God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 430.


__ADS_3

Chapter 430. Kepanikan Raja Asyura.


Setelah memusnahkan Fiend Spirit, dia melayang hingga ketinggian tiga ribu meter, lalu melihat Benua Api, tanpa banyak bicara dia melesat untuk memusnahkan Ras Api Asyura.


Raja Asyura yang berada dari atas istananya bersama Wei Yan, dia melihat runtuhnya dunia bawah tanah. Raja Asyura telah mempersiapkan pasukannya untuk mengantisipasi penyebab hancurnya wilayah Fiend Spirit King.


"Apa yang telah terjadi dengannya setelah terpenjara di Pohon Pemangsa Jiwa! " gumam Wei Yan yang tidak menduga perubahan situasi di luar rencananya, dia sedang berpikiran tentang Dewa Binatang yang mendapatkan kekuatan secara tiba-tiba.


Wei Yan menghela nafas secara kasar karena setiap rencananya selalu digagalkan oleh Dewa Binatang, dia memutar otaknya untuk menyelesaikan misinya.


"Tinggal tiga rencananya yang siap dimulai! " batin Wei Yan, dan berhenti berpikir saat melihat Dewa Binatang terbang sangat cepat.


Segera Wei Yan memerintahkan Raja Asyura:


"Dia menuju kesini! Kerahkan segala kekuatan Api Asyura melawannya. Aku juga sudah memerintahkan pasukan mayat hidup untuk bergerak melawan Raja Malaikat dan penghianat itu! "


Penghianat yang dikatakan Wei Yan adalah Yun Shang dan Xia Chung. Raja Asyura terlihat muram setelah mengetahui bangsanya sendiri berkhianat, dia tidak berharap rencananya untuk menginvasi Benua Kelahiran gagal lagi untuk kedua kalinya.


Melihat cahaya benderang mengarah ke arah Benua Api, Raja Asyura memerintahkan para jenderalnya untuk melawan. Kini Kerajaan Asyura dalam keadaan siaga satu.


Secara berlahan Benua Api merasakan tekanan kuat dan diiringi suara gemuruh karena efek kecepatan Dewa Binatang saat terbang. Setiap lintasan yang berada di bawahnya meninggalkan jejak lengkungan yang memanjang.


"Gunakan senjata rahasia kita dan keluarkan Api Asyura terkuat kalian!" perintah jenderal besar kepada seluruh pasukannya, dia diperintahkan untuk menggunakan senjata paling kuat andalan bangsa Asyura, sebab kekuatan musuh sangat mengerikan.


Lalu keluar dari bawah tanah seperti meriam raksasa dengan jumlah mencapai dua puluh unit. Meriam raksasa itu terus naik hingga melebihi ketinggian dinding pertahanan, dibawah meriam itu terpasang enam pilar, lalu dibelakang meriam terlihat sebuah altar dengan empat tugu berbentuk jarum.


Kemudian moncong meriam itu membidik cahaya benderang yang sedang bergerak menuju ke arah pertahanan pertama.


Terlihat dua orang membuat Formasi untuk mengaktifkan altar, dan di belakang kedua ahli Formasi telah berbaris melayang banyak pasukan, mereka siap mentransferkan Api Asyura miliknya.


Altar akhirnya aktif dengan mengeluarkan sinar dari empat tugu hingga membentuk sebuah kubah.


"Bersiap! " perintah jenderal besar kepada pasukannya setelah melihat altar telah aktif.


Segera pasukan yang berbaris melayang mengeluarkan api terkuatnya memasuki altar, secara berlahan altar itu penuh dengan Api Asyura. Kedua alih Formasi kembali menggerakkan kedua tangan untuk mengendalikan meriam raksasa yang telah terisi Api Asyura dan tinggal menunggu perintah dari jenderal besar.


......................


Disisi lain, saat tiga matahari mulai tertutup bulan, dimana Yun Shang, Xia Chung dan Raja Malaikat yang ingin mencegah Dewa Binatang, mereka berhenti saat dihadang banyak mayat hidup jenis Kongxu Zong dan Gu Yongheng Zong.


Dibawah kedua jenis itu keluar dari dalam tanah mayat hidup jenis Zhe Zong, Fei Zong, dan Mao Zong hingga banyak jenis Luse Zong yang selalu mengeluarkan racun.


Kongxu Zong adalah mayat hidup yang ahli dalam memanipulasi kekosongan dan Gu Yongheng Zong memiliki fisik yang kuat. Kekuatan mereka tidak bisa diremehkan, terendah saja memiliki kekuatan Half Alfa level 70 hingga 95.


