God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 32 Senjata tingkat Dewa.


__ADS_3

Chapter 32 Senjata tingkat Dewa.


Hutan Penguasa bagian barat sudah porak-poranda, banyak pepohonan tumbuh dan sebagian terbakar.


Setelah ledakan suasana menjadi hening, bahkan serangga yang berada di kejauhan tampak terdiam dan tidak mau menggerakkan tubuhnya.


"Sial ... Jika aku terlambat memblokirnya sudah pasti mati mengenaskan?!" umpat Raja Kera Emas yang telah menyetabilkan tubuhnya.


Sorot matanya menatap tajam kearah arah Bu Wanmei yang tersenyum. Raja Kera Emas mengusap darah yang keluar dari mulutnya, dia juga merasakan dadanya yang sakit.


Jika Raja Kera Emas tidak memiliki segudang pengalaman, sudah dipastikan dia akan kalah sejak awal.


"Bocah ini, memiliki potensi yang besar di usianya yang baru 12 tahun! Siapa gurunya?" Raja Kera Emas membatin saat menganalisa pertempuran ini.


"Bagaimana? Apa masih perlu diteruskan pertarungan kita?" tanya Bu Wanmei kepada Raja Kera Emas setelah terkekeh melihat reaksinya yang terlihat cemas dan gelisah.


"Cih...! Kamu melakukan hal yang memalukan dengan memanipulasi pandangan ku!," Raja Kera Emas meludah dan menjawab ucapan Bu Wanmei.


"Hehehe, memalukan? Apanya yang memalukan? Di dalam pertempuran, apapun akan dilakukan untuk mencapai kemenangan! Lalu dimana letaknya yang memalukan itu?" Bu Wanmei terkekeh dan bertanya.


"Bocah, aku tidak akan tunduk pada siapapun, bahkan jika dia memiliki kekuatan yang lebih kuat dari ku!?" teriak Raja Kera Emas yang tidak tahu harus berkata apa.


Dia tahu dirinya telah salah berkata. Apa yang dikatakan Bu Wanmei memang benar, tidak ada hal yang memalukan saat bertarung demi kemenangan.


"Ckckck...! Tadi aku hanya menggunakan 50 persen kekuatan ku! Jika kamu tidak mau tunduk, maka, dengan berat hati aku akan mengeluarkan 75 persen kekuatan serangan ku...!" Bu Wanmei berdecak lidah dan ucapannya mengejutkan Raja Kera Emas dan semua orang.


Guru Muda Qiao, Xiao Qiao. Sangat shock saat merasakan kekuatan Bu Wanmei, karena dia pernah bentrok dengannya. Kini semakin shock saat mendengar ucapan Bu Wanmei.


"Teknik kitab hitam memang sangat hebat!" ujar Penatua Agung yang terlihat iri kepada Bu Wanmei yang memiliki teknik kitab hitam.


Loi Annchi, dan kedua Putri Raja Han semakin mengagumi sosok Bu Wanmei yang tampak gagah dan juga kuat. Di dalam pikiran mereka sudah bermunculan bayangan mesra saat bersama Bu Wanmei.

__ADS_1


Berbeda dengan Ming Li Ling dan Ming Mei, mereka bangga memiliki kekasih yang hebat, tetapi juga kuatir tentang masalah Bu Wanmei dengan Klan Ming.


Kedua kekasih Bu Wanmei takut, jika Bu Wanmei akan menghancurkan Klan Ming, apalagi setelah mengetahui kekuatan kekasihnya yang mengerikan.


Kedua wanita itu saling bertukar pandangan, dan tidak tahu harus berpihak kepada siapa.


"Kak, apa yang harus kita lakukan? Jika memang Ayah ku terlibat dalam kejadian 11 tahun lalu, dia pasti akan membalas dendam!" tanya Ming Li Ling pada Ming Mei.


"Aku tidak tahu, kita akan membahas mengenai ini dengan Bu Wanmei. Aku harap dia berbelas kasihan pada Klan Ming jika memang Klan Ming terlibat dalam kejadian 11 tahun yang lalu!" jawab Ming Mei dengan geleng-geleng kepala.


Ming Mei juga kebingungan dengan situasi hubungan mereka dengan Bu Wanmei. Perkataan Ming Mei dan Ming Li Ling jelas terdengar oleh Raja Han, dia mengerutkan keningnya sembari menatap kearah pemimpin akademi dan Penatua Agung.


Merasakan tatapan Raja Han, Penatua Agung dan Wang Kaibo menghela nafas berat. Mereka tahu permasalahan ini tidak sederhana.


Lalu Pemimpin Akademi berbicara mengenai kejadian 11 tahun yang lalu kepada Raja Han.


