
Chapter 98 Tiba di Kerajaan Han.
Segera mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Han. Excel Shimo sedikit kesal, karena permennya telah direbut dan bagi secara merata oleh kekasihnya. Dibagi hanya untuk kekasih Excel Shimo saja.
Excel Shimo sedikit menyeringai dan secara diam-diam memakan 1 butir pil yang dia sembunyikan.
Kwakkk....
Suara Raja Fung memekik saat dekat dengan Kerajaan Han. Para penduduk yang melihat tunggangan pahlawan mereka telah datang, segera bersorak-sorai.
Excel Shimo segera berdiri dan melihat begitu megah Kerajaan Han. Banyak gedung-gedung menjulang tinggi dan sebuah kastil yang sangat besar.
"Berhenti disana...," kata Raja Han kepada Raja Fung.
Kemudian, Raja Fung turun di tempat yang khusus bagi kapal angkasa. Untung saja Raja Fung mampu mengecilkan tubuhnya yang sebesar gunung, jika tidak, sudah pasti akan menghancurkan bangunan jenis apapun.
Setelah mendarat, Raja Fung segera berubah menjadi manusia, walau tidak bisa seutuhnya menjadi manusia murni.
"Horeee... Pahlawan kita...,"
"Shimo... Shimo...,"
Nama Excel Shimo segera dielu-elukan oleh penduduk Kerajaan Han yang sudah menunggu kedatangan Wali Benua Jiang Shan. Dengan bangga Han Xing dan Han Chun memeluk lengan Excel Shimo.
Ya, bagi kedua putri Raja Han, inilah yang mereka inginkan. Memamerkan suami mereka kepada semua orang, yang selalu men-cap dirinya sebagai putri biang kerok di Kerajaan Han.
Bao Xue dan ke-enam kekasih Excel Shimo menjadi cemberut, saat putri Raja Han memonopoli Excel Shimo. Yang paling aneh adalah kedua Ratu itu, mereka merasa sudah menjadi bagian keluarga Excel Shimo. Bahkan sebelum Excel Shimo memberikan segel keluarga besar kepada mereka.
__ADS_1
Khusus untuk Raja Fung, Excel Shimo harus meningkatkan kekuatannya diatas Raja Fung agar bisa memberikan segelnya.
Ratu Kerajaan Han juga ikut menyambut kedatangan pahlawan dan juga Rajanya. Wajah Ratu Han tidak jauh berbeda dengan kedua putrinya, masih terlihat cantik seperti usia 35 tahun, padahal usianya telah mencapai 70 tahun.
"Selamat datang Pahlawan Muda," kata Ratu Kerajaan Han kepada Excel Shimo, terlihat dia sedikit terkejut dengan ketampanan menantunya yang diluar ekspektasi nya selama ini.
"Wah, saya tidak berharap jika Ratu Jing Jiao dan Ratu Bao Yu juga berkunjung di Kerajaan kecil kita," sapa Ratu Han yang jelas sedikit ada gesekan masalah pribadi kepada kedua Ratu itu.
Kedua Ratu itu hanya tersenyum dan memahami sikap Ratu Han yang sedikit tidak senang dengan kehadiran mereka. Mengetahui akan ada gesekan antara ketiga Ratu itu, Excel Shimo segera berjalan sedikit ke depan.
"Salam, Ibu mertua," balas Excel Shimo dengan suara lembut, ia juga mengeluarkan aroma feromon yang terfokus kepada Ratu Kerajaan Han.
Wajah Ratu Han segera menjadi memerah, dengan nafas mulai terengah-engah. Melihat itu, segera Raja Han menghalangi pandangan isterinya yang tidak berkedip saat melihat Excel Shimo.
"Bencana," batin Raja Han.
Han Xing dan Han Chun semakin bangga, jika ibunya saja sampai terpesona dengan suaminya, apalagi mereka berdua, yang sudah jatuh cinta saat pandangan pertama.
Kemudian, dengan Raja Han memimpin mereka menuju Istana Kerajaan Han. Penduduk terus menerus mengiringi dengan sorakan gembira.
Excel Shimo dan pengikutnya tidak diajak di Istana, melainkan langsung menuju ruang makan yang sudah tersedia banyak hidangan. Sengaja itu dilakukan saat Excel Shimo mengeluh lapar.
"Wali, inilah wilayah pusat Kerajaan Han, tidak terlalu megah," kata Raja Han yang merendah. Sengaja Raja Han tidak memanggil sebutan menantu atau nama akrab saat memanggil Excel Shimo, sebab saat ini tidak sedang berbicara secara pribadi. Etika dalam berinteraksi.
