
Chapter 461. Hari Bahagia.
Hari ini pusat Kekaisaran Shimo menjadi sangat ramai, setiap jalanan utama yang akan dilewati oleh keluarga besar dari Benua Cahaya telah dipadati banyak penduduk hingga sampai ke Gunung Es Abadi.
Excel Shimo duduk di singgasananya bersama para petinggi kekaisaran. Sedangkan istri sedang merias diri untuk menjadi pengantin sekali lagi, mereka akan keluar setelah pengantin wanita dari pihak Benua Cahaya datang.
Sedangkan Seng Long Pang dan Yang Dang menunggu Raja Cahaya di benteng Gunung Es Abadi sebagai wali bagi Excel Shimo. Di istana, Excel Shimo tidak diam saja, dia berbicara kepada para petinggi kekaisaran.
"Yang Mulia sekalian, setelah acara pernikahan ini, kita akan mulai melaksanakan dua rencana awal secara bersamaan terlebih dahulu...,"
Excel Shimo menegaskan kembali apa yang sudah dibicarakan oleh kedua ayah mertuanya kepada semua petinggi kekaisaran, dia melakukan ini agar tidak ada kesalahpahaman.
Excel Shimo juga mengatur strategi untuk pasukan yang harus bertempur digaris depan terlebih dahulu sebelum pasukan lapis pertama, kedua dan seterusnya bergerak untuk mendukung garis depan.
Excel Shimo dan para petinggi kekaisaran saling mengutarakan pendapat masing-masing untuk menyempurnakan startegi peperangan. Diskusi Excel Shimo dengan para petinggi berhenti ketika pasukan Raja Cahaya keluar dari goa Gunung Es Abadi beserta pasukan Malaikat...
Diawali pasukan infantri yang sengaja berjalan kaki, mereka berjalan mengikuti jalur utama menuju ke kekaisaran, jumlahnya tiap baris mencapai seratus prajurit, dan total seratus baris. Kemudian disusul pasukan kavaleri menggunakan kuda terbang yang juga berjalan. Total pasukan Raja Cahaya berjumlah dua juta prajurit.
Setelah itu keluar gerbong kereta yang ditarik enam kuda terbang, total ada dua puluh gerbong kereta kuda. Gerbong kereta kuda membawa para wanita termasuk pengantinnya berada di dalam.
Banyak anak-anak dan bayi Ras Malaikat di atas gerbong sambil menaburkan bunga, sebagian anak-anak terbang kesana-kemari dengan tawa riang dan juga ikut menaburkan bunga. Selain itu banyak Peri Kupu-kupu betina dan jantan yang ikut menaburkan bunga di sepanjang jalan.
Raja Cahaya menggunakan tunggangan binatang mistik Naga Kuda pemberian menantunya, sedangkan para petinggi menggunakan tunggangan binatang mistik Kirin.
Para penduduk yang sudah menantikan kedatangan Raja Cahaya dan keluarga besarnya jelas bersuka cita dengan bertepuk tangan mengiringi perjalanan mereka menuju ke kekaisaran Shimo.
Yang Dang, Seng Long Pang, Sun Tzu si Dewa Kenakalan dan beberapa pejabat menyambut kedatangan Raja Cahaya. Gelak tawa bahagia terpampang jelas di wajah mereka.
"Kwak!!"
Suara Burung Gajah menggelegar, dia adalah Raja Fung dan anak buahnya, ikut menyambut kedatangan Raja Cahaya beserta rombongannya. Ternyata Jing Ehuang juga ikut bersama Raja Fung, dengan bangga bertengger di kepala Raja Fung.
"Anak-anak, bayi-bayi dan para Peri Kupu-kupu, ayo naik kesini!" teriak Jing Ehuang dengan lantang.
Jelas anak-anak dan bayi Malaikat tanpa komando langsung berterbangan untuk naik di punggung Burung Gajah, dengan tawa riang gembira. Peri Kupu-kupu tidak ketinggalan dengan riang terbang menuju Burung Gajah.
Tubuh besar Burung Gajah menutup sinar matahari dan tujuannya untuk memayungi Raja Cahaya beserta rombongannya. Suasana makin meriah dengan banyaknya anak-anak, bayi dan Peri Kupu-kupu, di atas punggung Burung Gajah mereka masih menaburkan bunga.
Para penduduk Benua Kelahiran kagum dengan Malaikat kecil yang mampu terbang dengan lincah, terlihat iri ingin memiliki sayap seperti mereka. Banyak anak-anak yang menangis untuk dibelikan sayap malaikat. Sayangnya sayap malaikat tidak dijual.
__ADS_1
(Jika ada sayap malaikat yang dijual, author yang paling pertama beli. Asal jangan sayap yang patah)
Boom... Boom...
Kapal perang kekaisaran pasukan Mermaid dan Kepiting melepaskan tembakan meriam ke langit sebagai bentuk penyambutan kepada Raja Cahaya beserta rombongannya. Kapal perang terus melepaskan tembakan dan membuat hari ini semakin meriah. Penduduk Benua Kelahiran bolak-balik melihat tembakan meriam dan kembali melihat rombongan Raja Cahaya.
