
Chapter 413. Malam mencekam.
Tidak berselang lama tentara Malaikat pun tiba dengan menggunakan kuda terbang, segera Dewi Xuan dan Dewi Lou menyambut Jin Shou. Putra dan putri Raja Malaikat keluar dari gerbong kereta kuda terbang dan mencari Dewa Binatang.
Jin Shou yang melihat Excel Shimo sedikit terkejut karena telah pulih lebih cepat dari perkiraannya, dia buru-buru menghampiri dan bertanya. Tapi sekali lagi Excel Shimo hanya bilang baik-baik saja dan hanya membutuhkan waktu istirahat lebih banyak.
Lalu, Excel Shimo berjalan menghampiri tiga orang muda, dia melihat Ximen Sying, Ximen Kai dan Ximen Fengying, dia menduga jika mereka bertiga pasti putra dan putri Raja Malaikat, dia juga melihat dua Peri Kupu-kupu yang berkamuflase di bahu Ximen Fengying.
Dua Peri Kupu-kupu yang dilihat oleh Excel Shimo jelas kaget, dia tidak berharap baru bertemu sudah diketahui, dan berbisik kepada Ximen Fengying, tapi hanya di anggukan saja. kedua Peri Kupu-kupu langsung bergosip tentang Excel Shimo.
Ximen Sying segera mengulurkan tangannya kepada Excel Shimo dan berkenalan:
"Halo! Kenalkan aku Ximen Sying, sama seperti kamu, peserta Konferensi Tianwu."
Excel Shimo tersenyum mengetahui jika Ximen Sying cukup ramah di hari pertama pertemuan, dia segera menjabat tangan Ximen Sying dan membalas dengan memperkenalkan dirinya:
"Aku Excel Shimo, panggil saja Shimo."
"Halo! Aku Ximen Fengying, panggil saja Fengying! " sapa Ximen Fengying sambil mengulurkan tangannya.
Excel Shimo pun menyambut tangannya, terasa lembut, hangat dan jari-jarinya terasa kecil saat berjabatan tangan, memiliki empat pasangan sayap, tinggi badan 190 cm, kakinya panjang dan dadanya cukup besar, rambut panjang berwarna ungu muda.
"Panggil saja Shimo, " kata Excel Shimo dengan melepaskan tangannya.
Kemudian, Ximen Kai juga memperkenalkan dirinya. Setelah perkenalkan, tiga anak Raja Malaikat melihat ke arah Dong Jingying dan Moon Qiang, mereka tersenyum sambil mengangguk, karena sudah saling mengenal.
Raja Singa berjalan mendekati Excel Shimo dan membuat ketiga orang itu ketakutan hingga membuat tentara Malaikat waspada. Tapi segera di tenangkan oleh Tsai Li-Liang.
"Jangan kuatir, dia sahabatku, " kata Excel Shimo agar lebih meyakinkan, namun Raja Singa terus menatap putra dan putri Raja Malaikat.
Siapapun pasti takut dengan kekuatan level 68 yang selalu dipamerkan Raja Singa pemilik cincin roh berwarna hitam, bahkan tentara Malaikat bergidik ngeri.
"Ayo, kita segera menemui Yang Mulia, beliau sudah menantikan-mu!" ajak Jin Shou yang ingin segera menemui Raja Malaikat dan Excel Shimo yang diajak masuk ke dalam gerbong
"Roar...! "
Namun, sebelum Excel Shimo masuk, Raja Singa mengaum agar Excel Shimo naik di punggungnya, dia tidak ingin seorang Dewa Binatang bersama mereka yang berstatus rendah, raja harus bersama raja, pikirnya.
"Sahabatku tidak ingin aku berada di gerbong kereta, biarkan aku bersamanya, " jelas Excel Shimo kepada keturunan Raja Malaikat.
__ADS_1
Excel Shimo pun naik di punggung Raja Singa dan membuat tiga anggota Dewi Lou buru-buru meminjamkan peliharaannya untuk digunakan oleh keturunan dari Raja Malaikat, sedangkan ketiga orang itu naik di gerbong kereta kesempatan yang sangat langka bisa naik gerbong kereta khusus kerajaan.
Akhirnya Excel Shimo berada di depan bersama kedua putra Raja Malaikat dan diikuti Jin Shou, Tsai Li-Liang dan empat wanitanya. Excel Shimo yang melihat antusias mereka bertemu dengan manusia sedikit heran, apakah pria penjaga portal yang memberikannya lonceng perak tidak memberitahukan akan kedatangannya.
