Please Love Me

Please Love Me
Bab 218


__ADS_3

Ronald menatap nanar pintu yang kini sudah tertutup, Ronald menghela nafasnya, kemudian berlalu pergi. Bukannya kembali menjelaskan, bukannya meyakinkan Liora Ronald justru memilih untuk meninggalkan Liora dan membiarkan gadis itu dengan keputusannya. Ronald sadar, Liora adalah gadis yang mendapatkan banyak curahan kasih sayang dari keluarganya, tidak seperti dirinya yang justru ditinggalkan orang yang seharusnya menjadi kekuatannya. Sejak kecil Ronald tidak tahu apa artinya kasih sayang, dan Ronald akan mencoba mengerti alasan Liora yang tidak ingin mengecewakan keluarganya, membuat Ronald pun memutuskan untuk pergi. Ronald merasa mungkin dirinya tidak pantas mendapatkan seperti yang orang-orang dapatkan.


"Ini pilihanmu Liora, dan aku akan menghormati itu, aku akan menjauh seperti apa yang kau minta, ini bukan karena permintaanmu, tapi demi rasa sayangmu terhadap semua keluargamu, aku tidak ingin kau merasa tertekan karena kakakmu yang memang tidak menyukaiku, dan tidak ingin kau bersamaku, aku takut jika nantinya kamu memilih terus bertahan denganku, semua keluargamu akan tahu dari kakakmu tentangku, dan itu justru akan mempersulitmu, aku tidak mau jika kau memilih bersamaku justru membuat kamu menentang keluarga sendiri. Aku tidak mau kau tidak menjadi anak berbakti hanya karena ku," ucap Ronald dalam hati, menatap rumah Liora lama dan kemudian berlalu pergi membawa kenangan manisnya bersama Liora.


Sementara itu, Liora yang sedari tadi menyandarkan punggungnya di pintu, menunggu Ronald menjelaskan semuanya. Berharap Ronald akan mengetuk pintu, dan terus bertahan disana mengatakan semuanya, tapi Liora harus kecewa karena selama menunggu beberapa menit, semua yang diharapkannya tidaklah terjadi. Liora, menyingkap gorden sedikit, mengintip apa yang Ronald lakukan, dan Liora kembali kecewa saat justru melihat Ronald berjalan menjauh.


"Jadi benar apa yang mereka semua katakan? Kau bahkan tidak melakukan pembelaan dan menjelaskannya padaku? Kau malah pergi tanpa mengatakan apa-apa. Apa kau memang hanya mempermainkanku? Atau apa kau pergi berharap aku akan mengejarmu? Tidak, itu tidak akan terjadi, kau tahu Ronald aku tidak bisa melakukan itu," ucap Liora lirih memandang sendu kepergian Ronald yang kini sudah tidak terlihat lagi dan pandangan gadis itu tertuju pada seseorang yang berdiri cukup jauh dari tempatnya. Seseorang yang mendapat perintah dari Max untuk mengawasinya.


Liora membuka pintu dan menatap kesal orang itu. "Harusnya kamu tadi jelaskan, biar orang itu dengar dan melaporkannya pada Kak Max, setidaknya biar Kak Max setidaknya tahu alasanmu kenapa tidak menghubungiku," ucap Liora kemudian berjalan masuk ke arah mobilnya dan memilih pergi dari tempat itu.


"Sial!" Ucap Liora yang melihat dari kaca, orang itu kembali membuntutinya.


"Puas kau Kak membuatku tidak bisa berkutik sama sekali, ah padahal aku sangat merindukannya, aku ingin bersamanya lebih lama, makanya aku mengajak ke tempat ini yang jaraknya cukup jauh," kata Liora kemudian melajukan mobilnya, lebih baik dia pulang sekarang, pulang ke rumah orang tuanya, karena saat ini di rumah Max sedang ada keluarga kakak iparnya. Ya walaupun yang Liora dengar Ayah Ronald sudah kembali, tapi dia tidak mau kesana untuk saat ini. Apalagi mengingat keputusan Max yang diucapkan tadi pagi saat dirinya hendak berangkat ke kantor.


"Kakak dengar dia sudah kembali," ucap Max tiba-tiba saat mereka sedang menikmati sarapan, untungnya saat itu Jessy dan Davian, orang tua Bunga sedang tidak ada di ruang makan.


