God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 59 Bangunnya Artefak Alami.


__ADS_3

Chapter 59 Bangunnya Artefak Alami.


Lotus Bao kegirangan telah memiliki nama, dia terus mengelus pipi Bu Wanmei. Setelah meluapkan kegembiraan, Lotus Bao kembali tenang.


"Tuan, segera beri mereka pil vitalitas agar bisa kita manfaatkan darah mereka terus menerus!" pinta Lotus Bao.


"Aku paham... Hahaha"


Segera Bu Wanmei memberikan mereka 2 pil vitalitas setiap orang, setelah keluar dari dunia dantiannya. Seketika pergelangan mereka yang terluka menutup. Wajah yang pucat secara berlahan menjadi cerah dengan warna kemerahan.


Lalu, Bu Wanmei menotok jalur pita suara mereka, agar tidak membuat kebisingan. Kemudian, Bu Wanmei kembali berkultivasi, dan menyerap lagi darah Phoniex Api yang masih tersisa.


Setelah waktu 1 dupa, kembali Bu Wanmei merasakan akan menerobos lagi, demikian juga dengan Lotus Bao.


Boom...


Energi terobosan meletus dari tubuh Bu Wanmei. Kini Bu Wanmei sudah berada pada tingkat Peri Benua level 2. Berbeda dengan Lotus Bao yang tidak mendapatkan terobosan lagi.


Setelah menyetabilkan fondasinya, Bu Wanmei membuka mata, karena darah Phoniex telah habis.


"Hebat, aku telah menerobos lagi, sayangnya fisik-ku belum menerobos ketahap menengah!" gumam Bu Wanmei setelah memeriksa tubuhnya.


Pangeran Huang Zitao dan adiknya telah sadar sedari tadi, tatapan mata mereka penuh dengan dendam dan niat membunuh. Melihat mereka Bu Wanmei tersenyum.


"Terima kasih sudah memberikan aku kekuatan... Hahaha." ucap Bu Wanmei kepada kedua Pangeran itu, dia tertawa sambil berdiri.


"Kalian lebih baik jaga kesehatan dan stamina, karena aku akan menyerap darah kalian lagi..."


Bu Wanmei menepuk kedua pipi Pangeran itu, dan menyeringai lebar.


"Tuan, segera aktifkan Diagram Penyerap Api, dengan meneteskan darah milik Tuan!" ujar Lotus Bao dengan telepatinya.


Segera Bu Wanmei mengambil Diagram Penyerap Api, dan mengigit ujung jari telunjuk. Setelah darahnya keluar, ia meneteskan darah diatas permukaan Diagram.


Bhuzhh...


Seketika Diagram Penyerap Api itu bersinar terang, dengan bergetar. Setelah beberapa saat, Diagram itu kembali tenang. Tiba-tiba Diagram itu mengecil dan segera melilit pergelangan tangan Bu Wanmei. Kini ukurannya kecil.

__ADS_1


Saat dipergelangan tangan kanan Bu Wanmei, Diagram itu mirip arloji, berwarna hitam keperakan.


"Hebat dan keren!," kata Bu Wanmei yang sangat menyukai tampilan Diagram Penyerap Api itu.


"Apa ini sudah aktif?" tanya Bu Wanmei kepada Lotus Bao.


"Sudah Tuan. Dengan memberikan darah Tuan, sama saja itu sudah seperti kontrak antara Tuan dan artefak alami ini. Tuan bisa berkomunikasi melalui telepati." jawab Lotus Bao.


"Hallo, siapa namamu?"


"Aku belum memiliki nama, Tuan"


Bu Wanmei tersenyum saat mendapat balasan dari artefak alami. Suaranya seperti gadis kecil yang lucu dan manja.


"Hebat, suara kamu lucu. Baiklah, aku beri nama ... " Bu Wanmei berpikir sejenak.


"Karena kamu terlahir murni dan berbentuk elegan, maka namamu adalah Xia He." lanjut Bu Wanmei yang telah mendapatkan nama untuk Diagram Penyerap Api.


"Murni dan elegan, cocok untuk-ku... Hehehe" ujar Diagram Penyerap Api yang senang, bentuknya berubah saat dirinya bahagia, dan bergerak liar dengan menjelajahi tubuh Bu Wanmei.


Segera Xia He menjadi arloji lagi dan terlihat semakin menarik. Jelas dia senang, baru terbangun sudah memiliki pendamping yang istimewa.


Dia menjelajahi tubuh Tuannya karena sedang memeriksa kehebatan Bu Wanmei, walau dia tahu dari darah yang dia serap sebagai ikatan.


