
Chapter 215. Mendapatkan Peta Benua Jiu Zhao.
Kemudian, Excel Shimo dan Juan Rong keluar dari dunia jiwa saat pagi hari, dan segera menuju lantai 2. Di lantai 2, Tu Gui, Wang Chong dan She Shen telah menikmati minuman hangat.
"Pagi," sapa Excel Shimo kepada mereka bertiga dan menghentikan obrolan mereka seputar lokasi mereka yang telah berpindah tempat.
"Senior Shimo, Senior Juan Rong," balas mereka bertiga dengan kompak sambil berdiri.
Mata mereka bertiga melihat senior Juan Rong yang kali ini berbeda, berbeda lebih cantik dan mengeluarkan aura yang kuat, mereka bertiga saling bertukar pandang dan tersenyum setelahnya.
Buru-buru Tu Gui menghampiri Excel Shimo dan berbisik. "Mantap, mampu menaklukan singa akademi."
"Hahahaha!!" tawa Wang Chong dan She Shen yang mendengar bisikan Tu Gui.
Juan Rong seketika menundukkan kepala, jelas dia malu, hingga pipinya berubah menjadi merah. Sejujurnya Juan Rong sangat bahagia telah menemukan pria yang tepat untuk menjadi pasangan Dao-nya.
"Baiklah, kita segera melanjutkan perjalanan. Jaraknya juga sudah dekat dari Ibukota Xi'an," ajak Excel Shimo yang tidak ingin meladeni godaan Tu Gui.
"Oh iya, bagaimana ceritanya kita sudah berpindah tempat, padahal kemarin kita masih dekat kota Mawar?" tanya Tu Gui dengan rasa penasaran, tidak hanya dia saja, tapi Juan Rong segera melihat keluar jendela dan melihat memang telah berpindah tempat.
"Nanti kalian akan tahu! Ayo kita keluar...!" jawab Excel Shimo yang sengaja membuat keempat orang itu penasaran, dan mereka hanya bisa menghela nafas berat dan mengikuti Excel Shimo yang telah berjalan.
Setelah ramah tamah di lantai 1 dengan murid-murid akademi dan penduduk, Excel Shimo keluar dari Istana Peri dan semua orang. Excel Shimo menjentikkan jarinya dan seketika Istana Peri menghilang.
__ADS_1
Aksinya jelas membuat orang kagum, terutama anak-anak yang bersorak-sorai, sebab Excel Shimo seperti seorang penyihir. Di Benua Jiu Zhao juga ada kultivator penyihir tapi jumlahnya tidak banyak, sebab penyihir seperti kultivator biasa pada umumnya, perbedaannya hanya pada elemen yang dimiliki seorang penyihir lebih banyak, sekitar tiga elemen, yaitu api, air dan tanah.
Penjaga Gerbang Kota Xi'an segera melihat rombongan Excel Shimo, Juan Rong, Tu Gui dan semua orang, segera mereka mewartakan kepada seluruh orang yang telah menunggu kehadiran orang yang telah diramalkan.
Orang pertama yang buru-buru menyambut rombongan Excel Shimo jelas Tu Yueyin Mei, disusul Raja Tu dan semua punggawanya, bahkan penduduk Kota dan para pengungsi juga ikut menyambut.
Melihat wajah Excel Shimo yang ternyata masih muda dan tampan, membuat Tu Yueyin Mei tertegun tanpa mata berkedip. Melihat adiknya yang terpesona dengan wajah Excel Shimo, Tu Gui segera menghampiri adiknya.
"Apa kamu menyukainya?" bisik Tu Gui, "tapi kamu harus bersaing dengan senior Juan Rong loh! Mereka sudah ...!" lanjutnya dengan memperagakan kedua jari telunjuknya saling bersentuhan dan diregangkan berkali-kali.
Tu Yueyin Mei seketika cemberut telah kalah start dengan senior Juan Rong, yang terkenal galak dan selalu menjadi bahan perhatian pria dikalangan akademis.
"Selamat datang Pendekar," sapa Raja Tu kepada Excel Shimo dan disusul dengan para Jenderal, yang tidak memperhatikan perubahan Tu Yueyin Mei.
"Saya tidak menyangka jika orang yang diramalkan sekaligus penyelamat kita semalam masih sangat muda," ucap Raja Tu saat yakin jika sosok berjubah adalah Excel Shimo, sebab suaranya jelas sama dan tidak disamarkan.
Mendengar ucapan Raja Tu, Juan Rong dan ketiga rekannya termasuk murid-murid akademi terkejut, melihat reaksi semua murid yang tidak tahu kejadian semalam, Tu Yueyin Mei segera berbicara.
