God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 297. Batu Hukum.


__ADS_3

Chapter 297. Pertemuan Pertama.


Shimo keluar dari gerbang ibukota Kerajaan Niu tanpa halangan, dia menuju kearah Selatan wilayah Padang Berkabut Yang Lembab. Shimo melihat semua orang telah beraktivitas seperti semula, banyak pedagang yang ramai menawarkan barangnya.


Shimo yang tertarik segera melihat-lihat semua barang milik setiap pedagang. Kedatangan Shimo yang hanya melihat sambil memegang membuat pedagang mengusirnya, apalagi tampilannya yang biasa seperti orang miskin.


"Hush! Pergi sana jangan menghalangi pembeli!" usir pedagang yang tidak suka dengan Shimo.


Shimo hanya geleng-geleng kepala, sebab tidak ada orang yang akan membeli, dan Shimo pun pergi, pindah disalah satu pedagang yang lain. Sekali lagi Shimo diusir dan bahkan sebelum tiba di lapaknya sudah dibentak seperti pengemis.


"Hah!!" desah Excel Shimo yang mulai kesal, tapi dia tetap melihat barang-barang di kejauhan.


Seorang komandan regu prajurit keamanan pasar melihat Shimo yang tidak pergi dan tidak juga mendekati pedagang, segera menghampiri bersama tujuh rekannya. Prajurit itu setengah manusia dan setengah binatang kuda dengan membawa tombak.


"Kamu pergi dari area bisnis dan jangan menghalangi aktifitas siapapun!" usir si prajurit dengan suara keras kepada Shimo.


Setiap pedagang tersenyum sinis dan mengejek karena prajurit akhirnya bertindak.


"Apa salahku? Aku juga ingin membeli sesuatu yang menarik saja!" jelasnya kepada komandan regu.


"Pengemis bisa membeli harga yang mahal! Hahahaha!" tawa skeptis mendengar penjelasan Shimo, dan diikuti ketujuh prajurit yang juga terbahak-bahak.


Shimo pun berjalan kembali tanpa peduli dirinya diejek maupun banyak perkataan menghina setiap orang yang melihat. Prajurit yang merasa tidak dihormati, jelas kesal dan mencegat Shimo dengan mengepung.


"Tangkap dia dan lempar keluar dari area ini!" perintah komandan regu kepada ketujuh anak buahnya.


Shimo pun hanya tersenyum sinis sambil melirik semua prajurit yang mengepung. Salah satu prajurit mendekati dari belakang dan akan memegang leher Shimo. Namun, Shimo menggeser ke kiri dan membalikkan badan sambil menendang kaki depan si prajurit yang ingin menangkapnya.


Bukk... Bang 💥...


"Arghhh!"


Teriakan prajurit yang terkena pukulan didada sebelum dia terjatuh karena kakinya depan terkena tendangan. Prajurit itu menabrak barang dagangan, dan membuat orang yang datang di pasar tertarik dengan keributan.


"Penjahat! Hajar dia dan jangan beri ampun!" perintah komandan regu yang ingin menjadikan anak buahnya tameng, sebab dia sebenarnya syok melihat kecepatan Shimo yang menghindari dan memukul tanpa dia bisa lihat gerakan.


Swosh... Swosh...


Keenam prajurit langsung menyerang bersamaan dengan menghunuskan tombak kearah Shimo, jelas mereka ingin melukai dan tidak sekedar menangkap saja. Namun, Shimo sekali lagi memutar tubuhnya dan menendang kepala keenam prajurit itu.


Bang... Bang...


"Arghhh!!"

__ADS_1


Keenam prajurit berteriak kesakitan dan menabrak apapun yang mereka lewati. Komandan regu langsung mengambil lonceng yang dia selipkan di pinggang dan membunyikan lonceng tanda meminta bantuan kepada rekan-rekannya.


Teng... Teng...


"Musuh menyelinap!!" teriakan komandan regu dengan keras, dia sebenarnya ketakutan kepada Shimo yang ternyata seorang ahli beladiri.


Mendengar lonceng marabahaya, segera para prajurit keluar dari gerbang dan menyerbu Shimo yang masih berdiri tanpa berniat pergi setelah melukai tujuh prajurit Kerajaan Niu. Sedangkan menara pengawas pertahanan mengarahkan panahnya ke tubuh Shimo.


Excel Shimo menghela nafas dan geleng-geleng kepala dengan tindakan mereka yang berlebihan, padahal dia memang berniat membeli sesuatu yang menarik. Karena tidak ingin melukai banyak prajurit lagi, tubuh Shimo bergetar dan menghilang.


"Astaga! Kemana dia!" syok komandan regu melihat Excel Shimo tiba-tiba menghilang dan bala bantuan juga segera berhenti dan mencari keberadaan musuh yang menyelinap.


