God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 179. Huang Xu.


__ADS_3

Chapter 179. Tiba Di wilayah Utara dan Timur.


Semua wanita mengendus pil yang berada didalam botol, aromanya sangat menyenangkan mereka. Segera mereka menyimpan Pil Regenerasi Sel dan memberikan ucapan terima kasih dengan ciuman dan pelukan mesra.


Bahkan Ratu Han juga ikut memeluk menantunya dan mencium pipi. Tindakan Shu Peijing tidak menarik perhatian berlebihan sebab ia hanya mencium pipi saja dan bukan bibir seperti mereka.


"Jika ini dilelang di Benua Shen Zhou, akan banyak wanita berdatangan, bahkan sebelum acara lelang dimulai!" kata Seng Huaran sambil menjilat pil sebelum ia konsumsi.


"Kira-kira, berapa banyak uang jika Pil Regenerasi Sel dilelang?" tanya Xiao Qiao dengan rasa ingin tahu.


"Minimal 100 Batu Mistik maksimal 1.000 Batu Mistik. Itu harga pil standar dan bukan bergaris," jawab Da Xia sambil mengunyah pil buatan suaminya seperti permen, karena rasanya manis dan sedikit asam.


"Wow...!!" seru semua wanita yang mendengar harga besar hanya untuk satu butir pil tingkat standar, kecuali Dewi-dewi yang sudah mengetahuinya.


Batu Mistik di Benua Jiang Shan sangatlah langka dan sangat sulit ditemukan, apalagi Batu Kuno. Sebab itu mereka berseru kaget dengan harga jual Pil Regenerasi Sel.


"Berapa jika yang bergaris?" tanya Ming Mei sambil ikut mengunyah pil itu setelah tenang dari keterkejutan-nya.


"Perkiraan sekitar ... 100 ribu Batu mistik untuk pembukaan harganya! Entahlah berapa harga pastinya, sebab tidak banyak Alchemist mau membuat Pil ini, hanya Ayahku yang tidak kuatir dengan kekurangan bahan-bahannya...!" jawab Seng Huaran yang sedikit kebingungan, sebab di Benua Shen Zhou belum pernah melelang jenis pil bergaris, apalagi garis di atas satu.


Disaat mereka mengobrol di atas punggung Raja Fung. Penjaga Akademi melihat kedatangan Burung Gajah dan segera membunyikan alarm bahaya.


Teng... Teng...


"Awas Burung Gajah menuju kemari!!" teriakan penjaga dinding kepada seluruh anggota jajaran Akademi Pedang Surga.


Mendengarkan tanda bahaya dan teriakan penjaga, Jing Yimin yang berada di menara pengawasan wilayah Utara dan wilayah Timur, segera melihat kearah Barat dan melihat badan besar Burung Gajah.


Jing Yimin tersenyum dan bangkit untuk menyambut Wali Benua. "Akhirnya ketegangan beberapa hari ini terlepas ...," gumamnya dengan keluar dari jendela menara pengawasan dan melesat kearah Burung Gajah.


Wushhh...

__ADS_1


Melihat Penatua Agung yang baru terbang dengan sangat cepat, para Ketua, Tetua dan barisan pemimpin ikut menyusul. Tampak di wajah mereka ada rasa cemas dan ketakutan.


Beberapa murid Inti, murid Dalam dan murid Luar berkumpul didepan gerbang, jelas mereka ingin tahu. Namun, beberapa murid inti dari Ras Burung dan yang memiliki kekuatan Tingkat Raja, mereka juga ikut menyusul.


Excel Shimo berdiri di tengkuk Raja Fung, disisi kanan dan kirinya berdiri Ratu Jing Jiao dan Ratu Bao Yu. Kini tugas kedua Ratu tersebut yang menjadi pemandu bagi suaminya untuk mengenal wilayah utara dan wilayah Timur.


"Sepertinya mereka tertekan beberapa hari ini karena kedatangan Cheng Zan!" kata Excel Shimo saat melihat wajah-wajah cemas Jing Yimin dan para pemimpin Akademi, walau jaraknya cukup jauh bagi kekuatan dibawah Tingkat Grand Master.


"Sudah jelas. Tapi kenapa Paman Yimin tidak melaporkan berita kedatangan anggota kelas 2?" sahut Ratu Jing Jiao dan bertanya sesudahnya.


"Mungkin saja mereka ketakutan atau dibungkam oleh si gendut itu!" sahut Ratu Bao Yu yang terlihat kasihan dengan nasib Cheng Zan yang sudah menjadi Pil Regenerasi Sel.


Wushhh... Wushhh


"Selamat datang Wali Benua!" sapa Jing Yimin sambil menangkupkan kedua tangan saat tiba dihadapkan Raja Fung.


