
Chapter 75 Keracunan.
Excel Shimo tersenyum sinis, dugaannya ternyata benar. Loi Annchi hanya geleng-geleng kepala, ia tidak menyangka dia lah penyebab ini semua. Sedangkan Bao Xue tersenyum senang, senang jika saingannya menjadi pasangan Lei Min.
Semua orang yang berada diluar istana ingin masuk, tapi mereka tertekan aura kekuatan tingkat Peri Benua, sehingga mereka hanya bisa mendengar tanpa bisa melawan Excel Shimo.
"Jadi begitu! Hanya karena keinginan putramu, kamu hampir saja memusnahkan Ras Thunderbird.
Bodoh, benar bodoh, kamu pikir bakat Lei Min sudah hebat? Dia bukan apa-apa jika dibandingkan dengan murid-murid Akademi Langit Abadi!" hinaan dan ejekan terus Excel Shimo lontarkan.
Semua pemimpin Ras Thunderbird hanya bisa menundukkan kepala, mereka tidak tahu harus berkata apa dihadapkan orang yang memiliki kekuatan tinggi.
Excel Shimo kembali duduk bersama kedua kekasihnya, lalu ia menarik aura kekuatannya. Semua orang bernafas lega, dan berdiri dengan kedua lutut gemetaran.
Lei Min sedikit melirik Excel Shimo, terlihat dia sangat marah. Namun, ia jelas tidak berani meluapkan kemarahannya.
"Kerajaan Huang dan Kerajaan Rubah Bulan adalah musuh bersama, jika kita kalah kalian juga mendapatkan imbasnya," kata Loi Annchi yang ingin menghangatkan suasana, "Ras Kera, Ras Unicorn Badak dan Ras Macan sudah mengakui kekasihku sebagai Raja mereka. Bahkan Raja Han, Raja Long dan Penatua Agung juga bergantung pada kekasihku, apakah kalian hanya berpangku tangan saat melihat peperangan ini?" lanjut Loi Annchi dan berbicara kepada mereka.
Lei Jieru dan para Tetua menghela nafas. Terlihat mereka malu akan tindakan mereka pada orang yang terlihat lemah. Mereka tidak menyangka sosok pria muda begitu disegani.
"Berikan kami waktu untuk berdiskusi dengan para tetua, Nona Muda. Ijinkan kami menjamu kalian disaat kami berdiskusi nanti." setelah merenung sejenak Lei Jieru akhirnya berbicara.
"Baik, kami beri waktu. Dalam 3 hari, kedua Kerajaan itu akan tiba di Perbatasan Kematian. Jadi, segera putuskan hasil diskusi kalian. Lebih cepat lebih baik, karena setelah dari sini kita akan menemui Pemimpin Ras Burung Gajah." jawab Loi Annchi kepada Lei Jieru, ia segera berdiri bersama Excel Shimo dan Bao Xue.
"Sesegera mungkin, Nona Muda. Pelayan antar mereka di istana belakang, dan layani dengan baik." balas Lei Jieru, dan memberikan perintah kepada pelayan istana.
Segera Excel Shimo dan kedua kekasihnya mengikuti si pelayan. Setelah mereka bertiga meninggal istana, semua orang menghela nafas lega, saat Excel Shimo sudah tidak ada. Walau Excel Shimo sudah menarik kekuatannya, rasa mendominasi masih dirasakan banyak orang.
Segera semua pimpinan berdiskusi, mereka membahas perihal peperangan antar Kerajaan.
__ADS_1
Sedangkan, Excel Shimo diantar menuju sebuah kamar khusus tamu, dan dijamu dengan baik oleh beberapa pelayan istana.
"Terima kasih." ujar Loi Annchi pada si pelayan.
"Selamat menikmati, Nona Muda." jawab si pelayan, dia sedikit melirik Excel Shimo yang sedang memainkan Diagram Penyerap Api.
"Untung saja kamu tidak membunuh putranya, jika kamu bunuh, aku kuatir mereka akan menjadi musuh dalam selimut!" ujar Loi Annchi setelah pelayan meninggalkan kamar khusus tamu.
"Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Excel Shimo yang tidak mengerti.
"Hahmmm..." Loi Annchi menghela nafas, "Ras Thunderbird memiliki sifat buruk, yaitu pendendam. Segala cara akan mereka lakukan untuk bisa membalas dendam. Yang aku kuatir kan mereka akan membelot pada kedua Kerajaan itu." jawab Loi Annchi.
Loi Annchi hafal betul dengan sifat burung Ras Thunderbird, sebab dia adalah salah satunya. Excel Shimo mengerutkan kening, lalu dia mengambil beberapa biji yang dihidangkan dan memakannya.