"Semalam dia berjanji kepadaku untuk mengajariku seni berpedang andalannya. Semalam Shimo membantai puluhan ribu mayat hidup sendirian saat menyerang Kota Xi'an...,!" kata Tu Yueyin Mei yang menceritakan kejadian semalam kepada Juan Rong dan rombongannya.
Tu Yueyin Mei yang tidak sadar memeluk lengan Excel Shimo. Melihat putri Raja Tu yang begitu sok akrab, membuat Juan Rong cemburu. Namun, Juan Rong tidak bisa berbuat apa-apa, sebab hafal dengan karakter Tu Yueyin Mei yang selalu ingin menang sendiri dan susah diatur.
Penduduk yang mengungsi segera dibawa oleh bawahan Raja Tu, sedangkan murid-murid akademi kembali ke akademi terlebih dahulu bersama Wang Chong dan She Shen. Sedangkan Excel Shimo diajak menuju Istana Kerajaan Tu, bersama Juan Rong dan Tu Gui.
__ADS_1
Excel Shimo melihat pemukiman pengungsian yang ala kadarnya, dan banyak bangunan yang rusak akibat serangan Ras Mayat Hidup. Excel Shimo hanya menghela nafas melihat kondisi memprihatinkan semua rakyat jelata.
"Pendeka--"
"Panggil saja Excel Shimo atau Tuan Muda, saya tidak terbiasa dipanggil Pendekar," potong Excel Shimo yang risih dipanggil Pendekar oleh Raja Tu, saat mereka berada di Istana Kerajaan Tu.
"Baiklah, saya juga tidak terbiasa, Tuan Muda. Seperti yang Anda lihat, selama sebulan lebih benua ini mengalami mimpi buruk, kami para pimpinan benua sudah berusaha melawan Ras Mayat Hidup, tapi jumlah mereka sangat banyak...," jawab Raja Tu dan menceritakan semua kejadian di Benua Jiu Zhao.
Setelah selesai membicarakan perihal Ras Mayat Hidup, Excel Shimo angkat bicara. "Ada berapa titik pintu keluar Ras Mayat Hidup menuju atas, selain pintu utama di wilayah Sekte Racun Darah?" tanya Excel Shimo dengan raut wajah serius.
"Awalnya hanya satu titik sebagai pintu utama, lalu menjadi empat titik. Anehnya, keempat titik berlokasi di empat Kerajaan dan tidak berada ditempat lain. Kami sudah berusaha menutup pintu keluar tersebut, tapi dijaga oleh mayat hidup jenis Fei Zong (mayat terbang) dan Zhe Zong (mayat Pengembara) kekuatan mereka rata-rata Tingkat Raja hingga Tingkat Peri Alam...," jawab Raja Tu menjelaskan kekuatan Ras Mayat Hidup.
"Bukannya kekuatan mereka lebih rendah, kenapa kalian tidak bisa memusnahkan mereka dengan sekali jalan?" tanya Excel Shimo setelah Raja Tu selesai berbicara.
Raja Tu dan beberapa pemimpin menghela nafas tak berdaya. "Jumlah mereka yang sangat banyak, dan kemampuan mereka tidak jauh berbeda dengan kultivator pada umumnya. Setingkat Saint bisa menahan dan mengalahkan 4 mayat hidup Tingkat Kaisar, melawan 5 mayat hidup akan kesulitan, melawan 6 jelas kalah, apalagi melawan ribuan setingkat Kaisar...," jawab Raja Tu dengan menggelengkan kepala.
"Paling terkuat dari Ras Mayat Hidup berada pada tingkat apa?" tanya Excel Shimo yang ingin mengenal lawannya sebelum bertindak.
"Pastinya saya tidak tahu! Sewaktu para pimpinan berada di pintu utama, kita merasakan aura kekuatan Tingkat Dewa Bumi, tapi kami juga samar-samar merasakan tekanan kekuatan Tingkat Dewa Langit. Sebab itu kami tidak berani bertindak gegabah dan hanya bisa bertahan selama ini...," ungkap Raja Tu dengan wajah ketakutan dan tak berdaya.
"Saya minta peta terbaru Benua Jiu Zhao yang lengkap," pinta Excel Shimo kepada Juan Rong, tapi buru-buru Menteri Strategi Kerajaan mengeluarkan peta miliknya.
"Tuan Muda, ini lebih lengkap dari peta yang beredar," kata Menteri Strategi Kerajaan Tu kepada Excel Shimo.
__ADS_1
"Bagus...!" segera Excel Shimo berdiri dan menerima peta itu dengan senang hati.