"Cari dia dan buat sketsa wajah orang itu!" perintah komandan regu kepada anak buahnya.


Setelah Shimo menghilang di area pasar, terlihat dua orang yang terpisah juga menggetarkan tubuh dan ikut menghilang, mereka jelas mengejar Shimo yang sedari tadi selalu diawasi semenjak berada didalam ibukota.


Swosh...


Shimo muncul lagi dan sudah jauh dari ibukota Kerajaan Niu, dia terbang untuk segera menyelesaikan urusannya. Namun, panca indera menangkap kehadiran dua orang yang mengikuti dan membuat Shimo berhenti melihat siapa orang itu.


"Huff! Ternyata mereka!" dengus Shimo dan segera terbang kembali dengan sangat cepat.


"Anak muda berhenti!" suara seorang pria tua mencegah Shimo yang akan menghindari, dan tiba-tiba muncul menghadang jalur.


Swosh...


Shimo melihat pria tua itu dari ujung kepala hingga kaki. Usianya telah mencapai hampir 20 ribu tahun, jenggot putih menutupi leher, kedua mata mengeluarkan sinar berwarna kuning, tatapannya tajam tapi tidak ada niat jahat, tingginya 180 cm agak sedikit gemuk. Kekuatannya berada pada tingkat Jenderal Surgawi level 9, jika dilihat dari fluktuasi energi yang keluar dari tubuhnya, pria itu akan segera menerobos ke tingkat Raja Surgawi.


"Kenapa Senior mengikuti ku?" selidik Shimo sambil melirik sekitarnya, sebab satu orang yang mengikutinya tidak muncul.


"Hahaha! Jangan takut, aku hanya ingin memastikan dugaan ku benar atau tidak!" tawanya yang tampak ingin mencair suasana tegang yang dirasakan oleh Shimo, "hebat, persepsi-mu sangat tajam!" puji-nya sambil menganggukkan setelah menilai kemampuan Shimo dan kembali berbicara.


"Apakah kamu si Dewa Binatang yang bernama belakang Shimo?" pria tua itu langsung menebak identitas asli Shimo yang sedang menyamar.


Shimo jelas kaget, tapi dengan sekejap dia menenangkan diri dan tersenyum setelahnya. Tapi reaksi Shimo yang terkejut jelas dilihat oleh pria tua itu. Pria tua itu tampak senang jika tebakannya tepat.


"Maaf Senior, mungkin Anda salah orang. Saya tidak berani mengakui nama beliau!" Shimo menyangkal jika dirinya adalah Dewa Binatang dengan cara halus.


Pria itu tertawa dan sudah menduga jika pria muda dihadapannya pasti tidak akan mengakui, sambil membelai jenggotnya dengan tangan kiri dan tangan kanan dibelakang punggung, dia berkata. "Tidak ada yang luput dari pandanganku! Anak muda, perkenalkan namaku Gongsun Quentin dari Klan Gongsun di Benua Shen Zhou, dan panggil saja aku, Paman Tin."


Gongsun Quentin dari Marga Gongsun, dia adalah paman kelima dari Gongsun Ling, salah satu tetua klan Gongsun, dia merupakan ahli negosiator yang berpengalaman.


"Paman Tin, salam. Saya Shimo, tapi maafkan saya, saya benar-benar bukan orang yang Anda cari," balas Shimo memperkenalkan dirinya dan tetap bersikukuh tidak mengakui dengan nada sopan, dan sebelum Gongsun Quentin berbicara, Shimo segera berpamitan.

__ADS_1


"Paman Tin, ada yang harus saya lakukan. Jadi, mohon maafkan tidak kesopanan saya. Permisi."


Zlapp...


Setelah berpamitan, Shimo menghilang dari hadapan Gongsun Quentin tanpa bisa dicegah. Namun, Gongsun Quentin juga tidak berusaha menghentikan Shimo yang sebenarnya adalah Excel Shimo yang sedang menyamar.


"Anak muda yang menarik, memiliki skill berpindah tempat dalam sekejap. Selain itu, penyamaran-mu 98â„… tidak aku ketahui, jika aku tidak memiliki Batu Hukum!" gumam Gongsun Quentin sambil mencari keberadaan Excel Shimo yang tidak segera dia ketahui.


Batu Hukum adalah batu khusus untuk menyimpan informasi dan jejak spiritual, Batu Hukum hanya bisa dimiliki jika menjadi salah satu anggota Persatuan Dewa Dewi yang telah mendeklarasikan nama julukannya. Walau Excel Shimo tidak menjadi anggota Persatuan Dewa Dewi, namanya telah tercatat di Kitab Suci, dan Kitab Suci menyimpan jejak spiritual setiap Dewa Dewi yang menulis namanya dengan spiritual yang sama seperti Dewa Binatang lakukan waktu itu.


