
Chapter 42 Dijadikan Tameng.
Sontak semua orang kaget, saat melihat kecepatan Bu Wanmei menghindari pukulan itu dan bahkan menyerang balik tanpa bisa di lihat semua orang, kecuali Pria arogan itu.
Bu Wanmei tetap duduk dan bersandar, sambil kaki kanannya bertumpu pada kaki kiri, dan kedua tangan di lipatkan di dadanya.
Sorot matanya menatap anak buah Ming Li dan terakhir melihat Pria arogan itu.
Melihat rekannya yang pingsan, segera anak buah Ming Li menyerang bersama-sama. Mereka menghunus senjata mereka, dan ingin menebas targetnya.
Namun, saat jarak senjata mereka hanya tinggal 20 sentimeter, kaki kanan Bu Wanmei bergerak cepat, dan menendang semua lutut anak buah Ming Li.
Bukk... Bukk... Bukk
Ahhh... Ahhh...
Teriakan anak buah Ming Li segera terdengar saat lutut mereka di tendang Bu Wanmei, prosesnya sangat cepat sehingga tidak bisa di hindari.
Saat anak buah Ming Li yang berjumlah 4 orang akan terjatuh di depan Bu Wanmei, segera Bu Wanmei menebas leher mereka dengan dua jari dari tangan kanannya.
Crazh... Crazh...
Brukk... Brukk
"Uhuk..."
Anak buah Ming Li segera menggelepar di lantai, sambil memegangi lehernya mereka yang hampir putus.
Seketika Pria arogan itu mundur, demikian juga dengan Ming Lai dan bawahannya yang langsung berdiri.
Sedangkan Bu Wanmei langsung berdiri, untuk menghindari cipratan darah yang keluar dari leher keempat anak buah Ming Li.
Skill yang digunakan Bu Wanmei adalah Jari Pedang, dimana skill itu membuat jari Bu Wanmei seperti pedang, mampu menebas dan memotong targetnya.
Prosesnya begitu cepat, hingga Pria arogan itu hanya melihat Bu Wanmei sedikit mengerakan tangan kanannya.
"Bajingannnn...!? Bunuh dia, dia sudah melanggar aturan di wilayah Klan Ming!?" perintah Ming Lai yang sudah marah, nada suaranya sangat keras hingga bisa di dengar dari luar rumah makan.
Ming Li dan Ming Kwong segera melesat ke arah Bu Wanmei yang melipatkan kedua tangannya di belakang punggung.
"Mati...!?"
"Mampus kamu...!?"
Pekik Ming Li dan Ming Kwong saat menyerang Bu Wanmei dengan pedang mereka. Sedangkan Bu Wanmei hanya diam dan menyeringai melihat mereka.
Wushhhh... Wushhhh
Ming Li menebas leher targetnya sedangkan Ming Kwong menusuk perut Bu Wanmei.
__ADS_1
Segera Bu Wanmei mundur dua langkah, dengan kecepatan kakinya, Bu Wanmei sedikit menghindar ke kiri. Lalu ia sedikit melompat memutar tubuhnya dan menendang kepala Ming Li, dan Ming Kwong.
Bang... Bang...
Ahh... Ahh
Bam... Bam...
Seketika Ming Li dan Ming Kwong menghantam jendela rumah makan, hingga keluar setelah menghancurkan jendela itu.
Keributan itu jelas mengundang perhatian banyak orang, dan mereka buru-buru mendatangi rumah makan.
Melihat Ming Li dan Ming Kwong yang terpental, semua orang menjadi kaget. Semua orang sangat mengenal kedua orang itu, apalagi prestasi mereka yang berhasil menumpas pemimpin bandit Bajing Loncat.
Tangan Ming Lai bergetar saat melihat Bu Wanmei begitu mudah menghajar saudara-saudaranya. Ya, Ming Li dan Ming Kwong adalah adiknya Ming Lai dan Paman dari Ming Li Ling.
Selama 11 tahun, mereka bertiga telah meningkatkan kekuatannya hingga 2 level, dan itu termasuk prestasi yang membanggakan.
Ming Li dan Ming Kwong segera bangkit setelah terpental dengan keras, tubuh mereka berdua sedikit terhuyung-huyung kebelakang karena merasakan pusing.
Bu Wanmei sedikit melirik mereka berdua dan kembali serius saat melihat Pria arogan itu. Tatapan mereka berdua segera bertemu.
Bang...
"Ahh... Siallll...." umpat Pria arogan itu yang terkena serangan mental, walau basis kultivasinya jauh di atas Bu Wanmei, bukan berarti dia mampu menang melawan kekuatan jiwa yang di miliki Bu Wanmei.