Segala ucapan kagum dan sorakan selalu terdengar disetiap jalan utama kekaisaran Shimo...
Di dalam gerbong kereta kuda baris ketiga, didalamnya ada Putri Ximen Fengying, Dewi Lou, Dewi Xuan, Lin Sichuan dan duo Peri Kupu-kupu. Mereka selalu diam karena gugup, sebab hari ini merupakan awal mereka membuka lembaran baru sebagai istri.
Sedangkan gerbong kereta kuda baris keempat diisi oleh Tim Dewi Lou yang juga akan menjadi pendamping Dao Dewa Binatang, mereka juga sama-sama diam, diam karena gugup akan menjadi seorang istri.
Excel Shimo segera didandani oleh dayang-dayang yang dipimpin oleh Nayoung Kepala pelayan istana. Nayoung selalu melihat wajah Excel Shimo dia tampak sedih tidak bisa menjadi pengantin.
Excel Shimo melihat Nayoung, dia juga kebingungan dengan status Nayoung, seandainya Nayoung masih sendiri ataupun telah menjadi janda, dia pasti mau menjadinya pasangan Dao.
"Bagaimana kabar anak dan suamimu?" tanya Excel Shimo yang ingin mencairkan suasana canggung diantara mereka.
"Terima kasih atas perhatiannya, Yang Mulia. Anak dan suami bahagia semenjak hamba bekerja sebagai Kepala pelayan istana!" jawab Nayoung sambil menundukkan kepalanya.
Excel Shimo segera membaca pikiran dan ingatan si Nayoung, karena Kepala pelayan istana tampak berbohong. Tebakannya benar, Nayoung semenjak menjadi Kepala pelayan istana, suaminya lebih sering minum-minum dan bermain wanita, dan akan menemui Nayoung ketika uangnya telah habis.
Selama menjadi Kepala pelayan istana, Nayoung tidak pernah diberikan nafkah batin, yang ada hanya cacian dari suaminya. Untungnya Nayoung lebih kuat dari suaminya, jika tidak...
Sontak Kepala pelayan istana kaget dengan pertanyaan Kaisar Shimo, dia kebingungan harus berbicara apa, jadi dia hanya menggelengkan kepalanya sebagai respon ketidakbahagiaan.
"Kenapa kamu masih bertahan? Semua kehidupan punya hak untuk bahagia, tidak ada satupun kekuatan maupun penguasa berhak menghalangi kebebasan dan kebahagiaan seseorang. Kita hidup hanya sekali, kenapa harus dipusingkan dengan mengurusi kehidupan dan kebahagiaan orang lain. Pikirkan kebahagiaanmu sendiri...," tegur Excel Shimo kepada Nayoung dan dayang-dayang yang ikut mendengar.
Excel Shimo tidak suka melihat pria maupun wanita berkutat pada pasangannya yang tidak bisa saling menutupi kekurangan, maupun mendukung dalam kehidupan berumah-tangga dan hanya memikirkan diri sendiri. Seharusnya hidup dalam berumah tangga itu saling melengkapi bukan mengedepankan egonya masing-masing.
"Hidupmu adalah milikmu. Anak hanya penghibur sesaat, disaat dia dewasa, anak akan berjalan sesuai keinginannya. Orang tua, dia hanya pendukung, tapi mereka belum tentu merasakan sakit dan kesedihan mu. Suami ... Suami maupun istri hanya pelengkap dalam kehidupan. Jika pasangan mu tidak bisa berjalan seirama, kenapa harus dipertahankan... Lepaskan, kamu akan bahagia. Tinggalkan, maka kamu akan melihat dunia begitu luas dan banyak kesenangan. Hidup hanya sekali dan ciptakan kebahagiaan mu tanpa harus merugikan pihak lain." lanjutnya agar Nayoung bisa membuka mata bahwa dunia begitu indah.
Nayoung menetaskan air mata, dia kebingungan harus menjawab apa, perkataan Excel Shimo menyentuh luka batinnya, dia sebenarnya ingin lepas dari suami, tapi masih memikirkan anaknya yang masih kecil, masih membutuhkan ayah disisinya.
Dayang-dayang menahan air mata dihadapan Kaisar Shimo, tapi reaksi tangan gemetaran saat memakaikan pakaian pengantin bisa dirasakan oleh Excel Shimo.
"Selidik hatimu masing-masing! Jika ucapan ku bermanfaat, gunakan. Jika tidak, lupakan. Toh, yang menjalani kehidupan bukan aku, kamu, mereka maupun orang lain. Diri kitalah pemeran utama dalam kehidupan. Orang lain hanya penonton yang akan berkomentar pedas dan baik!" kata Excel Shimo dengan tegas, dia tidak ingin Nayoung hidup dalam kotak.
Kehidupan di luar kotak baru disebut kebahagiaan yang sebenarnya. Bebas tapi teratur, kebahagiaan yang tidak merugikan pihak lain, berjalan bebas tapi tidak menghalangi langkah orang lain.