"Ini sangat megah, Yang Mulia. Ya, jujur saja, saya baru melihat Kerajaan. Tempat ini adalah pertama saya melihat sebuah Kerajaan yang megah," jawab Excel Shimo yang belajar berinteraksi dengan orang yang memiliki kedudukan tinggi.
"Hahaha, beruntung saya ini menjadi pertama yang Wali melihat Kerajaan Han," tawa renyah dan senang jelas terlihat, "silakan, nikmati hindangan alakadarnya ini." lanjut Raja Han yang tidak ingin berbasa-basi lagi saat di ruang makan.
__ADS_1
"Usia baru 12 tahun, dengan pencapaian yang luar biasa. Saya tidak menyangka diusia tua masih bisa melihat sosok seperti ini," puji Ratu Han setelah selesai memakan beberapa makanan.
"Ibu, suami kita juga seorang alchemist. Bahkan Paman Han kalah telak," sahut Han Xing yang sengaja memamerkan prestasi Excel Shimo kepada Ibunya.
Han Heng menjadi cemberut saat keponakannya si pembuat onar ingin membandingkan dirinya dengan Excel Shimo. Wajah Ratu Han seketika berubah terkejut, dan melihat wajah semua orang. Jelas dia tidak percaya dengan ucapan dari putri pertamanya.
"Benar, Wali kita memang seorang alchemist," kata Raja Han dengan menunjukkan bukti hasil Excel Shimo yang baru saja meramu Pil, "ini baru saja dibuatnya sebelum kita menuju kesini." lanjut Raja Han kepada isterinya.
"Kenapa tidak bertemu dengan Wali Benua ketika aku muda dulu, dan malah ketemu dengan biawak coklat ini," batin Ratu Han setelah memenangkan diri saat terkejut dengan pencapaian menantunya, dia juga iri dengan keberuntungan kedua putrinya.
"Wali, apa gagasan Anda perihal kehilangan Klan Ming sebagai pendukung Kerajaan Han," kata Raja Han saat mereka telah berpindah di Istana Kerajaan Han, "patriark Kong Ming sudah kehilangan kekuatannya saat kejadian itu, dantian-nya mengalami kerusakan parah." lanjut Raja Han dan menghela nafas berat.
Excel Shimo yang diajak mencari solusi, sedikit mengerutkan keningnya, ia berpikir sejenak sebelum berbicara. Semua orang menunggu jawabannya.
Kemudian, Excel Shimo yang secara diam-diam, berkonsultasi dengan Lotus Bao. Dengan segera Lotus Bao memberikan solusi yang tepat.
"Paman Sun, Paman Xiniu, Paman Bao dan Paman Jieru, apakah rakyat kalian bisa berkumpul dan bersahabat saat menjadi satu?" tanya Excel Shimo kepada pengikutnya yang telah diberi segel keluarga.
Keinginan Excel Shimo segera dimengerti oleh semua orang, dan terlihat jelas jika Raja Han, Penatua Agung Long Wenhua sangat gembira dengan ide Excel Shimo.
Berbeda dengan Ming Mei dan Ming Li Ling, terlihat mereka sangat sedih dengan musnahnya Klan Ming, dan juga ayah dan paman telah menjadi orang cacat akibat luka yang sangat parah.
Klan Ming adalah tempat kelahiran mereka berdua, siapa saja pasti akan sedih jika tempat kelahirannya telah menjadi abu dan hilang.
"Itu mudah diatur, Raja Shimo. Cukup memberikan mereka wilayah khusus selain Hutan Penguasa, dan diberi dukungan sumberdaya sebagai langkah pertama membentuk sebuah Klan, maka mereka tidak akan saling berebut," jawab Lei Jieru yang hafal dengan sifat penghuni Hutan Penguasa, "selain itu, kami tidak pernah melupakan setiap dermawan yang selalu menolong kami. Jika Raja Han ingin mereka menjadi pendukung setia, maka Raja Han harus selalu bertindak adil kepada setiap Ras." lanjut Lei Jieru yang berbicara apa adanya tanpa menutupi.
Dia juga senang jika penghuni Hutan Penguasa bisa berinteraksi dengan normal seperti Ras yang lainnya.
__ADS_1
Tidak seperti dahulu sebelum Excel Shimo menjadi Raja mereka, semua penghuni Hutan Penguasa selalu menutup diri, walau banyak dari mereka mampu menguasai Benua Jiang Shan.