God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 82 Dunia jiwa, Kakek Excel.


__ADS_3

Chapter 82 Dunia Jiwa, Kakek Excel.


Lei Kaibo, Lei Ping, Loi Annchi, Bao Xue dan tujuh Tetua juga mampu melihat batu prasasti itu walau jaraknya jauh. Demikian juga dengan wanita kotor itu, ia bisa lebih jelas melihat batu prasasti, sebab kekuatannya pada tingkat Dewa.


"Nak, di batu ini ada tulisannya," kata si Kakek pada Excel Shimo.


Kemudian, si Kakek mengalirkan energi spiritual kedalam batu prasasti. Secara berlahan keluar tulisan kuno yang hanya bisa dimengerti oleh Excel Shimo dan kedua orang tua itu.


Excel Shimo mengerti tulisan itu dari ingatannya. Dengan cermat Excel Shimo membaca secara berlahan.


"Teteskan darahmu pada batu prasasti ini, nanti kamu akan lebih memahami," titah si Nenek pada Excel Shimo, suaranya begitu lembut dan meyakinkan.


"Baik, Senior." jawab Excel Shimo, lalu ia mengigit ujung jari telunjuknya, saat darah keluar ia oleskan pada batu prasasti itu.


Bhuzhhh...


Tiba-tiba batu prasasti itu bergetar, dan berubah menjadi sinar. Sinar itu melesat menuju dahi Excel Shimo. Jelas Excel Shimo kaget, tapi dia tidak sempat menghindari. Sinar itu masuk kedalam otak Excel Shimo, dan segera Excel Shimo mendapatkan banyak informasi.


"Akhhhh..." seketika Excel Shimo berteriak kesakitan dengan memegang kepalanya, ia terhuyung-huyung.


Dengan sigap si kakek memegang tubuh Excel Shimo, agar dia tidak terjatuh.


Wushhhh... Wushhhh


Bao Xue, Loi Annchi dan bawahannya Excel Shimo segera melesat mendekati. Namun, si Nenek melambaikan tangannya agar tidak mendekati Excel Shimo.


"Jangan kuatir, ia baik-baik saja," kata si Nenek kepada kedua wanita itu dan bawahannya.


--------


Excel Shimo terkejut saat berada di suatu tempat yang lain, dia melihat disekelilingnya. Excel Shimo melihat begitu indahnya tempat ini. Tempat dia berada sekarang seperti sebuah benua yang luas dan subur, jika dibandingkan dengan cincin dimensi, maka bisa dikatakan hampir sama.


"Dimana ini?" gumam Excel Shimo sambil memegang kepalanya yang masih sakit.

__ADS_1


"Hahaha, akhirnya kamu datang juga keturunan ku. Sudah sangat lama aku menunggumu. Bahkan aku sampai bosan berada disini!"


Suara tawa terdengar dan berbicara setelahnya. Jelas Excel Shimo kaget dan waspada dengan melihat sekelilingnya.


Bhuzhhh...


Muncul seorang pria tua, dengan rambut putih panjang dan jenggot putih yang panjangnya sampai perut. Tingginya mencapai 250 sentimeter lebih. Tubuhnya terlihat sangat kekar dan energik. Yang paling mengejutkan adalah wajah, sebab wajahnya sangat mirip dengan Excel Shimo.


Segera Excel Shimo terkejut dan langsung mundur beberapa langkah. Melihat reaksi Excel Shimo, Kakek itu tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Luar biasa keturunan ku... Hahaha. Tidak rugi aku menunggumu ratusan juta tahun lamanya. Cucuku, apa tidak bosan kamu berada didalam telur, hingga mencapai waktu tak terhitung... Tsk, terlalu malas dirimu... Hahaha"


Kakek itu terlihat sangat gembira setelah memuji cucunya, dia juga tertawa. Dan berbicara lagi dengan sedikit mengejek akan kemalasan cucunya yang suka berada didalam cangkang telur.


"Cucu? Apa Anda kakek saya?" tanya Excel Shimo yang kebingungan, samar-samar dia merasakan ada ikatan batin dengan orang yang mengaku sebagai kakeknya.


"Iya benar. Aku adalah Ayah dari Ibumu. Kamu adalah keturunan dari bangsa Yin dan Yang salah satu ... Ayah kandungmu dari bangsa Super Human, dia masih berada dibawah bangsa Yin dan Yang," jawab Kakek pada cucunya.


Dari ucapan si Kakek Excel, terlihat jika dia menyembunyikan sesuatu dari Excel Shimo. Tapi, berhubung Excel Shimo masih kebingungan, ia tidak memperhatikan ucapan Kakeknya.


