
Chapter 40 kedatangan Ming Lai.
Wanita itu berhenti bicara saat mengigit daging ayam. Mendengarkan ucapan wanita itu, Bu Wanmei mengernyit ketika wanita itu bilang 12 tahun lalu.
Seakan-akan tidak perduli dengan informasi itu, Bu Wanmei kembali memakan beberapa kacang yang telah tersedia.
"Dengan prestasi Ming Lai yang berhasil membunuh pemimpin bandit Bajing Loncat 5 tahun yang lalu, membuat beberapa eksekutif Klan Ming menjadi mendukung keputusan Ming Lai untuk menjadi pemimpin Klan Ming berikutnya...!," kembali wanita itu berhenti berbicara, saat dirinya meminum lagi araknya.
Bu Wanmei hanya tersenyum karena dia sedikit demi sedikit memahami jalan pikiran Ming Lai.
Semua orang yang berada di dalam rumah makan hanya menggelengkan kepalanya, karena informasi dari wanita itu sudah banyak orang yang mengetahuinya.
Banyak orang yang merasa jika Bu Wanmei telah di perdayai ucapan wanita kotor itu.
Wanita kotor itu terkenal di Klan Ming, mereka semua menganggap jika wanita itu gila. Banyak orang yang sudah berusaha mengusir wanita itu dari wilayah Klan Ming, tapi wanita kotor itu sangat kuat dan memiliki kecepatan.
Karena itu, wanita kotor itu dibiarkan berkeliaran di wilayah Klan Ming, asal tidak membuat kerusuhan.
"Namun, karena para eksekutif Klan Ming mudah terpengaruh, mereka kembali mendukung Ming Kong untuk melanjutkan tugasnya sebagai pemimpin Klan Ming, sebab Putrinya yang bernama Ming Mei telah menjadi Alchemist tingkat Master termuda di Benua Jiangshan...!,"
Kembali lagi wanita itu memakan daging ayam yang menyisakan pahanya saja, setelah dia berbicara.
"Tapi anehnya, tiba-tiba Ming Lai mendapatkan dukungan yang sangat kuat, sehingga lagi-lagi sebagian eksekutif Klan Ming berpaling untuk mendukung Ming Lai...!" ujar wanita itu sambil meminum arak.
"Dukungan dari mana?" tanya Bu Wanmei dengan suara yang serak, seakan-akan dirinya mulai tertarik dengan ucapan wanita di depannya.
"Hahaha, aku tahu... Tapi ... Kendi ini telah habis...!" kata wanita itu, dia tertawa saat kendi telah kosong, dan ingin meminta lagi yang baru.
Bu Wanmei melihat kearah pelayan wanita. Pelayan wanita buru-buru mengambil kendi lagi dan dia memahami tatapan Bu Wanmei.
"Terima kasih...!" kata Bu Wanmei dengan memberikan lagi beberapa keping emas kepada pelayan itu.
"Tuan, emas yang Tuan berikan tadi, masih mendapatkan banyak kembalian." kata pelayan wanita itu yang menolak pembayaran arak yang di minta wanita kotor itu.
"Oh, ambil saja. Sisanya berikan apa yang wanita ini minta." kata Bu Wanmei yang tampak tidak peduli dengan emas yang berharga di mata semua orang.
__ADS_1
"Terima kasih, Tuan"
Jelas pelayan wanita itu kegirangan dengan sifat dermawan Bu Wanmei. Dia buru-buru kembali pada tempatnya.
"Ckckck, kamu kaya juga ya... Hahaha"
Wanita kotor itu berdecak pelan saat melihat Bu Wanmei yang tidak terlihat kaya tapi memiliki banyak emas. Dia tertawa karena mendapatkan arak dan makanan gratis hari ini.
"Banyak orang berspekulasi jika dukungan Ming Lai dari wilayah utara, dimana Kerajaan Huang yang ingin sekali menguasai bisnis perdagangan. Tetapi spekulasi semua orang salah, mereka tidak tahu apa-apa... Hahaha" wanita itu merasa bangga jika dirinya bisa mengetahui apa yang tidak diketahui semua orang.
Kerajaan Huang adalah Ras Phoniex, salah satu Ras yang selalu ingin menguasai perdagangan jenis apapun.
Kerajaan Huang berada di wilayah utara dan merupakan sekutu dari Kerajaan Rubah Bulan.
Mendengarkan ucapan wanita kotor itu, pengunjung rumah makan juga ikut tertarik dan menyimak dengan baik.
"Jika bukan Kerajaan Huang yang mendukung Ming Lai, lalu siapa pendukung Ming Lai itu?" tanya Bu Wanmei dengan minat yang tidak dia sembunyikan.