Dengan penasaran Excel Shimo melihat Jin Shou yang berada dibelakang, dia bertanya:
"Apakah senior penjaga portal dimensi tidak memberitahukan jika aku akan memburu Fiend Spirit? "
Jin Shou geleng-geleng tanda dia tidak tahu, dan menjawab:
"Mungkin hanya Yang Mulai yang tahu."
Semua orang juga sama, mereka baru tahu tujuan Excel Shimo berada di Benua Roh setelah mengungkapkannya sendiri.
Excel Shimo mengangguk paham, tapi masih ada ganjalan di hatinya.
Ximen Sying banyak bercerita tentang Benua Roh, dimana hampir semuanya Excel Shimo ketahui, dia berkata; jika malam hari adalah masa aktif Fiend Spirit dan mayat hidup, waktu malam yang singkat dimanfaatkan oleh mereka untuk berburu kehidupan untuk diserap jiwa-nya, sedangkan mayat hidup akan memakan daging dan meminum darahnya.
Untuk kali ini Excel Shimo memang tidak tahu, sebab dia baru tiba di Benua Roh sudah langsung berburu binatang mistik.
"Kita tingkatkan kecepatan!" pinta Excel Shimo yang tidak ingin rombongannya dicegat Fiend Spirit yang kuat dalam hal kekuatan jiwa, jika hanya dirinya sendiri, dia mampu dengan mudah mengatasi mereka.
Segera semua tunggangan mempercepat lajunya, apalagi malam akan tiba sebentar lagi, malam yang ditunggu-tunggu Fiend Spirit untuk berburu kehidupan.
Benua Roh memang sangat luas, luasnya lima belas kali lipat dari Benua Shen Zhou, sudah wajar jika membutuhkan waktu untuk tiba di Kerajaan Cahaya maupun di tempat lain, walaupun rata-rata kekuatan terendah di tingkat Prajurit Surgawi dan terkuat di pegang oleh Raja Singa mampu melintasi puluhan mil dalam satu langkah, masih saja perlu waktu.
"Tidak mungkin kita bisa sampai, lebih baik kita persiapkan perlindungan untuk menghalangi Fiend Spirit dan mayat hidup!" kata Tsai Li-Liang saat tiga matahari mulai tertutup tiga bulan.
Semua orang yang asli penghuni Benua Roh mengangguk paham. Sekuat apapun kultivator, saat berhadapan musuh yang lebih unggul dalam kekuatan jiwa pasti akan tetap kesulitan, belum lagi memiliki kemampuan yang lain.
Akhirnya semua orang turun dan tentara Malaikat segera mempersiapkan Formasi Perlindungan yang tinggal digunakan.
Tentara Malaikat mengeluarkan bendera Formasi dan menancapkan di tanah hingga membentuk lingkaran, luasnya cukup melindungi semua orang.
Kemudian, tentara Malaikat mengeluarkan energi spiritual kepada bendera Formasi untuk mengaktifkannya.
Excel Shimo geleng-geleng saat melihat Formasi hanya berada di tingkat Dewa Emas. Formasi ini tidak akan bertahan lama jika bertemu dengan Fiend Spirit yang memiliki kekuatan jiwa tingkat yang sama, Dewa Emas.
Tapi dia sengaja tidak turun tangan terlebih dahulu, Excel Shimo ingin memberikan syok terapi kepada semua orang.
Walaupun Ras Malaikat memiliki elemen cahaya, efeknya bagi Fiend Spirit hanya untuk mengusirnya saja, tidak bisa membunuh, tidak bisa membunuh karena perjanjian damai antara Ras Malaikat dan Ras Mayat Hidup,
Setelah energi elemen cahaya habis, Fiend Spirit akan kembali menyerang.
__ADS_1
Setelah semua Formasi Perlindungan aktif, Ximen Sying kembali bercerita, kali ini tentang Ras Mayat Hidup. Ximen Sying, berkata:
"Mayat hidup terbagi menjadi beberapa kasta; yang suka memakan daging dan meminum darah adalah kasta rakyat jelata, belum memiliki jiwa, sebab itu mereka sangat brutal. Setelah banyak memakan daging dan meminum darah, mereka akan naik ke kasta prajurit. Ketika itu mereka sudah memiliki kesadaran diri, mampu memilih apa yang diinginkan, tapi sifat brutal dan ganas masih tetap ada...! "
Excel Shimo mendengar penuh perhatian, sebab ini berbeda dengan apa yang dia ketahui saat berada di Benua Jiu Zhou.