Di Benua Roh adalah pusat Ras Mayat hidup dan wajar banyak sekali mayat hidup, banyak mayat hidup tersebar di segala penjuru alam karena Gu Yongheng Zong yang membawa mereka untuk menguasai banyak tempat.


(Gu - tulang, Yongheng - abadi - Zong - mayat)


Raja Malaikat maju selangkah membelakangi dua pimpinan Perguruan Api Asyura, dia melihat seseorang keluar dari celah spasial, orang itu tidak lain adalah Wei Yan.

__ADS_1


Inilah kelebihan Wei Yan yang mampu berpindah tempat dengan mudah walaupun jaraknya sangatlah jauh, sebab dia memiliki tubuh bawaan dimensi.


"Apakah kalian berniat melanggar perjanjian damai? " tanya Raja Malaikat dengan tegas kepada seluruh mayat hidup.


"Iya, sebab perjanjian itu telah aku bawa! " jawab seseorang dari atas.


Raja Malaikat mendongak dan melihat seseorang pria yang tampak seram keluar dari celah spasial. Kulitnya hitam, kepala gundul, di lehernya terlihat kalung tengkorak dan sabuk pinggang juga menggunakan tengkorak sebagian hiasan.


Kedua matanya mengeluarkan sinar hijau, demikian juga dengan tubuhnya yang samar-samar mengeluarkan racun berwarna hijau.


Dia adalah Pangeran Mayat Hidup, putra dari Raja Mayat Hidup yang dibunuh oleh Dewa Binatang.



Pasukan Malaikat dan seluruh anggota Perguruan Api Asyura baru tiba dan segera membentuk barisan untuk melawan banyaknya mayat hidup.


Para jenderal dari bangsa Malaikat dan banyak ketua dari Perguruan Api Asyura melayang dibelakang pemimpin mereka.


Jin Shou, Tsai Li-Liang dan semua wanitanya Dewa Binatang berbaris dibelakang para jenderal dan ketua. Para wanita menggunakan binatang Falcon Mistik sebagai tunggangan.


Dong Jingying tampak gelisah, dia sangat kuatir jika kekasihnya memusnahkan Ras Asyura, dia tidak ingin keluarganya dibunuh oleh Dewa Binatang, dia selalu memperhatikan cahaya benderang melesat dengan kecepatan tinggi, lalu dia melihat Wei Yan dan Pangeran Mayat Hidup.


Raja Malaikat tidak terkejut dengan kedatangan Pangeran Mayat Hidup, tapi dia terkejut saat melihat dua gulungan yang dia ketahui sedang dibawa oleh Pangeran Mayat Hidup. Gulung itu terbuat dari kulit binatang adalah perjanjian damai antara Ras Mayat Hidup dan Ras Malaikat, dan satu gulungan seharusnya milik bangsa Malaikat.


"Bagaimana bisa kamu mencuri perjanjian milik bangsa Malaikat? " tanya Raja Malaikat dengan nada membentak, padahal ruang harta milik Kerajaan Malaikat sangat dijaga ketat dan tidak bisa dimasuki siapapun tanpa persetujuannya dan petinggi bangsa Malaikat.


Raja Malaikat tahu maksud perkataan Wei Yan, dimana ada pengkhianatan yang membobol ruang harta bangsa Malaikat, dia geleng-geleng telah menebak siapa pelakunya, yang tidak lain adalah Malaikat bersayap hitam, salah satu jajaran petinggi bangsa Malaikat.


"Baiklah, jika kalian berniat melanggar perjanjian damai... Aku akan menerimanya! Memang perjanjian damai telah menghalangi ambisi kalian. Jadi, lebih baik kita selesaikan di jaman sekarang hingga tuntas! " ujar Raja Malaikat sambil melihat pasukannya.


"Uuu!! "


Suara bersemangat pasukan Malaikat yang sudah lama ingin sekali memusnahkan mayat hidup, dan kini setelah perjanjian damai dibatalkan, maka, saatnya melepaskan sifat aslinya.


Pangeran Mayat Hidup tersenyum sinis dan membakar dua gulungan perjanjian damai. Lalu dia melambangkan tangannya kepada pasukan mayat hidup untuk menyerang.


"Serang! Musnahkan mereka! " perintah Yun Shang kepada para murid dan ketua.


"Hancurkan tanpa sisa untuk selamanya! " Raja Malaikat juga memerintahkan kepada pasukannya, sambil mengeluarkan cincin Roh berwarna hitam dari binatang mistik jenis Kuda Surgawi bertanduk.


Boom💥... Boom💥...


Semua pasukan langsung menyerang mayat hidup dan ledakan energi menggelegar saat serangan jarak jauh mengenai targetnya.