Kedua Pangeran itu melihat Bu Wanmei seperti orang gila, tapi dari tatapan matanya, jelas mereka iri dengan keberuntungan Bu Wanmei.


"Saudara Tua, apa yang harus kita lakukan? Dan dimana kita sekarang?" tanya Pangeran Kedua kepada kakaknya.


"Tidak tahu. Kita bicarakan setelah dia pergi. Aku juga tidak mengenali siapa orang itu!" jawab Huang Zitao sambil sorot matanya menatap Bu Wanmei.


"Orang itu berada di tingkat Peri Benua level 2... Siapa dia? Dan siapa yang memerintahkan dia untuk menangkap kita?" tanyanya lagi.


"Apa kamu tidak dengar dengan musnahnya Klan Ming? Aku kira dia juga utusan dari alam atas. Menurut informasi mata-mata Kerajaan, jika Klan Ming dihancurkan oleh pihak dari alam atas. Menurut informasi itu, alam atas sedang memburu seseorang, hanya saja informasinya masih kabur...!" jawab Huang Zitao dengan tetap melihat Bu Wanmei, lalu matanya memeriksa sekitarnya.


"Energi yang hebat, apa kita berada di alam puncak?" gumam Huang Zitao saat merasakan energi Qi Asal Muasal.


Alam puncak yang dimaksud oleh Huang Zitao adalah Tanah Dewa yang dikenal dengan Benua Shen Zhou. Berhubung tidak pernah ke Benua Shen Zhou, Huang Zitao mengira jika mereka saat ini berada di tanah Dewa.

__ADS_1


Huang Zitao mengetahui dari pengetahuan di perpustakaan Kerajaan Huang.


"Iya, aku dengar, Saudara Tua. Ayah kita bahkan mempersiapkan pasukan untuk meningkatkan serangan mereka di perbatasan!" kata Pangeran Kedua. Sorot matanya tidak pernah beralih dari sosok orang yang menangkapnya.


"Tuan, segera kembali sebelum fajar menyingsing, untuk sementara waktu jangan menimbulkan kecurigaan banyak orang dengan tidak adanya Tuan di akademi!" Lotus Bao mengingatkan Tuannya saat berkomunikasi dengan Xia He tentang kelebihannya.


"Kamu benar. Ayo kita kembali!" jawab Bu Wanmei.


Lalu Bu Wanmei berjalan mendekati kedua Pangeran itu.


"Kalian tidak akan bisa melarikan diri, dan tidak akan ditemukan, bahkan para Dewa dan Dewi tidak bisa menemukan keberadaan kalian..." kata Bu Wanmei.


Kedua Pangeran itu semakin dendam dan berniat membunuh semua keluarga Bu Wanmei, tetapi mereka juga ketakutan.


Plak... Plak...


Bu Wanmei segera menepuk kening mereka berdua, dan mereka seketika pingsan lagi. Kemudian, Bu Wanmei keluar dari cincin dimensi.


Saat keluar, malam akan menjadi terang. Lalu, Bu Wanmei memeriksa Kerajaan Huang. Bu Wanmei tersenyum. Kerajaan Huang dalam kepanikan total telah kehilangan dua Putra Mahkota Kerajaan Huang.


Bu Wanmei melihat banyak prajurit burung berkeliaran kesana kemari untuk mencari keberadaan Putra Mahkota.


Terlihat Raja Huang sangat marah dengan membentak pengawal kedua Putranya. Ratu Huang yang bernama Jing Jiao(Burung lembut dan menawan) dari Ras Phoniex Es, terlihat tersenyum melihat Raja Huang marah-marah.


"Aneh, anaknya aku tangkap kenapa dia terlihat senang? Tapi, Ratu Huang sangat cantik!" gumam Bu Wanmei yang melihat Jing Jiao berada di kamar pribadinya.


Bu Wanmei tersenyum mesum saat pikirannya menginginkan Jing Jiao.


"Tuan, Ratu itu masih perawan. Perkiraan aku, ikatan pernikahan mereka hanya di balik tangan. Biasanya antara Phoniex Api dan Phoniex Es terjadi perjanjian!" ucap Lotus Bao yang juga ikut melihat situasi di Kerajaan Huang.


Mendengarkan ucapan sahabatnya, Bu Wanmei makin senang, dengan seringai mesum. Lotus Bao juga tersenyum, karena tahu apa yang dipikirkan Tuannya.


Lalu Bu Wanmei segera berteleportasi, dan melintasi ribuan kilometer untuk kembali di rumah Xiao Qiao.


Zlappp...


Bu Wanmei segera tiba di kamar mandi milik Xiao Qiao. Untung saja keenam kekasihnya masih berkultivasi dengan intens setelah menerima segel kesetiaan.

__ADS_1


__ADS_2