Liora mengernyitkan dahi, tidak mengerti maksud ucapan kakaknya.

__ADS_1


"Dia?"


"Pria buaya itu sudah kembali hari ini, dan mulai saat ini Kakak akan menyuruh orang untuk mengawasimu dari jauh, kakak tidak ingin kau kembali diajak ke apartemen pria itu, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika kamu kembali masuk ke dalamnya. Ingat Liora semalam kamu sudah mengatakan pada Kakak akan berusaha melupakannya dan menghapus perasaan yang kau miliki itu, jadi mulailah semua itu dengan menghindarinya, tolak dia jika dia ingin bertemu denganmu."


"Kak aku bilang aku butuh waktu, jadi Kak kenapa Kakak harus menyuruh orang untuk mengawasiku? Aku akan pelan-pelan melupakannya, kakak jangan khawatir, maksudku, setidaknya Kak Max percaya padaku, dan biarkan aku menyelesaikan semuanya sendiri, bukan menyuruh orang memantauku, itu seperti menandakan jika Kak Max tidak percaya denganku," ucap Liora menatap kakaknya.


"Kakak bukan tidak percaya padamu Liora, tapi Kakak tidak percaya padanya, jadi terima saja jika setiap apa yang kamu lakukan terutama saat bersama pria itu, semuanya akan dilaporkan oleh orang Kakak. Lagian jika Kakak tidak percaya padamu, mungkin saja Kakak akan menyuruh mereka untuk mengawasimu diam-diam dan lebih memilih memberitahumu," ucap Max kemudian bangun dari duduknya.


Liora menatap Max kemudian menatap Bunga, "Kak Flo, tolong katakan pada suami Kakak tidak perlu melakukan itu," ucap Liora menatap kakak iparnya penuh harap.


"Walaupun kamu meminta tolong istri Kakak untuk membujuk Kakak, itu semua tidak akan merubah apa yang sudah Kakak putuskan Liora. Sudahlah intinya ingat pesan Kakak baik-baik, hindari dia apapun yang terjadi, dan bilang ke dia untuk tidak mendekatimu lagi. Jika kamu sudah mengatakan itu dan dia benar-benar menjauhimu, kakak baru akan meminta orang suruhan kakak berhenti, jadi semua tergantung apa yang kau katakan dan lakukan Liora," ucap Max kemudian pria itu mencium kening istrinya berpamitan untuk pergi ke kantor, dan Liora hanya menatap kesal Kakaknya yang kini sudah berjalan menjauh.


*


*


"Sudah, Kak Al sudah pergi, ayo! Katanya mau makan malam di luar," ucap Jason mengajak Lily untuk pergi dari bandara setelah melihat pesawat yang membawa Al sudah kembali pergi.

__ADS_1


Lily menoleh dan menatap suaminya kemudian mengangguk. "Ayo, aku juga sudah lapar," Lily menggamit tangan Jason berlalu menuju mobil mereka.


Keduanya masuk dan Jason segera melajukannya, "Kita mau makan dimana?" Tanya Jason meminta pendapat istrinya.


"Hmm dimana ya?" Lily tampak berpikir kemudian mengatakan kemana dirinya akan pergi.


"Baiklah, seperti yang istriku inginkan," ucap Jason tersenyum, Lily balas tersenyum. 


Jason segera mengendarai mobilnya ke tempat yang istrinya inginkan. Dan setelah menempuh perjalanan sepuluh menit, akhirnya mereka pun sampai. 


Jason turun dan berlari kecil untuk membukakan pintu untuk istrinya membantu sang istri tercinta untuk turun.


"Hati-hati," kata Jason.


Setelah Lily turun mereka pun segera masuk. 


"Kamu pilih tempat duduk, biar aku pesan makanan dulu," ucap Jason meninggalkan istrinya yang kini sudah memilih tempat untuk mereka duduk karena kebetulan tempat itu masih sepi hingga bisa bebas memilih duduk dimanapun.

__ADS_1


Pandangan Lily tertuju pada tempat duduk di pojok dekat jendela. Lily kemudian berjalan ke sana dan duduk bersamaan dengan seorang pria yang juga ikut duduk di sana.


__ADS_2