"Cuih... Cuih... Sialan mereka...!?" umpat Excel Shimo setelah memuntahkan biji yang dia makan.
Sontak kedua kekasihnya kaget.
"Ini beracun ... " jawab Excel Shimo sambil menotok jalur darahnya.
"Bajingann... diberi hati malah meminta jantung... Pasti kubunuh mereka...?!" umpat Bao Xue yang tidak terima kekasihnya diracuni. Segera ia berdiri dan akan keluar membunuh semua orang.
"Tunggu, jangan gegabah...!" cegah Loi Annchi yang menghadang Bao Xue.
"Minggir, aku mengerti kamu adalah bagian dari mereka. Lihat suamiku..." hardik Bao Xue pada Loi Annchi, segera ia kembali dan memeriksa Excel Shimo yang duduk bersila.
Loi Annchi jelas tidak terima, tapi dia memahami kemarahan Bao Xue. Dia juga mendekati Excel Shimo dan sangat kuatir. Wajah Excel Shimo menjadi pucat, setelah terkena racun.
"Uhuk... Uhuk..." Excel Shimo terbatuk-batuk, lalu memuntahkan darah hitam.
__ADS_1
Dengan tergesa-gesa, Excel Shimo mengeluarkan pil detoksifikasi racun, dan langsung memasukkan dalam mulut.
"Sayang, apa kamu sudah baik-baik saja?" tanya Bao Xue yang masih kuatir.
"Tidak masalah, untung saja aku segera mengetahuinya. Jika tidak, racun pelumpuh tulang akan menyebar dengan cepat..." jawab Excel Shimo yang terlihat mulai kembali pulih.
Racun pelumpuh tulang mampu melumpuhkan tulang si korban hingga tidak bisa bergerak. Selain itu, racun pelumpuh tulang juga mampu memblokir dantian. Walau tidak berbahaya bagi jiwa, dengan situasi saat ini pasti akan membahayakan bagi Excel Shimo.
"Hah, syukurlah," kata Bao Xue, "lihat kekejaman Ras-mu, apa pantas mereka dibela, hah?" lanjut Bao Xue dengan membentak Loi Annchi.
"Heiiii... Jangan salahkan aku, kamu pikir aku tahu dengan niat busuk mereka?!" sanggah Loi Annchi yang tidak mau disalahkan.
"Lalu, kenapa kamu menghalangi aku untuk membunuh mereka? Hah" bentak Bao Xue yang juga tidak mau kalah.
"Cukup." lerai Excel Shimo yang menghentikan pertengkaran kedua kekasihnya.
Segera kedua kekasihnya terdiam, dan duduk kembali dengan memalingkan wajahnya. Excel Shimo hanya geleng-geleng kepala melihat perilaku mereka seperti kucing dan anjing.
"Biarkan mereka mengira aku sudah teracuni. Aku ingin tahu siapa yang memanfaatkan situasi ini. Apa Lei Jieru atau para Tetua itu..." ujar Excel Shimo yang langsung otaknya bekerja setelah dirinya terkena racun
Kedua wanita itu segera menatap kekasihnya, dengan mengerutkan dahi. Mereka kembali berpikir siapa dalang yang memerintah pelayan untuk meracuni mereka bertiga.
"Memanfaatkan situasi untuk mendapatkan dukungan, dengan masalah internal Ras Thunderbird, pasti salah satu ingin menggunakan tangan orang lain untuk mencapai tujuannya!" kata Loi Annchi setelah berpikir.
"Bisa jadi, aku lihat Tetua pertama tadi ingin menengahi situasi saat di istana, tapi sebelum dia berbicara, si bodoh itu terburu berbicara dahulu," Bao Xue juga ikut menganalisis, "kalau bukan Tetua pertama, bisa jadi Lei Min dalang dibalik ini." lanjut Bao Xue setelah berpikir sejenak.
"Kita akan tahu dalam waktu 1 dupa. Siapa yang pertama hadir disini, dialah pelakunya," kata Excel Shimo sambil mengeluarkan dua pil detoksifikasi racun, "makan ini, lalu kalian makan makanan beracun itu, agar si pelaku mengira kita sedang keracunan." lanjut Excel Shimo yang sudah memiliki rencananya.
Segera kedua kekasihnya menerima pil detoksifikasi racun dan memasukkan kedalam mulut. Setelah itu mereka sedikit memakam biji-bijian itu.
__ADS_1
Kemudian, mereka bertiga pura-pura tertidur di ranjang, dengan Excel Shimo berada ditengah kekasihnya.