"Jika tebakan ku tidak salah, pendukung itu berasal dari Benua Zhong Hua..." jawab wanita itu dengan sedikit bangga dengan melirik semua orang yang ingin mendengar siapa pendukung Ming Lai.
"Huff, selalu saja membual, mana ada kekuatan atas turun hanya untuk mengurusi hal yang tidak penting seperti perebutan kekuasaan di Benua Jiangshan ini..."
Akhirnya semua pengunjung satu per satu berkomentar, mereka menganggap jika omongan wanita kotor itu tidak bisa dipercayai. Hanya Bu Wanmei yang mempercayai ucapan wanita kotor itu.
"Menarik, lalu apa untungnya bagi orang itu dengan mendukung Ming Lai?" tanya Bu Wanmei sembari meminum tehnya yang tinggal sekali teguk.
"Hahaha, tentu menarik...!" ujar wanita itu dengan mengaitkan jari telunjuk untuk meminta Bu Wanmei mendekatkan telinga kepada dirinya.
"Aku dengar Ming Lai telah membantu orang itu untuk mencari seorang Putri tunggal pewaris Kekaisaran Zhong Hua...!" dengan mencondongkan tubuhnya kearah Bu Wanmei, wanita itu berbisik kepada Bu Wanmei.
Setelah wanita itu berbisik, Bu Wanmei kembali duduk, dia berpikir siapa Putri yang dimaksud oleh wanita itu.
Wanita itu sekali lagi menghabiskan 1 kendi arak dan meminta lagi kepada pelayan wanita itu.
"Siapa wanita itu?" tanya Bu Wanmei yang semakin penasaran dengan dalang dibalik Ming Lai yang membantai keluarganya di Desa Bunga.
__ADS_1
"Tid--"
Brak...
"Kalian pergi, Ketua Ming Lai akan menggunakan tempat duduk ini...?!" bentak seorang pengawal kepada pengunjung rumah makan.
Wanita kotor itu tidak lagi melanjutkan ucapannya, dia buru-buru keluar dengan membawa 1 kendi dan 1 ekor ayam panggang yang masih utuh.
Demikian dengan sebagian pengunjung yang diusir oleh pengawal Ming Lai, mereka dengan tergesa-gesa keluar.
Tidak berselang lama, Ming Lai datang bersama dengan Ming Li, Ming Kwong dan beberapa Tetua Klan Ming.
Saat melihat wajah orang yang telah membunuh semua keluarganya, Bu Wanmei menahan amarahnya dengan tangan gemetar di bawah meja.
Ming Lai melirik kearah Bu Wanmei, karena dirinya merasakan fluktuasi energi kuat yang terpancar keluar dari tubuh Bu Wanmei.
Nafas Bu Wanmei terengah-engah karena menahan rasa sakit di hatinya.
"Tuan, tenang, tenang. Jangan gegabah. Ingat, selidiki dulu kekuatan lawan sebelum membalaskan dendam!" Earth Core Flame yang merasakan kemarahan Bu Wanmei, segera meredam emosi amarah Bu Wanmei.
Segera Bu Wanmei menutup matanya agar mampu mengendalikan emosi. Setelah beberapa saat, Bu Wanmei mampu menahan emosinya, sambil membuka mata, ia menatap keluar jendela untuk mengalihkan pandangannya dari Ming Lai.
"Siapa orang itu?" tanya Ming Lai kepada Ming Li.
"Ketua, saya tidak mengenali dia." jawab Ming Li yang jelas tidak kenal orang yang menggunakan tudung kepala.
Ming Kwong segera mendekati pelayan wanita yang sudah ketakutan dengan kedatangan Ming Lai beserta pendukungnya.
"Siapa dia?" tanya Ming kwong kepada pelayan wanita yang selalu melayani Bu Wanmei.
"Maaf, Senior Kwong. Tuan itu adalah pelanggan biasa di tempat ini, dia baru saja selesai makan dengan wanita kotor yang baru saja keluar." jawab pelayan wanita itu dengan sedikit gemetar.
"Oh, temannya wanita sialan itu... Hahaha... Aku kira siapa. Ya sudah, siapkan makanan dan arak seperti biasanya." ujar Ming Kwong, dia tertawa saat mengetahui jika pria bertudung itu teman dari wanita kotor itu.
"Segera, Senior Kwong."
__ADS_1
Buru-buru pelayan wanita menyiapkan makanan dan arak sesuai keinginan Ming Lai tanpa harus disebutkan lagi. Sebab, Ming Lai adalah pelanggan tetap di rumah makan ini.