
Chapter 182. Sejarah Altar Divisi Reinkarnasi, Alam Jiwa.
Excel Shimo senang bukan karena harta, melainkan bisa menjelajahi hal yang baru dan penuh tantangan, apalagi jika berbau misteri yang penuh teka-teki.
"Paman Yimin, menurut Anda sudah berapa hari portal dimensi diketahui prajurit itu?" tanya Excel Shimo yang ingin mendapatkan berita itu secara detail sebelum memasuki Hutan Bambu.
"Dari penyelidikan Balai Penegak Hukum, portal dimensi muncul setelah kekalahan kedua Raja kita. Di atas tugu Altar yang tampak Kuno bertuliskan dengan tulisan 'Divisi Reinkarnasi'," jawab Jing Yimin.
"Mustahil!!" seru keempat Dewi-dewi yang syok mendengar hasil penyelidikan anggota Akademi Pedang Surga.
Seketika semua orang memandang keempat Dewi-dewi yang wajahnya terlihat ketakutan. Spontan semua orang memiliki perasaan buruk.
"Ada apa? Apanya yang mustahil?" tanya Excel Shimo yang ingin tahu penyebab keterkejutan keempat isterinya.
Semua orang menunggu jawaban dari keempat Dewi-dewi dengan sabar.
"Hahmmm, biarkan aku yang bicara!" ujar Dewi Angsa setelah menghela nafas berat kepada ketiga Dewi-dewi, "Paman Fung, sedikit melambat." lanjutnya dengan meminta untuk tidak terbang dengan cepat, dan segera Raja Fung melambat, ia juga ingin dengar ceritanya.
Excel Shimo buru-buru mengeluarkan banyak camilan, pot teh hangat, kuas untuk menulis, botol tinta, kulit binatang dan sebuah meja persegi pendek. Semua orang melongo melihat keanehan Wali Benua dengan mengeluarkan banyak barang.
Hanya Lotus Bao dan Xi He yang hafal dengan sifat Tuannya, mereka berdua sudah tertawa terbahak-bahak. "Cepat katakan maksud ucapan yang 'mustahil' itu!" pinta Excel Shimo yang sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan Dewi Angsa, tangan kanannya sudah mengibas-ngibaskan kuasnya, dengan kedua mata menatap wajah Fang Yin.
__ADS_1
"Divisi Reinkarnasi ... Selesai!" kata Dewi Angsa yang sengaja ia lakukan untuk menggoda suaminya.
"Ehhh... Kok sudah selesai, hanya kata 'Divisi Reinkarnasi'! Kapan kamu bercerita!!" jelas Excel Shimo kebingungan dan tanpa sadar kuasnya mengenai pipinya dan membuat wajahnya penuh coretan tinta.
Semua wanita menahan tawa melihat suaminya seperti itu, bahkan Jing Yimin sudah membalikkan badan agar tidak melihat wajah Wali Benua yang konyol.
"Iya, Divisi Reinkarnasi sudah tidak ada sejak masa 11 Galaxi sejajar, bulan She. Sebab itu kenapa kami terkejut. Dalam catatan sejarah Alam Asal Muasal, dulu Dewan Keamanan pernah menemukan sebuah Altar ...!" akhirnya Dewi Angsa bercerita dan berhenti sebentar untuk melihat Jing Yimin, "Paman Yimin, apa ada tulisan Kuno bertulis 'Istana Langit?" lanjut Dewi Angsa yang bertanya kepada Jing Yimin.
"Benar. Tim kami juga telah menerjemahkan setiap tulisan Kuno yang bisa diuraikan, hanya dua kata itu saja 'Divisi Reinkarnasi dan Istana Langit'" jawab Jing Yimin dengan jujur.
"Hahmmm, pasti tidak hanya Benua Jiang Shan saja, tapi Alam Atas juga sama! Sebab Altar ini saling berhubungan dan hanya menuju ke satu tempat bernama Alam Jiwa...," Dewi Angsa menghela nafas berat dan kembali bercerita, "Altar Divisi Reinkarnasi adalah tempat reinkarnasi bagi para jiwa. Didalamnya banyak sekali binatang monster. Dimasa itu, Dewan Keamanan segera membentuk sebuah tim yang diberi nama yang sama Balai Divisi Reinkarnasi, tujuan untuk menyelidiki kedalam portal dimensi...," lanjutnya bercerita secara berlahan.
Dewan Keamanan segera membentuk Balai Divisi Reinkarnasi. Tim itu segera menyelidiki Altar Portal dimensi Divisi Reinkarnasi. Awalnya tidak ada kejadian yang aneh, tim Divisi Reinkarnasi menemukan sebuah alam yang dipenuhi jiwa-jiwa penasaran. Selain itu tim tersebut menemukan banyak tanaman langka dan berbagai senjata yang sudah rusak dan berkarat, walaupun senjata itu diatas Tingkat Kaisar. Tapi, setelah mengalahkan banyak monster binatang.
