
Chapter 133 Tingkat Dewa Bumi.
Melihat begitu ganas suaminya menghajar Chang'e, membuat Da Xia segera merespon. Staminanya yang sudah pulih menginginkan rasa nikmat yang diberikan oleh suaminya.
Segera Da Xia bangkit dan mendekati Excel Shimo. Kemudian, Da Xia mencium sambil menindih punggung suaminya. Mendapatkan tekanan pada pantatnyaa, tongkat Excel Shimo makin terbenam hingga tak bersisa.
"Ahhhh, keluarrr...," dessahan Chang'e saat tongkat suaminya mentok di rahimnya membuat ia mencapai puncak sekali lagi.
Tubuh kecil nan padat langsung terkulai lemas, saat Chang'e tidak mampu lagi menerima surga dunia. Segera Da Xia membalikkan tubuh suaminya, dan menggantikan Chang'e yang lemas tanpa bisa menggerakkan tubuhnya lagi.
Excel Shimo juga menyerap penyegel kekuatan Chang'e dan ketiga isterinya saat mereka mencapai kenikmatan tanpa mereka ketahui. Sisa kekuatan Gurunya hanya mampu menyegel mereka pada tingkat Peri Alam level 1, sebab itu Excel Shimo mampu menghancurkan segel itu secara berlahan. Jika Excel Shimo tidak memiliki teknik Dual Cultivation, ia tidak mungkin bisa menyerap penyegel itu.
Da Xia segera memposisikan lembah surganya yang masih basah, dan kali ini ia ingin menikmati sensasi secara berlahan. Namun, Excel Shimo tidak mau membiarkan Da Xia mendominasi dirinya, ia segera membalikkan tubuh isterinya. Sontak Da Xia kaget, saat lembah surganya dihajar tanpa memberikan dia waktu untuk menikmati, ketika lembah surganya menerima setiap gerakan tongkat besar itu.
"Aaaa... Pelannn...," dessahan Da Xia saat dirinya belum siap ketika tongkat suaminya menusuk berkali-kali, lembah surganya spontan meremass tongkat itu.
Excel Shimo kali ini lebih brutal saat menghentakkan tongkatnya. Biarpun begitu, Da Xia makin merasakan keenakan dengan melilitkan kedua kakinya pada pinggang suaminya.
Aksi mereka dilihat oleh Fang Yin dan Seng Huaran yang masih kelelahan. Sedangkan Chang'e memejamkan mata sambil tersenyum bahagia, dan tangan kirinya membelai lembah surganya yang basah kuyup.
"Plak... Plak... Kamu rasakan ini, Sayang...," bisik Excel Shimo ketika memaksimalkan hentakan pada tongkatnya.
"Jahattt... Ohhh...," balas Da Xia yang makin Kewalahan ketika dia mencapai puncak, sambil mengigit bahu suaminya.
"J-Jangan gerakan lagii... Aahhhh...," mohon Da Xia yang sudah tidak mampu menerima rasa nikmat yang diberikan suaminya, sekali lagi Da Xia mengerangg kepuasan dan lemas.
__ADS_1
Melihat Da Xia sudah tidak mungkin melawan dirinya, Excel Shimo melihat Seng Huaran yang sedang membuka ke-dua kakinya. Terlihat lembah surga Seng Huaran yang tanpa bulu, dan membuat Excel Shimo bangkit dan mendekatinya.
"T-tunggu, Suamiii... Ohhhh," mohon Seng Huaran yang tidak dihiraukan Excel Shimo, saat dirinya membenamkan tongkat naga saktinya secara brutal.
Biarpun begitu, Seng Huaran tidak menolak, bahkan ke-dua kakinya melingkari pinggang suaminya dan menekan agar tongkatnya diremass dinding lembah surganya.
Merasakan kedutan pada dinding isterinya, Excel Shimo makin cepat menusuk lembah surga Seng Huaran.
"Ampunnnn, keluarrr lagi suamiii...," suara indah Seng Huaran saat dirinya sudah mencapai puncak.
Melihat sahabatnya dihajar disampingnya, Fang Yin tidak tinggal diam, ia mencumbu Excel Shimo dan mempermainkan telur yang selalu diangkat oleh tongkat naga itu.
Tangan halus dan belain lembut Fang Yin, membuat Excel Shimo mengejang, tanda ia mencapai puncak. Seng Huaran yang rahimnya tersembur air surga suaminya, ia juga ikut mencapai puncak paling nikmat dari sebelumnya. Tubuhnya bergetar hebat dengan mengangkat dagunya.
"Hebattt... Nikmat sekaliii...," puji Seng Huaran saat rahimnya benar-benar penuh dengan semburan air surga suaminya, ia benar-benar kelelahan hingga langsung tertidur dengan senyum paling puas seumur hidupnya.
