God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 420.


__ADS_3

Chapter 420. Lin Sichuan.


Setelah meninggalkan Istana Cahaya, Excel Shimo merenungi ucapan Raja Malaikat; mengetahui, jika Raja Malaikat menolak permintaannya secara halus, Excel Shimo menduga jika penjaga jalur portal dimensi tidak melaporkan pertemuannya di Benua Kelahiran. Lalu apa yang terjadi dengan penjaga jalur portal dimensi?


Walaupun mendapatkan penolakan, Excel Shimo juga tidak kesal maupun marah, sebab dia bukanlah siapa-siapa; bukan penduduk asli Benua Roh, masalahnya juga tidak ada hubungannya dengan Raja Malaikat.


"Berat memiliki Artefak Alami! Seandainya mereka tahu tujuan ku yang sebenarnya ... Tetap menjadi bola panas yang akan melukaiku...! " batin Excel Shimo sambil mengikuti Ximen bersaudara.


Sebenarnya Excel Shimo ingin sekali mengungkapkan tujuan Wei Yan yang sebenarnya, tapi dia juga kuatir jika menimbulkan musuh dalam selimut yang menginginkan Artefak Alami.


Seandainya, mereka tahu jika Wei Yan mengumpulkan banyak Artefak Alami demi tujuan perebutan kekuasaan di Alam Suci dan menimbulkan peperangan global, apakah Raja Malaikat mau mendukungnya atau malahan menjadi musuh yang juga menginginkan Artefak Alami?


Sambil terus mengikuti Ximen bersaudara, pikiran Excel Shimo berkecamuk, memiliki Artefak Alami tidaklah semudah membalikkan tangan, dia seperti dihimpit oleh dua gunung, yang sewaktu-waktu bisa melahapnya kapan saja.


"Sudahlah, jika memang harus seperti ini! Aku akan tetap berjalan sesuai kehendak-ku, semua demi istri, anak, keluarga dan rakyatku. Tanpa mereka aku tidak memiliki tujuan hidup!" batin Excel Shimo.


Excel Shimo memberikan motivasi bagi diri sendiri, dia menganggap Artefak Alami hanya mendukung dalam perjalanan panjangnya untuk menuju puncak. 'Memiliki sesuatu yang berharga memang membutuhkan perjuangan'.


Ximen Sying dan Ximen Kai tidak mengucapkan sepatah kata pun mengetahui Excel Shimo dalam suasana hati yang kurang baik setelah penolakan.


"Tuan, kita selalu selalu bersama, jangan kuatir!" suara wanita yang menenangkan, yang tidak lain adalah Lotus Bao.


"Sejak awal Tuan selalu melakukan apapun sendiri ... Memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain, apa yang ditakutkan! Bahkan Raja Malaikat dan siapapun akan berpikir ulang jika harus berhadapan dengan Tuan!" Xi He juga memberikan motivasi kepada Excel Shimo.


"Bahkan kita akan selalu bersama sampai jiwa Tuan menghilang selamanya! Tuan, aku tidak sabar dengan perjalanan yang akan datang!" Qin Yang juga ikut berbicara.


Dengan empat kecantikan di dalam dantian nya yang selalu memberikan semangat, Excel Shimo membuang semua pikiran yang berlebihan, dan berkata dengan keempat wanitanya melalui telepati:


"Kita buat keributan di wilayah Ras Asyura setelah menghancurkan Fiend Spirit, anggap saja mereka sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan ku!"


Seketika wajah Excel Shimo menjadi ceria dan penuh semangat, dia tidak kuatir biarpun lawannya sangat kuat, sebab dia memiliki banyak metode untuk menyelamatkan dirinya dan juga kemampuan yang tidak dimiliki siapapun. Untuk istri, keluarga dan rakyatnya telah dia bekali banyak kemampuan dan perlindungan diri dari semua musuhnya.


"Target mereka adalah aku bukan Benua Kelahiran. Jadi, aku bisa kemanapun melangkahkan kakiku!" gumam Excel Shimo dan membuat Ximen bersaudara membalikkan badan.


Excel Shimo merasakan bebannya terlepas setelah menganalisa jalur pikiran Wei Yan, dan dia meyakini jika Wei Yan akan selalu mengejarnya dan mengabaikan orang yang dia cintai.


"Yang Mulia ingin memberikan tempat khusus untuk kamu tinggali bersama rombongan-mu. Ayo, kita segera kesana!" ajak Ximen Sying untuk mencairkan suasana canggung.


