God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 174. Excel Shimo Vs Shui Peiyu.


__ADS_3

Chapter 174. Excel Shimo Vs Shui Peiyu.


Shui Peiyu, usia 21 tahun. Kekuatan Tingkat Master level 4. Memiliki tubuh bawaan racun. Dari Ras Ikan Duyung. Sifatnya pemalu, pendiam, baik hati. Keburukannya, selalu menyimpan masalahnya sendiri, terlalu lembut dan cengeng.



Kemudian, Excel Shimo menuju ruang tengah lantai satu dan mengeluarkan Tungku Naga Phoenix Surgawi. Ia akan membuat pil untuk menetralkan racun pada tubuh bawaan Shui Peiyu.


"Jamur Amanita, Biji Resin, Bunga Mantu, Datura Pasir...," Excel Shimo menyebutkan satu per satu jenis tumbuhan maupun tanaman yang memiliki kandungan racun.


Setelah semua komplit dan sesuai petunjuk dari ingatannya, Excel Shimo memasukkan semuanya kedalam tungku.


Excel Shimo membakar semuanya dalam sekali jalan. Secara berlahan semua jenis tanaman mengeluarkan cairan esensi yang sangat beracun.


jika Excel Shimo tidak memiliki tubuh racun juga, ia sudah dipastikan akan keracunan saat menghirup aromanya. Berbeda saat membuat Pil Penyegar Indera, kali ini Excel Shimo lebih cepat, sebab pil yang dia buat hanya pada tingkat Peri Alam garis 5.


Setelah memakan waktu 4 dupa, akhirnya Pil Body Refening Poison telah selesai ia buat. Jumlahnya 125 butir pil, berwarna hitam pekat, dengan garis lima berwarna putih. Aromanya sangat menyengat hidung. Shui Peiyu yang mencium aroma itu, merasakan tubuhnya menjadi ringan. Ia tidak tampak mual maupun terganggu dengan aromanya.


Buru-buru Shui Peiyu keluar dari kolam dan mendekati suaminya yang telah membersihkan sisa-sisa racun pada tungku.


"Suami, apa itu pil untukku?" tanya Shui Peiyu yang sudah tidak merasa malu lagi.


"Benar, konsumsi Pil Body Refening Poisone satu bulan sekali. Jika habis kamu bisa katakan, aku akan membuatkan lagi," jawab Excel Shimo sambil memberikan kotak berisi 125 butir pil, "tapi, jika kamu sudah bisa mengendalikan racun didalam tubuh, maka tidak perlu kamu menggunakannya." lanjutnya.


Body Refening Poison adalah pil jenis detoksifikasi khusus untuk menekan tubuh bawaan racun agar tidak mencelakai si pemilik tubuh dan juga tidak membahayakan kehidupan disekitarnya.


"Terima kasih." ucap Shui Peiyu sambil akan membungkuk dengan menangkupkan kedua tangan kepada suaminya.


Segera Excel Shimo menahan tangan Shui Peiyu dan memeluknya.


"Tidak perlu kamu melakukan hal seperti ini. Aku sebagai suami sudah seharusnya melindungi dan merawat kalian sebaik mungkin." ujarnya.


Karena Shui Peiyu berhati lembut, ia menangis di pelukan suaminya.


"Segera kamu konsumsi dan melanjutkan dengan perawat yang lainnya..." kata Excel Shimo sambil membelai rambut isterinya.

__ADS_1


Shui Peiyu sudah mengetahui metode unik cara penyembuhan untuk tubuh bawaan racun dari Bao Xue. Mendengar ucapan Excel Shimo wajahnya menjadi merah.


Dengan bergandengan tangan mereka berdua menuju lantai 2, dimana tempat khusus istirahat keluarga besar pemilik Istana Peri.


Sesampainya dikamar tidur, Excel Shimo segera mencium bibir Shui Peiyu dan disambutnya dengan hangat. Lama-lama suasana semakin panas dan membuat lembah surga Shui Peiyu menjadi basah.


Secara berlahan Excel Shimo menanggalkan pakaian isterinya. Shui Peiyu yang sudah diberi pendidikan melayani pasangan di Kerajaan Long juga tidak tinggal diam, ia juga melepaskan pakaian suaminya.


Dengan tetap saling berciuman mereka saling merabaa dan saling membuat pasangannya menikmati hubungan suami istri.


Tongkat naga milik Excel Shimo telah menyentuh lembah surga Shui Peiyu. "Hmmm...," erangann Shui Peiyu saat merasakan tongkat besar dan panjang menyentuh lembah surganya.


Karena tersentuh lembah surganya, Shui Peiyu mengapit tongkat suaminya dan makin merasakan sensasi kenikmatan.


Kali ini Shui Peiyu semakin ganas mencium Excel Shimo ketika ia sudah tidak tahan ingin dimasuki oleh tongkat suaminya.


Mereka berdua sudah saling berguling-guling di kasur dan berusaha memberikan rasa nikmat bagi pasangannya.


