God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 196. Galaxi Element Asal Muasal.


__ADS_3

Chapter 196. Galaxi Element Asal Muasal.


Aura niat membunuh yang dikeluarkan oleh Excel Shimo, dirasakan oleh semua wanita dan orang kepercayaannya, mereka merasakan firasat buruk yang akan dialami oleh Excel Shimo.


"Apa yang direncanakan suami kita? Aku tidak pernah merasakan kemarahannya seperti ini!!" ucap Bao Xue yang semakin kuatir dengan suaminya, sambil melihat tempat terakhir Excel Shimo melayang.


"Seandainya aku tahu, tidak mungkin aku secemas ini!!" jawab Loi Annchi yang sama kuatir nya.


Bao Xue dan Loi Annchi bersama tim Ratu Jing Jiao, Dewi Angsa, Dewi Chang'e beserta beberapa saudarinya menuju wilayah Utara. Sedangkan Ratu Bao Yu, Ratu Shu Peijing bersama tim Dewi Rubah Bulan, Dewi Naga dan beberapa saudarinya menuju wilayah Timur. Jing Yimin kembali menuju Altar Sembilan Surga untuk memanggilnya bawahannya dan menuju ke Akademi.


Sedangkan Excel Shimo masuk kedalam Dunia Jiwa untuk mempersiapkan diri dan mental. Excel Shimo duduk bersila dikamar pribadinya untuk bermeditasi.


"Apa kalian mampu menyerap energi spiritual setingkat Celestial Supreme?" tanya Excel Shimo kepada dua puluh empat Galaxi di dantian-nya.


Anehnya, keduapuluh empat Galaxi Element itu seakan-akan mengerti ucapan induknya dan diantara mereka satu galaxi mendekati Excel Shimo. Galaxi itu terlihat yang paling penting dan utama dari galaxi yang lainnya.


Auranya mendominasi.


Warnanya seputih susu, penuh dengan kekuatan energi Asal Muasal. Saat mendekat, Excel Shimo merasakan kemurnian energi spiritual yang lebih baik dari energi Asal Muasal miliknya.


"Penguasa, perkenalkan saya Galaxi Asal Muasal, salah satu unsur yang tidak bisa dimanipulasi kehidupan lain dan energi yang tidak akan ada lagi, kecuali saya yang memberikannya." sapa Galaxi Asal Muasal dan memperkenalkan dirinya.


Excel Shimo melongo saat baru tahu jika salah satu galaxi-nya bisa berkomunikasi melalui telepati. Dengan cepat Excel Shimo mengendalikan diri dari keterkejutan-nya, dan bertanya kepada Galaxi Asal Muasal.


"Bukannya energi Asal Muasal tidak bisa dimanfaatkan seperti element lain dan kenapa kamu mengatakan sebagai unsur?"


"Benar. Kami memiliki hukum sendiri yang tidak bisa dilanggar siapapun. Saya katakan diri ini 'unsur', karena saat kami menyatukan diri dengan Anda, maka Anda biasa mempelajarinya. Penguasa bisa menciptakan, memproduksi dan memanfaatkan energi Asal muasal saat kekuatan Penguasa berada di Tingkat Omega level satu. Sebab itu, kami sudah tidak lagi memiliki hukum sendiri, dan telah menjadi element seperti yang telah Anda ketahui, Penguasa." jawab Galaxi Asal Muasal dengan jelas.


"Haaa..." jelas Excel Shimo terkejut lagi hingga tidak mampu berkata-kata lagi dengan mulut terbuka lebar.

__ADS_1


Tingkat kekuatan Omega sangat-sangat jauh dari jangkauan Excel Shimo dan membutuhkan waktu miliaran tahun untung mencapainya. Apalagi setelah melewati Tingkat Celestial Supreme, tingkat berikut harus melalui proses naik dari level 1 hingga level 100.


Bisa dibayangkan, bagaimana membosankan hanya untuk mencapai tingkat tersebut. Apalagi setelah melewati Tingkat Omega, yang disebut Tingkat 'Alam Tanpa Batas', disetiap Tingkat harus melewati level 1 hingga level 999.


"Penguasa jangan kuatir! Dengan kami, Anda akan mudah mencapai tingkat itu dan tidak perlu berkultivasi hingga miliaran tahun. Kami bisa dukung Anda dari segala sisi sampai ketinggian yang tidak akan pernah Anda bayangkan, yaitu Ranah Sang Pencipta, karena hanya Anda yang memiliki 24 Galaxi di Alam Jagat Raya kecil ini." kata Galaxi Asal Muasal yang tahu apa yang dipikirkan oleh Excel Shimo, sebab mereka saling terhubung.


"Haaa...." sekali lagi Excel Shimo hanya bisa melongo dengan ucapan Galaxi Asal Muasal.


Ya, jelas Excel Shimo terkejut dengan ucapan Galaxi Asal Muasal, sebab dia mengatakan Alam Jagat Raya ini 'kecil'. Sulit dibayangkan bagaimana dengan Alam Jagat Raya Besar?


Excel Shimo menggeleng-gelengkan kepala sambil memijat pelipisnya, agar kembali sadar dari keterkejutan-nya.


"Kalian benar-benar hebat! Entah keberuntungan apa yang aku dapatkan sehingga bisa menyatu dengan kalian," puji Excel Shimo kepada mereka, "apa kakekku sudah berada di Ranah Omega sehingga bisa menciptakan Dunia Jiwa?" lanjutnya dengan bertanya.


