God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 471. Maharaja Yaksa.


__ADS_3

Chapter 471. Maharaja Yaksa.


Setelah melakukan ritual, Yang Hua, Yang Xiaoping dan tiga istrinya si pembuat onar segera menghampiri, lalu disusul banyak petinggi. Setelah mengobrol sejenak, Excel Shimo mengajak semua orang untuk melihat Peri Samudera dan Peri Laut.


Sesampainya di markas sementara pihak musuh, mereka melihat Peri Samudera memenggal kepala Patriark Klan Nanggong dan lima ribu ribu prajurit telah ditumpuk dalam dua lokasi yang berdekatan.


Mayat-mayat itu dibakar agar tidak menimbulkan penyakit jika membusuk. Kemudian, Excel Shimo melihat banyak kapal angkasa di ruang bawah tanah dalam keadaan saling menumpuk. Segera pasukannya membereskan lima ribu unit kapal angkasa untuk dijadikan sebagai armada kapal laut.


Sebagian petinggi juga mengambilnya dan akan berguna untuk memobilisasi pasukan. Setelah usai menjarah, keadaan lokasi itu dikembalikan seperti semula agar tidak menimbulkan kecurigaan musuhnya yang akan datang.


Demikian juga di depan benteng pertahanan pertama, tanah yang amblas kembali dipulihkan seperti semula untuk menjebak pasukan musuh Master Wei Yan yang akan datang.


Tidak ada euforia kemenangan pada pihak pasukan Kekaisaran Shimo, mereka juga berbelasungkawa atas gugurnya prajurit yang mati di tangan mereka. Kemenangan pertama bukan hal yang patut dibanggakan, sebab lawan sesungguhnya belum berdatangan.


Excel Shimo dan semua petinggi kembali ke tempatnya masing-masing setelah melihat kondisi medan pertempuran telah dirapikan lagi. Excel Shimo kembali masuk ke dalam Dunia Jiwa untuk berkultivasi bersama istrinya.


...****************...


Di Benua Shen Zhou.


Master Wei Yan melihat kristal kehidupan milik Huo Tuo pecah, tanda jika muridnya telah tewas. Dia meneteskan air mata untuk berkabung dan memakai pakaian serba putih.


"Maafkan Guru yang tidak bisa menyelamatkan mu! Murid ku, beristirahatlah dengan damai, aku akan membalas perbuatan Dewa Binatang. Peperangan selalu meninggalkan jejak kesedihan ... !" gumam Master Wei Yan dengan melihat langit yang gelap, dia merasa bersalah tidak bertindak sejak awal sebelum Dewa Binatang dewasa.


Master Wei Yan menghela nafas berat saat teringat tentang Dewa Binatang yang berniat menyelamatkan Benua Jiang Shan. Seandainya dulu, sewaktu Dewa berusaha memblokir serangan senjata utama Dewan Keamanan, dia seharusnya bisa dengan mudah membunuh Dewa Binatang, tapi justru dia memberikan misi untuk mendapatkan Pedang Semesta yang akhirnya membuat semua rencana hancur.


Master Wei Yan juga berkesempatan membunuh Dewa Binatang ketika berada di gua Ordo Kegelapan, tempat makam Dewa Seni yang bernama Qin Bo berada, dia selalu mengawasi Dewa Binatang dan bisa saja membunuhnya waktu itu. Namun, dia urungkan niatnya saat melihat Dewa Binatang memiliki lima elemen.


"Nasi sudah menjadi bubur, mau tak mau aku harus memakannya ... " gumam Master Wei Yan, kali ini dia bimbang untuk berlanjut mengalahkan Dewa Binatang atau mengatur strategi baru untuk mengatasi lawannya.


Seandainya tubuhnya tidak terjebak di dalam Black Hole, dia sudah lama mendapatkan banyak Artefak Alami. Sayangnya, takdir berkata lain, kerugiannya sangat luar biasa besar dalam mengemban tugas daripada dukungan sumberdaya dari Yaksa.


