
Chapter 244. Membunuh Elang Iblis Rusa.
Mendengar ucapan Chu Feng, ketiga pria itu sedikit ragu. Melihat kedua adiknya dan Han Li, Chu Feng buru-buru menyakinkan mereka dengan mengeluarkan 3 botol Giok yang berisi Pil Kultivasi tingkat Saint tahap rendah.
"Jika kalian tidak mempercayaiku, bawa ini sebagai kompensasi telah membantuku!" kata Chu Feng sambil membagi ketiga botol Giok kepada mereka.
Seketika kedua adiknya dan Han Li tersenyum lega dan senang dengan menerima botol Giok. Berbeda dengan Chu Yao dan Zhang Rouxin yang semakin kuatir.
"Sekarang kita bunuh mereka! Ambil jantung dan hatinya dan letakan di kotak ini!" ajak Chu Feng dengan memberikan kotak khusus untuk menyimpan hati dan jantung milik Chu Yao dan Zhang Rouxin.
Buru-buru Kuda Surgawi merapatkan dirinya untuk melindungi kedua wanita itu, walaupun Kuda Surgawi sudah terluka parah, mereka masih berusaha sekuat tenaga untuk memberikan perlindungan terakhir.
"Biadab! Jika aku mati, kalian juga harus mati!" bentak Chu Yao yang mengacungkan senjatanya kepada Chu Feng.
"Kalian akan tahu jika aku mati, guruku pasti mencari kalian!" ancam Zhang Rouxin kepada mereka semua dan ikut mengacungkan senjata pedangnya.
"Tidak akan ada diantara kalian yang mati!" suara keras menggema di pusat wilayah Sayap, dan disusul dua bola energi melesat dengan sangat cepat kearah Elang Iblis Rusa dan tim si Chu Feng.
Wushh... Boom💥... Boom💥...
"Kwaakkk!!"
"Argghhh!!"
Elang Iblis Rusa memekik dan ke-empat pria itu berteriak saat terkena bola energi. Mereka terpental sangat keras hingga membentur dinding Bukit Tengkorak, dinding bukit sampai retak karena benturan tubuh mereka. Sebagian binatang Qilin dan Griffin terlempar keluar dari Bukit Tengkorak.
Kemudian, orang yang menyerang tiba-tiba muncul di depan Kuda Surgawi. Tampilannya tua dengan rambut panjang dan putih, tinggi badan 170 cm, banyak kerutan di sekitar dahi.
__ADS_1
Aura kekuatan tingkat Jenderal Surgawi bisa dirasakan penghuni wilayah Sayap.
Chu Yao dan Zhang Rouxin gemetaran saat merasakan kekuatan Jenderal Surgawi ada di Benua Jiu Zhou, hanya Kuda Surgawi yang tahu siapa sosok pria tua itu dari garis darah.
"Lemah tapi bertindak biadab!!" bentak pria tua itu kepada Elang Iblis Rusa dan Chu Feng sebagai otak rencana untuk pertukaran ini.
Segera pria itu mengangkat tangan kanannya, dan keluar bola energi di telapak tangannya, jelas tujuan untuk membunuh mereka yang ingin membunuh Chu Yao dan Zhang Rouxin.
"Se-senior, to-tolong jangan bunuh mereka!" pinta Chu Yao dengan suara gemetar dan terbata-bata saat memohon pengampunan.
Sebelum pria tua itu menjawab, Elang Iblis Rusa segera berdiri dan mendahului berbicara dengan mengumpat. "Bajing--"
Wushh... Boom💥...
Ledakan hebat saat pria tua itu melemparkan bola energi kepada Elang Iblis Rusa yang tak sempat menyelesaikan perkataan kotornya. Elang Iblis Rusa tidak lagi bisa bangkit lagi, sebab kepalanya telah meledak.
Pria tua itu mengambil inti kehidupan dari Elang Iblis Rusa dan menyimpan di cincin dimensi, termasuk mayatnya. Kemudian, sorot mata yang sayup menatap tajam kearah Chu Feng, kedua adiknya dan Han Li, dengan tangan kanan berubah menjadi pedang energi berwarna biru. Tangan kanan pria tua itu membelah perut Elang Iblis Rusa, sebab didalam perutnya adalah tempat penyimpanan seperti cincin dimensi.
Setelah selesai mengambil semua harta Elang Iblis Rusa termasuk Jamur Lingzhi Biru, pria tua itu mendekati Chu Feng dan Han Li.
"A-ampun ... Se-senior!!" Chu Feng memohon ampunan dengan suara serak dan terbata-bata, dia tidak sanggup berdiri karena terluka parah.
Demikian juga dengan Han Li dan Chu Ming yang tidak bisa lagi berdiri, sedangkan Chu Liang Cang sudah pingsan. Binatang Qilin dan Griffin yang masih hidup buru-buru kabur menjauhi pria tua itu, apalagi Elang Iblis Rusa yang baru menjadi Raja mereka telah tewas.
