God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 401. Dao Tao


__ADS_3

Chapter 401. Musnahnya Leluhur Mayat Hidup.


Segera Moon Qiang memberitahukan kepada semua rekannya dan kedua ketua yang sudah bangkit dengan lengan terkena luka bakar, dengan komunikasi telepati, Moon Qiang menyampaikan sesuai perkataan Jing Ehuang.


Sontak dua ketua dan juniornya kaget dan langsung mengeluarkan lonceng perlindungan, mereka berjaga-jaga jika musuh bebuyutan benar-benar ingin melanggar perjanjian damai.


Sedangkan leluhur mayat hidup yang tidak dipedulikan oleh Bunga Wangi jelas marah, apalagi gelagat Succubus yang tampak mendukung musuhnya.


"Kamu wanita Iblis kemari, dan kamu juga Bunga Wangi!? " perintah leluhur mayat hidup dengan nada membentak.


Segera kedua ketua dari Ras Malaikat maju melindungi semua juniornya dengan tatapan tajam, dan ketua Alkemis, berbicara:


"Kamu bukan Kang-Dee, kan! Tapi mayat hidup. Jika tebakan ku tidak salah, kamu pasti leluhur mayat hidup. Hanya leluhur mayat hidup yang mampu merasuki tubuh orang lain dan mengendalikannya! "


Spontan semua orang yang mendengar kaget dan segera menjauh.


Sedangkan leluhur mayat hidup menatap Black Owl Mistik, sebab dari dialah Moon Qiang mengetahuinya.


Jing Ehuang yang ditatap, segera bersembunyi di belakang Moon Qiang, jelas dia takut dengan orang yang mampu mengalahkan dua ketua dengan mudah.


Sedangkan kedua ketua dari Ras Asyura juga sama dan saling bertukar pandangan, dan saling mengerti pikiran masing-masing, dimana mereka telah dibohongi juniornya.


Mereka segera berkomunikasi dengan telepati.


"Apa yang harus kita lakukan? " tanya Ketua Balai Pekerjaan Umum.


"Kita tanyakan saja, jika benar, kita hanya bisa mengikuti arus! " jawab Ketua Penegak Hukum, dan di anggukan oleh rekannya.


"Apa benar yang dia katakan, jika kamu bukan Kang-Dee? " selidik Ketua Penegak Hukum kepada leluhur mayat hidup.


Leluhur mayat hidup menoleh kebelakang dan menjawab:


"Jangan percaya ucapannya yang tak berdasar! Walaupun aku sekarang lebih kuat dari kalian, kalian tetap aku hormati sebagai senior dan tujuan kita juga sama! "


Ucapan leluhur mayat hidup jelas tidak dipercayai oleh ketua Penegak Hukum, sebab cara penyebutan nama saja sudah jelas tidak seperti aturan, biasanya 'ketua' berubah menjadi 'kalian'.


Namun, ucapan terakhir dari leluhur mayat hidup mengingatkan akan tugas mereka dari Raja Asyura, membuat ketua Penegak Hukum tidak bisa berkutik dan hanya mengangguk paham.


Xiu... Plok...


Disaat leluhur melihat ketua Penegak Hukum, Moon Qiang melemparkan 'Buah Yang Melegakan' milik Jing Ehuang dan mengenai tubuhnya.


"Bangsat!? " umpat leluhur mayat hidup yang marah telah dilempar sesuatu oleh keturunannya sendiri.


Semua orang terbelalak melihat leluhur mayat hidup berubah menjadi wujud yang menyeramkan berwarna merah api. Sedangkan Jing Ehuang terlihat bangga 'Buah Yang Melegakan' akhirnya bermanfaat.


"Lihat, dialah wujud aslinya! " celetuk Jing Ehuang yang tak sengaja karena terlalu senang kotorannya berguna.


Leluhur mayat hidup melihat lengannya yang telah berubah dan melihat lagi kearah musuhnya, lalu dia tertawa terbahak-bahak.


"Ya, ya, ya... Karena kalian sudah tahu, maka, persiapan leher kalian! " kata leluhur mayat hidup setelah tertawa, dia segera mengendalikan rantainya dan melesat kearah musuhnya.


"Gunakan Lonceng Perlindungan! " perintah dari ketua Balai Alkemis.


Dewi Lou segera mengaktifkan perlindungannya dan melindungi semua timnya termasuk Bunga Wangi, sedangkan dua ketua juga menggunakan lonceng sendiri untuk melindunginya.


Dang... Dang...


Suara dentangan rantai mengenai lonceng dan membuatnya bergetar hebat, leluhur mayat hidup tertawa saat musuhnya ketakutan dengan bersembunyi.


"Malaikat oh Malaikat, mental kalian sekarang sudah mengalami kemunduran! Hahaha! "


Ejek leluhur mayat hidup yang sangat senang melihat musuhnya menjadi ketakutan.