__ADS_1
Excel Shimo berjalan mendekati Nayoung yang masih meneteskan air mata, dia memeluknya dengan erat, lalu berbisik, "jika kamu sendiri, aku pasti menjadikanmu pasangan Dao. Aku selalu menunggu sampai kamu bisa melepaskan cangkang lama-mu."
Nayoung membenamkan wajahnya di dada Excel Shimo dan mengangguk paham, lalu dia tersenyum bahagia, dengan pelukan dari Excel Shimo sudah menentramkan hatinya.
Excel Shimo segera melepaskan pelukannya saat melihat pengganti telah masuk ke dalam halaman istana, dia berjalan keluar dari kamar pribadinya. Nayoung dan dayang-dayang buru-buru mengikuti Kaisar Shimo.
Sesampainya di Istana, Kaisar Shimo langsung disambut dengan senyuman hangat dari setiap orang. Lalu dia berjalan menuju pintu istana untuk menyambut pengantinnya.
Di depan pintu istana, Excel Shimo berdiri tegak dengan gagah memakai pakaian pengganti, tangan kiri dibelakang pinggang dan tangan kanan di depan perut. Excel Shimo didampingi oleh Dewa Utara, Dewi Selatan, Qin Liem Bei pemimpin dari Klan Qin, pemimpin Klan Mu, pemimpin Klan Tang.
Excel Shimo melihat orang tua mempelai wanita berjalan di depan, di belakangnya adalah pengantin wanita. Mereka adalah Raja Cahaya, orang tua Liu Hualien si kucing petir, dan masih banyak orang tua yang akan menyerahkan putri-putrinya kepada Excel Shimo.
Excel Shimo tersenyum melihat anak-anak, bayi dan banyak Peri Kupu-kupu membawa gaun pengantin yang panjang, sesekali anak-anak dan bayi melambaikan tangan kepadanya. Mereka adalah penggemar cilik si Dewa Binatang saat bertarung dengan Lin Sichuan...
Lalu, serah terima tanggung jawab pun dimulai, dengan berbagai ritual yang biasanya dilakukan oleh Ras Malaikat. Excel Shimo hanya mengikuti saja semua ritual, disuruh begini, ikut. Disuruh begitu, selalu menuruti saja, sebab dia tidak tahu bagaimana budaya Ras Malaikat yang melangsungkan pernikahan.
Dengan dua benua menjadi satu dengan ikatan pernikahan yang sah, maka, segala kesulitan dan kesenangan akan dipikul bersama-sama. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing.
Lalu acara pernikahan berlanjut hingga tengah malam, berbagai acara hiburan menjadikan kebahagiaan semakin lengkap. Kemudian Excel Shimo menghampiri pasangan muda-mudi yang ikut melangsungkan pernikahan, dia memberikan banyak hadiah dan juga restu kepada mereka.
"Jika kita pribadi mampu membuat bahagia diri sendiri, secara otomatis sekitarnya juga akan merasakan kebahagiaan. Jika kita tidak mampu membahagiakan diri sendiri, jangan berharap disekitar kita bisa ikut bahagia. Selamat hidup bahagia bagi kita semua...," kata Excel Shimo sambil mengangkat tangan yang memegang gelas cangkir.
Semua orang mengikuti dan berkata serempak, "hidup bahagia untuk kita semua."
Akhirnya acara pernikahan telah usai, Excel Shimo duduk di singgasananya bersama istri-istrinya. Lalu anak-anak Ras Malaikat memberikan hiburan dengan menari-nari.
"Ternyata, anak-anak Ras Malaikat lebih pandai menari daripada kamu saat kecil dulu!" goda Yang Hua dan menahan tawa.
Semua wanita tertawa renyah melihat suaminya cemberut karena dibanding-bandingkan dengan anak-anak Ras Malaikat yang berlenggak-lenggok di ruangan tengah istana.
"Aku pandai baku hantam, kalau disuruh menari ... Lebih baik aku menghamili kalian!" ujar Excel Shimo dengan alasan yang lucu.
"Memalukan!" sahut Mu Yu Huang yang duduk dibelakang suaminya, dia tersipu malu, apalagi mantan suami menertawakannya.
Semua orang tertawa mendengar leluconnya... Excel Shimo meninggalkan singgasana bersama semua istrinya. Sedangkan para petinggi kekaisaran dan tamu berlanjut dengan bermain catur.
Excel Shimo memberikan waktu sampai lusa kepada semua orang untuk menikmati hari bahagia ini sebelum berperang.
Excel Shimo masuk ke dalam Dunia Jiwa bersama istrinya, termasuk dayang-dayang, Kepala pelayan istana juga ikut, mereka diajak untuk mengurus istrinya yang sedang hamil muda.
__ADS_1
Semua binatang mistik telah dikeluarkan dari Dunia Jiwa sejak awal, mereka dipimpin oleh Raja Fung, Sun Yao dan yang lainnya untuk menempati posisinya masing-masing.
Binatang mistik Lili akan mulai bekerja saat keesokan harinya, tugas mereka akan banyak menguras waktu dan tenaga untuk membuat ruang bawah tanah besar dan banyak jebakan.