
Chapter 465. Bertindak Dengan Tegas.
Kemudian Excel Shimo memberikan daftar nama-nama yang si pengkhianat kepada asistennya Wu Chyou. Setelah Wu Chyou membaca daftar nama si pengkhianat, dia memanggil satu per satu.
"Patriark Klan Qin dan kedua putranya--"
"Bohong ... Ini fitnah!? Atas dasar apa Yang Mulia menuduh kami sebagai pengkhianat?" Patriark Klan Qin langsung berdiri dan menolak keras akan tuduhan pengkhianatan.
Kedua putra Patriark Qin dan Mu Yu Huang juga ikut berdiri dan menampik tuduhan Pengkhianat. Tubuh Mu Yu Huang bergetar hebat saat pengkhianat itu ternyata putranya sendiri dan mantan suami.
Boneka wayang bersayap yang merupakan pengawal bayangan Kaisar Shimo segera bermunculan memblokir pintu masuk dan keluar dari Istana Utama.
Leluhur Klan Qin, Qin Liem Bei langsung mengeluarkan aura kekuatannya untuk menekan kedua cucu dan putranya. Segera Xingbu Tu Huang Xi'an memerintahkan tiga boneka wayang bersayap untuk menangkap si pengkhianat itu.
"Yang Mulia, tolong berikan penjelasan serta bukti, jika keturunanku memang terbukti sebagai pengkhianatnya!" pinta leluhur Qin dengan hormat kepada Kaisar Shimo, sebelum boneka wayang bersayap menangkap kedua cucu dan putranya.
Mu Yu Huang berderai air mata, dia tidak sanggup melihat putranya yang akan dieksekusi jika terbukti sebagai pengkhianatnya. Xu Qiaofeng si Ratu Barat dan Seng Long Shu si Fairy Shu memeluk Mu Yu Huang agar tenang.
Excel Shimo memberikan token giok perekam suara kepada asisten keduanya si Zhu Rong. Token giok perekam suara telah Excel Shimo isi melalui ingatan dan pikiran Dewa Matahari, Patriark Klan Qin dan kedua putranya.
Segera Zhu Rong mengalirkan energi spiritual kedalam token perekam suara. Lalu terdengar suara putra pertama dari Mu Yu Huang dan Patriark Klan Qin...
("Ayah, kita harus membalaskan dendam atas perbuatan bocah itu yang telah merebut ibuku... Ayah tidak bisa diam saja sebagai suami dan Kepala rumah tangga...,)
...****************...
Setelah Dewa Utara berhasil bernegosiasi dengan Yang Hua dan ayahnya, akhirnya mereka dan semua pengungsi dari Benua Shen Zhou bisa tinggal di Benua Kelahiran.
Semua pengungsi Benua Shen Zhou menduduki wilayah strategis di Kekaisaran Shimo. Dengan dukungan dari kekaisaran, Dewa Utara dan semua pemimpin dibantu dalam membangun infrastruktur dan kediaman keluarga besar mereka.
Setelah beberapa bulan menetap di Benua Kelahiran...
Di kediaman keluarga besar Qin, Patriark Klan Qin dan kedua putranya sedang berkumpul. Mereka bertiga baru tahu jika Mu Yu Huang sebagai ibu dan istrinya ternyata telah dipersunting oleh Kaisar Shimo. Mereka bertiga jelas marah, namun Patriark Klan Qin tahu diri dan masih menahan amarahnya.
Berbeda dengan kedua putranya yang jelas tidak menerima ibunya yang dianggap telah berkhianat dan berselingkuh dengan Kaisar Shimo, karena itu mereka segera menemui ayahnya.
"Ayah, kita harus membalaskan dendam atas perbuatan bocah itu yang telah merebut ibuku... Ayah tidak bisa diam saja sebagai suami dan Kepala rumah tangga. Malu keluarga besar Qin kita, Ayah!" kata putra pertama kepada ayahnya dengan nada tinggi.
Patriark Klan Qin menarik nafas dalam-dalam, lalu dia melihat kedua putranya, dan berbicara, "sebenarnya ibumu tidak salah jika menikah dengan Kaisar Shimo, karena keluarga kita sendiri yang telah membuangnya waktu itu...,"
__ADS_1
Ya, setelah utusan dari banyak pemimpin Benua Shen Zhou yang bertujuan untuk merekrut Dewa Binatang telah gagal dan dinyatakan telah mati, Mu Yu Huang, Ratu Barat dan Fairy Shu jelas dituduh sebagai pelaku pembunuh delapan utusan mereka, karena hanya mereka yang masih hidup. (Bab 323)
Sebab itu, keluarga besar Qin memutuskan untuk membuang Mu Yu Huang dan Patriark Klan Qin menceraikannya. Klan Mu - Ras Peri juga mencabut nama Mu Yu Huang dari daftar keluarga besar Mu. Mereka melakukan hal itu agar tidak menjadi musuh bagi Klan Kuno lainnya dan Kekaisaran Bian.
Lebih baik kehilangan salah satu anggota dan istri daripada menjadi musuh banyak kekuatan. Kedua putra Mu Yu Huang juga menyetujuinya daripada hidup tertekan pada waktu itu.