"Hahaha, Paman, kita bertemu lagi. Aku merasa beberapa hari ini Paman sport jantung, kan?" tawa Excel Shimo setelah membawa pikiran dan hati Jing Yimin, sambil membalas sapaan-nya.


Wushhh... Wushhh...


"Selamat datang Wali Benua!"


Semua Ketua dan jajaran pemimpin Akademi Pedang Surga berdatangan dan menyapa Wali Benua beserta semua wanita termasuk Raja Fung.


"Dia orangnya yang membunuh Raja Huang, ayahku!!" gumam salah satu murid Inti saat melihat di kejauhan, sorot matanya menatap Wali Benua dengan kebencian dan dendam.


"Kakak Xu, lebih baik tenangkan dirimu, biarkan semuanya berlalu!" tutur sahabatnya kepada Huang Xu.


Huang Xu adalah anak Raja Huang Haoucun dan Permaisuri Ketiga yang sudah meninggal. Sejak berita kematian ayahnya, Huang Xu bersumpah untuk membalas dendam kepada Wali Benua.


Apalagi kedua kakaknya juga telah meninggal. Huang Xu meyakini meninggalnya kedua kakaknya adalah perbuatan Ratu Jing Jiao, yang merupakan musuh dalam selimut.

__ADS_1


Sudah menjadi hal umum jika Klan Jing dari Ras Phoenix Es, ingin mengambil kekuasaan semenjak ribuan tahun, sebab Kasta mereka masuk lebih tinggi dari kasta Klan Huang, apalagi Raja kebanggan mereka telah dikhianati.


Ras Phoenix Es masuk jajaran Kasta Raja, sedangkan Ras Phoenix Api masuk kasta Jenderal. Sebab itu Raja Huang Haocun menjadi Jing Jiao sebagai Ratu Kerajaan Huang untuk menghindari pemberontakan Ras Phoenix Es.


Selain Klan Huang, ada beberapa cabang dari Ras Phoenix Api yang menjadi 3 Klan, yaitu Klan Sun, Klan Ma dan Klan Juan. Ketiga Klan itu merupakan mantan Jenderal dari Raja Jing ribuan tahun lalu.


Jika tidak adanya ketiga Leluhur Ras Phoenix Api yang merupakan mantan Jenderal Raja terdahulu, sudah dipastikan Klan Huang telah dikalahkan.


Ketiga mantan Jenderal itu sudah menjadi bahan Pil Regenerasi Sel.


Karena pengkhianatan dan pemberontakan ketiga mantan Jenderal ribuan tahun lalu, Raja Jing yang merupakan dari Ras Phoenix Es ditumbangkan dan menjadikan Huang Haocun menjadi Raja.


Sebab itu Ratu Jing Jiao tidak peduli dengan kematian Raja Huang yang hanya suami dalam perjanjian antar Ras.


"Diam kamu! Kamu tidak tahu rasanya kehilangan seorang ayah ... Lei Jin, coba kamu berada di posisiku, apa yang akan kamu rasakan, hah?!" bentak Huang Xu kepada sahabatnya yang bernama Lei Jin dari Klan Leigou Ras Hyena.


Lei Jin terdiam seketika dan tidak menanggapi kemarahan Huang Xu, sebab ia tahu rasanya kehilangan anggota keluarga yang penting.


"Wali Benua, apa tidak hambatan dalam perjalanan kesini?" tanya Jing Yimin dengan rasa penasaran, tidak hanya dia saja tapi semua jajaran pemimpin Akademi Pedang Surga.


"Maksudmu orang yang bernama Cheng Zan dan ketiga Leluhur Sun, Ma dan Juan?" jawab Excel Shimo yang malah bertanya balik.


"Benar Wali Benua, apa mereka ...!"


"Hidup mereka sudah menjadi berguna bagi kita dan tidak perlu lagi dipikirkan!" jawab Excel Shimo dengan senyuman misterius.


"Hahaha, saya tahu, saya tahu!" tawa lega Jing Yimin yang tahu maksud ucapan Wali Benua, "mari kita kita ke akademi...!" lanjut Jing Yimin yang mengajak Wali Benua dan semua orang untuk berbicara santai di Akademi.


Seketika tubuh Huang Xu gemetaran dan air mata mengalir, ia tidak berharap satu-satunya harapan juga telah dibunuh orang yang sangat dia benci.


Huang Xu langsung pergi menjauhi musuh seumur hidupnya. Lei Jin hanya menghela nafas melihat sahabatnya yang terguncang, ia sengaja tidak memberikan penghiburan maupun mengikuti, sebab tahu sifatnya.

__ADS_1


Huang Xu terbang entah kemana, dia hanya ingin pergi sejauh mungkin, hingga berita perginya Huang Xu dari Akademi Pedang Surga diketahui seluruh anggota keluarganya.


__ADS_2