Pekikan Falcon Mistik mengiringi saat para wanitanya Dewa Binatang juga ikut bertarung, setelah mengeluarkan cincin roh berwarna hitam....


......................


Di dinding pertahanan bangsa Asyura para prajurit Asyura menggigil merasakan tekanan kuat yang makin mendekati Benua Api. Jenderal besar yang memiliki kekuatan True Alfa level 5 juga merasakannya, tapi dia berusaha tetap tenang sambil menunggu musuhnya masuk ke dalam jarak tembak meriam raksasa.

__ADS_1


"Meriam pertama, tembak! " perintah jenderal besar saat Dewa Binatang telah masuk ke dalam jarak tembak meriam.


Swosh... Swosh...


Tiga meriam raksasa menembakkan Api Asyura berkekuatan True Alfa level 10 kepada Dewa Binatang.


Dewa Binatang melihat tiga bola api besar mengarah kepadanya, dia merentangkan tangan kanan dan meng-hentakan-nya sebanyak tiga kali kepada tiga bola api.


Boom💥...


Hancur-lah tiga bola Api Asyura sebelum mendekatinya, suara ledakannya memekakkan telinga dan menghancurkan apapun yang berada di bawahnya, sungai langsung menguap dan hutan terbakar.


Melihat serangan pertama gagal, sang jenderal besar kembali memerintahkan delapan meriam raksasa melepaskan tembakan, dan meriam yang telah melepaskan tembakan diisi ulang.


Boom💥...


Sebanyak delapan ledakan terdengar lagi, dimana Dewa Binatang menghancurkannya dengan mudah dan dia makin meningkatkan kecepatannya.


Sang Jenderal besar makin panik dan sekali lagi memerintahkan sembilan meriam yang belum melepaskan tembakan.


Boom💥...


Dewa Binatang juga mengulangi hal yang sama, dia selalu menggunakan tangan kanan dan menghentakkan-nya. Sembilan bola Api Asyura sekali lagi hancur berkeping-keping tanpa melukainya.


Mengetahui dua puluh meriam masih diisi ulang, Sang Jenderal besar memerintahkan pasukannya untuk menyerang. Segera pasukan bangsa Asyura terbang dan melepaskan serangan jarak jauhnya.


Sedangkan menara turret bersiap melepaskan anak panah besi jika musuhnya memasuki jarak tembaknya.


Disaat Dewa Binatang telah dekat, Sang Jenderal besar tercengang melihat seluruh tubuh musuhnya berlapis jirah perang yang memiliki sayap, mata kiri mengeluarkan sinar putih dan mata kanan mengeluarkan cahaya hitam.


Semua orang tidak tahu dan mengira jika kekuatan Dewa Binatang menyembunyikan kekuatan dan ada sebagian mengira mendapatkan keberuntungan tiba-tiba saat di penjara di dalam Pohon Pemangsa Jiwa.


Padahal, peningkatan drastis karena dukungan dari Jirah Perang, tiga garis darah dan Galaksi elemen, sedangkan kekuatan pemberian Tian Lihua hanya memberikan peningkatan hingga True Alfa level satu dari Half Alfa level 46. Berkat tiga dukungan itu Dewa Binatang memiliki kekuatan True Alfa level 41.


Sang Jenderal besar langsung mundur saat lawan mengerikan memiliki jirah perang yang sangat kuat, dia mundur untuk mempersiapkan pasukan utama bangsa Asyura.


Sedangkan pasukan pertahanan pertama yang bertarung Dewa Binatang hanya untuk mengulur waktu.


Raja Asyura yang melihat ganasnya lawan selalu menghela nafas, kali ini dia baru menyadari akan ambisinya untuk kembali ke Alam Suci dan mengikuti keinginan si Wei Yan berakibat hancurnya bangsa Asyura.


Raja Asyura yang tidak melihat Wei Yan berada disisinya semakin yakin jika dirinya dan bangsa Asyura hanya dimanfaatkan.


"Bodohnya aku! " sesal Raja Asyura yang menyalahkan dirinya sendiri dan melihat ke arah penasehat bangsa Asyura, "saudara, ungsikan keluarga kerajaan sesegera mungkin, dan bangunkan leluhur dari tidur panjangnya! " lanjutnya dengan memberikan perintah kepada penasehat bangsa Asyura.


"Segera Yang Mulia! "


Akhirnya Raja Asyura menggunakan satu-satunya harapan terakhirnya dengan membangun leluhur bangsa Asyura.


Leluhur bangsa Asyura tertidur untuk memperpanjang usianya, tidak ada yang tahu jika nenek moyang bangsa Asyura masih hidup.

__ADS_1


__ADS_2