Setelah Mu Yu Huang diputuskan dari dua keluarga besar, dia menghilang tanpa ada kabar sama sekali. Sehingga banyak kekuatan berasumsi jika Mu Yu Huang, Ratu Barat dan Fairy Shu adalah benar pelaku pembunuh delapan utusan mereka.
Tapi kenyataannya setelah hiruk-pikuk di Benua Shen Zhou hingga mengungsi ke Benua Kelahiran, mereka terkejut melihat Mu Yu Huang berada bersama Dewa Binatang.
Awalnya mereka pikir Mu Yu Huang berlindung kepada Dewa Binatang, namun setelah mengetahui semuanya ketika telah tinggal di Benua Kelahiran, jelas banyak orang kaget dan tidak menerima kenyataan ini, terutama keluarga besar Qin dan Mu yang melihat Mu Yu Huang telah mengandung.
Malu sudah jelas, tapi berhubungan Dewa Binatang kuat dan juga adanya perjanjian, maka sebagai kedua keluarga itu memendam kebencian. Namun, sebagai putra kandung Mu Yu Huang, mereka tidak terima.
"Ayah, ibu itu cantik dan pasti Dewa Binatang merayunya... Aku tidak terima semua ini! Aku yakin pembunuhan delapan utusan adalah Dewa Binatang dan ibu terjebak, dan sengaja dijebak oleh bocah itu!?" sahut putra kedua.
Patriark Klan Qin terdiam memikirkan ucapan putra keduanya, apa yang dikatakannya sangat masuk akal. Tidak mungkin istrinya meninggalkan kedua anaknya demi pria lain jika tidak adanya jebakan dan rayuan, apalagi si pria itu adalah seorang kaisar yang berbakat dan kaya.
"Lalu apa rencana mu? Tidak mungkin kita bisa mengambil lagi ibumu dari Kaisar Shimo, dia kuat dan keluarga besar kita juga telah melakukan perjanjian tunduk kepada Kekaisaran Shimo, apalagi ibumu sudah hamil muda!" tanya Patriark Klan Qin kepada kedua putranya dan sedikit mengingatkan.
Putri pertama yang mendapatkan dukungan menyeringai, lalu dia mengeluarkan sebuah alat berbentuk siput. Alat itu seperti Siput Penghantar Suara tapi bentuknya lebih panjang.
"Dan keluarga Qin kita yang seharusnya memiliki Istana Ordo Kegelapan ... Kita harus merebutnya dari bocah itu," sambung putra kedua.
Memang benar yang diucapkan putra kedua, jika keluarga besar Qin yang seharusnya menjadi ahli waris kekayaan Ordo Kegelapan, karena Ratu Diao Chin adalah kakak tertua dari Patriark Klan Qin, sedangkan Patriark Klan Qin adalah adik busung dari sembilan bersaudara.
Patriark Klan Qin mengangguk paham. Dia tahu, pasti tidak lama lagi Dewa Matahari akan mengejar mereka kesini dengan dukungan dari Kaisar Wei yang misterius dan juga kuat. Dan untuk kekayaan Ordo Kegelapan memang hak keluarga besar Qin.
"Lalu apa yang harus Ayah lakukan agar keinginan kalian terwujud?" tanya Patriark Klan Qin, dia sebagai ayah dan juga masih mencintai istrinya yang cantik, pasti mendukung kedua putranya.
"Dengan alat Siput Penghantar Suara Langit ini, kita bisa berkomunikasi dengan Dewa Matahari. Ayah bernegosiasi dengan Dewa Matahari untuk menjamin keluarga besar Qin agar bisa aman dan selamat jika Kaisar Wei menghancurkan bocah itu. Jaminan itu ... Ayah bocorkan rahasia kekuatan militer Dewa Binatang...!" jawab putra pertama dengan nada berbisik.
Patriark Klan Qin mengangguk paham dan menerima alat komunikasi yang dibuat oleh ahli pandai besi dari Klan Chu di Benua Shen Zhou...
Patriark Klan Qin mengajak kedua putranya menuju kamar pribadi agar tidak diketahui oleh siapapun saat berkomunikasi dengan Dewa Matahari. Kemudian, Patriark berkomunikasi dengan Dewa Matahari dengan segera. Dewa Matahari dengan senang hati menyambut keinginan Patriark Klan Qin.
Lalu, Dewa Matahari memerintahkan Patriark Klan Qin untuk mengumpulkan semua anggotanya yang berasal dari Sekte Tangan Dewa yang masih hidup. Dan mengajak mereka untuk mencari tahu tentang Dewa Binatang sedetail mungkin.
Sekte Tangan Dewa adalah organisasi pembunuh bayaran dan merupakan bentukan dari Dewa Matahari dan Istana Iblis Timur. Dulu, organisasi ini pernah disewa untuk membunuh Dewa Binatang sewaktu kecil oleh pemimpin kamar dagang yang bernama Ming Lai, ayah dari Ming Li Ling.
