God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 184. Binatang Monster Air.


__ADS_3

Chapter 184. Binatang Monster Air.


Patriark Klan Sun, Klan Ma dan Klan Juan terlihat gusar melihat sosok yang mereka kenali walau menggunakan jubah penyamaran, apalagi saat aura dari Patriark Klan Huang dirasakan.


"Yang Mulia, biarkan kita yang membujuk Patriark Klan Huang ...," pinta Patriark Klan Sun kepada Jing Zhuting.


"Baik, saya serahkan dia kepada kalian. Saya harap Patriark Klan Huang mau bekerjasama dengan kita," jawab Jing Zhuting yang mengerti niat Patriark Klan Sun dan berharap tidak adanya korban jiwa di kedua belah pihak.


Wushhh... Wushhh...


Patriark Klan Sun terbang menyusul para prajurit yang sedang mengejar Patriark Klan Huang. Patriark Klan Ma dan Klan Juan juga mengikuti bersama anggotanya.


"Mari," ajak Jing Zhuting kepada Wali Benua beserta rombongannya menuju Istana Kerajaan.


"Bagaimana situasinya saat ini?" tanya Ratu Jing Jiao kepada adiknya Jing Zhuting, setelah semua orang berada didalam Istana.


Ratu Jing Jiao duduk di singgasananya dan Jing Jiao duduk bersama dengan Wali Benua.


"Seperti yang Yang Mulia Ratu lihat! Klan Huang yang masih tidak menerima kekalahan Raja Huang, mereka selalu saja ingin menguasai Istana Kerajaan. Mereka tidak pernah mendukung keputusan Ratu untuk menjadikan saya sebagai Raja pengganti...," jawab Jing Zhuting yang menceritakan pergolakan di wilayah Utara.


Ya, Klan Huang masih menganggap kekalahan Raja Huang adalah rekayasa dari Ratu Jing Jiao, yang ingin mengembalikan kekuasaan mereka sejak dulu.


Hanya beberapa Klan yang menerima keputusan Ratu Jing Jiao, seperti Klan Sun, Klan Ma, Klan Juan, Klan Biyi dan beberapa Klan yang lainnya, apalagi saat tahu sejarah masa lalu Kerajaan Huang.


Dulu Kerajaan ini bernama Kerajaan Jing sebelum berganti menjadi Kerajaan Huang. Setelah pengkhianatan yang dilakukan oleh ketiga mantan Jenderal, Klan Huang didirikan oleh ketiga Jenderal tersebut. Sayangnya, Leluhur atau Jenderal tersebut telah menjadi Pil Regenerasi Sel.


Tujuan didirikannya Klan Huang, untuk keadilan bagi ketiganya saat berhasil menguasai wilayah Utara. Namun, seiringnya waktu, justru Klan Huang menjadi mendominasi dan merajalela.


"Kacang lupa kulitnya! Tapi ini juga hukum karma yang harus mereka terima," sahut Excel Shimo setelah Jing Zhuting selesai berbicara, "baiklah anggap saja urusan ini telah selesai setelah penobatan Raja baru." lanjutnya yang tampak bosan mendengar konflik perebutan kekuasaan.


"Paman Yimin, apa sudah dibuat parameter disekitar Altar Divisi Reinkarnasi?" tanya Excel Shimo yang ingin mengalihkan pemikiran perihal konflik kekuasaan dengan berita yang lebih menarik minatnya.


Pemikiran Excel Shimo sederhana perihal perebutan kekuasaan, yaitu dengan kekuatan sendiri. Siapa saja yang kuat, akan lebih mudah menjadi penguasa tunggal.


Siapapun yang menentang, maka tanpa ampun dimusnahkan.

__ADS_1


Semua orang hanya geleng-geleng kepala saat tahu Wali Benua enggan membicarakan hal penting bagi setiap pemimpin. Tapi tidak ada yang menyalahkan Wali Benua.


"Sudah Wali Benua. Hanya saja ...," jawab Jing Yimin yang tidak ia teruskan, tampak diwajahnya ada kecemasan.


"Ada apa? Katakan saja!" tanya Excel Shimo dengan menyipitkan mata melihat Jing Yimin.


"Ada beberapa binatang monster keluar dari Altar Divisi Reinkarnasi. Saat ini Balai Penegak Hukum, pasukan kedua Kerajaan bersama kultivator bebas bahu membahu melawan binatang monster itu," jawab Jing Yimin saat mendapatkan berita dari anggotanya, karena itu ia selalu terdiam untuk mencari solusi.


"Tidak mungkin!"


Sontak keempat Dewi-dewi kaget dengan berita yang tidak pernah mereka bayangkan, hingga membuat semua orang melihat penuh kecemasan.


