
Chapter 255. Mempermainkan Hati Wanita.
Tidak berselang lama akhirnya Gongsun Ling, Chu Yao dan Zhang Rouxin menampakkan batang hidungnya, mereka berjalan mengendap-endap seperti seorang pencuri.
Chu Yao dan Zhang Rouxin tampak cemas, dan sering kali melihat Gongsun Ling yang tampak tidak kuatir Excel Shimo mengetahui sedang dibuntuti. Karena tidak bisa menahan diri, Zhang Rouxin yang kuatir segera berbicara dengan suara lirih. "Guru, apa tidak lebih baik kita kembali saja ... Aku kuatir si Shimo ini akan semakin tersinggung dengan kita ...."
Chu Yao juga menatap Gongsun Ling dan menunggu jawabannya, mereka berdua tidak tahu niat Gongsun Ling mengikuti Excel Shimo. Sebenarnya Gongsun Ling ingin menanyakan keberadaan kedua rekannya, sebab hanya Excel Shimo orang terakhir mengetahui kedua rekannya selain Huang Guang.
Gongsun Ling berhenti untuk menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara kasar, tampak Gongsun Ling juga kuatir. Dengan melihat kebelakang, Gongsun Ling menjawab. "Aku hanya ingin bertanya keberadaan kedua rekanku pada dia, aku yakin Shimo ini mengetahui dimana mereka!" jelasnya, yang mengungkap tujuannya.
Zhang Rouxin menghela nafas tak berdaya, saat mengetahui niat gurunya, yang masih mencari keberadaan rekannya, padahal Bola 12 Bintang sendiri tidak mengetahui keberadaan kedua rekan gurunya, apalagi salah satu ke-12 bola itu, mengatakan jika pelaku yang membawa Li Kwong dan Fa Zheng adalah orang baik.
Zhang Rouxin membuka mulutnya, tapi Gongsun Ling mengangkat tangan kanan agar muridnya tidak berbicara. Chu Yao hanya geleng-geleng kepala, karena tidak bisa ikut campur urusan si Gadis Takdir, dan mengikuti Gongsun Ling yang kembali berjalan.
Setelah berjalan sedikit lebih dalam, Gongsun Ling tercengang saat melihat pegunungan dengan hutan yang lebat, dan panoramanya sangat indah. Sungai lebar dengan air yang jernih, dan terlihat jelas ikan berenang dengan riang, burung-burung berkicau dengan merdu.
"Benar-benar indah!" seru Gongsun Ling sambil memeriksa seluruh tempat yang baru dia lihat di Benua Jiu Zhou.
Gongsun Ling tidak memperhatikan Chu Yao dan Zhang Rouxin yang sudah tidak ada lagi dibelakangnya. Kedua mata Gongsun Ling melihat sebuah gubuk dan seorang pria yang sangat dia kenali. Buru-buru Gongsun Ling terbang untuk menghampiri orang tersebut.
"Li Kwong," panggil Gongsun Ling saat jaraknya baru 30 meter, wajah yang tadinya selalu cemas dan kuatir kini menjadi berseri-seri, seakan-akan beban dihatinya menghilang.
Li Kwong yang namanya dipanggil segera membuka mata dan mengunci kedua alis dengan tatapan tidak suka. Segera Li Kwong berdiri dengan tangan kanan menghentikan Gongsun Ling yang akan mendekatinya.
Gongsun Ling segera berhenti dan mendarat di tanah, dia heran dengan tindakan Li Kwong yang tidak seperti biasanya. Sebelum Gongsun Ling berbicara, Li Kwong lebih dulu berbicara dengan nada kesal.
"Kenapa kamu kesini dan menganggu ketenangan-ku ... Apa kamu tidak menolong Feng Yu yang disandera oleh Dewa Iblis Api Phoenix, hah!?" Li Kwong diakhir ucapannya membentak Gongsun Ling.
__ADS_1
Gongsun Ling seketika hatinya sakit dengan sikap Li Kwong yang tiba-tiba berubah kasar, kedua matanya sudah merah menahan air mata yang akan keluar, dan tetap melihat mata Li Kwong yang memancarkan kebencian. Gongsun Ling tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh Li Kwong semenjak mereka berteman, bahkan Feng Yu dan Fa Zheng selalu bersikap baik dan manis.
Dengan menahan air mata, Gongsun Ling berbicara. "Fe--Feng Yu, Feng Yu sudah tiada!" ungkap Gongsun Ling dengan terputus-putus dan akhirnya air matanya tidak bisa dia tahan lagi, menangis.
"Hahaha!" Li Kwong malah tertawa menghina, bukannya malah prihatin dengan kematian Feng Yu.
Gongsun Ling semakin sakit dihatinya dengan tertawaan Li Kwong. "Ka--kamu ... Kamu keterlaluan!" pekik Gongsun Ling dan pergi meninggalkan Li Kwong yang masih menertawakan kematian Feng Yu.
