
Chapter 296. Mahakarya dan Monumen.
Setelah hancurnya Ras Mayat Hidup dan segala rintangan yang dikirim oleh Istana Iblis Timur, Excel Shimo tinggal di dalam Dunia Jiwa untuk mempersiapkan diri, sebelum menuju makam Ordo Kegelapan.
Selain itu Excel Shimo juga memenuhi semua kebutuhan pasukan binatang termasuk pasukan ular yang sudah menjadi bagian keluarga besarnya. Excel Shimo membuatkan banyak pill Langit bagi pasukan binatang, dia juga memberikan segel keluarga besar, Api Surgawi dan Butterfly Gold Robe kepada istri barunya. Setelah itu Excel Shimo berlanjut membuat pill perubahan wujud untuk mendukung penyamarannya selama menghentikan rencana Istana Iblis Timur.
Setelah itu Excel Shimo berlanjut, meningkatkan kekuatan sendiri dan kekuatan istrinya dengan mengekstrak seluruh musuh yang berada Pagoda Penjara. Hasilnya cukup memuaskan bagi istrinya dan dia sendiri hanya meningkat tidak terlalu banyak, kecuali Gongsun Ling yang hanya mampu menerobos ke tingkat Jenderal Surgawi level 1.
Excel Shimo hanya menerobos ke tingkat Dewa Emas level 5, sebab dia memiliki dua dantian dan juga sangat luas, sehingga peningkatan nya tidak terlalu mencengangkan. Excel Shimo juga meratakan kekuatan istrinya sehingga tidak ada yang kesenjangan dalam hal kekuatan, semua sama dan adil dalam membagi air surganya.
Kini semua istrinya telah berada pada tingkat Dewa Langit level 1, dan pasukan binatang juga demikian, terendah berada pada tingkat Peri Benua dan tertinggi pada tingkat Dewa Alam. Excel Shimo bersama istrinya membuat banyak macam jenis pill untuk kebutuhan mereka selama 5 tahun.
Tidak lupa Excel Shimo juga memodifikasi Istana Peri dan Kapal Impian agar mampu menampung banyak jiwa, dia juga menggabungkan dua kapal angkasa yang dia dapatkan dari Istana Iblis Timur.
Semua istrinya juga membantu Excel Shimo membuat mahakarya yang akan selalu menjadi andalan mereka untuk berpetualang.
Selama berada di Dunia Jiwa, Excel Shimo tidak kuatir masalah waktu, dan menghabiskan selama 2 tahun di Dunia Jiwa bersama istrinya tanpa pernah keluar. Pasukan binatang juga membantu Excel Shimo membuat mahakarya yang akan dikenal semua orang dan menjadi salah satu senjata pamungkas dalam mengatasi senjata Dewan Keamanan.
Lotus Bao, Xi He, dan semua istrinya selalu bertukar pendapat perihal kapal angkasa. Setelah perencanaan matang dan semua pendapat dijadikan satu, terciptalah blueprint kapal angkasa.
Excel Shimo menghabiskan waktu lagi selama 1 tahun di Dunia Jiwa dan akhirnya mahakarya telah berhasil diciptakan. Gongsun Ling dan Excel Shimo juga menguji ketahanan kapal angkasa dengan serangan terkuat mereka, bahkan dengan serangan semua kehidupan yang berada di Dunia Jiwa. Dan hasilnya sangat memuaskan, bahkan dengan dibakar Api Surgawi, kapal angkasa itu tidak hangus maupun tergores.
Total Excel Shimo menghabiskan 3 tahun lebih di dalam Dunia Jiwa.
Mahakarya itu hasil modifikasi dari Istana Peri, Kapal Impian dan dua kapal angkasa milik Istana Iblis Timur.
Excel Shimo dan semua istrinya membuat sesederhana mungkin, dan yang utama kemampuannya tetap seperti Istana Peri, mampu berkamuflase, menyerang dan bertahan, yang pasti ukurannya lebih besar 10 kali lipat, dan mampu menampung sebanyak 10 ribu jiwa lebih. Total ukurannya; panjang 1.250 meter, lebar 625 meter dan ketinggiannya mencapai 100 meter. Di depan menara komando tempat parkir kapal angkasa.
Didalam kapal memiliki 3 lantai, lantai pertama khusus wanita, lantai dua khusus keluarga dan tamu, dan lantai 3 khusus pasukan binatang.