__ADS_1


Dulu saat bertarung, bangsa Malaikat dengan gagah membantai mayat hidup dan membuatnya ketakutan, kini dia menjadi senang telah membalikkan keadaan.


Dang... Dang...


Dentangan rantai dan lonceng menggema dan membuat lonceng mulai mengeluarkan retakan, leluhur mayat hidup juga mengalirkan api melalui rantai dan dengan sekuat tenaga ingin mencairkan lonceng,


lonceng perlindungan pun membara terkena Api Asyura.


Di dalam lonceng, Tim Dewi Lou dan Bunga Wangi sudah ketakutan, wajah mereka mengeluarkan keringat.


"Aliran energi untuk melindungi lonceng agar tidak hancur! " perintah Dewi Lou.


Segera semua orang yang berada di dalam lonceng mengalirkan energi spiritual pada dinding dan sedikit mengurangi panas dan retakan. Demikian juga dengan kedua Ketua, mereka mengalirkan energinya.


Dang... Dang...


Suara dentangan terus menerus terdengar dan leluhur mayat hidup semakin kuat untuk menghancurkan lonceng perlindungan.


Kembali lonceng mengalami retakan dan membuat Tim Dewi Lou panik dan panasnya membuat kulit mereka tersengat.


Sedangkan Bunga Wangi sedikit lebih baik karena mereka menyelimuti diri dengan Api Asyura. Mereka semua mulai lemas saat panas makin kuat, dan terlihat wajah Tim Dewi Lou mulai putus asa.


"Aku mati bersamamu sudah bahagia!" ucap Jing Ehuang kepada Moon Qiang, dengan mengalirkan air mata.


Semua wanita terduduk lemas dan menghela nafas tak berdaya harus mati sebelum berhasil mendapatkan cincin roh, apalagi keluarga menunggu akan kesuksesan mereka memiliki cincin roh.


Namun...


Tiba-tiba Excel Shimo muncul di depan leluhur mayat hidup dan langsung memukul wajahnya sangat keras...


Dhumm... Bang...


"Arghh!! "


Excel Shimo melihat dua ketua dari Ras Asyura dan membuat mereka ketakutan dengan bergerak mundur.


"Susah sekali membunuhmu! " geram Excel Shimo yang berbicara kepada leluhur mayat hidup yang sudah berdiri dan menatapnya.


"Hahaha! Hebat - hebat ... Hanya dalam beberapa hari kita tidak berjumpa, kamu meningkat pesat, Dewa Binatang! " tawa leluhur mayat hidup dan memuji setelahnya.


Excel Shimo tersenyum tipis yang identitasnya diungkap oleh leluhur mayat hidup, dia melihat leluhur mayat hidup melayang dan mengelilingi tubuhnya dengan rantai.


Sebelum Excel Shimo berbicara, leluhur mayat hidup terlebih dahulu, berkata:


"Dulu aku memang meremehkan kamu! Tapi... Kini aku berbeda, karena ini aku adalah yang sebenarnya dan juga kekuatan yang asli! "


Excel Shimo memicingkan mata untuk membaca ingatan leluhur mayat hidup. Namun segera diketahui oleh musuhnya.


"Bangsat!? Mati?! "


Swosh...


Leluhur mayat hidup sangat marah ketika Excel Shimo membaca ingatannya, dia langsung menyerang musuhnya dengan kepalan tangan serta rantai ikut menyerang.


Excel Shimo menyeringai dengan menggetarkan tubuhnya sebelum rantai dan kepalan tangan mendekatinya, dia berubah menjadi kegelapan mengikuti kondisi Hutan Mistik.


Boom💥...


Excel Shimo lolos dari serangan leluhur mayat hidup dan segera rantai mengelilinginya untuk memberikan perlindungan.


Dhumm...


Dentuman ketika kepala leluhur mayat hidup terkena pukul yang tidak sempat dia antisipasi, dia terpental jauh dan Excel Shimo langsung muncul di belakangnya.

__ADS_1


Dhumm...


Sekali lagi suara dentuman keras saat kepalan tangan Excel Shimo mengenai punggung leluhur mayat hidup, bahkan rantainya tidak mampu melindunginya.


Kembali leluhur mayat hidup terpental ke depan dan tubuhnya berguling-guling di udara. Excel Shimo segera menggunakan lagi skill teleportasi dan muncul di belakangnya.


Dewi Lou membuka lonceng perlindungan untuk melihat siapa yang telah menyelamatkannya, apalagi dengan leluhur mayat hidup menyebutkan nama Dewa Binatang.


Demikian juga dengan dua ketua, mereka membuka lonceng perlindungan dan melihat Excel Shimo menghajar leluhur mayat hidup.


"Wow! Dia makin tampan, apa dia habis mandi lumpur! " seruan Jing Ehuang saat melihat penampilan Excel Shimo berubah saat terakhir bertemu.