"Ampun! Semudah itukah meminta ampun! Hanya karena ini ... Kamu tega mengorbankan saudaramu sendiri! Apakah pantas kamu menggantikan posisi sebagai Raja Chu?" cecar pria tua itu kepada Chu Feng dengan menunjukkan Jamur Lingzhi Biru yang diambil dari perut Elang Iblis Rusa.
Chu Feng tidak menjawab dan hanya menundukkan kepala, dia melirik Chu Yao dengan mata memelas, jelas Chu Feng meminta adik perempuan untuk memohon ampunan kepada pria tua itu.
__ADS_1
"Ini karma mu!" ucap lirih Zhang Rouxin yang tidak bersimpati dengan derita Chu Feng dan yang lainnya, sedangkan Chu Yao menutup mata dan berbicara kepada dirinya sendiri.
"Apa yang terjadi jika mereka mati! Jika mereka hidup, suatu saat nanti mereka pasti akan membunuh-ku juga!" batin Chu Yao dengan berkontemplasi (merenung dan berpikir dengan penuh perhatian) akan dampak kematian Putra Mahkota.
"Kamu putuskan sendiri mana yang baik bagi hidupmu! Ingat, baik bagi mereka belum tentu baik bagimu! Dan kamu harus mengerti, ini dunia yang kuat menindas yang lemah, dan yang lemah hanya dijadikan pelampiasan kekuasaan dan keserakahan. Bahkan nyawa keluarga akan dikorbankan!" ucap pria tua itu kepada Chu Yao dengan perkataan bijak dan sesuai kenyataan.
"Terima kasih sudah memberikan saya kesempatan, Senior" kata Chu Yao dan hanya dia anggukan oleh pria tua itu.
Pria tua itu adalah Excel Shimo yang telah berubah wujud setelah menggunakan Pil Perubahan Wujud, aura kekuatan setingkat Jenderal Surgawi berkat Rumput Aroma Surgawi yang telah dicampur hingga menjadi Pil Perubahan Wujud. Excel Shimo berjalan mendekati Kuda Surgawi, dan Zhang Rouxin mengikutinya untuk berterima kasih.
Chu Yao jelas kebingungan dengan pilihannya, jika dia menyelamatkan kakak-kakaknya, nyawanya pasti dalam bahaya. Jika dia membunuh ketiga kakaknya termasuk Han Li, kerajaan Chu pasti dalam pergolakan, sebab Raja Chu sudah waktunya turun tahta karena usia senja, sedangkan Han Li adalah Putra tunggal dari pemimpin Akademi Pedang Surga.
"Terima kasih telah menyelamatkan kita, Raja." serempak Kuda Surgawi berteriak kasih saat Excel Shimo menjauhi Chu Yao untuk memikirkan pilihannya, Kuda Surgawi hanya bisa berbicara melalui telepatinya.
Excel Shimo membelai rambut Kuda Surgawi yang lembut dan membalas ucapannya. "Tidak perlu berterima kasih, sudah seharusnya kita saling membantu. Oh iya, kemana Gongsun Ling?" tanya nya yang tidak melihat Gongsun Ling disekitar Bukit Tengkorak, Excel Shimo mengeluarkan beberapa pil penyembuhan dan pil pemulih energi dan memasukkan kedalam mulut ke-enam Kuda Surgawi.
Setelah kondisi ke-enam Kuda Surgawi prima dan seperti semula, salah satu Kuda Surgawi menjawab pertanyaan Excel Shimo. "Sekali lagi, Terima kasih! Si Gadis Takdir sedang mencari mayat kedua rekannya sejak kemarin, Raja."
Excel Shimo tersenyum, dalam hatinya masih belum puas untuk mempermainkan si Gadis Takdir, dan merencanakan untuk membalas perbuatan Gongsun Ling yang sudah membuatnya menunda tujuan awalnya.
"Apa Raja mengetahui pertarungan setingkat Prajurit Surgawi kemarin?" tanya Kuda Surgawi disaat Excel Shimo sedang membuat rencana di hatinya, Kuda Surgawi yakin jika yang bertarung adalah Excel Shimo.
"Kamu sudah tahu, kenapa bertanya!" ujar Excel Shimo, disaat akan menyambung perkataannya, Zhang Rouxin menyela pembicaraan yang tidak dia ketahui.
"Terima kasih sudah menyelamatkan kita, Senior. Kalau boleh tahu, siapa nama Anda?" tanya Zhang Rouxin dengan penasaran, sebab dia tidak mengenal sosok kuat di Benua Jiu Zhou.
Excel Shimo melihat wajah Zhang Rouxin yang dewasa dan keibuan. 'Sesuai seleraku' batin Excel Shimo yang tertarik dengan Zhang Rouxin.
__ADS_1
"Tidak masalah. Namaku Bu Wanmei," jawab Excel Shimo setelah mengukur kecantikan Zhang Rouxin, "kenapa kalian datang ke wilayah Sayap, disaat banyak serangan mayat hidup?" tanya Excel Shimo yang heran dengan banyak orang yang menuju wilayah Sayap.