"Perkiraanku kekuatannya sudah berada di tingkat Half Gama, percuma harus mengalahkan Dewa Binatang dengan kekuatan ku saat ini dan pasukan, Four Disaster Beast juga bukan tandingannya...,"


Master Wei Yan merenungkan langkah apa yang harus dilakukan dengan keadaannya saat ini. Master Wei Yan telah memperhitungkan kekuatan Dewa Binatang setelah mendapatkan empat kristal energi spiritual tingkat True Resonansi level puncak.


"Lebih baik aku fokus untuk melepaskan diri dari Black Hole, setelah itu baru menyelesaikan tujuanku. Biarkan tubuh kesadaranku yang mencari, mencatat dan memblokir semua Artefak Alami agar tidak diketemukan oleh pihak lain...,"


Master Wei Yan memutuskan untuk mundur dari tujuannya mengambil Batu Keabadian yang dipegang oleh Dewa Binatang. Dia ingin mengurangi segala kerugian jika masih terus mengejar Dewa Binatang dengan kekuatannya saat ini. Mengatur strategi dan taktik untuk mengalahkan Dewa Binatang dimasa depan.

__ADS_1


Master Wei Yan melepaskan pakaian berkabung dan berniat untuk meninggalkan Benua Shen Zhou. Namun, muncul wajah sangat besar di langit sedang melihat Master Wei Yan. Wajah itu tampak menyeramkan dengan kedua mata mengeluarkan api.


"Aku tahu kesulitan mu!"


Master Wei Yan sangat kaget, saat mendongak dan tahu siapa itu, dia langsung berlutut dengan tubuh gemetaran. Suara dari wajah itu sangat menggelegar dibenak Master Wei Yan.


"Maharaja, maafkan hamba yang telah gagal mengemban tugas!" sesal Master Wei Yan kepada pemimpinnya yang dia sebut Maharaja.


Maharaja itu adalah Yaksa, di Alam Suci dia adalah Maharaja yang menguasai banyak alam semesta, bahkan separuh Alam Suci telah dia kuasai dari tangan Deity.


Yaksa akhirnya muncul ketika tahu bawahannya yang setia telah gagal. Yaksa juga tahu sejak lama tentang Dewa Binatang. Namun, Yaksa tidak mungkin bisa keluar dari Alam Suci, sebab Deity selalu mengawasi, karena itu dia hanya mengawasi Wei Yan dan Tian Zhi melalui kesadaranya.


Selain itu, Yaksa juga takut kepada leluhurnya yang tidak lain nenek moyang asal usul adanya Yaksa dan Deity, nenek moyang yang tinggal di Alam Kudus. Jadi, dia menampakkan diri kepada Wei Yan dengan energinya.


Yaksa sengaja menemui Wei Yan untuk memberikan dukungan dan semangat, karena hanya Wei Yan yang memiliki Tubuh Bawaan Dimensi, tubuh yang sangat langka.


"Aku tidak marah karena kamu gagal. Tapi jangan pernah putus asa hanya karena gagal berulang-ulang, kegagalan mu karena terlalu banyak berpikir dan perencanaan. Jika tahu dan yakin, segera lakukan dan jangan pernah menundanya...!" tegur Maharaja Yaksa kepada Wei Yan, walaupun wajahnya seram, tutur katanya sangat halus dan lembut.


Wei Yan meneteskan air mata saat ditegur oleh Maharaja Yaksa, dihatinya yang kecewa karena gagal kini memiliki kekuatan untuk bangkit dari keterpurukannya.


Apa yang diucapkan oleh Maharaja Yaksa memang benar jika Wei Yan terlalu banyak berpikir dalam bekerja, padahal peluang untuk mendapatkan sesuatu terbuka lebar didepan matanya tapi tidak segera bertindak, yang akhirnya kesempatan emas menghilang dari hadapan.


Maharaja Yaksa ingin memberikan kesempatan Wei Yan untuk membalas perbuatan Dewa Binatang yang selalu merusak rencananya. Sebenarnya, Maharaja Yaksa telah mengetahui jika Wei Yan telah memanfaatkan kepercayaannya, karena itu dia ingin menguji kesetiaan Wei Yan dengan memberikan senjata untuk membunuh Dewa Binatang.