"Ohhh...," erangann Shui Peiyu saat kepala tongkat memasuki lembah surganya. Excel Shimo dengan berlahan mendorong tongkatnya, "ahhh...," desahann Shui Peiyu saat kesuciannya di hancurkan suaminya.


"Ohhh...," desahann Shui Peiyu saat merasakan tongkat besar itu bergerak. Ia kini telah merasakan nikmat yang belum pernah dia rasakan.


Disaat tongkatnya masuk, Excel Shimo merasakan racun mulai menyerang, dan dengan sigap Excel Shimo menyerap racun yang akan keluar dari tubuh Shui Peiyu.


"Ahhh...," desahann Shui Peiyu saat merasakan tubuhnya semakin keenakan, dia juga merasakan racun menghilang secara berlahan.


"Lebih keras sayanggg...," mohon Shui Peiyu saat tahu jika suaminya menahan diri.


"Plakkk...,"


"Ohhh...," Dengan sekali hentakan, tongkat itu memenuhi rahim Shui Peiyu.


Terlihat jelas diperut Shui Peiyu tonjolan besar. Shui Peiyu mendesahh keras ketika merasakan kenikmatan besar, hingga membuatnya mencapai puncak. Segera Excel Shimo menyerap energi racun dan dimasukan kedalam dantian barunya.


Galaxi berwarna hitam kehijauan menyerap racun murni milik Shui Peiyu dengan lahap. Merasakan elemen racunnya meningkat pesat, Excel Shimo jelas kegirangan.

__ADS_1


Sekali lagi Excel Shimo menarik tongkatnya sedikit dan menghentakkan lebih keras.


"Hmmm...," Shui Peiyu merintih keenakan saat dia mencapai puncak sekali lagi, padahal ia masih mengatur nafas.


Disaat hubungan suami istri berlangsung, organ Shui Peiyu yang sudah menghitam mulai memudar, tanda seluruh organ dalam tubuh mulai pulih.


Melihat ada perkembangan yang baik pada isterinya, Excel Shimo sekali lagi menghajar lembah surga Shui Peiyu dengan menghentakkan pinggulnya lebih cepat.


"Lagiii...," pinta Shui Peiyu yang ingin suaminya memberikan kenikmatan lebih.


"Plakk... plakk...." suara benturan dua daging terdengar keras.


Shui Peiyu sangat menikmati surga dunia, dengan kedua tangan meraih apapun untuk meredam rasa nikmat dan pegangan. Kepala Shui Peiyu bergerak liar saat lembahnya di hajar tongkat besar suaminya.


"Kamu nungging...," pinta Excel Shimo yang ingin berganti gaya.


Dengan susah payah Shui Peiyu menuruti, walaupun seluruh badannya lemas karena sudah berkali-kali mencapai puncak.


"Ohhh... Enakkkk...!!" desahann Shui Peiyu saat suaminya menghentakkan tongkat dengan gaya berbeda. Kali ini Shui Peiyu lebih merasakan nikmat.


Melihat isterinya menjadi lebih liar dengan menarik dan mendorong pantatnyaa, Excel Shimo menjambak hingga kepala Shui Peiyu mendongak, dengan menghentakkan tongkatnya lebih keras dan brutal. Sedangkan tangan kanan Excel Shimo selalu meremass buah kenyal isterinya.


"Aku keluarrrr...," teriak Shui Peiyu saat dirinya mencapai puncak lagi.


Disaat Shui Peiyu mencapai puncak, energi racunnya diserap Excel Shimo dengan cepat. Excel Shimo tersenyum melihat elemen racunnya makin kuat.


"Terima ini sayanggg...," teriak Excel Shimo saat dirinya juga merupakan mencapai puncak.


Tubuh Shui Peiyu bergetar lagi saat merasakan air surga hangat menyembur dan memenuhi rahim. Shui Peiyu juga mencapai puncak lagi, hingga tubuhnya ambruk karena terlalu lelah, namun sangat menikmati surganya dunia.


"Ohhh...," desahann Shui Peiyu ketika tongkat suaminya ditarik secara berlahan.


Dengan senyuman bahagia, Shui Peiyu tertidur tanpa memperdulikan tubuhnya basah karena keringat. Excel Shimo segera menutup tubuh isterinya dengan selimut.


"Terima kasih. Walau hanya sedikit memberikan energi pada dantian, setidaknya tugasku sebagai suaminya telah aku selesai untuk saat ini," kata Excel Shimo saat melihat wajah Shui Peiyu yang bahagia.

__ADS_1


Excel Shimo juga memeriksa seluruh tubuh Shui Peiyu. Hasilnya sangat menggembirakan, dimana seluruh organ dalam telah pulih. "Tinggal memberikan pemahaman untuk istriku bisa mengendalikan tubuh bawaan racun." gumam Excel Shimo sambil melangkah menuju kamar mandi.


__ADS_2