Di lantai 2 dan 3 memiliki fasilitas yang sama, lantai 2 dibuatkan banyak kamar.
__ADS_1
Bentuknya elegan, berwarna putih tulang, memiliki dua meriam utama sebagai senjata pamungkas yang dipisahkan gerbang untuk keluar masuknya pasukan.
Diatas gerbang hanggar terpasang senjata tersembunyi, tampak rata namun di dalamnya itu juga senjata pamungkas. Diatas meriam utama terpasang sepasang meriam petir, dan disamping kanan dan kiri kapal angkasa terpasang meriam kelas medium, dan juga banyak senjata tersembunyi.
"Kita beri apa nama mahakarya ini?" tanya Excel Shimo kepada semua istrinya, sambil melihat wajah-wajah istrinya yang semakin cantik setelah mengkonsumsi pill Regenerasi Sel.
Semua wanita kebingungan akan memberikan nama yang sesuai untuk mahakarya ciptaan bersama, melihat istrinya kebingungan mencari nama yang tepat, Excel Shimo mengusulkan satu nama. "Bagaimana jika namanya Empress Spaceship" ujar Excel Shimo.
"Bagus, itu saja," kata Gongsun Ling yang menyukai namanya.
"Cocok dengan keindahannya dan sesuai dengan wanita" sahut Tu Yueyin Me yang senang dengan nama Kapal Angkasa Dewi-dewi.
Dan akhirnya semua wanita setuju dan menyukai nama Empress Spaceship, cocok dengan banyaknya wanita yang ikut membuat mahakarya, walaupun ide model kapal angkasa keluar dari Excel Shimo, sedangkan istrinya tinggal merapikan bentuk dan membuang yang tidak perlu, seperti layar yang dimiliki kapal angkasa Istana Iblis Timur.
Kemudian, semua orang berpesta untuk merayakan kesuksesan membuat mahakarya yang bernama Empress Spaceship, kapal ini akan menjadi andalan Excel Shimo dan istrinya melawan senjata Dewan Keamanan dan sekaligus untuk melawan siapapun.
Di Dunia Jiwa, semua wanita dan pasukan binatang sangat kerasan dan malas untuk keluar, sebab segala kebutuhan terpenuhi dan tidak kekurangan apapun. Inti Kehidupan juga sudah membuat banyak pasukan binatang, rencana pasukan binatang ini akan dijadikan tameng dan mengacaukan baris depan musuh dimasa depan.
*****
Setelah musnahnya Ras Mayat Hidup, situasi berangsur-angsur membaik, kehidupan kembali normal, semua beraktivitas seperti biasa. Dengan sumberdaya yang diberikan Dewa Binatang, keempat Kerajaan dengan cepat memulihkan perekonomiannya dan memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Kehidupan benar-benar damai dan tentram, semua bersatu untuk membangun kota, desa dan bahkan membuatkan monumen untuk Dewa Binatang dalam bentuk patung. Dibawah kaki patung Dewa Binatang, tertulis histori perjalanan Dewa Binatang dari Benua Jiang Shan, tapi tidak mencatat nama asli Dewa Binatang orang Yang Diramalkan.
Patung Dewa Binatang hampir ada di seluruh tempat, siapapun yang melewati patung selalu memberikan hormat. Dibawah kaki patung itu banyak makanan dan minuman sebagai bentuk ucapan terima kasih.
Pernah ada seseorang janda bersujud selama dua hari demi kesembuhan anaknya, dia hanya ingin permintaannya terkabul. Anehnya, permintaan janda itu terkabul di hari ketiga, keajaiban itu disaksikan oleh banyak penduduk dan melihat anaknya yang koma sehat seketika. Dan yang paling aneh lagi, setiap orang yang mempercayai Dewa Binatang, patung itu selalu bersinar, semakin hari semakin terang.
"Ini namanya kekuatan Iman! Muncul karena sejarah yang telah dia (Dewa Binatang) buat. Si pembuat patung juga dengan tulus dan percaya hingga memicu kemurnian hasil karyanya!" gumam seorang pria tua yang tampak seperti petani.