Namun, perkataan Jing Ehuang tidak ada yang menanggapinya, sebab semua orang serius melihat Excel Shimo menghajar leluhur mayat hidup dengan mudah.


Semua orang melihat Excel Shimo tidak mengeluarkan aura sama sekali, basis kultivasi-nya juga tidak terlihat, padahal sedang berkelahi dengan sangat hebat.


Dhumm...


Excel Shimo menarik rantai kearahnya dan memukul wajah leluhur mayat hidup dan disusul suara dentuman lagi. Disaat leluhur mayat hidup terpental, Excel Shimo yang masih memegang rantai, menariknya lagi.


Dhumm...


Disaat leluhur mayat hidup dekat, Excel Shimo kembali memukulnya dan itu terus berulang-ulang selama rantai masih dipegangnya.


Ketua Balai Alkemis merasakan kekuatan Excel Shimo sangat berbeda dari sebelumnya, dia merasa heran dan kebingungan, dia sedang memikirkan, kekuatan berbasis apa yang sedang digunakan Excel Shimo.


Semua orang melihat Excel Shimo dengan mudah menepis rantai yang akan menyerangnya, ibarat mengusir lalat ke kiri dan ke kanan, dan disaat leluhur mayat hidup dekat langsung memukulnya.


Ya, Excel Shimo sedang menjadikan leluhur mayat hidup bahan latihan kekuatan barunya, kekuatan yang kini berbeda dari semua orang.


Saat pertama kali memukul leluhur mayat hidup, dia juga heran dengan kekuatannya.


Excel Shimo tidak mengeluarkan aura kekuatan level 40, tapi setiap pukulan fisik seperti sedang membawa senjata hammer. Sambil memukuli leluhur mayat hidup, dia terhanyut dalam pemikiran akan kekuatannya.


Sedangkan leluhur mayat hidup yang akan berteriak selalu saja mulutnya terpukul dan tak sempat dia bersuara, yang dia dengar hanya suara dentuman saja dari tubuhnya sendiri.


Wajahnya sudah babak belur terkena pukulan.


"Tanpa energi spiritual, tanpa elemen maupun cincin roh ... Tapi kekuatan ini seperti menggunakan kekuatan alam secara alami, tanpa ada manipulasi alam... Dengan pikiran tubuh ku mengikuti... Alam melindungi ku... Alam menginginkan ku... Ini Dao yang menggunakan Tao... Kekuatan jalan hidup menuju keabadian sejati... Ini adalah seni Dao Tao... Ya, ini adalah kekuatan Jalan Hidup Alam Semesta! " gumam Excel Shimo saat mendapatkan pemahaman dari kekuatannya sendiri.


Dari bimbingan singkat kakeknya tentang delapan Trigram Batu Keabadian, Excel Shimo mendapatkan pencerahan melalui kekuatan barunya, tentang Jalan Hidup Alam Semesta, dimana kekuatan Alam menyatu dengannya, menggunakannya untuk melindungi, menggunakannya untuk melawan, memeliharanya dan juga untuk menghancurkan apapun.


Intinya, Excel Shimo tidak lagi memanipulasi kekuatan alam, tapi kekuatan sejati dari alam itu sendiri yang dia manfaatkan.


Sebelumnya, Excel Shimo harus menggunakan media untuk memanipulasi kekuatan alam, seperti energi spiritual, cincin roh dan semua elemen yang ada.


Excel Shimo melepaskan rantai yang dia pegang hingga membuat leluhur mayat hidup terbebas, dan saat akan menyerang balik dengan menggunakan rantainya...


Crark... Crark...


Tiba-tiba, waktu melambat dan Excel Shimo hanya menyentuh setiap rantai yang akan mengenainya dengan jarinya dan langsung membeku seketika.


Tidak hanya membekukan rantainya, es bergerak cepat melalui rantai menuju leluhur mayat hidup. Leluhur mayat hidup melotot syok saat tubuhnya juga mulai membeku, mulutnya terbuka untuk berteriak namun juga menjadi beku, dan dia makin tidak percaya apa yang dia lihat, dimana Excel Shimo sudah berada di depannya dan menyentuh dahinya...


Pyarr... Pyarr...


Rantai pecah seketika, dan menjalar hingga tubuh leluhur mayat hidup juga ikut hancur berkeping-keping, jiwanya yang akan kabur juga tidak bisa, sebab Excel Shimo sudah menyentuh jiwa leluhur mayat hidup dengan ujung jarinya.


Terserap ke dalam ujung jari dan mati untuk selamanya...


(Dao - jalan hidup. Tao - Alam)


(Author: Halo Sobatku, tidak terasa perjalanan Excel Shimo telah mencapai 401 bab. Terimakasih selalu mengikuti kisah Dewa Binatang. Dukung karya ini dengan Like, Vote, Gift dan Komentar. Sehat selalu dan bahagia.)

__ADS_1


__ADS_2