Aksi Fang Yin membuat Excel Shimo semakin bergairah, dan dengan tidak sabar, ia menarik tubuh Fang Yin, dan mencium bibirnya. Lembah surga Fang Yin yang masih basah, membuat tongkat naga itu dengan mudah merangsek masuk, dan merasakan himpitan dinding lembah surga milik Fang Yin.
Hubungan itu berlangsung selama 10 waktu dupa di Dunia Jiwa. Excel Shimo hanya membuka segel itu pada tingkat Peri Alam level 5. Sengaja Excel Shimo lakukan agar dirinya tidak diintimidasi ke-empat isteri barunya yang lebih kuat.
Semua energi Yin dan sisa kekuatan Qin Bo, Excel Shimo simpan didalam dantian. Kini dantian itu telah bergejolak sangat intens, tanda-tanda Excel Shimo akan menerobos ke tingkat Dewa Bumi.
Setelah ke-empat isterinya kelelahan dan tertidur, Excel Shimo segera keluar dari kamar isterinya, ia menuju kamar pribadi. Excel Shimo segera membuat formasi penghalang, agar disaat menerobos tidak menganggu isterinya, dan juga tidak ingin mereka mengetahui kekuatan yang sebenarnya.
Boomm...
__ADS_1
Seketika Excel Shimo menerobos ke tingkat Dewi Bumi level pertama. Segera Excel Shimo menyetabilkan fondasi untuk terobosan berikutnya, sebab dantian nya masih bergejolak.
"Hahaha, akhirnya aku terlepas dari tubuh fana!!" tawa Excel Shimo saat dirinya sudah menjadi sosok Dewa.
Seluruh tubuh Excel Shimo mengeluarkan listrik dan petir, kedua mata berbentuk Yin Yang juga makin jernih. Rambut yang awalnya berwarna hitam kini berubah, berubah menjadi putih kebiruan. Tinggi badannya juga naik menjadi 200 sentimeter.
Tubuhnya yang sudah kekar makin terlihat sixpack dan berotot. Excel Shimo begitu menikmati sensasi menjadi Dewa sejati, dimana dia mampu merasakan resonansi seluruh alam semesta.
Sebenarnya Excel Shimo harus merasakan Kesengsaraan Petir saat menerobos di tingkat Dewa Bumi, berhubung dia menyerap energi Qi Asal Muasal, itu tidak berlaku bagi hukum alam semesta. Alam semesta akan memberikan Kesengsaraan Petir bagi kultivator yang mencapai Dewa Sejati.
Jika berhasil melewati Kesengsaraan Petir, pencapaian seorang kultivator tidak terbatas, bisa mencapai keabadian.
"Sensasi yang luar biasa menjadi Dewa sejati," gumam Excel Shimo saat melihat seluruh tubuhnya yang telah bertransformasi, ia menggerakkan jari- jarinya dan mengepal erat tangannya.
"Selamat Tuan, telah mencapai Dewa Bumi diusia 12 tahun. Prestasi ini belum pernah dicapai oleh siapapun di alam semesta ini, bahkan seorang kultivator termuda berhasil mencapai Dewa Bumi pada usia ratusan tahun di Benua Shen Zhou," ujar Lotus Bao yang memberikan selamat kepada Tuannya, ia juga senang dengan pencapaian Excel Shimo.
"Jika prestasi Tuan diketahui oleh para penguasa, maka Tuan akan menjadi rebutan pimpinan. Tapi, jika mereka tidak bisa mengikat Tuan, maka mereka akan segera membunuh Tuan, sebab masa depan Tuan juga ancaman bagi posisi para penguasa di benua atas," Xi He juga ikut senang, tapi dia juga menjadi kuatir.
"Untuk saat ini, lebih baik Tuan lebih berhati-hati saat mengeluarkan basis kultivasinya, agar tidak menarik perhatian yang tidak diperlukan," tutur Lotus Bao yang tidak ingin Tuannya ceroboh.
"Kalian tenang saja, dengan War Clock yang aku miliki, setingkat dibawah Celestial Supreme tidak akan mampu melihat kekuatan ku," jawab Excel Shimo dengan percaya diri.
Excel Shimo bisa mengetahui saat Gurunya mampu melihat kekuatan dirinya yang tersembunyi, sebab itu Excel Shimo tidak kuatir jika bertemu dengan orang yang memiliki kekuatan dibawa itu.
"Tetap Tuan harus berhati-hati, jika ada seorang yang memiliki persepsi tinggi, Tuan tetap tidak akan lolos darinya. Seperti Fang Yin yang bisa merasakan kehadiran Tuan walau sudah bersembunyi," Lotus Bao mengingatkan Tuannya, ia tidak ingin Tuannya menjadi sombong dan ceroboh.
__ADS_1
"Yakinlah, aku selalu mengingat pesan kalian," jawab Excel Shimo yang mengerti kekuatiran kedua sahabat yang sudah dia anggap keluarga sendiri.