunang-kunang mulai mendekatinya, dan gerakan mereka baru dirasakannya saat merasakan kulit seperti disengat lebah.


"Sialan!! Apa-apaan ini!! " seruan Wei Yan yang kaget dan segera dia memutuskan hubungan dengan pasukan mayat hidup, boneka wayang dan manusia kelelawar untuk berniat kabur.


Excel Shimo tersenyum tipis saat mayat hidup tiba-tiba berhenti dan ambruk, sedangkan manusia kelelawar juga berjatuhan setelah Wei Yan memutuskan kendalinya, dan boneka wayang milik Wei Yan langsung terdiam.


Excel Shimo segera mengendalikan cahaya seperti kunang-kunang dan melesat lebih cepat daripada respon Wei Yan yang akan kabur...


Boom💥... Boom💥...


Mengetahui hukum dan aturan energi alam, seketika kedua mata Excel Shimo berbinar-binar dan tujuannya jelas memanfaatkan tubuh kesadaran si Wei Yan.


Namun sebelum bertindak...


"Hahaha! Bodoh! Murid yang bodoh! Guru di lawan, benar-benar murid durhaka kamu! "


Wei Yan tertawa sambil keluar dari celah dimensi tanpa terluka sama sekali, dia akhirnya mengungkapkan dirinya sendiri dengan memanggil Excel Shimo sebagai muridnya.


"Murid...! Murid yang akan kamu peralatan untuk mengerjakan pekerjaanmu ... Maaf saja, aku tak sudi menjadi murid orang seperti mu, apalagi aku tidak melakukan ritual penghormatan sebagai murid-mu! Dan ya, aku memang bodoh, tapi tidak mudah kamu bodohi untuk mengikuti kemauan-mu! " dalih Excel Shimo yang jelas tidak mau menjadi murid.


Wei Yan tertawa dan setelah itu berkata:


"Memang kamu tidak melakukan ritual penghormatan antar murid ke guru, tapi kamu telah bersumpah. Sumpah mu tidak bisa kamu ingkari dan kamu tahu konsekuensinya."


Giliran Excel Shimo yang tertawa ringan sambil kedua tangan bersilang di belakang punggungnya, dan segera berbicara:


"Ya memang aku telah bersumpah ... Coba ingat lagi sumpah yang aku ucapan... Ingat, disumpah itu aku bilang 'akan melakukan sesuai dengan kebenaran... ' apakah kamu mengerti apa arti kata 'akan' ? "


Seketika Wei Yan terdiam dan paham maksud perkataan Excel Shimo.


Kata 'akan' sama dengan 'semoga' dan dilihat dari konteks pembicaraan maupun kesepakatan ... Dan Excel Shimo mengatakan kata 'akan dan semoga' di saat dirinya tidak yakin bisa melakukan sesuai perkataannya maupun tidak menjamin sesuai yang dikehendaki.

__ADS_1


Dengan demikian, Excel Shimo tidak melanggar sumpahnya yang cacat dan sengaja Excel Shimo mengatakannya, karena dia awalnya meragukan perintah Wei Yan yang menugaskannya untuk mendapatkan Pedang Semesta...


Waktu Excel Shimo memblokir serangan senjata rahasia Dewan Keamanan dan kemunculan Wei Yan yang secara tak terduga, membuat Excel Shimo berasumsi jika dirinya sedang diperalat oleh Wei Yan dengan dalih membantu. Oleh sebab itu, skema Wei Yan yang jelas terbaca membuat Excel Shimo tidak mengucapkan sumpah dengan benar.


"Wei Yan, walaupun hidupmu lebih lama dariku, bukan berarti aku anak bau kencur yang mudah kamu tipu. Semua kejadian bermula di Benua Jiang Shan sangatlah janggal... Aku akui skema mu hampir sempurna... Sayangnya, ada kecacatan dalam menjalankan waktu pergerakannya... Kamu terlalu cepat dalam bergerak! " sambung Excel Shimo sebelum Wei Yan berbicara, "kamu berniat mengekstrak Benua Jiang Shan agar mudah menaklukkan Mahkota Maharaja, kan?" lanjutnya tanpa memberikan Wei Yan kesempatan untuk berbicara.