Wei Yan yang diberikan kesempatan untuk membunuh Dewa Binatang sedikit tersentuh, dia mendongak melihat wajah Maharaja Yaksa, lalu berkata, "Maharaja, hamba senang telah diberi kesempatan, namun apalah gunanya memiliki senjata hebat dengan tubuh lemah seperti ini! Maafkan hamba yang tidak bisa melakukannya, bukannya hamba berat mengorbankan Benua Shen Zhou, tapi hamba yang tidak bisa memegang amanah yang Maharaja berikan."


Inilah kendala yang dialami oleh Wei Yana selama ini, tubuhnya tidak bisa bergerak bebas melakukan segala hal. Maharaja Yaksa mengangguk paham, dia sudah tahu.


"Aku sudah memiliki solusi untuk masalah mu! Aku akan berikan tubuh manusia yang memiliki kekuatan Half Gama, tapi tubuh ini hanya bisa bertahan selama 100 tahun. Gunakan tubuh ini untuk menyelesaikan tugasmu disini. Selain itu, kamu bisa melepaskan tubuh aslimu yang terjebak di pusara Black Hole."


Maharaja Yaksa mengedipkan mata sebanyak dua kali, lalu keluar dari dahi tubuh manusia tanpa jiwa dan satu senjata tombak. Tubuh itu dan senjata tombak bergerak menuju ke arah Wei Yan. Tubuh itu memiliki tinggi badan 180 cm, rambut hitam dengan panjang rambut sebahu dan usia 40 tahun. Wajahnya mirip dengan tubuh Wei Yan yang asli saat masih muda dulu.


Wei Yan yang melihatnya seketika bersemangat, karena dia tahu senjata jenis apa yang dipinjamkan oleh Maharaja Yaksa. Lalu tubuh tanpa jiwa terbaring di depan Wei Yan dan tombak menancap di sampingnya.


"Tubuh kesadaran-mu hanya tinggal masuk saja ke dalamnya. Karena kamu bukan jiwa, tubuh itu hanya bisa bertahan selama 100 tahun. Tubuh itu juga memiliki kekuatan tingkat Half Gama. Senjata itu aku buat dari tulang Naga Langit yang merupakan binatang kesayangan ku. Spear Dragon Sky mampu menembus Jirah Perang milik Dewa Binatang dan memblokir kemampuan Batu Keabadian dalam seratus tarikan nafas. Manfaatkan sebaik mungkin dan jangan lagi kecewakan aku, pengorbananku sudah banyak!" ucap Maharaja Yaksa sekali lagi dan juga memberikan peringatan dengan tegas.


Naga Langit memang binatang kesayangan Maharaja Yaksa. Karena usia tua si Naga Langit dan sebelum mati, oleh Maharaja Yaksa dijadikan senjata dan jiwa si Naga Langit dimasukkan ke dalam Tombak, yang dia diberi nama Spears Dragon Sky.


"Maharaja, terima kasih atas bantuannya!" jawab Wei Yan dengan bersujud berkali-kali, setelah itu dia kembali berbicara, "saya bersumpah untuk selalu setia sampai kapanpun!"

__ADS_1


"Sekali lagi jangan kecewakan aku!"


Setelah kembali memberikan peringatan, wajah Maharaja Yaksa menghilang dari langit. Melihat pemimpinnya sudah tidak ada, Wei Yan langsung masuk ke dalam tubuh tanpa jiwa.


Setelah beberapa saat, tubuh itu mulai menggerakkan jari-jarinya, lalu membuka matanya. Masih dalam posisi terlentang Wei Yan tertawa terbahak-bahak, karena telah mendapatkan tubuh baru dengan kekuatan Half Gama. Dalam seratus tahun, Wei Yan mampu melakukan banyak hal.


"Dewa Binatang, tunggu aku ... Kali ini aku yang akan turun tangan secara pribadi untuk membunuhmu, Hahaha!" kata Wei Yan dan tertawa terbahak-bahak telah mendapatkan bantuan besar dari Maharaja Yaksa.


