God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 175. Musuh Baru.


__ADS_3

Chapter 175. Musuh Baru.


Shui Peiyu yang tampak lelah dan terlihat tertidur, ternyata sedang menyerap energi Yang didalam rahimnya. Menurutnya air surga yang diberikan suaminya sangat melimpah dan mampu memberikan kekuatan.


Selain itu ia juga mulai mengendalikan keunikan tubuhnya. Shui Peiyu juga merasakan racunnya merembes melalui pori-pori saat menyerap energi Yang. Excel Shimo yang sedang berendam segera keluar dari kamar mandi, karena merasakan racun.


Melihat Shui Peiyu yang sudah duduk bersila untuk menekan racunnya, buru-buru Excel Shimo mendekati dan duduk bersila dibelakang isterinya.


Segera Excel Shimo meletakkan kedua tangannya dipunggung Shui Peiyu untuk membantu menyetabilkan kondisinya. Racunnya sudah menyebar dengan cepat di seluruh Istana Peri hingga keluar.


"Maaf, ini salahku!" ujar Excel Shimo yang sadar tidak memberitahukan untuk tidak menyerap energi Yang miliknya, sebelum mampu mengendalikan racunnya.


Excel Shimo segera menyerap racun telah menyebar dengan cepat, agar tidak terbawa angin gurun. "Simpan racun-mu dalam dantian, gerakan energi spiritual untuk mengiringinya." perintah Excel Shimo kepada Shui Peiyu.


Sesuai petunjuk suaminya, Shui Peiyu dengan cepat menutup semua lubang ditubuhnya dan menggiring racun memasuki dantian-nya. Dengan sabar Excel Shimo membimbing isterinya dan sambil tetap menyerap racun yang telah menyebar di luar Istana Peri.


Secara berlahan racun yang menyebar keluar telah menghilang. Sedangkan Shui Peiyu juga telah mengumpulkan racun didalam dantian-nya. Excel Shimo tersenyum saat tahu isterinya mampu mengendalikan racun dengan cepat.


"Kamu bisa menerobos sekarang, jangan ditahan!" kata Excel Shimo saat melihat dantian isterinya bergejolak.


Tanpa membantah setiap suaminya berbicara, Shui Peiyu segera mengikuti instruksinya dan membuat segel aneh dengan kedua tangan.


Boommm...


Letusan energi segera keluar dari tubuh Shui Peiyu dan basis kultivasi naik 1 level. Shui Peiyu tidak berhenti setelah menerobos, sebab dantian-nya masih bergejolak kuat, tanda masih banyak energi yang mampu meningkatkan kekuatannya. Excel Shimo terus membantu menyetabilkan fondasinya, setiap kali Shui Peiyu naik level.


Boommm...


Berkali-kali Shui Peiyu menerobos dan Excel Shimo dengan sabar selalu membantu. Mereka berdua telah melewati satu hari didalam Istana Peri.


Sengaja Excel Shimo tidak membawa Shui Peiyu kedalam Dunia Jiwa, sebab kuatir letupan racun merusak dan membahayakan kehidupan disekitarnya.


"Hebat, kamu mampu menerobos hingga Tingkat Saint level 5 dari luapan energi racunmu! Setelah fondasi stabil dan sudah terbiasa memahami kekuatan barumu, kamu bisa menyerap energi Yang. Perkiraanku, kamu bisa menerobos hingga Tingkat Peri Benua!" puji Excel Shimo yang senang dengan pencapaian Shui Peiyu, dia juga memberikan bimbingan dan arahan.

__ADS_1


"Terima kasih sayang!" jawab Shui Peiyu sambil membalikkan badan dan segera memeluk suaminya.


"Tidak perlu berterima kasih. Sekarang berlatih menggunakan racun sebagai perlindungan diri dan untuk menyerang lawan!" pinta Excel Shimo.


Segera Shui Peiyu memakai pakaiannya dan setelah selesai ia turun ke lantai satu untuk berlatih. Sedangkan Excel Shimo selalu mengikutinya, ia masih kuatir isterinya belum mampu mengendalikan racun untuk dimanfaatkan sebagai pertahanan diri dan menyerang musuh.


"Oh iya, dia kan belum memiliki teknik elemen racun...," gumam Excel Shimo saat ingat jika Shui Peiyu belum pernah berlatih menggunakan racun, "tunggu dulu, aku akan berikan teknik yang cocok untukmu." Lanjutnya sambil menahan bahu Shui Peiyu.


Segera Excel Shimo menutup matanya dan mencari teknik yang sesuai dengan kelebihan Shui Peiyu. Excel Shimo mencari teknik di Balai Perpustakaan di Dunia Jiwa. Tidak berselang lama, teknik yang cocok telah didapatkan.


"Duduk bersila, pejamkan mata dan tahan rasa pusing saat aku memberikan informasi!" kata Excel Shimo kepada Shui Peiyu yang dengan sabar menunggu suaminya.


"Baik."


Segera Shui Peiyu duduk dan memejamkan mata dan Excel Shimo meletakkan tangan kanan di kepalanya. Lalu, Excel Shimo mentransfer semua pengetahuan tentang teknik yang sudah ia sesuai dengan keadaan Shui Peiyu.


Shui Peiyu menahan rasa sakitnya dengan mengatupkan rahang saat banyak pengetahuan memasuki pikiran. Setelah selesai Excel Shimo juga ikut duduk didepan Shui Peiyu.