"Terimakasih untuk keramahtamahan Yang Mulia berikan, aku dengan senang hati menerimanya!" jawab Excel Shimo tanpa sungkan, dia juga ingin bersantai sejenak.


Ximen bersaudara tertawa lepas setelah melihat Excel Shimo bisa ceria lagi.


Kembali ketiga pria itu menuju tempat pribadi yang diberikan oleh Raja Malaikat untuk Excel Shimo, entah apa tujuan Ximen Yu...

__ADS_1


Kemudian, Ximen bersaudara mengajak Excel Shimo naik kapal angkasa yang berbentuk balon. Ximen Sying menceritakan banyak hal kepadanya, terutama tentang kompetisi bagi junior bangsa Malaikat.


Ximen Sying berkata jujur; jika dirinya bukan satu-satunya yang berbakat, ada satu wanita yang selalu unggul dari semua junior bangsa Malaikat, karena faktor usia melebihi 500 tahun, wanita yang selalu berada di peringkat pertama tidak di pilih oleh Kitab Suci untuk mengikuti Konferensi Tianwu.


Namanya Lin Sichuan kekuatannya berada di level 10 dan setara dengan para ketua.


Disaat Ximen Sying berbicara, mereka bertiga melihat salah satu orang yang dibicarakan terbang sangat cepat kearahnya...


Swosh....


"Aku menantang mu duel! "


Lin Sichuan langsung masuk ke dalam kapal angkasa dan menantang Excel Shimo tanpa basa-basi, wanita itu sudah memperhatikan Excel Shimo semenjak kedatangannya di ibukota, sewaktu dua rekannya menghadang perjalanan Excel Shimo menuju Istana Cahaya.


Ximen bersaudara geleng-geleng, karena Lin Sichuan selalu saja menantang siapapun untuk berkelahi. Terlihat diwajah Ximen bersaudara merasa iba kepada wanita itu yang kali ini salah sasaran.


Excel Shimo mengamati Lin Sichuan, dari atas kepala sampai ujung kaki, memiliki sayap hitam, wajah berbentuk hati, dahi dan tulang pipi yang sedikit lebar, membuatnya semakin elegan dan cantik. Rambut pendek seleher berwarna putih, kecantikannya tidak perlu diragukan lagi, hampir setara dengan istrinya Yang Hua. Pakaian minim serba warna hitam makin mengeluarkan pesona kecantikannya.


Lin Sichuan.



Ada satu hal yang menjadi pertanyaan Excel Shimo; apakah semua wanita bangsa Malaikat selalu berpakaian seksi, yang pakaiannya membangkitkan semangat kaum pria untuk memilikinya?


"Jangan-jangan ... ! " batin Excel Shimo yang berpikiran negatif sambil mengalihkan pandangannya kearah Ximen bersaudara yang lebih akrab dengan sesama pria. Ximen Sying merangkul bahu adiknya dengan mesra.


Excel Shimo geleng-geleng untuk membuang pikiran negatif tentang pria bangsa Malaikat, dan kembali melihat Lin Sichuan yang kini melipatkan kedua tangan di bawah dadanya dan makin menunjukkan ukurannya, tidak terlalu besar, tapi padat berisi, cukup menampung telapak tangan.


"Manusia, aku menantang mu, berani atau tidak? "


Sekali lagi Lin Sichuan menantang berkelahi, dia dengan sabar menunggu jawaban Excel Shimo, sambil memperhatikan gerak-gerik manusia di depannya yang tampak kebingungan dan membuatnya tersenyum.


Lin Sichuan berpikir jika manusia di depannya sudah takut, apalagi melihat Ximen bersaudara yang menunjukkan mimik wajah kasihan, dia semakin yakin mampu mengalahkan Excel Shimo yang tampak lemah.


Sayangnya, karena terlalu percaya diri, Lin Sichuan justru membuat dirinya masuk ke dalam jerat Dewa Binatang.


"Apa taruhannya, jika taruhan hal yang biasa, aku malas mengeluarkan seluruh kekuatanku?" tanya Excel Shimo dengan raut wajah penuh keragu-raguan untuk bertarung.


Reaksi Excel Shimo dengan jelas terbaca oleh Lin Sichuan, dan makin membuatnya percaya diri, dia berjalan mendekati Excel Shimo dan memutari tubuhnya seakan-akan memeriksa kelebihan lawan.


Ximen bersaudara menghela nafas dan mereka sudah tahu hasilnya yang akan dialami oleh Lin Sichuan, biarpun begitu, Ximen bersaudara tidak mencegah Lin Sichuan untuk tidak menantang Excel Shimo.


