
"Pemberitahuan aku Dahlia Kinanti, mulai detik, menit, jam, dan hari ini menyatakan bahwa akan mengejar cinta seorang pria tampan bernama Alvaro Horison. Sekedar mengingatkan, walaupun Kak Al menolakku aku akan tetap mengejar Kak Al, dan Kak Al tidak boleh melarang untuk itu, karena pada siapa aku jatuh cinta dan ingin berjuang itu adalah hakku, jadi mulai sekarang aku akan terus mendekati Kak Al, dan tidak akan pernah mundur, saat Kak Al sudah bilang mau nikah sama aku itu artinya Kak Al tidak diperbolehkan untuk menarik kata-katanya kembali dan perlu Kak Al tahu bahwa sampai kapanpun aku akan menunggu Kak Al, sekian pemberitahuan dariku."
Al terus membaca pesan Dahlia berulang-ulang, hingga akhirnya tawa Al pecah sudah. "Ada-ada saja," gumam Al yang kemudian kembali berbaring diatas tempat tidurnya, melupakan niatnya untuk makan. Sekarang Al justru tampak sibuk dengan ponselnya, mengutak-atik sesuatu, dengan mengandalkan ajaran temannya, akhirnya Al bisa membuat akun di salah satu media sosial, kemudian dia mengetikkan nama seseorang, tapi alhasil Al dibuat bingung karena nama yang diketikkan tidak hanya satu, melainkan ada banyak, sehingga Al harus mengecek foto yang ditampilkan di sana untuk mencari seseorang yang dimaksud, hingga tak lama, Al tersenyum saat menemukan orang yang dicarinya. Al membuka profil orang itu, dan kini Al sudah tampak sibuk dengan apa yang baru saja dilakukannya.
***
"Mau jalan-jalan?" Tawar Jason, saat ini mereka sedang bersantai menonton tv dengan Jason berbaring dengan berbantalkan paha Istrinya.
"Males ah," kata Lily yang sedang memainkan ponselnya.
"Disini dekat loh sama pantai, yakin tidak mau pergi?" Jason menatap wajah istrinya.
"Pantai?"
"Hmmm, bagaimana mau tidak?" Jason masih membujuk Istrinya. "Selagi disini, sayang kan cuma tiduran dan malas-malasan," tambahnya lagi.
"Mau, baiklah tunggu sebentar ya, aku bersiap dulu," kata Lily tersenyum senang.
Jason kemudian bangkit, dan membiarkan istrinya untuk bersiap. Jason menggelengkan kepalanya saat melihat istrinya yang sekarang sudah kembali semangat 45.
Tak lama istrinya menghilang di balik pintu kamar mandi, ponsel Jason berdering, Jason segera menjawab panggilan telepon itu, dan dirinya menghela nafas panjang saat mengakhiri panggilan.
"Ayo sayang aku sudah siap," kata Lily yang memang sudah tampak rapi.
Lily kemudian menatap suaminya yang kini tampak lesu, padahal Lily sudah sangat bersemangat begitu tadi Suaminya menyebut pantai. Ya karena Lily memang suka pantai.
"Kenapa?" Tanya Lily memandangi Suaminya heran.
"Maaf," kata Jason dengan raut wajah merasa bersalah.
"Untuk?"
__ADS_1
"Sepertinya kita harus menunda acara jalan-jalannya, ada pekerjaan mendadak yang harus aku lakukan, padahal aku sudah menyelesaikannya semua kemarin," Jason menatap Lily benar-benar merasa tidak enak, dirinya yang mengajak, tapi dirinya juga yang akhirnya menundanya.
Lily menghela nafas berat, dirinya sudah senang karena akan ke pantai, tapi akhirnya harus menelan kekecewaan saat suaminya bilang ada pekerjaan mendadak.
"Sayang maaf, nanti habis ini, habis pekerjaanku selesai, aku akan menemani kamu kemanapun kamu pergi," ucap Jason dengan nada serius.
"Aku akan pergi sendiri," putus Lily pada akhirnya.
"Tidak!" Larang Jason tegas.
Lily kesal dan membanting tubuhnya di atas tempat tidur yang memang tidak jauh dari posisinya.