Setelah kasta prajurit banyak berburu daging dan darah, mereka naik ke kasta bangsawan. Di kasta bangsawan, mayat hidup mulai memiliki jiwa layaknya kehidupan normal, bisa berinteraksi dengan orang, memiliki rasa takut kepada Fiend Spirit dan musuh yang kuat, tapi masih tidak bisa membuang sifat haus akan daging dan darah.
Ketika naik ke kasta jenderal, baru mayat hidup mampu menghilangkan sifat buruk akan daging dan darah, mampu berkembang biak dengan cepat, mampu memimpin pasukan, mampu bertahan lama terkena sinar matahari, dan membentuk pemerintahan.
Di kasta Raja, mayat hidup sudah dikatakan seperti manusia, memiliki kemampuan layaknya kehidupan normal, dan menjadi raja bagi mayat hidup.
Disaat Ximen Sying bercerita, tiga matahari sudah tertutup sepenuhnya. Seketika semua orang mengeluarkan lonceng berwarna hitam untuk melawan Fiend Spirit dan juga mengeluarkan senjata untuk bersiap jika ada mayat hidup yang menerobos.
"Lonceng ini adalah kelemahan Fiend Spirit, sebab mereka sangat sensitif terhadap suara lonceng, tapi itu juga tergantung tingkat jiwa mereka, semakin kuat lonceng tidak akan berpengaruh, " kata Moon Qiang menjelaskan.
"Lonceng yang kamu miliki juga bisa! " sahut Dewi Lou yang mengingat Excel Shimo memiliki lonceng perak.
Excel Shimo mengangguk paham dan mulai merasakan pergerakan Fiend Spirit, jumlahnya tidak banyak sekitar sepuluh Fiend Spirit dengan kekuatan setingkat Raja. Walaupun hanya sepuluh Fiend Spirit, mereka mampu memporak-porandakan tentara Malaikat.
Semua orang juga waspada di dalam Formasi Perlindungan, detak jantung melambat, dan lonceng siap digerakkan jika Fiend Spirit telah berada jarak dua puluh meter dari Formasi.
Fiend Spirit dengan ciri khas berjubah terbang dengan sangat cepat, mengepung Formasi dan menyerang langsung targetnya.
Bang... Bang...
Formasi perlindungan bergetar saat Fiend Spirit menyerang dengan kekuatan jiwa. Semua orang segera menggoyangkan lonceng-nya dan bunyi 'teng' berkali-kali sangat nyaring, Fiend Spirit segera mundur sambil memegang telinga dan sempoyongan.
Tapi itu hanya sesaat, Fiend Spirit kembali menyerang dari jarak jauh dan kembali Formasi Perlindungan bergetar, dan terus berulang-ulang sampai Formasi hancur.
Excel Shimo geleng-geleng melihat semua orang hanya bisa bertahan, tidak bisa mereka terus bertahan jika seperti ini. Namun, Excel Shimo juga tidak segera bertindak, dia menunggu semua orang panik dulu.
Kemudian, dua Fiend Spirit yang lebih kuat muncul, kekuatan jiwa tingkat Peri Alam, dari jarak jauh mereka langsung menyerang dan membuat Formasi makin bergetar hebat. Namun, Formasi tingkat Dewa Emas masih bertahan.
"Tidak bisa seperti ini terus, kalian akan kelelahan terus menerus mengeluarkan energi spiritual, " kata Excel Shimo kepada semua orang yang sedang serius, dia melihat di kejauhan sepuluh Fiend Spirit lainnya dengan kekuatan jiwa tingkat Dewa Emas.
Bang... Bang...
Belum sempat ada jawaban, Fiend Spirit tingkat Dewa Emas sudah langsung menyerang dari jarak jauh, dan membuat Formasi bergetar makin hebat, terlihat Formasi mulai muncul retakan.
Semua orang jelas panik dan makin keras menggoyangkan lonceng-nya, terutama Dong Jingying yang sedari tadi bersembunyi di belakang Excel Shimo.
__ADS_1
Sedangkan Raja Singa diam saja, dia sangat yakin akan kemampuan Dewa Binatang, tapi dia sendiri sebenarnya ketakutan, sebab binatang jenis apapun akan lemah jika melawan musuh yang memiliki kekuatan jiwa.