Kakek Excel menjelaskan secara detail kelebihan memiliki dunia jiwa kepada cucunya. Selain apa yang disebut itu, dunia jiwa juga memiliki perbedaan waktu, yang mana 1 hari didunia nyata sama dengan 1 bulan di dunia jiwa.


Excel Shimo dengan cermat mendengar ucapan kakeknya. Bahkan setiap ucapannya diingat dengan baik. Dunia jiwa juga mampu melindungi Excel Shimo dari marabahaya, asal dengan cepat masuk sebelum terkena serangan fatal dari musuh yang ingin membunuh.


"Apa kamu sudah mengingat semuanya? Kita sekarang berada didunia jiwamu, dan batu prasasti yang aku buat itu adalah kunci untuk membuka dunia jiwa. Sampaikan salamku kepada mereka yang selalu menjaga amanah ku hingga saat ini," kata Kakek Excel pada cucunya, tanpa memberikan kesempatan Excel Shimo untuk bertanya, "aku tahu kamu memiliki banyak pertanyaan, tapi semua akan terjawab setelah kamu menemui Ibumu atau diriku di Alam Kudus." lanjut kakek Excel sambil menepuk bahu cucunya.


"Kake--"


"Kakek dan Ibumu selalu menunggumu. Sampai jumpa lagi cucuku," ujar kakek Excel tanpa memberikan kesempatan cucunya berbicara. Secara tiba-tiba, kakek Excel menyentuh dahi cucunya.


Bhuzhhh...


"Akhhhh...."

__ADS_1


Kakek Excel menghilang dengan meninggalkan Excel Shimo dengan rasa sakit di kepalanya.


Kakek Excel buru-buru pergi, sebab wujudnya hanya dalam bentuk energi spiritual. Energi spiritual memiliki batasnya, apalagi tujuannya telah tercapai. Sebab itu, kakek Excel tidak memberikan kesempatan cucunya untuk berbicara sedikit pun.


-------


Di dunia luar, Excel Shimo juga berteriak kesakitan dengan memegang kepalanya. Rasa sakit itu seperti jiwa yang terluka. Wajahnya menjadi pucat dan darah mengalir dari kedua mata, lubang hidung dan telinga.


"Suami..." Bao Xue terlihat panik saat melihat darah dari wajah Excel Shimo.


Demikian juga dengan Loi Annchi, ia memeluk Bao Xue karena kuatir.


"Tenang saja, dia sedang menerima informasi penting dari Leluhurnya," kata Kakek Fung kepada kedua kekasih dan bawahannya Excel Shimo.


Excel Shimo segera duduk bersila dengan tubuh masih melayang.


Dengan menggeretakkan gigi untuk menahan rasa sakitnya saat menerima banyak informasi baru.


"Salam, Leluhur Fung." sapa Lei Kaibo kepada Kakek Fung, diikuti oleh Lei Ping dan para Tetua.


"Lei Kaibo, lama kita tidak bertemu. Pilihan yang bagus menjadikan anak ini sebagai Raja Ras Thunderbird. Anak ini adalah keturunan bangsa hebat, masa depannya tidak terbatas," jawab Kakek Fung yang sudah mengetahui saat Lei Kaibo bercerita pada cucunya.


Setelah menghabiskan waktu setengah dupa, Excel Shimo akhirnya membuka mata. Lalu, ia tersenyum bahagia. Melihat itu semua orang juga menjadi lega. Kedua kekasihnya buru-buru mendekati Excel Shimo.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Bao Xue dengan membersihkan darah diwajah Excel Shimo.


"Apa yang terjadi, Sayang?" demikian juga Loi Annchi yang bertanya sambil ikut membersihkan noda darah.


Segera Excel Shimo bangkit dan menghadap kedua orang tua itu yang telah menjaga amanah dari kakeknya. Dengan membungkuk, Excel Shimo memberikan hormat kepada kedua Leluhur Ras Burung Gajah.


"Terima kasih, berkat kalian saya bisa bertemu dengan kakek, Senior," kata Excel Shimo.


Buru-buru Kakek dan Nenek Fung mencegah Excel Shimo bersikap sopan seperti ini.

__ADS_1


"Tidak perlu berterima kasih, Tuan Muda. Justru seluruh bangsa Ras Burung Gajah yang harus berterima kasih. Tanpa kakekmu menolong kami, sudah lama bangsa kita musnah saat kejadian bencana ratusan juta tahun lalu," jawab Kakek Fung pada Excel Shimo.


__ADS_2