"Suami, sebelum menuju Kerajaan Huang, kita singgah dulu di Akademi Pedang Surga untuk menjemput Jing Yimin!" kata Jing Jiao setelah keluar dari Dunia Jiwa.


Jing Yimin adalah pemimpin Akademi Pedang Surga, paman dari Ratu Jing Jiao. Semenjak Penatua Agung Akademi Pedang Surga kalah dalam perang, Jing Yimin menggantikan posisinya.


Jing Yimin juga salah satu kandidat Wali pengganti selain Long Wenhua, tinggal dua kandidat lagi yang masih belum dipilih. Dua kandidat itu berasal dari wilayah Barat dan wilayah Timur.


"Tidak masalah. Lagian aku sendiri belum pernah ke sana," jawab Excel Shimo sambil menyimpan Istana Peri.


Segera Raja Fung berubah wujud asli dan semua orang naik ke punggungnya.


Posisi Gurun Tak Bertuan dan Akademi Pedang Surga membutuhkan waktu 3 hari perjalanan dengan Kapal Angkasa, berhubung Burung Gajah sebagai transportasinya, hanya membutuhkan setengah hari.


Wushhh...


Raja Fung mengepakkan sayapnya dan melesat ke langit dengan sangat cepat dan semua orang duduk sambil menikmati perjalanannya.

__ADS_1


Setelah waktu 2 dupa, Excel Shimo melihat beberapa orang yang berniat buruk yang sedang menghadap perjalanan. Mereka bersembunyi dibalik awan putih dengan menggunakan jubah penyamaran.


"Ada beberapa serangga akan menghambat perjalanan kita!" ucap Excel Shimo yang tiduran di paha Da Xia.


Spontan semua orang memeriksa jalur lintas kearah Akademi Pedang Surga dan Raja Fung memperlambat kecepatan. Namun, setelah memeriksa mereka tidak menemukan, hanya keempat Dewi-dewi yang bisa melihat dengan Mata Dewa.


Walaupun basis kultivasi mereka masih disegel, bukan berarti kemampuan setingkat Prajurit Surgawi tidak bisa digunakan, hanya kekuatan yang disegel.


"Setingkat Peri Benua level 2, level 3 dan level 4. Mereka adalah Leluhur dari Raja Huang, dan sisanya yang merepotkan dari Akademi Pedang Surga kelas 2 dari Benua Jiu Zhou. Kekuatan mereka Tingkat Peri Langit paling tinggi dan terendah Peri Benua level 8!" kata Fang Yin setelah melihat jajaran kekuatan musuh yang menghadang.


"Akhirnya para bajingan tua keluar juga, sudah lama mereka bersembunyi...," ujar Ratu Jing Jiao yang ternyata menantikan Leluhur Kerajaan Huang muncul.


"Sepertinya Akademi kelas 2 tidak terima dengan kematian She Xiang dan berniat meminta pertanggungjawaban!" sahut Ratu Bao Yu yang tampak tidak senang dengan Akademi Pedang Surga kelas 2.


"Bodoh! Mengurusi masalah Benua Jiang Shan yang dianggap miskin, tapi mereka tidak waspada dengan bencana yang akan menghampiri Benua Jiu Zhou!" celetuk Excel Shimo yang tidak memahami pemikiran pimpinan dari Benua Jiu Zhou, ia tahu beberapa informasi dari ingatan Bing Bing sebelum terbunuh. l


"Biarkan saja, mereka cocok buat latihan untuk kita!" kata Dewi Chang'e yang sudah tidak sabar ingin bertarung.


"Iya, sudah lama aku tidak membuat Pil Regenerasi Sel yang mampu meremajakan kulit! Akhirnya ada yang mau mengorbankan dirinya untuk dimasukkan ke dalam tungku!" sahut Seng Huaran sambil mengelus kulit tangannya yang halus dan putih.


Mendengar ucapan Dewi Naga, membuat Raja Fung menelan saliva-nya, sebab ia merasakan tubuhnya dijadikan bahan peremajaan kulit. Sedangkan semua wanita pasti senang dan melihat wajah Excel Shimo yang sedang memejamkan mata. Jelas mereka ingin suaminya membuatkan Pil Regenerasi Sel.


"Kalahkan mereka, nanti aku buatkan setingkat Dewa Bumi ... Hmm... garis 5 maksimal, sebab kekuatan mereka masih rendah walau setingkat Peri Langit!" ujar Excel Shimo yang tahu dia sedang diperhatikan semua wanitanya.


"Hore..., janji ya...," sorak Ming Li Ling yang kegirangan.


"Aku juga mau, sebagai bayarannya, aku akan melayani kamu hingga puas!" kata Ratu Han dengan telepati-nya kepada menantu kesayangan.


"Setuju. Ingat, sebelum kamu pingsan, aku tidak akan berhenti!" jawab Excel Shimo yang senang bisa merasakan layanan Ibu mertuanya.


Mendengar janji suaminya membuat semua wanita kegirangan, jelas mereka bahagia, sebab setiap wanita sangat peduli dengan kecantikannya dan awet muda. Seng Huaran juga senang, karena dirinya hanya bisa membuat Pil Generasi Tingkat Saint standar dan masih tidak mampu membuat pil bergaris.


Wushhh... Wushhh...

__ADS_1


__ADS_2