Lin Sichuan berhenti di depan Excel Shimo terpaut jarak yang sangat dekat hingga nafas mereka dari hidung sangat terasa. Excel Shimo mundur untuk menjaga jarak, dan makin membuat Lin Sichuan bertambah ingin bertarung dengan taruhan besar.

__ADS_1


"Aku mempertaruhkan Artefak Bintang Dua Tahap Menengah. Lalu apa taruhan mu?" jawab Lin Sichuan dengan percaya diri.


Ximen bersaudara melongo saat Lin Sichuan mempertaruhkan harta yang berharga. Walaupun Artefak Bintang Dua tahap menengah bukanlah hal langka di Benua Cahaya, tetap saja harganya sangatlah mahal, dan mereka yakin yang Lin Sichuan pertaruhkan adalah hadiah yang pertama dalam kompetisi beladiri antar junior.


"Aku tidak menginginkan Artefak, tapi dirimu! Jika kalah, jadilah kekasihku. Bagaimana?" jawab Excel Shimo tanpa malu-malu.


Spontan Ximen bersaudara semakin melebarkan mulutnya, mereka berdua hanya bisa melihat kedua orang itu ke kiri dan ke kanan.


Lin Sichuan kaget dan juga merasa terhina dengan taruhan yang berlebihan, dia jelas tidak mungkin mempertaruhkan dirinya.


"Kamu ... !? " Lin Sichuan menangkupkan rahangnya untuk menahan amarah, dia melangkah mendekati Excel Shimo dan berhenti saat nafas mereka dirasakan lagi.


"Lalu apa taruhan mu?" tantang Lin Sichuan.


Saat Lin Sichuan berbicara, keluar aroma buah yang tercium hidung Excel Shimo, dan dia mendekatkan kepalanya sedikit turun, karena Lin Sichuan lebih pendek darinya.


Kedua mata Lin Sichuan berkedip-kedip tidak beraturan saat Excel Shimo semakin dekat dan hampir dua bibir saling menyentuh.


Kemudian, Excel Shimo pun menjawab saat dua bibir hanya terpaut jarak satu jari, dia berkata:


"Jika aku kalah, aku mau menjadi kekasihmu."


Ximen bersaudara langsung tertawa mendengarnya. Sedangkan Lin Sichuan mendorong tubuh Excel Shimo dengan tatapan tajam, ingin rasanya meninju mulutnya.


"Tidak tahu malu, anggap saja kamu takut ...," ujar Lin Sichuan sambil kedua matanya melihat Excel Shimo dari atas kepala hingga ujung kaki, sudut bibirnya tersungging yang sengaja menghina Excel Shimo.


Excel Shimo mengangkat bahunya, lalu dia berjalan menuju tempat duduk dan mengangkat kaki kanan bertumpu pada paha kirinya, dia berkata:


"Ya sudah kalau tidak berani! Anggap saja aku sesuai perkataan-mu!" jawab Excel Shimo yang juga sengaja memancing emosi lawan bicaranya.


"Diriku lebih mahal dari apapun dan tak layak untuk dipertaruhkan. Taruhan yang lain!" Lin Sichuan tidak mau menyerah sebelum bertarung dengan Excel Shimo.


"Aku tidak memiliki barang berharga untuk dijadikan taruhan, yang aku hanya memiliki tubuh ku ini! " jawabnya.


Lin Sichuan makin kesal dan sudah mulai hilang kesabarannya, dan disaat akan berbicara, Ximen Kai menengahi dan berkata:


"Saudari Lin, Dewa Binatang adalah tamu terhormat kita. Jadi, tolong tunjukkan keramahtamahan kita sebagai bangsa yang berbudaya! "


Lin Sichuan mendengus dan keluar dari kapal angkasa dengan wajah kesal, karena belum puas memuaskan keinginan untuk bertarung, dia membalikkan badan, dan berkata:


"Baik! Aku jadikan diriku taruhannya! Tapi, aku tidak mau kamu menjadi kekasihku... Jadilah pelayan ku hingga 1.000 tahun. Aku tunggu di Arena Tanding Para Kesatria. Kita mulai dalam waktu empat dupa. "


Lin Sichuan langsung melesat turun setelah berbicara, dia tidak mau memberikan kesempatan Excel Shimo untuk berbicara, lalu dia mengembangkan senyuman penuh misteri yang tidak dilihat siapapun.

__ADS_1


Ketiga pria saling bertukar pandangan mendengar ucapan Lin Sichuan dan tertawa lepas setelahnya...


__ADS_2