Awalnya sebuah berjalan lancar dan baik-baik saja, bahkan jiwa yang sudah memiliki tubuh baru mau berinteraksi dengan siapa saja. Namun, setelah waktu berlalu selama 100 tahun, jiwa-jiwa tersebut bertransformasi menjadi bentuk aneh, seperti Ras Iblis namun bukan Ras Iblis, yang memiliki banyak lengan tapi memiliki panas api melebihi Api Neraka. Jiwa-jiwa itu menyebutkan dirinya sebagai Ras Asyura.
Fisik Ras Asyura lebih kuat dan api mereka juga, mereka menyebutnya sebagai Api Asyura. Api Asyura lebih hebat daripada Api Surgawi. Jumlah mereka tidak banyak tapi sangat kuat.
Didalam Alam Jiwa, Ras Asyura menangkap satu per satu setiap orang yang masuk, termasuk anggota Divisi Reinkarnasi. Jiwa mereka dihancurkan dan diganti jiwa-jiwa yang berada didalam Alam Jiwa.
Dewan Keamanan tidak tinggal diam, para pimpinan Setingkat Raja Surgawi mulai bergerak dan melawan Ras Asyura. Namun, pimpinan Setingkat Raja Surgawi dikalahkan dengan mudah. Lalu, mau tidak mau akhirnya pimpinan tertinggi Istana Sembilan Surgawi turun tangan bersama anggotanya.
__ADS_1
Pertarungan habis-habisan berlangsung selama 10 tahun. Seluruh Dewan Keamanan Setingkat Celestial Supreme dan tingkat berada dibawahnya juga ikut bertarung. Walaupun sudah mengerahkan segala kekuatan Dewan Keamanan, mereka masih kewalahan melawan Ras Asyura.
Disaat genting dan putus asa dipihak Dewan Keamanan, muncul Ras lain yang juga berada di Alam Jiwa. Ras itu memiliki sepasang sayap putih dan sebagian memiliki sayap berwarna hitam. Mereka menyebutkan dirinya sebagai Ras Malaikat Putih dan Ras Malaikat Hitam.
Dewan Keamanan yang didalamnya banyak berbagai Ras, termasuk Ras Manusia, Ras Naga, Ras Suzaku, Ras White Tiger, Ras Basalt dan lain sebagainya, memutuskan untuk bekerjasama dengan Ras Malaikat.
Dengan bergabungnya berbagai Ras, akhirnya Ras Asyura berhasil dipukul mundur. Pertarungan itu berlangsung selama 100 tahun lebih. Karena tidak bisa menghancurkan Ras Asyura, maka Dewan Keamanan dan Ras Malaikat menyepakati untuk menghancurkan Altar Divisi Reinkarnasi.
Sayangnya, Portal Dimensi tidak bisa dihancurkan oleh semua kekuatan. Mau tidak mau Dewan Keamanan dan Ras Malaikat menyegel seluruh Altar Divisi Reinkarnasi. Sebagian Dewan Keamanan memutuskan untuk tinggal di Alam Jiwa sebagai penjaga dan sebagian kembali.
Dewi Angsa telah menyelesaikan cerita sejarah Alam Asal Muasal yang kelam. Excel Shimo dan semua orang mendengarnya dengan penuh perhatian.
Excel Shimo juga selalu mencatat setiap poin penting sejarah masa kelam alam ini, bahkan Excel Shimo tidak menyela omongan Dewi Angsa, karena sejarah masa lalu sangat menarik.
"Sekarang Altar Divisi Reinkarnasi muncul lagi! Apa yang sedang terjadi? Apa segelnya sudah kadaluwarsa atau ada hal lain yang terjadi? Lalu, kenapa disaat Ras Asyura berhasil disudutkan tidak segera dimusnahkan oleh aliansi?" cecar Excel Shimo yang merasakan keganjilan dalam cerita sejarah ini.
"Aku juga tidak tahu kenapa Altar Divisi Reinkarnasi muncul lagi. Tapi, yang pasti sejarah masa lalu akan terulang lagi, mungkin!" jawab Dewi Angsa yang ragu-ragu, sebab dia sendiri juga tidak tahu, "dengan berjalannya waktu hampir 1 miliar tahun, bisa jadi energi segel telah memudar." lanjutnya dengan nada yang masih ragu-ragu.
"Mengalahkan Ras Asyura tidak semudah yang kita bayangkan. Mereka unggul karena memiliki Api Asyura, api yang lebih kuat dari Api Surgawi. Sebab itu aliansi tidak bisa memusnahkan mereka!" jawab Dewi Chang'e dengan geleng-geleng.
"Jadi begitu...," sahut Excel Shimo sambil membelai dagunya untuk berpikir, "Paman Yimin, perintahkan Balai Penegak Hukum untuk melarang siapapun untuk mendekati Altar Divisi Reinkarnasi. Saya secara pribadi akan mempelajari dan menyelidikinya setelah merampungkan urusan di Kerajaan Huang dan Kerajaan Rubah Bulan." lanjutnya dengan memberikan perintah kepada Jing Yimin sebagai Penatua Agung.
__ADS_1
"Segera Wali Benua!" jawab Jing Yimin dengan mengeluarkan token komunikasi.
"Kalian coba mencari tahu dari keluarga kalian, siapa tahu ada informasi penting yang kita dapatkan!" pinta Excel Shimo kepada keempat Dewi-dewi dengan komunikasi telepati.