Ya, apa yang dikatakan Excel Shimo memang benar, setelah kemunculan altar di Benua Jiang Shan, Dewan Keamanan menggunakan senjata rahasianya untuk menyegel Benua Jiang Shan tanpa penyelidikan.


Tujuannya, setelah tersegel, Wei Yan akan dengan mudah mengekstrak Benua Jiang Shan dan menaklukkan Mahkota Maharaja.


Sayangnya, karena Excel Shimo memblokir serangan itu dan berniat menyerap kekuatan senjata rahasia, membuat Wei Yan muncul dan berdalih membantunya, membantu tapi ada kondisi yang harus dilakukan oleh Excel Shimo, yaitu mencari Pedang Semesta.


Tapi, justru tujuan Wei Yan malah mempermudah Excel Shimo mendapatkan Pedang Semesta dan menghancurkan banyak rencananya sendiri yang telah dia atur sejak lama.


Mendengar ucapan Excel Shimo, Wei Yan tertawa terbahak-bahak, seakan-akan ucapan Excel Shimo itu lucu. Padahal, di dalam hatinya, Wei Yan tidak menyangka semua rencananya bisa terbaca. Tapi...


"Hebat! Benar-benar hebat otak mu! Anggap saja apa yang kamu katakan benar... Angka tidak hanya ada 1 saja...! " pujian Wei Yan akan kecerdasan Excel Shimo, tapi diakhir ucapannya ada makna tersirat.


Excel Shimo dengan mudah mengerti makna ucapan Wei Yan, jika masih ada rencana yang masih belum diketahui olehnya. Dia tersenyum tipis dengan tatapan matanya yang terus melihat Wei Yan.


"Lakukan sesuai rencana mu! Tapi, perhatian dulu sekitarmu! " kata Excel Shimo yang tidak kuatir dengan rencananya.


Sontak Wei Yan terkejut saat merasakan fluktuasi energi telah memadat disekitarnya, dia samar-samar melihat energi membentuk bola dan dia berada di dalamnya, mirip seperti Formasi Mengurung.


Wei Yan tidak tahu jika Excel Shimo sedari tadi telah menguncinya dengan kedua tangan yang berada di punggung selalu bergerak.


Boom💥...


Wei Yan segera menghancurkan energi yang akan mengurungnya, dia makin terkejut saat tidak bisa dihancurkan, malahan semakin mengecil. Dengan panik Wei Yan menggunakan kemampuannya untuk berpindah dimensi, tapi dia tidak bisa melakukannya, seakan-akan dimensi telah terblokir oleh energi yang aneh.


Akhirnya, Wei Yan menatap Excel Shimo setelah tidak bisa kabur dan kembali tertawa.


"Memang luar biasa kemajuan mu dalam memanipulasi energi alam! " pujian Wei Yan yang terpaksa dia ucapkan.


Excel Shimo tidak mengucapkan sepatah kata tentang ucapan Wei Yan yang keliru, jika Wei Yan tahu dia tidak memanipulasi energi, sudah dipastikan akan makin syok.


Kedua tangan Excel Shimo yang masih berada di belakang punggung mengendalikan energi alam untuk menekan tubuh kesadaran Wei Yan, secara berlahan Wei Yan energi semakin kecil termasuk Wei Yan yang ada didalamnya.


Wei Yan tertawa dan selalu tertawa, disaat Excel Shimo menarik dirinya yang terkurung di dalam bola energi.


Setelah berada di telapak tangan Excel Shimo, Wei Yan, berkata;


"Seandainya tubuh asli ku tidak terkurung di Black Hole, kamu bukan tandingan ku dan juga tidak perlu aku melakukan ini semua! "


"Sekarang kamu yang bodoh! Kamu pikir dengan melepaskan tubuh kesadaran, kekuatanmu akan tetap seperti semula... Jelas kekuatanmu turun drastis...! " sahut Excel Shimo yang tidak mudah digertak maupun ditakuti oleh Wei Yan, dan dia memahami konsekuensi menggunakan tubuh kesadaran untuk melakukan pekerjaan yang jauh di luar jangkauan.


Melepaskan tubuh kesadaran memang akan mempermudah melakukan pekerjaan, tapi konsekuensinya kekuatan akan berkurang, apalagi memiliki banyak tubuh kesadaran.


"Hahaha!" Wei Yan hanya bisa tertawa lagi...

__ADS_1


__ADS_2