
Chapter 172. Curhatan Raja Long.
Raja Long adalah orang yang paling bahagia dengan memegang erat botol giok berisi dua Pill Penyegar Indera garis tujuh tingkat Dewa Bumi. Banyak orang yang cemburu dan iri dengan keberuntungan Raja Long yang mendapatkan pil tersebut.
Setelah Loi Annchi menyelesaikan fondasinya, ia segera merubah wujud menjadi manusia. Kini kekuatan Loi Annchi berada pada tingkat Peri Benua Level 9.
Kemudian, Raja Long mengajak Wali Benua beserta semua orang untuk datang ke perjamuan yang sudah dipersiapkan.
Dalam perjalanan, Excel Shimo berbicara kepada Raja Long.
"Nanti malam saya akan meramu obat untuk Shui Peiyu dan mengajaknya kesuatu tempat yang jauh dari kehidupan, agar proses waktu penyembuhan tidak berdampak buruk kepada kehidupan disekitarnya,"
"Semoga putriku lekas terbebas dari rasa sakitnya. maafkan saya tidak banyak membantu Wali Benua dalam penyembuhan ketiga anak-anakku!" jawab Raja Long yang menyesal tidak bisa berbuat apa-apa dengan kejadian yang menimpa ketiga anaknya.
"Tidak masalah. Shui Peiyu mulai saat ini akan menjadi bagian keluarga besar-ku. Saya pribadi menjamin keselamatan dan kebahagiaannya," ujar Excel Shimo yang meminang Shui Peiyu secara langsung.
Sontak Shui Peiyu kaget dan hampir terpeleset jika tidak dipegang Bao Xue. Ucapan Wali Benua tidak pernah dia mimpikan, dia hanya berharap bisa sembuh dari deritanya selama ini.
"Selamat," kata Bao Xue kepada Shui Peiyu dan memeluknya dengan erat.
"Kamu sekarang sudah menjadi bagian keluarga besar Excel. Selamat datang," Ming Li Ling juga ikut menyambut Shui Peiyu dan memeluknya.
Shui Peiyu menangis bahagia, air mata berjatuhan dengan deras. 'Apa aku sedang bermimpi, jika mimpi tolong bangunkan aku!' batin Shui Peiyu yang tidak percaya dengan apa yang barusan dia alami.
Keberuntungan yang diperoleh Shui Peiyu, jelas menjadikan rasa iri dan kecemburuan semua saudari dan ibu-ibu angkatnya, terutama Long Lihua yang selalu menindasnya sejak masih kecil.
Tentu saja semua wanita Raja Long semakin bertekad untuk mengikuti Wali Benua. Mereka akan melakukan banyak cara agar bisa menjadi bagian keluarganya.
__ADS_1
"Hahaha, Wali Benua terima kasih banyak sudah membuat masa tuaku bahagia. Dengan senang hati saya merestui kalian," tawa bahagia Raja Long dan merangkul bahu Wali Benua seperti seorang sahabat.
"Menantu saya ingin berbicara empat mata sebelum jamuan dimulai" ujar Raja Long dengan telepatinya.
Segera Excel Shimo membaca pikiran dan hati Raja Long, sebab ia ingin menyelidiki sebelum mengiyakan ajakannya. Setelah mengetahui, Excel Shimo menghela nafas berat, dan mengangguk kan ajakannya.
"Saya ada sesuatu yang perlu dibicarakan dengan Wali Benua, mohon tunggu kami di ruang jamuan Istana." pamit Raja Long kepada semua orang, dan terbang menuju arah selatan. Excel Shimo segera mengikuti, setelah mendapatkan ijin dari semua isterinya.
"Apa ada yang penting sehingga mengajak Wali Benua berbicara secara rahasia dengan kita!" gerutu Ratu Long Xia yang tidak suka dengan tindakan suaminya.
"Biarkan saja. Mungkin memang ada hal yang pribadi ingin diutarakan pada Wali Benua," jawab Ratu Huan Jia yang tampak tidak peduli dengan keanehan suaminya.
Raja Long terbang menuju suatu tempat rahasianya, tempat untuk menenangkan pikiran disaat gelisah maupun kuatir. Tempat itu hanya dia dan Long Wenhua yang mengetahui, sekitar lima kilometer dari Istana Kerajaan Long.
"Disini biasanya saya bermeditasi untuk menenangkan hati dan pikiran." kata Raja Long yang memperkenalkan tempat yang tenang dan sejuk. Ia berjalan menuju sebuah gubuk dan Excel Shimo mengikuti tanpa berbicara.
"Silakan duduk Wali Benua." Raja Long mempersilahkan Excel Shimo duduk di depan gubuk yang tersedia kursi bambu.