Dia secara perlahan bangkit dan berdiri. Lalu dia merenggangkan otot-otot yang terasa kaku. Kemudian dia mencabut Tombak Naga Langit dan menggerakkan ke kanan dan ke kiri. Setelah terbiasa dia menyimpan Tombak Naga Langit di cincin dimensi.


"Mengorbankan Benua Shen Zhou demi Tombak Naga Langit tidak masalah bagiku! Setelah membunuh Dewa Binatang dan menjarah harta dan wanitanya, aku akan menuju Alam Semesta Aurora dan membebaskan tubuh asliku!" gumam Wei Yan dan keluar dari kediamannya yang baru dibangun setelah Istana Dewan Keamanan dia hancurkan.


Kemudian Wei Yan menemui Four Disaster Beast dan bawahannya untuk menggerakkan Benua Shen Zhou menjauhi Benua Kelahiran, dia sengaja melakukan itu agar tidak diketahui oleh Dewa Binatang saat menyerap energi Benua Shen Zhou beserta kehidupan di dalamnya. Wei Yan juga menghentikan proses pengisian kubus wadah energi spiritual, dia berkata kepada semua orang untuk beristirahat dan akan menyerang Benua Shen Zhou ketika bala bantuan dari Alam Suci tiba.


Saat ini Wei Yan memang belum siap untuk melawan Dewa Binatang tanpa Tombok Naga Langit yang mampu menghentikan kemampuan Batu Keabadian untuk beberapa saat. Dengan kekuatan tingkat Half Gama, belum jaminan bisa mengalahkan Dewa Binatang.


...****************...


Di dalam Dunia Jiwa, Excel Shimo jelas tidak tahu apa yang telah musuhnya dapatkan, kini dia hanya berusaha meningkatkan kekuatannya dengan segala cara bersama semua pasangan Dao.


Waktu berlalu dengan cepat, Excel Shimo keluar dari Dunia Jiwa setelah melewati sepuluh hari waktu di dunia luar, dia merasakan keanehan dengan Wei Yan yang tidak kunjung tiba.


Excel Shimo bertanya kepada Raja Fung sebagai komandan tertinggi armada udara, dia ingin tahu situasinya saat ini. Namun, Raja Fung berkata jika tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan setelah Huo Tuo dan pasukannya dikalahkan.


"Aneh! Aku telah membunuh muridnya, tapi kenapa dia tidak mengambil tindakan!" gumam Excel Shimo dan memikirkan apa yang sedang direncanakan oleh si Wei Yan.


Kemudian Excel Shimo melihat ke langit, tepatnya tempat keberadaan Benua Shen Zhou, dia terkejut tidak melihat lagi Benua Shen Zhou ditempat semula.


"Suami, kemana Benua Shen Zhou? Bisa menghilang dalam beberapa hari, ini sangat mustahil bisa dilakukan oleh Wei Yan, bahkan dengan senjata Piramida Sihir!" tanya Yang Hua dengan raut wajah kebingungan.


"Aku juga tidak tahu! Kita selidiki dengan Empress Spaceship!" jawab Excel Shimo dan mengajak istrinya untuk mencari keberadaan Benua Shen Zhou.


Segera Excel Shimo dan istrinya masuk ke dalam Empress Spaceship. Empress Spaceship keluar dari Benua Kelahiran, lalu terbang dengan mode kamuflase menuju lokasi terakhir Benua Shen Zhou.


Setelah pencarian yang teliti dan cermat, Excel Shimo tidak menemukan jejak keberadaan Benua Shen Zhou, dia teringat akan kemampuan Piramida Sihir yang mampu menyerap energi apapun termasuk sebuah benua, dia berasumsi Wei Yan melakukan itu demi meningkatkan kekuatan Four Disaster Beast untuk mengalahkannya.


Yang menjadi pertanyaan besar Excel Shimo, kemana Wei Yan pergi? Lalu apa rencananya kali ini untuk merebut Batu Keabadian?


Dengan pemikiran yang berkecamuk, Excel Shimo memutuskan untuk kembali ke Benua Kelahiran dan memberikan perintah kepada para petinggi kekaisaran untuk selalu waspada, bahkan istrinya dilarang bepergian jauh dari wilayah Kekaisaran Shimo...

__ADS_1


__ADS_2