God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 198. Kegelisahan Excel Shimo.


__ADS_3

Chapter 198. kegelisahan Excel Shimo!


Keempat Dewi-dewi segera menjauhi sambil terus melihat suaminya. Dewi Naga yang paling terkejut saat merasakan aura Naga yang mendominasi, garis darahnya seakan-akan harus tunduk kepada Excel Shimo.


Lotus Bao dan Xi He juga tercengang dengan kekuatan Tuannya yang tersembunyi tanpa mereka ketahui, padahal selama ini selalu bersama dan juga memeriksa tubuh Tuannya.


"Ternyata suami kita memiliki garis darah Ras Naga, pantas ... !" seru Dewi Naga yang akhirnya mengetahui sifat suaminya yang selalu mendominasi terhadap wanita manapun.


"Ayo, kita berkumpul dengan saudari kita. Aku sudah tidak tahan dengan aura serangan senjata para Dewan--!" ajak Dewi Chang'e dengan wajah berkeringat.


Segera keempat Dewi-dewi melesat kearah Kerajaan Han, dimana semua saudarinya berkumpul. Sesampainya di Kerajaan Han, telah berkumpul para istri Raja Long dan putrinya.


Setelah kepergian keempat Dewi-dewi, Excel Shimo memeriksa seluruh wilayah Utara dan Timur. "Aku bukan penyelamat mereka dan bukan pahlawan!" gumam Excel Shimo yang tidak perduli dengan banyaknya orang yang masih tertinggal.


Bagi Excel Shimo, ia sudah memberikan peringatan. Percaya atau tidak itu pilihan mereka. Kembali Excel Shimo melihat keatas dan serangan senjata penghancur massal akan mencapai lapisan terluar.


Bhush...


Sayap Dao Qi dikeluarkan dan mengepak dengan pelan dan Excel Shimo ancang-ancang untuk terbang dengan cepat.


Wushhh... Dhummm...


Excel Shimo terbang dengan sangat cepat hingga memicu suara dentuman. Di kejauhan terlihat jejak sinar energi putih yang memanjang. Excel Shimo melesat menuju serangan senjata sebelum memasuki.


Spontan semua orang yang melihat kaget dan berteriak. Mereka tidak menyangka jika Wali Benua menggunakan tubuhnya sebagai tameng untuk menghentikan serangan tersebut.


"Ayo para Dewan bangsattt... Berikan semua energi spiritual kalian!" teriakan Excel Shimo begitu keras dan percaya diri.


Boommm 💥...


Kedua tangan Excel Shimo menahan serangan senjata penghancur massal. Ledakan dahsyat terdengar di seluruh penjuru Benua Jiang Shan. Benturan itu memicu hujan energi kehancuran dan percikan energi menghancurkan wilayah Utara dan Timur seperti hujan meteorit.


Boom💥... Boom💥... Boom💥...


Ledakan demi ledakan menggetarkan Benua Jiang Shan. Ledakan itu juga memicu gempa dan menciptakan kawah besar. Banyak kehidupan yang tidak sempat mengungsi seketika menjadi debu. Teriakan kesakitan memilukan hati, wilayah Utara dan Timur menjadi Neraka.


Pemandangan itu jelas mengerikan. Banyak orang melayang diudara untuk melihat wilayah Utara dan Timur menjadi lautan api. Wajah-wajah ketakutan sebelum kematian menjadi beban traumatis yang melihatnya.

__ADS_1


Boommm💥....


Ledakan hebat sekali lagi terdengar ketika Excel Shimo mendorong serangan senjata penghancur massal. Namun, kedua puluh empat Galaxi Element secara cepat menyerap energi spiritual setingkat Celestial Supreme. Merasakan dantian-nya melahap energi spiritual, Excel Shimo segera mengeluarkan skillnya.


"Time Stop maksimal...!!" teriak Excel Shimo dan mata ketiganya segera terbuka dan mengeluarkan sinar.


Bhush...


Waktu berhenti, serangan berhenti, desiran angin berhenti. Semua berhenti dengan jarak 3 kilometer. Disaat semuanya berhenti, dantian Galaxi dengan cepat menyerap, mengolah dan mengembalikan energi spiritual yang murni kepada Excel Shimo.


Boom 💢...


Segera Excel Shimo menerobos satu level dari kekuatan aslinya. Kini kekuatannya berada pada Tingkat Dewa Bumi level 9. Dengan mendapatkan energi spiritual yang murni, Excel Shimo tidak perlu lagi menyetabilkan fondasi.


Semua orang yang melihat aksi Wali Benua sekali lagi tercengang, sebab gerakan Wali Benua berhenti dan tiba-tiba menerobos. Hanya keempat Dewi-dewi yang paling syok saat suaminya mampu menghentikan waktu.


"Di-dia monster sejati...!!" Dewi Angsa tidak mampu lagi membayangkan kehebatan suaminya.


"Dia bisa menghentikan waktu!!" Dewi Chang'e terkejut saat serangan senjata penghancur massal berhenti seketika.


"Tidak mungkin!! Bagaimana bisa serangan energi spiritual mampu meningkatkan kekuatan seseorang!" seru Dewi Rubah Bulan tidak mempercayai apa yang dilihatnya.


Boom💢...


Sekali lagi Excel Shimo meningkatkan kekuatannya, kini ia berada pada Tingkat Dewa Alam level 1. Excel Shimo juga terus mendorong dan menyerap serangan senjata tersebut agar dampak benturan tidak menghancurkan Benua Jiang Shan.