__ADS_1
Patriark Klan Qin dan kedua putranya segera mematuhi perintah Dewa Matahari. Setelah menemukan persembunyian Sekte Tangan Dewa, Patriark Klan Qin dan seluruh anggota bekerjasama untuk menyelidiki Dewa Binatang, dan mengabarkan kepada Dewa Matahari segala informasi tentang kekuatan militer Kekaisaran Shimo.
...****************...
Semua petinggi kekaisaran dan istri Dewa Binatang mendengar obrolan Patriark Klan Qin dan segala rencananya. Leluhur Qin terduduk lemas mengetahui keturunannya telah menjadi pengkhianat. Mu Yu Huang menangis tanpa mengeluarkan suara, hanya air mata semakin deras berjatuhan.
Xingbu Tu Huang Xi'an segera mengeluarkan kitab undang-undang hukum kekaisaran.
"Segala bentuk pengkhianat, pembelotan, huru-hara yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan tertinggi, maka, hukumannya adalah dipenggal...!" Xingbu Tu Huang Xi'an membaca undang-undang hukum kekaisaran dengan lantang.
Lalu setelah selesai membacanya, Xingbu Tu Huang Xi'an memerintahkan kepada tiga boneka wayang bersayap menangkap tiga pelaku pengkhianat dan mengeksekusi ditempat terbuka sebagai bentuk peringatan.
Patriark Klan Qin dan kedua putranya jelas tidak tinggal diam, mereka melawan, mengumpat dan mencaci maki Dewa Binatang, mereka menyangkal semua tuduhan. Namun, boneka wayang bersayap dengan mudah menahan ketiga pengkhianat itu, sebab basis kultivasi lebih tinggi dari si pengkhianat.
Mu Yu Huang buru-buru berdiri dan berjalan cepat tanpa ada yang menghentikannya. Dia berhenti di depan Kaisar Shimo dan berlutut dengan susah payah karena sedang hamil.
"Yang Mulia, tolong ampuni kedua putra hamba. Mereka masih muda dan tidak tahu apa-apa yang mereka lakukan. Hamba bersedia melepaskan jabatan apapun termasuk sebagai permaisuri!" permintaan Mu Yu Huang kepada Kaisar Shimo, dia menahan tangisan saat berbicara.
Excel Shimo tidak segera menjawab, dia memejamkan mata untuk berpikir, menimbang dan memberikan keputusan yang tepat bagi istrinya. Setelah beberapa saat, Excel Shimo membuka matanya dan melihat Mu Yu Huang masih berlutut dengan kepala menempel di ubin.
"Jika aku mengampuni mereka, dikemudian hari pasti akan terulang lagi dan pihak lain juga akan melakukan hal sama. Apa gunanya aturan jika bisa dengan mudah disalahgunakan dan dinegosiasi...," jawab Excel Shimo dengan tegas kepada Mu Yu Huang dan semua orang yang berada di istana.
Ucapan Excel Shimo bisa dipahami oleh semua orang. Excel Shimo tidak mau kekaisaran diremehkan jika tidak bertindak tegas, sebab yang namanya pengkhianat suatu saat nanti juga akan berkhianat lagi jika diberikan kesempatan untuk hidup.
Kemudian Excel Shimo melihat Xingbu Tu Huang Xi'an. "Laksanakan!" Perintah Excel Shimo dengan tegas tanpa perduli siapa yang berlutut di depannya, sebab ini bukan masalah pribadi, ini adalah masalah yang menyangkut banyak kehidupan.
Excel Shimo sebagai pemimpin Benua Kelahiran, dia bertanggungjawab penuh atas Kesejahteraan, keamanan, ketertiban dan keselamatan bagi semua penghuninya.
"Segera, Yang Mulia."
Xingbu Tu Huang Xi'an segera memerintahkan boneka wayang bersayap membawa si pengkhianat ke tempat ekseskusi. Mu Yu Huang membenturkan kepalanya di ubin agar Kaisar Shimo mengampuni kedua putranya.
Namun, Excel Shimo tidak bergeming, diam dan menatap si pengkhianat yang diseret keluar istana. Lalu dia melihat kepada semua orang tanpa peduli Mu Yu Huang yang masih berlutut hingga dahinya berdarah.
"Bersikaplah dewasa ... Jika ini masalah pribadi aku mungkin bisa mengampuni ... Aku tidak menjaga nyawaku sendiri, tapi nyawa penduduk berada di tanganku. Permaisuri Yu Huang, berdiri dan renungan tindakanmu!" teguran Excel Shimo kepada Mu Yu Huang dengan tegas, dia sebenarnya malas untuk berdebat.
Jika dibandingkan dengan usia kedua putra Mu Yu Huang, Excel Shimo lebih muda dan terpaut jauh. Tapi, dia masih bisa mengendalikan emosi dan juga tahu tempat untuk bertindak.
Xu Qiaofeng dan Fairy Shu berdiri, mereka berjalan mendekati Mu Yu Huang, lalu membantunya untuk berdiri. Mu Yu Huang melihat suaminya, dia memberikan hormat tanpa berucap. Kemudian Xu Qiaofeng dan Fairy Shu mengajak Mu Yu Huang menuju ke kamar pribadi untuk menenangkan diri.
__ADS_1