Setelah identitasnya tertulis, Kitab Suci akan menyimpan sebagian jejak spiritual di dalam Batu Hukum dan membagikan kepada seluruh anggotanya agar bisa saling membantu, melindungi dan mengawasi.


Seandainya Excel Shimo mengetahui, jelas dia tidak akan dengan ceroboh mendeklarasikan dirinya, sebab itu Gongsun Quentin mengetahui identitas asli Dewa Binatang dari Batu Hukum.


Dikarenakan hal itu, banyak yang memiliki kekuatan Dewa yang tidak ingin mendeklarasikan diri, dan memilih tetap menjadi sebagai praktisi biasa yang kehidupannya ingin selalu tenang.


Keuntungan mendeklarasikan diri sebagai Dewa diakui, bisa dengan mudah mendirikan sebuah pemerintahan, membentuk pasukan dengan wilayah yang dia inginkan, asal bukan wilayah yang telah dimiliki oleh Dewa lain.


Setelah kepergian Dewa Binatang, Gongsun Quentin melihat orang berpakaian putih yang sedari tadi hanya mengawasi dan mendengar perbincangan mereka. Orang berpakaian putih itu tiba-tiba muncul agak jauh dengan Gongsun Quentin dan bertanya.


"Kenapa ku tidak mengejarnya?"


Ternyata dia adalah wanita, saat bertanya suaranya begitu menenangkan hati setiap pria. Namun, Gongsun Quentin yang hafal tersenyum sinis kepada wanita itu.


"Tidak terlalu terburu-buru. Setidaknya kita sudah saling memperkenalkan diri dan aku juga sudah membaca karakternya ...!" jawab Gongsun Quentin yang tidak ingin berbicara secara keseluruhan, sebab dia tidak ingin strateginya diketahui rivalnya.


"Lebih baik kita berkumpul bersama dengan Dewa Binatang, biarkan dia memilih dengan siapa harus bergabung. Jika seperti ini, aku kuatir dia akan memanfaatkan kita!" ujar wanita yang sudah memahami karakter Dewa Binatang yang licik dan cerdas.


Setiap karakter akan mudah diketahui saat dia berbicara dan bertindak, dan siapa saja bisa mempelajarinya. Wanita itu juga ahli negosiator handal, dia dari Klan Mu dan istri dari Patriark Klan Qin, namanya Mu Yu Huang.


Mu Yu Huang memakai penutup kepala dan wajah, bahkan kulitnya tidak terlihat, tapi lekukan tubuhnya yang indah dan berisi bisa dilihat secara samar dibalik pakaian. Usianya mencapai 8 ribu tahun, kekuatannya berada pada tingkat Jenderal Surgawi level 8.


Tinggi badan 185 cm, dada berukuran 36B, kulitnya putih dan wajah berbentuk berlian.


Mu Yu Huang memiliki seorang putra dari pernikahan dengan patriark Klan Qin, dan dia mendapatkan tugas untuk merekrut Dewa Binatang dari leluhur Qin Liem Bei dan juga dari leluhur Klan Mu.


Usulan Mu Yu Huang ditolak oleh Gongsun Quentin, dengan alasan yang bisa dimengerti oleh Mu Yu Huang. "Tidak, lebih baik kita melakukan pendekatan secara personal, agar dia tidak bimbang dan mungkin bisa tertekan."


"Ya sudah, kita andalkan keberuntungan dan pengalaman kita!" ucap Mu Yu Huang dan menghilang setelahnya.


"Huff! Mengandalkan kecantikan ... Apa hanya itu yang bisa kamu lakukan? Aku tahu rencana-mu mengumpulkan kita, agar Dewa Binatang tertarik dengan kecantikan mu!" dengus Gongsun Quentin yang kesal dengan rencana licik rivalnya, dia sudah menebak pikiran Mu Yu Huang, "masih ada Fairy Shu, Perwira Yang Xiaoping dan satu lagi, Ratu Barat, dan mereka bertiga masih bujang, sedangkan kamu ...!" sungutnya kepada Mu Yu Huang walaupun dia sudah tidak ada.


"Bandot tua, Jaga ucapan-mu jika tidak ingin mulutmu aku robek-robek!" bentak Mu Yu Huang yang mendengarkan ocehan Gongsun Quentin yang mengejek.

__ADS_1


Seketika Mu Yu Huang terdiam mendengar suara musuh bebuyutan dibenaknya dan mencibir setelahnya, dia juga menghilang dan entah kemana, suasana kembali tenang, tapi...


__ADS_2