"Walau basis kultivasi ku berada di tingkat Saint level 6, bukan berarti aku lemah di kekuatan jiwaku!" batin Bu Wanmei yang senang membuat Pria arogan itu merasakan sakit di kepalanya.
Wushhhh
Bang... Ahh... Bang... Ahhh
Tanpa membuang kesempatan, Bu Wanmei langsung menyerang pria arogan itu dengan pukulan dan kepalan tangannya. Pria arogan itu hanya bisa teriak, sambil terus merasakan rasa sakit kepalanya, apalagi Bu Wanmei membabi-buta dengan pukulan dan tendangan.
"Tuan, totok jalur meridian dan vena-nya!" tiba-tiba Earth Core Flame mengingatkan Bu Wanmei.
Kali ini yang akan digunakan Bu Wanmei adalah skill Jari Pencipta, skill yang mampu menyerang dan mengobati targetnya.
Tap... Tap... Tap
Bu Wanmei segera memutari tubuh pria arogan itu, sambil mentotok titik-titik syaraf Pria arogan itu.
Sekali lagi proses serangan Bu Wanmei tidak dapat di ikuti dengan mata telanjang.
Ming Lai dan beberapa Tetua Klan Ming hanya melihat tubuh Bu Wanmei mengeluarkan banyak bayangan.
"Sial ... " umpat Ming Lai saat tahu jika Pria bertudung itu sangat kuat.
"Ayo kita serang bersama-sama!" titah Ming Lai kepada para Tetua Klan Ming yang berjumlah 3 orang.
__ADS_1
Boom... Boom
Segera Ming Lai dan ketiga pendukungnya mengeluarkan basis kultivasi, kekuatan mereka berada pada tingkat Raja level 2, sedangkan Ming Lai berada pada tingkat Raja level 3.
Kondisi rumah makan langsung hancur saat kekuatan keempat orang itu keluar dari tubuhnya.
Wushhhh... Wushhhh
Mengetahui jika Ming Lai dan ketiga Tetua Klan Ming menyerang, Bu Wanmei segera membuat tubuh Pria arogan itu sebagai tameng.
Setelah tubuh Pria arogan itu di totok oleh Bu Wanmei, tubuhnya menjadi kaku, dan yang bergerak hanya bola matanya.
Crazh... Crazh
"Ah... Ah..."
Pria arogan itu hanya bisa berteriak teredam saat senjata keempat orang itu mengenai tubuhnya.
"Sialan...!?" umpat Ming Lai yang tidak sempat menarik lagi senjatanya saat Bu Wanmei menggunakan tubuh Pria arogan itu sebagai tameng, termasuk ketiga Tetua Klan Ming.
Bu Wanmei hanya tersenyum saat melihat kekesalan target yang akan dia siksa nanti. Ming Li dan Ming Kwong yang melihat itu, segera menyerang Bu Wanmei dari belakang.
Wushhhh... Wushhhh
Sekali lagi dengan cepat Bu Wanmei memutar tubuh Pria arogan itu untuk dijadikan tameng.
Melihat jika dirinya akan menjadi tameng lagi, segera Pria arogan itu mengalir energi Qi untuk membuka syaraf-syaraf tubuhnya yang di totok Bu Wanmei.
"Sialan, cepat, cepat..." di dalam hatinya, Pria arogan itu sangat panik, saat pedang Ming Li dan Ming Kwong akan menebas leher dan menusuk dadanya.
Melihat kesempatan itu, Ming Lai dan ketiga pendukungnya segera menyerang Bu Wanmei dari belakang.
Bu Wanmei yang mengetahui serangan mereka, dan juga merasakan jika Pria arogan itu yang berusaha membuka totokannya, segera menghilang dan muncul di luar rumah makan.
Bu Wanmei menggunakan teknik Teleportasi, sebelum dirinya terkena senjata mereka berempat.
Jlebb... Crazhhh
Boom... Bang... Bang...
"Ahhhhhh...!? Aku akan bunuhmu...?!" Pria arogan itu sangat marah, dia segera melepaskan basis kultivasinya, saat berhasil membuka jaringan vena dan meridian yang di totok Bu Wanmei.
Jelas Pria arogan itu marah, di mana tubuhnya di jadikan tameng, selain itu dia juga terkena senjata dari Ming Lai, Ming Li, Ming Kwong dan juga pendukungnya.
Rumah makan menjadi hancur lebur, sedangkan Ming Lai, Ming Li, Ming Kwong dan ketiga Tetua Klan Ming terpental sangat jauh.
Banyak bangunan yang hancur akibat aura kekuatan tingkat Peri Benua level 5. Semua orang langsung ambruk, dan sebagainya sudah muntah darah akibat tekanan kekuatan.
Ming Lai dan kelima pendukungnya juga muntah darah, dan terlihat banyak darah yang keluar dari pori-pori kulit mereka.
__ADS_1