"Ada apa lagi! Apa kalian sudah mendapatkan berita dari atas?" tanya Excel Shimo yang selalu dibuat heran dengan reaksi berlebihan keempat isterinya.


"Hahmmm, hanya di benua ini ada Altar Divisi Reinkarnasi, diatas tetap aman dan tersegel dengan baik," Dewi Angsa menghela nafas pelan dan menjawab.


"Dalam catatan sejarah tidak sampai penghuni Alam Jiwa keluar dari Altar Divisi Reinkarnasi, sebab itu kami terkejut," jawab Dewi Naga.


"Paman, apa mereka bisa menanganinya?" tanya Excel Shimo setelah melihat keseriusan keempat isterinya.


"Saya tidak tahu, sebab mereka belum melapor lagi. Menurut laporan yang lalu, binatang monster itu ukurannya tidak normal seperti buaya tapi memiliki sirip diatas punggung, ekor panjang dan bersirip ikan. Panjang dari kepala sampai ekor 50 meter lebih, kulitnya bersisik ular dan tahan api. Selain itu, monster tersebut memiliki enam kaki, dikepalanya ada 3 tanduk. Kekuat--"


"Apa monster itu kuat?" tanya Excel Shimo dengan nada yang serius.


"Sangat kuat jika di benua ini. Setara dengan Dewa Bumi. Kelemahannya, binatang monster air tidak bisa terbang," jawab Dewi Chang'e dengan wajah serius dengan dua alis terkunci.


Keempat Dewi-dewi mengetahui semua dari catatan sejarah di Balai Perpustakaan Istana Sembilan Surgawi.


"Paman Fung, kita kesana!" Excel Shimo segera berdiri dan tampak bersemangat.


Jelas Excel Shimo bersemangat dan senang. Baginya, lebih baik bertarung dengan musuh daripada memikirkan konflik kekuasaan.


"Hahaha, dengan senang hati," jawab Raja Fung yang juga ikut bersemangat.


Segera Excel Shimo berjalan keluar Istana dengan semua orang. "Adik, kamu lebih baik disini saja, biar kami yang menangani monster air itu!" perintah Ratu Jing Jiao yang tampak serius.

__ADS_1


"Baik," jawab Jing Zhuting yang tampak enggan berada di Istana, ia sebenarnya juga ingin melawan binatang monster air. Tapi Jing Zhuting juga memahami situasi Kerajaan yang belum kondusif.


Wushhh...


Raja Fung melesat dengan sangat cepat menuju Hutan Bambu. Hutan Bambu berada tepat diperbatasan kedua Kerajaan. Excel Shimo segera membuka Mata Dewa untuk melihat situasi saat ini.


Demikian juga dengan keempat Dewi-dewi, mereka melihat situasi di Hutan Bambu yang terkenal berbahaya dengan banyaknya ular berbisa dan besar.


Tidak butuh waktu lama dengan kecepatan Raja Fung. Dari kejauhan raungan monster air jelas terdengar setelah suara ledakan energi.


"Kwakkk...,"


Suara Raja Fung sangat keras dan membuat pertempuran terhenti.


Mengetahui jika Burung Gajah adalah tunggangan Wali Benua, semua orang seketika bersorak-sorai sambil menjauhi monster air yang ganas dan brutal.


"Suami, biar kita yang melawannya, sekalian menguji seberapa besar kemampuan Formasi Battle Will," pinta Dewi Chang'e dengan wajah berseri-seri.


"Lakukan yang terbaik, aku akan melindungi kalian dari belakang," jawab Excel Shimo yang tidak mencegah keinginan semua wanitanya.


"Biar aku yang menjadi pemimpinnya," pinta Dewi Naga, "adik Peiyu, persiapkan racunmu." lanjutnya yang segera mengatur strategi melawan monster air.


"Dengan senang hati," jawab Shui Peiyu yang akhirnya bisa memanfaatkan kelebihan tubuhnya.


"Paman Fung tetap menjadi perisai formasi,"


"Siap Nyonya,"


Wushhh...


"Grorrrr...,"


Raungan monster air saat tahu kedatangan musuh yang memiliki tubuh sangat besar. Ia tampak lebih waspada daripada sebelumnya, sebab merasakan tekanan setingkat Prajurit Surgawi.


Semua orang yang melawan monster air segera menjauh, dan tahu Wali Benua akan turun tangan mengatasinya.

__ADS_1


Wushhh...


Excel Shimo segera terbang menuju Altar Divisi Reinkarnasi bersama Jing Yimin, sedangkan semua wanita ikut bergabung dalam Formasi Battle Will, termasuk anggota baru keluarga Excel.


__ADS_2