"Ya sudah sana pergi! Jangan-jangan kamu seperti ini karena wanita kemarin kan? Kamu pikir aku tidak dengar, jika ada wanita yang masuk, kamu akan menemui dia iya, makanya kamu membatalkan rencana kita begitu saja, bahkan kamu melarangku untuk keluar agar aku tidak melihatmu," Teriak Lily yang kini sudah meneteskan air matanya.
"Sayang kenapa berbicara seperti itu, aku bisa jelasin semua ini hanya salah paham, wanita ular itu memang masuk ke dalam kamar, tapi aku langsung mengusirnya, jika kamu tidak percaya aku bisa membuktikannya, aku bisa.."
"Cukup! Sekarang katakan siapa wanita itu? Kenapa bisa kamu membiarkannya masuk, seharusnya kamu menutup pintu lagi dan melarangnya masuk," teriak Lily yang kini terduduk kembali dan menatap tajam suaminya.
Tapi tiba-tiba, Lily justru terlihat meneteskan air matanya.
"Kenapa jadi seperti ini, padahal tadi pas bangun, istriku bahkan tidak mengatakan apa-apa" ucap Jason dalam hati meremas rambutnya.
"Sayang, kenapa menangis, aku berani bersumpah, hanya ada kamu dan tidak ada wanita lain."
Jason semakin mendekat dan duduk di samping istrinya, Jason menarik Lily ke dalam pelukannya, Lily sempat memberontak bahkan sampai memukul dada Suaminya.
"Kamu jahat, kamu jahat, kamu sudah tidak sayang lagi sama aku," Lily semakin terisak.
Jason menangkap tangan istrinya, digenggamnya tangan sang istri, "Sayang kenapa berbicara seperti itu, aku sayang sama kamu, rasa sayangku masih utuh tidak berubah sama sekali, aku memang ada pekerjaan yang harus aku lakukan, bukan karena hal lain, dan soal wanita itu.."
"Tapi kamu bilang pekerjaanmu selesai," potong Lily.
__ADS_1
"Iya, tapi ini mendesak, aku juga baru tahu,"
"Tapi kamu tadi mengajakku jalan-jalan, aku bahkan sudah bersiap, lalu kamu membatalkannya begitu saja."
"Aku tidak membatalkannya istriku tercinta, aku hanya menundanya, perlu kamu tahu membatalkan sama menunda itu berbeda, jadi nanti setelah pekerjaanku selesai kita akan jalan-jalan," agaknya Jason harus benar-benar sabar, dia sampai terus menghela nafas berat berulang kali.
"Ya sudah aku mau jalan-jalan sendiri, kamu nanti menyusul," putus Lily yang kini melonggarkan pelukannya dan menatap suaminya penuh harap.
"Tapi sayang.."
"Kamu tidak mengizinkan karena kamu akan berniat membatalkannya?" Tampak Lily memicingkan matanya.
"Bukan seperti itu…"
"Ya sudah kalau begitu izinkan aku," lagi-lagi Lily terus memotong ucapan suaminya.
Sepertinya perdebatan mereka tidak akan berhenti, dan disinilah akhirnya, Jason mengalah dan mengizinkan istrinya untuk jalan-jalan terlebih dulu.
"Hmm baiklah, tapi ponsel kamu harus selalu aktif, jadi aku bisa terus menghubungimu," akhirnya Jason hanya bisa pasrah.
"Ya sudah ayo, aku akan antarkan kamu dulu," Jason menghapus air mata istrinya dengan tangan.
"Tidak aku bisa sendiri, kamu langsung berangkat saja, biar pekerjaanmu selesai dan bisa segera menyusulku," Lily menolak suaminya dan langsung berdiri dari duduknya.
Jason pun ikut berdiri, "Kamu yakin?"
"Hmm, jadi pergilah, aku juga mau membasuh muka terlebih dahulu," Kata Lily menghadap ke arah suaminya, kini mereka berdiri dengan saling berhadapan.
"Baiklah, kamu jaga diri baik-baik, jangan lupa ponselnya harus selalu aktif, aku berangkat dulu."
Lily mengangguk mengiyakan pesan Jason.
__ADS_1
Jason kemudian mengecup kening istrinya lama, dan dengan setengah hati meninggalkan sang istri, membiarkannya untuk pergi sendiri.