"Ada gerangan apa Yang Mulia ingin berbicara empat mata?" tanya Excel Shimo setelah duduk disamping Raja Long.
Raja Long menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara kasar. Tampak ia memendam beban berat. Setelah beberapa saat, Raja Long terlihat susah membuka mulutnya.
"Katakan saja, tidak perlu malu mengutarakan isi hati dan pikiran. Anggap saja saya adalah sahabat Yang Mulia!" ujarnya sekali lagi saat mengetahui Raja Long susah memulai dari mana.
"Hahmmm, sejujurnya saya malu sebagai seorang pria yang tidak mampu mengatur rumah tangga dengan bijaksana. Wali Benua sudah melihat bagaimana istriku begitu tidak sopan terhadap suaminya. Padahal saya pribadi sudah memenuhi tanggungjawab sebagai kepala rumah tangga," kata Raja Long setelah menghela nafas lagi, dan membuka isi hati dan pikiran yang selalu membebani, "saya iri kepada Wali Benua, bisa mengendalikan pasangannya. Jika boleh tahu, bagaimana Wali Benua mampu mendidik mereka?" lanjutnya dengan bertanya.
Excel Shimo menggelengkan kepalanya, sebab ia sendiri dalam hal ini sangat kurang dalam berpengalaman. Setelah terdiam sejenak, Excel Shimo mulai berbicara dengan berlahan.
__ADS_1
"Aneh jika Raja Long yang notabene-nya lebih tua dibanding saya meminta saran!" jawab Excel Shimo dengan sedikit sindiran.
Jelas Raja Long malu, tapi ia merasa jika Wali Benua bisa memberikan nasehat maupun kritikan yang membangun. Raja Long hanya terdiam tanpa membalas.
"Hati wanita susah ditebak, saat ini hatinya senang, sesaat kemudian hatinya berubah. Tapi, semua wanita akan menyukai pria yang penuh tanda tanya yang membuat hatinya penasaran. Mampu membuatnya tertawa, nyaman, dan terpenting puas saat diranjang. Konsisten dalam bertindak dan ucapan. Selalu memegang komitmen dalam mencapai tujuan. Intinya, jangan pernah tunjukkan jati diri kita yang sebenarnya kepada mereka...," kembali Excel Shimo berbicara sambil berdiri, berjalan dan berhenti di tepi sungai.
"Tapi, kembali pada awal jumpa dengan mereka. Terpaksa atau sukarela. Jika terpaksa efeknya seperti Yang Mulia saat ini alami. Jika sukarela, mereka akan mematuhi kita, sebab yang membuat mereka rela adalah tindakan dan ucapan kita." lanjutnya dengan membalikkan badan dan menatap Raja Long.
Raja Long hanya geleng-geleng sebab dia diawal sudah salah bertindak dan berucap.
Sebagai penguasa wilayah Selatan dan salah satu Ras Naga, Raja Long masa muda sangat arogan, penuh ambisi. Setiap melihat wanita ia akan secara paksa menikahinya, karena tidak takut dengan siapapun. Hingga akhirnya memiliki dua Ratu, Permaisuri, Selir hasil kesombongan-nya dengan iming-iming kekuasaan, kekayaan dan kekuatan.
Tanpa memikirkan masa depan, Raja Long memberikan banyak sumberdaya kepada semua wanitanya, sampai akhirnya beberapa Klan meningkatkan kekuatan hingga membuat Raja Long tersudut.
Dari titik inilah semua wanitanya mulai menindas Raja Long, tidak takut lagi dan akhirnya mengendalikan Kerajaan Long dan menjadi Raja Long sebagai bonekanya.
Hukum sebab akibat yang kini dialami Raja Long. Tabur dan menuai.
"Seandainya ... lalu apa yang harus saya lakukan, semua sudah berjalan ...," Raja Long kebingungan ingin meminta solusi tapi kesusahan dalam berbicara, sebab ia sangat malu kepada Wali Benua.
"Mulai semuanya dari awal, lepaskan yang lama. Tidak ada kata terlambat untuk kembali ke titik awal." jawab Excel Shimo dengan tegas.
Raja Long menatap kedua mata Wali Benua yang berwarna hitam dan putih dengan garis pemisahan berbentuk 'S'. Ia memikirkan ucapan Wali Benua, sebab tidak mudah memulai dari awal, apalagi situasinya bukan dia sebagai pemimpin di Kerajaan Long.
"Tidak mudah memulai dari awal dan langkah apa yang harus aku mulai?" tanya Raja Long yang menganggap semua sudah menjadi bubur.
"Apa Yang Mulia siap kehilangan mereka?" tanya balik Excel Shimo kepada Raja Long dan tersenyum setelahnya.
__ADS_1