Sedangkan Raja Kera Emas menjadi ketakutan saat Bu Wanmei hanya menggunakan 50 persen kekuatan serangannya.


"Hahaha, Aku Pangeran Kera Ilahi, Sun Yao. Mengagumi kehebatan mu, Bocah! Tapi, aku sebagai keturunan Dewa Kera Ilahi tidak akan mudah di taklukan!," ujar Raja Kera Emas yang masih menunjukkan sikap sombongnya kepada Bu Wanmei.


"Baiklah, jika kamu bisa mengalahkan aku, maka aku Sun Yao, Pangeran Kera Ilahi akan mengakui dirimu sebagai Tuan baru ku! Mari kita bertarung dengan kekuatan penuh." lanjut Raja Kera Emas yang menantang Bu Wanmei.


"Hahaha, dengan senang hati, Paman." Bu Wanmei tertawa saat dirinya di tantang Raja Kera Emas, dia juga mulai menyukai sikap Raja Kera Emas, dan memanggilnya dengan sebutan Paman.


Raja Kera Emas yang di panggil dengan sebutan Paman, menjadi bangga dan juga mulai menyukai Bu Wanmei.


"Ayo kita gunakan senjata andalan kita, dan lihat bagaimana aku akan memukuli mu dengan senjata ku!" sekali lagi Raja Kera Emas menantang Bu Wanmei, kali ini ia akan menggunakan senjata.


Raja Kera Emas segera membuka mulutnya. Dari mulutnya keluar secara berlahan senjata andalannya.


Swosh... Bang...

__ADS_1


Keluar senjata jenis tongkat, warnanya keemasan dan terlihat ukiran yang acak seperti magma yang akan keluar dari tongkatnya.


Setelah tongkat Raja Kera Emas keluar, tongkat itu memancarkan aura yang menindas. Semua orang yang merasakan aura dari tongkat Raja Kera Emas menjadi berkeringat dingin.


"Senjata tingkat Dewa..."


Semua orang yang mengetahui tingkat senjata milik Raja Kera Emas berseru, terlihat di mata mereka penuh dengan keserakahan.


Namun, mereka tidak mungkin berani merebut senjata milik Raja Kera Emas, walaupun sangat menginginkannya.


Di Benua Jiang Shan, hanya memiliki senjata tingkat Saint, dan itu juga sangat langka. Sebab, seorang ahli Smelting hanya berada pada tingkat Kaisar puncak, dan itupun tidak mudah untuk meminta bantuannya.


Selain itu, material yang digunakan untuk membuat artefak juga tidak mudah, bahannya sangat langka, dan membutuhkan proses yang panjang.


Tingkatan artefak dan profesi sama dengan tingkatan basis kultivasi. Setiap tingkat memiliki 4 tahap, yaitu, rendah, menengah, tinggi dan puncak.


Bu Wanmei yang melihat senjata tongkat juga merasakan aura penindasan, tetapi tidak menunjukkan sifat serakah. Sebab Bu Wanmei memiliki banyak senjata berbagai tingkat di cincin dimensinya.


"Hebat juga senjata mu!," puji Bu Wanmei yang sedikit tertarik dengan senjata Raja Kera Emas.


"Sobat, senjata apa yang cocok dengan tongkat itu?" tanya Bu Wanmei kepada Earth Core Flame.


"Hehehe...! Dengan kemampuan Tuan Muda yang masih belum keluar semuanya, alangkah baiknya jika menggunakan senjata Tombak Semesta. Senjata milik Tuan Muda adalah artefak alami, hanya saja masih tertidur.


Tombak Semesta tingkatannya jauh di atas artefak tingkat Surgawi, apalagi senjata milik Raja Kera Emas itu, senjata dia bukan apa-apa!"


Earth Core Flame terkekeh saat di tanya perihal senjata, dia menjelaskan semuanya kepada Tuan Mudanya.


Bu Wanmei yang mendengarkan penjelasan sahabatnya, menjadi bangga dan juga kagum dengan orang yang memberikan cincin dimensi yang dimiliki.


Bu Wanmei sebenarnya tidak mengingat siapa yang memberikan cincin dimensi yang telah berisi dengan segala keperluannya. Ia hanya mengingat suara wanita yang menolongnya sewaktu akan terjatuh dari langit, dan juga masih ingat dengan auranya.

__ADS_1


"Saat ini Tombak Semesta hanya setingkat Dewa saat masih tertidur dan itu cocok untuk melawan senjata tipe serangan jarak jauh! Sayangnya, Tombak Semesta tidak memiliki efek menindas seperti milik Raja Kera itu..." lanjut Earth Core Flame kepada Bu Wanmei.


__ADS_2