Di sebelahnya ada penduduk yang mendengar apa yang dikatakan pria tua itu dan ikut berbicara. "Tidak hanya si pembuat patung Dewa Binatang ... Tapi kita semua percaya akan kebaikannya. Apa Pak tidak ingat ... Disaat kita hidup di ujung nafas, dia muncul setelah sinar besar waktu itu, lalu memusnahkan mayat hidup dalam waktu singkat bersama pasukan binatang dan istrinya. Padahal kita sudah pasrah dan bertahan dengan serangan mayat hidup waktu itu. Disaat Dewan Keamanan berpangku tangan Yang Diramalkan campur tangan ...."
__ADS_1
Pria tua itu hanya tersenyum dan mengangguk pelan, dia kembali berjalan tanpa berniat melewati patung Dewa Binatang. Orang yang ikut berbicara geleng-geleng kepala dan sedikit kesal.
"Melupakan kebaikan Dewa Binatang dalam sekejap, tanpa beliau kita hanya tinggal sejarah!" ujarnya sambil berlalu.
Namun, semua kehidupan tidak mengetahui jika banyak orang kuat dari Benua Zhong Hua dan Shen Zhou berbaur dengan penduduk Benua Jiu Zhou, praktisi kuat tersebut hanya mencari keberadaan Dewa Binatang yang tiba-tiba menghilang. Jika Dewa Binatang pergi ke benua lain, mereka jelas mengetahui.
Salah satu orang yang kuat itu adalah pria tua yang berbicara pada penduduk pribumi, dia dari Benua Shen Zhou.
Tepat di bulan keempat setelah perginya Dewa Binatang, muncul seorang pria muda usia 20 tahun di wilayah Kerajaan Niu. Wajahnya tampak biasa, tidak terlalu tampan maupun buruk, tampilannya tidak akan menarik perhatian, sebab dia hanya orang biasa yang tidak berkultivasi. Pakaiannya biasa dan identik dengan rakyat jelata.
Pria itu menatap patung Dewa Binatang agak lama dan membuat orang yang melihat pria muda itu kesal, kesal karena tidak menghormati penyelamat Benua Jiu Zhou.
Datang dari belakang salah satu murid pria dari Akademi Langit Abadi, dia berniat menegur. "Jika kamu hanya berdiri dan tidak berniat memberikan penghormatan, maka jangan disitu, lihat belakangmu banyak orang yang mengantri!"
Suara murid itu sangat keras hingga membuat perhatian lalu lalang penduduk, semua orang melihat pria muda itu dan ikut menjadi kesal.
Pria muda itu menoleh kebelakang dan melihat murid akademi.
"Maaf!"
Pria muda itu kemudian berjalan setelah meminta maaf, dia berjalan menuju pintu keluar Ibukota Kerajaan Niu. Merasakan tidak dihormati sebagai murid akademi, murid itu mengejar dan menghadang pria muda itu.
"Hei! Siapa namamu? Kenapa aku tidak pernah melihatmu di kota ini, apa tujuanmu?" murid itu mencecar pertanyaan menyelidik, sebab murid itu juga masih trauma dengan mayat hidup.
Pria itu terdiam sejenak dan melihat sekelilingnya. "Namaku Shimo, dan hanya ingin mencari kebutuhan hidup saja. Permisi!"
Setelah memperkenalkan dirinya, pria muda yang bernama Shimo itu kembali berjalan. Murid itu merasakan familiar dengan nama Shimo, tapi dia menggelengkan kepala karena tidak mengingat dimana dia mengenal nama itu.
"Shimo! Namamu akan aku ingat!" teriak murid itu dengan suara keras, tujuan agar orang yang mengenal nama Shimo mengenali juga.
Spontan semua orang melihat kearah Shimo yang berjalan dengan santainya Tapi tidak ada yang berkomentar atau mengenali pria yang bernama Shimo. Shimo sendiri hanya geleng-geleng kepala dan tidak memperdulikan tatapan mata penduduk.
__ADS_1
Namun, diantara banyaknya penduduk, ada seseorang yang mengikuti Shimo. Orang itu tidak terlihat wajahnya, sebab dia memakai penutup kepala dan wajah, pakaiannya serba berwarna putih dan tidak terlihat kulitnya.
Selain orang berpakaian putih itu, ternyata ada seorang pria tua yang juga mengikuti, sebab nama Shimo sangat familiar. Sedangkan murid akademi mendengus dan kembali ke tempat semula.