God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 245. Rencana Zhang Rouxin dan Chu Yao.


__ADS_3

Chapter 245. Rencana Zhang Rouxin dan Chu Yao.


Zhang Rouxin menghela nafas berat, sebenarnya dirinya hanya mengikuti sahabatnya, Chu Yao dan tidak menyangka menjadi korban keserakahan ketiga Putra Mahkota dan Han Li. Zhang Rouxin segera menjawab secara berlahan.


"Ini sebenarnya hanya karena Jamur Lingzhi Biru, sebab itu banyak kultivator menuju wilayah Sayap. Tapi, semua kultivator kembali setelah pertarungan 2 kekuatan Prajurit Surgawi kemarin...," Zhang Rouxin berhenti berbicara saat dirinya menarik nafas dan terlihat ada ketakutan dimatanya.


"Kami menuju kesini juga tanpa kuatir, karena orang Yang Diramalkan telah membantu Kerajaan Tu untuk menangani Ras Mayat Hidup. Semenjak Yang Diramalkan telah datang, Ras Mayat Hidup tidak terlalu sering menyerang lagi. Kami kesini juga karena informasi dari Kerajaan Tu, jika yang diramalkan sedang menuju ke wilayah Sayap...," sambungnya setelah menenangkan dirinya dari rasa takut dengan kekuatan tingkat Prajurit Surgawi.


Excel Shimo mengangguk pelan dan berpikir dengan keanehan Ras Mayat Hidup, sebab cerita Zhang Rouxin sedikit ada ganjalan di hati Excel Shimo. Excel Shimo merasa jika Ras Mayat Hidup diam karena sedang merencanakan sesuatu untuk membalas dendam kepadanya.


Melihat Excel Shimo yang sedang berpikir, Zhang Rouxin tidak menganggu, tapi di hatinya merasakan familiar kepada orang yang mengaku sebagai Bu Wanmei.


Seketika Zhang Rouxin teringat ramalan guru Gongsun Ling, dia tersenyum dan secara berlahan membalikkan badan disaat Excel Shimo sedang duduk di atas batu.


'Ramalan guruku tepat, dia sedang menyamar!' batin Zhang Rouxin sambil melihat wajah asli Excel Shimo yang dilukis oleh Gongsun Ling.


Lukisan itu sama seperti yang pernah dimiliki oleh Juan Rong sewaktu di dekat Kota Mawar dan menunjukkan kepada Excel Shimo, hanya saja lukisan Zhang Rouxin lebih detail dari lukisan duplikat yang dimiliki Juan Rong.


Selain nama Bu Wanmei sebagai nama samaran, ada nama Excel Shimo sebagai nama aslinya, dan julukannya sebagai si Bayi Ajaib. Seandainya Excel Shimo tahu, dia pasti memilih tidak menggunakan Pil Perubahan Wujud dan lebih memilih memakai topeng.


Buru-buru Zhang Rouxin menyimpan lukisannya dan membalikkan badan menatap wajah Excel Shimo yang sedang menyamar. Sudut mulut Zhang Rouxin terangkat saat pikirannya ingin mengikuti alur sandiwara orang Yang Diramalkan oleh gurunya.


Namun, sebelum Zhang Rouxin berbicara, dia teringat dengan sosok pria bertopeng emas yang menghentikan perjalanannya, dan sontak terkejut saat melihat benda aneh yang melingkar di pergelangan tangan Excel Shimo. Jelas Excel Shimo lupa tidak menyembunyikan Xi He yang menjadi bentuk arloji ditangan kanannya.

__ADS_1


Zhang Rouxin tersenyum dan semakin penasaran dengan orang Yang Diramalkan, dan buru-buru mendekati Excel Shimo. Kuda Surgawi hanya mendengus melihat Zhang Rouxin mengetahui penyamaran Rajanya.


Sebelum Zhang Rouxin dekat dengan Excel Shimo, Chu Yao akhirnya selesai memutuskan pilihannya dan berbicara kepada Excel Shimo.


"Senior, saya sudah buat keputusan. Tapi, sekali lagi saya meminta bantuan dari Senior," kata Chu Yao kepada Excel Shimo dan mengerutkan keningnya, saat melihat sahabatnya yang bertingkah aneh.


Excel Shimo segera melihat wajah Chu Yao dan mengunci kedua alisnya, karena dirinya sedang memikirkan rencana Ras Mayat Hidup. "Katakan, selama aku bisa, akan aku bantu...! Tapi, tidak ada makan siang gratis di dunia ini!" jawab Excel Shimo yang tidak mau asal membantu Chu Yao.


Zhang Rouxin buru-buru berbicara dengan sahabatnya melalui telepatinya. "Sanggupi saja permintaannya, nanti aku ceritakan siapa orang ini! orang ini sedang menyamar!"