"Aku selalu mencintaimu ... Tapi kamu menolaknya!" ungkap Li Kwong dengan suara keras penyebab dia menertawakan kematian Feng Yu, "walaupun kamu tidak memilih kita bertiga ... Tapi aku dan Fa Zheng tahu kamu menyukai Feng Yu!" lanjutnya dan membuat Gongsun Ling terhenti dengan tubuh gemetar.
Gongsun Ling semakin menangis tersedu-sedu, dan membalas ucapan Li Kwong. "Ka--kamu salah paham ... Saya menganggap kalian seperti saudara ... Dan ingat tugas kita!"
Kembali Gongsun Ling terbang meninggalkan Li Kwong. Li Kwong terdiam sesaat dan bergantian dengan senyuman mengejek. "Munafik!" teriak Li Kwong.
Gongsun Ling tidak menghiraukan ucapan Li Kwong dan terbang ke arah Barat. Setelah jarak dengan Li Kwong sudah jauh, Gongsun Ling terkejut melihat pria yang sedang berduaan bersama muridnya, Zhang Rouxin, di sebuah perahu yang dihias dengan indah.
Zhang Rouxin.
Chu Yao.
"Sejak kapan kamu mencintai saya? 'Kan kita baru bertemu ..." suara pria yang sangat familiar didengar oleh Gongsun Ling, spontan tubuhnya bergetar, dia tidak menyangka jika muridnya mencintai Excel Shimo.
"Sejak ... Sejak melihatmu di lukisan yang dibuat gur--hmm!" jawab Zhang Rouxin dengan malu-malu dan men.gerang saat Excel Shimo mencium bibirnya.
__ADS_1
Tubuh Gongsun Ling semakin gemetaran mendengar ucapan dan era-ngan indah muridnya, dengan rasa penasaran apa yang dilakukan oleh Zhang Rouxin dan Excel Shimo, Gongsun Ling mengintip dibalik celah kain penutup gubuk diatas perahu.
Sontak Gongsun Ling kaget dan sangat marah, saat melihat muridnya sudah tidak memakai pakaian, dan semakin tercengang saat disitu juga ada Chu Yao yang sedang men-jil-ati tongkat milik Excel Shimo seperti sebuah permen Lollipop.
Walaupun hatinya sudah marah, anehnya Gongsun Ling tidak segera menghentikan mereka bertiga, dan tetap mengintip hubungan intim mereka bertiga yang makin memanas, dimana Chu Yao yang tampak sudah tidak mampu menahan bira.hinya.
'Besar ...' batin Gongsun Ling saat melihat tongkat Excel Shimo yang sudah berdiri dengan gagah.
Gongsun Ling menelan salivannya saat melihat Chu Yao menempatkan tongkat pada lembah surganya yang sudah basah kuyup.
'Apa muat ...' kembali Gongsun Ling membatin saat kepala tongkat digesek pada lembah surga milik Chu Yao.
Sedangkan Zhang Rouxin dan Excel Shimo saling intens berciuman, dan tangan Excel Shimo mere-mas buah kenyal Zhang Rouxin yang berukuran 36B. Mata Gongsun Ling semakin terbuka lebar saat kepala tongkat itu menyeruak membelah lembah surga milik Chu Yao, dan melihat darah mengalir.
Tanpa sadar, Gongsun Ling merapatkan kedua kakinya, sebab dia sudah mulai terang-sang hanya dengan melihat aktifitas Chu Yao, dan tangan kanan sudah memegang buahnya.
"Ohhh!" erang-an Chu Yao ketika tongkat Excel Shimo memenuhi rahimnya dan tubuhnya sudah bergetar tanda mencapai puncak.
Gongsun Ling melihat perut Chu Yao yang terlihat benjolan panjang karena tongkat yang memenuhi rahim, dan semakin membuat Gongsun Ling merapatkan kedua kakinya.
Lembah surga milik Gongsun Ling sudah berair dan membuat hatinya gelisah.
"Ah ..." desah-an Chu Yao saat dirinya kembali mencapai puncak, padahal dirinya baru sedikit mengangkat pan-tat-nya.
Chu Yao merasakan lembah surganya mere-mas tongkat ketika dia ingin bergerak untuk menikmati hubungan pertamanya. Seketika tubuh Chu Yao lemas dan ditahan oleh Excel Shimo. Excel Shimo mencium bibir Chu Yao dan disambut dengan agresif.
Zhang Rouxin yang melihat sahabatnya telah tumbang dengan cepat, dia segera memegang tongkat milik Excel Shimo yang masih keras, membelai tongkat itu yang masih berlumuran darah kesucian dan cairan air surga milik Chu Yao.
__ADS_1