"Iya, tapi Dunia Jiwa yang Penguasa miliki bukan murni energi Asal Muasal, sebab energi itu kakek Anda kumpulkan dari dantian-nya dan bukan menciptakan sendiri seperti yang saya katakan tadi," jawabannya dengan jujur, "lalu kakek Anda memblokir energi Asal Muasal agar tidak keluar dari Dunia Jiwa..." lanjutnya dengan menjelaskan lebih detail setiap galaxi, agar Excel Shimo lebih mengerti.


Setiap Galaxi memiliki beberapa tingkat, dari tingkat awal, menengah, atas dan puncak. Sedangkan energi asal muasal yang dimiliki oleh Excel Shimo, berada pada tingkat awal dan yang dimiliki oleh Galaxi Asal Muasal berada pada tingkat puncak, tapi masih kosong.


Excel Shimo yang mendengarkan pengetahuan baru dari Galaxi Asal Muasal, seakan-akan kepalanya ingin pecah. Tapi mau bagaimana lagi, ini seperti keberuntungan yang mendatangkan bencana, pikirnya.


"Apa Penguasa sudah mengerti?" tanya Galaxi Asal Muasal setelah menjelaskan secara terperinci.


"Saya mengerti. Terima kasih sudah memberikan wawasan baru," jawab Excel Shimo yang bersyukur mendapatkan pengetahuan penting, "Oh iya. Apa kalian bisa menerima energi setingkat Celestial Supreme?" lanjutnya setelah teringat tujuan ia di dantian-nya.


"Bisa, tapi tidak semua bisa kami terima secara langsung, sebab kekuatan Anda masih lemah. Butuh proses untuk kami menyerap, mengolah dan mengembalikan kepada Anda untuk menjadi kekuatan," jawab si Galaxi.


"Kira-kira butuh berapa waktu disaat kalian mengembalikan kepada-ku?"


"Waktu...," panggil Galaxi Asal Muasal kepada Galaxi Waktu.

__ADS_1


Segera Galaxi waktu sedikit mendekat dan mengerti apa yang harus dikatakan.


"Salam Penguasa. Jika energi spiritual itu hanya satu kultivator, maka kita membutuhkan tiga tarikan nafas. Jika dua kultivator, maka enam tarikan nafas dan seterusnya. Tapi jika banyak kultivator yang menyerang Anda secara bersamaan, maka satu-satunya jalan adalah menghentikan waktu, agar kita disini bisa menyerap, mengolah dan mengembalikan kepada Anda. Disaat tiba nanti, saya akan mendukung Anda," jawab Galaxi Waktu dengan mudah dipahami dan sekaligus memberikan solusi yang diinginkan oleh Excel Shimo.


"Hahaha, kalian semua benar-benar hebat. Terima kasih, terima kasih. Tanpa kalian memberikan pengetahuan baru dan juga solusi yang saat ini aku butuhkan, aku tidak tahu harus bagaimana lagi," tawa Excel Shimo yang kegirangan setelah Galaxi Waktu berbicara, bahkan karena bahagianya, Excel Shimo sampai mengucapkan kata 'terima kasih' sebanyak dua kali.


Selain itu, Excel Shimo juga gembira saat kekuatannya nanti juga meningkat. Kali ini 'bencana adalah keberuntungan'. Setelah menenangkan dirinya, Excel Shimo kembali berterima kasih dan Roh-nya meninggalkan dantian.


"Hahaha, ini bukan lagi keberuntungan adalah bencana, tapi bencana adalah keberuntungan... Hahaha" tawa Excel Shimo saat Roh-nya telah kembali kedalam tubuh, "tapi proses evakuasi tidak boleh dihentikan, untuk berjaga-jaga jika ada hal yang tak terduga terjadi." lanjutnya setelah selesai tertawa terbahak-bahak.


Xi He dan Lotus Bao yang sesaat lalu kuatir dan cemas, kini menjadi bengong melihat reaksi Tuannya yang tiba-tiba bahagia dan tertawa terbahak-bahak.


"Apa Tuan sudah mendapatkan solusi untuk menangani bencana ini?" tanya Lotus Bao yang ingin tahu rencana Tuannya.


"Benar. Nanti kalian akan tahu. Saat ini--" jawab Excel Shimo dengan ucapan misterius, saat akan melanjutkan bicara...


Tok... Tok


"Tuan Muda," panggil An Na si pelayan pribadi Excel Shimo, ia segera datang saat mendengar suara Tuannya yang tertawa.


"Masuk saja Na'er," jawab Excel Shimo dengan panggilan akrab bagi kekasih maupun kerabat terdekat.


An Na segera masuk dan buru-buru menghampiri Excel Shimo dan duduk di sampingnya, sambil memeluk lengan Excel Shimo seperti pasangan kekasih.


"Apa Tuan mendapatkan sesuatu hingga begitu bahagia?" tanya An Na dengan dengan manja dan mengedipkan mata.


"Tentu. Dan aku ingin memakan-mu lagi...," jawab Excel Shimo dan langsung mencium bibir si An Na.


"Hmmm...," erangann si An Na saat lembab surganya dielus tangan Tuannya.

__ADS_1


Mereka berdua bergumul di kasur dengan birahi yang memuncak, apalagi Excel Shimo yang sesaat lalu penuh ketegangan. Sedangkan An Na sudah lama Tuannya tidak memberikan lagi air surga dan juga sangat merindukan Excel Shimo. Mereka saling melepaskan rindu dan dengan cepat melepaskan pakaian.


__ADS_2