 


Di Tanah Dewa, tepatnya di pusat senjata penghancur massal. Kesembilan Dewan Keamanan tercengang saat senjata andalannya mampu ditahan oleh seseorang yang tidak mereka kenal.


Huang Taiji si Dewa Api yang paling syok saat melihat serangannya mampu ditahan. 'Sialan! Siapa bocah itu, yang ingin merusak rencana-ku!?' batin Huang Taiji yang marah kepada Excel Shimo.


"Kerahkan seluruh kekuatan kalian! Aku yakin bocah itu adalah dalang yang membuka segel Altar Divisi Reinkarnasi. Jika bocah itu mengendalikan Altar itu, kita akan mendapatkan bencana seperti masa lalu!" teriak Dewa Api kepada kedelapan Dewan Keamanan, ia menuduh Excel Shimo.


"Benar. Kita tidak boleh membiarkan Altar Divisi Reinkarnasi dikendalikan dia!" dukung Seng Long si Dewa Timur, "keluarkan seluruh kekuatan kalian dan jangan menahannya." lanjutnya dengan memberikan perintah.


Segera semua Dewan Keamanan menyalurkan energi spiritual pada sebuah cermin dihadapannya. Kemudian, cermin tersebut dipantulkan kearah Dewa Api sebagai pengendali senjata penghancur massal.

__ADS_1


Dewa Api menyeringai saat menerima semua energi spiritual dari kedelapan Dewan Keamanan. Lalu ia menambahkan energi senjata penghancur massal untuk memusnahkan Benua Jiang Shan.


Hu Bai Hongli dengan julukan Dewa Barat merasakan keanehan pada senjata andalan Istana Sembilan Surgawi, ia melihat Dewa Api sengaja tidak menyegel Benua Jiang Shan seperti kesepakatan awal, tapi menghancurkan Benua Jiang Shan.


"Dewa Api apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu ingin menghancurkan Benua Jiang Shan?" teriak Dewa Barat kepada Dewa Api dengan sangat keras.


Seketika Dewan Keamanan berhenti dan melihat Dewa Api yang ingin menghancurkan Benua Jiang Shan. Sedangkan Dewa Api jelas tidak senang dengan ucapan Dewa Barat.


"Siapa yang ingin menghancurkan Benua Jiang Shan? Aku hanya menargetkan bocah itu! Apa kamu ingin bocah itu mengendalikan Altar Divisi Reinkarnasi, hah?!" bentak Dewa Api, ia berkelit saat dituduh ingin menghancurkan Benua Jiang Shan.


"Iya, aku juga tidak mau dia mengendalikan Altar itu! Tapi, dampak benturan serangan ini akan menghancurkan Benua Jiang Shan, itu sama saja membunuh semua kehidupan dan lagi Altar itu akan berkeliaran di alam ini. Apa kamu mau itu terjadi, hah!?" balas Dewa Barat, yang ucapan dibenarkan oleh ketujuh Dewan Keamanan.


"Aku mengerti apa yang aku lakukan, kamu diam saja dan lihat apa serangan ini menghancurkan Benua Jiang Shan atau tidak!!" sanggah Dewa Api yang memberikan keyakinan kepada semua orang.


"Sudah, sudah! Lebih baik kita kembali pada tujuan. Intinya bocah itu jangan sampai mengendalikan Altar itu. Ayo mulai lagi," lerai Dewa Timur, sebelum Dewa Barat membalas omongan Dewa Api, "Dewa Api, gunakan serangan berlapis, hancurkan bocah itu dan segera segel Benua Jiang Shan." lanjutnya dengan memberikan instruksi kepada Dewa Api.


"Baik." jawab Dewa Api dan membalikkan badan, ia kembali fokus saat kedelapan Dewan Keamanan mengalirkan energi spiritual lagi.


'Selangkah lagi rencana-ku akan berhasil. Selanjutnya giliran mereka!' batin Dewa Api yang memiliki rencana.


Swosh...


Segera cermin penghancur massal menembakkan energi spiritual kepada orang yang menahan serangan pertama.


 


Di Benua Jiang Shan, Excel Shimo masih terus mendorong sambil menyerap energi spiritual para Dewan Keamanan. Excel Shimo terus-menerus mengalami terobosan berturut-turut.


Kini kekuatan aslinya berada pada Tingkat Dewa Alam level 7.


Dengan meningkatnya kekuatan Excel Shimo, secara otomatis kekuatan dukungan juga meningkat menjadi Jenderal Surgawi level 9.


"Sialan mereka!!" teriak Excel Shimo, saat melihat serangan kedua melesat lebih cepat dan kuat dari sebelumnya.


Disaat serangan kedua melesat, bebatuan meteorit diluar angkasa hancur menjadi debu. Benua Jiu Zhou, Benua Sihai dan Benua Zhong Hua juga ikut merasakan tekanan kekuatan Celestial Supreme yang sangat mengerikan.


Kehidupan ketiga benua itu juga ikut melihat Benua Jiang Shan yang akan dihancurkan. Tapi mereka tidak ada yang tahu jika tujuan Dewan Keamanan hanya untuk menyegel benua tersebut.

__ADS_1


"Galaxi-ku, apa kalian masih bisa menahan serangan mereka kali ini?" tanya Excel Shimo dengan telepati kepada 24 Galaxi Element.


Tetapi, 24 Galaxi yang ditanya tidak menjawab dan Excel Shimo menjadi gelisah, apalagi serangan kedua hampir mendekati dan juga skill Time Stop telah habis masa penggunaan-nya.


__ADS_2