Jelas Chu Yao kebingungan dengan suara telepati dari sahabatnya, dan membalas perkataan Zhang Rouxin. "Jangan kurang ajar, Senior adalah dermawan kita! Walau orang tua itu sedang menyamar, kita harus tetap berterima kasih dan jangan ikut campur masalah privasinya." tutur Chu Yao kepada Zhang Rouxin yang tidak sopan.


"Dia adalah Yang Diramalkan! Mengerti kan sekarang!" ungkap Zhang Rouxin.


"Iya, aku mengerti. Tapi kita harus tetap berterima kasih dengan orang tua itu...," jawab Chu Yao.


Excel Shimo melihat kelakuan Chu Yao yang aneh, dan melihat wajah Zhang Rouxin yang sedang menatap Chu Yao, dan hanya tersenyum saat mengira jika mereka berdua sedang berdiskusi tentang imbalannya.


"Apa permintaan Senior, selama saya bisa memenuhinya, maka akan saya lakukan?" jawab Chu Yao yang sudah berdiskusi dengan sahabatnya.


"Tidak sulit dan berat. Aku hanya ingin tahu, dimana tinggalnya si Gadis Takdir?" tanya Excel Shimo yang membuat kedua wanita itu tersenyum dan tidak menyangka jika permintaan Yang Diramalkan sangat sepele.


"Saya kira apa! Dia adalah gurunya Zhang Rouxin, Beliau tinggal di Paviliun 12 Bintang. Tapi, saat ini Guru Ling sedang mencari rekannya kearah Selatan, jika Senior ingin menemuinya, kita bisa menunggunya di Paviliun," jawab Chu Yao yang bernafas lega sebelum berbicara.

__ADS_1


"Aku akan bicarakan nanti! Lalu, apa bantuan yang harus aku lakukan?"


"Tolong Senior menyegel kekuatan mereka sampai mereka mau mengakui perbuatan mereka kepada Raja Chu,"


"Itu mudah!" ucap Excel Shimo dan segera berdiri dan berjalan menuju Chu Feng.


Chu Feng, Han Li dan Chu Ming menghela nafas lega, saat tahu keputusan Chu Yao yang tidak membalas dendam. Mereka bertiga mengira bisa membuka segel kekuatan dengan pil khusus pembuka segel maupun dengan kekuatan yang lebih tinggi.


"Berikan setetes darah kalian untuk menyegel kekuatan mereka, dan mereka tidak akan lagi memberikan ancaman dimasa depan," pinta Excel Shimo kepada Chu Yao dan Zhang Rouxin dengan mengulurkan tangan kanan.


Tanpa pikir panjang, Chu Yao dan Zhang Rouxin mengigit ujung jari telunjuk dan memberikan setetes darah di telapak tangan Excel Shimo. Kemudian, dengan tangan kiri, Excel Shimo membuka gerakan aneh dan kelima jarinya mengeluarkan cahaya. Tidak berselang lama, sebuah gambar Yin Yang muncul didepan tangan kirinya


Setelah muncul gambar Yin Yang, darah Chu Yao dan Zhang Rouxin di cipratan kedalam lingkaran Yin Yang, dan Excel Shimo mengarahkan lingkaran Yin Yang menuju Chu Feng, Chu Ming, Chu Liang Cang dan Han Li. Excel Shimo juga mengeluarkan aura kekuatan Jenderal Surgawi agar mereka berempat tidak bisa menolak saat disegel.


Lingkaran Yin Yang itu menyelimuti keempat pria itu dan tercetak pada dada kiri mereka tanpa menimbulkan rasa sakit apapun. Segera Chu Feng, Chu Ming dan Han Li mengeluarkan energinya untuk menguji, tapi mereka gagal.


"Sekarang kalian aman," kata Excel Shimo kepada kedua wanita itu, "baiklah aku akan pergi. Semoga kita bisa bertemu lagi." lanjutnya yang akan terbang.


"Senior tunggu, bolehkah kami ikut?" cegah Zhang Rouxin.


"Benar, kami belum membalas budi kepada senior telah menyelamatkan kita," sambung Chu Yao yang ingin dekat dengan Excel Shimo yang sedang menyamar menjadi orang tua.


"Tidak, perjalanan-ku masih jauh dan penuh bahaya! Jika kalian ingin membalas budi, kalian bisa berusaha hidup bahagia, sehat dan sebebas burung," tolak Excel Shimo yang tidak ingin mereka berdua menghambat perjalanannya untuk menuju wilayah Sayap bagian pusat.

__ADS_1


Chu Feng, Han Li dan Chu Ming melihat kedua wanita itu jelas mencibir, tapi tiba-tiba dada mereka seperti tertusuk ribuan jarum, karena di hatinya memendam rasa benci dan dendam kepada Chu Yao dan Zhang Rouxin.


__ADS_2