
Haiiii..... 🤗🤗
Ini novel pertamaku mohon dukungannya tolong saran kritik ya dan mohon maaf juga ada tulisan yang salah banyak kekurangan
Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan 🙏🙏
Selamat menikmati 😊😘
Jangan lupa di 👍 dan ❤
Di tunggu kritik dan sarannya 😊
Cerita ini akan sedikit berkonten dewasa jadi harap bijak dalam membacanya 😊
******
Sampai di rumah Alex keluar dari mobil sambil mengendong Rara dan teriak "cepat panggil dokter" teriak Alex kepada pelayan yang sedangkan membuka pintu rumahnya
Alex naik ke lantai 2 dan masuk ke kamarnya dan membaringkan Rara di kasur
"Alex panas .... badan ku panas" ucap Rara duduk dan narik gaunnya itu ke atas
"Rara apa yang kau lakukan" ucap Alex sambil menyelimutin Rara
Rara membuka selimutnya dan berhasil membuka dress yang di pakai tadi
Alex hanya terdiam melihat Rara melihat membuka dressnya
Lalu tak berapa lama pelanya dan dokter masuk ke kamar, Alex yang melihat mereka masuk lantas langsung memeluk tubuh Rara yang hanya menggunakan pakaian dalamnya berusaha menutupi tubuh Rara
"Siapa yang menyuruh kalian masuk, KELUAR!!! teriak Alex tanpa melihat ke mereka
mereka pun keluar dan menutup pintu kamar Alex
"Alex kau ganteng" ucap Rara yang wajahnya dekat dengan wajah Alex
Saat Alex melepaskan pelukkannya, Rara malah menarik Alex dan membuat Alex terjatuh di atas Rara
"Ra jangan seperti ini kau membuat ku gila"
"Alex kenapa kau selalu berbuat seenakmu, apa kau pikir semuanya harus berjalan sesuai dengan maumu" ucap Rara sambil naruh tangannya di leher Alex dan tersenyum
Saat Alex hendak menjawabnya Rara menarik wajah Alex dan menciumnya
mata Alex langsung membulat namun tak lama kemudian membalas ciuman itu
(Kau yang minta Ra jangan salahkan aku nanti, aku sudah tak tahan lagi) batin Alex sambil mencium Rara yang sedang berada di bawahnya
__ADS_1
Awalnya ciuman yang tadi hanya bersentuhan bibir berubah menjadi ganas dan saling menghisap
Tak berapa lama Alex melepas ciumannya hendak membuka baju
"Alex kenapa di lepas, apa bibirku tak enak" ucap Rara dengan wajah sedih
"Tidak sayang kau sangat enak" ucap alex sambil mencium kembali Rara
Tangan Alex tak tinggal diam dia meraba dan meremas setiap tubuh Rara
Alex mencium leher Rara meninggalkan tanda kepemilikkannya sambil membuka bra pink Rara
sekarang dada Rara terbuka tanpa seutas benang pun menutupinya Alex langsung mengecup dan meremas payu* punya Rara memainkan Put*_nya
Rara mengeliat geli dan keenakkan
"Alex.. aahh geli lex" desah Rara membuat Alex semakin bersemangat melakukan aktivitasnya
Tangan Rara meremas rambut Alex sambil mengeluarkan desah matanya terpenjam merasakan setiap sentuhan Alex
Alex mencium setiap inci kulit Rara hal itu membuat Rara mendesah kegelian
Hingga ahkirnya tangan Alex membuka satu-satunya kain yang masih tersisa di tubuh Rara
"Alex jangan aahh" ucap Rara di sela desahnya
tangan Alex bermain di bawah sana dan membuat Rara semakin basah
"aahh Alex" desah Rara lagi
Alex memperbaikin posisi tidur mereka
lalu Alex membuka ************ Rara dan merapatkan dirinya ke Rara lalu mencoba memasukkan miliknya ke punya Rara
"Aahh. . . aawww... sakit Lex" teriak Rara sambil meremas kasur
Rara mengeluarkan air mata menahan sakitnya
(dia masih perawan, bukannya di beritakan dia di tinggal karna selingkuh dan hamil) batin Alex di sela kegiatanya
"Tahan sebentar sayang, nanti juga enak kok" ucap Alex sambil mencium bibir Rara
Alex menghentakan pinggulnya lebih kuat lagi masuk ke dalam Rara
"Aaahh. . . . aaawww Alex sakit sekali" teriak Rara
Milik Alex telah masuk semua membuat Rara meremas punggung Alex tanda kesakitan
__ADS_1
"Maaf sayang tahan sebentar lagi sakitnya hilang" ucap Alex sambil mencium kening Rara
Alex mencium Rara lagi dan meremes payu* Rara untuk menghilangkan sakit yang Rara rasakan
Alex melihat Rara sudah nyaman lalu dia mulai menggoyangkan pinggulnya
Desah demi desah keluar dari mulut Rara
keringat mereka berdua bersatu padahal malam itu sangat dingin aktivitas mereka sangatlah lama hingga ahkirnya Alex memuncak dan menggerakkan pinggulnya lebih cepat membuat Rara semakin mendesah
"Aaahhh. . .mmmm. . ." ucap Alex yang telah sampai di puncaknya dan mengeluarkan benihnya di dalam rahim Rara
"Terima kasih Sayang" ucap Alex berbering dan memeluk Rara
"cepatlah jadi sehingga calon ibumu tak bisa menolakku lagi" ucap Alex mengelus perut Rara
Mereka pun tertidur karna kecapean
Keesokan harinya Rara bergerak dan merasakan ada yang menindihnya dirinya lantas dia berusaha membuka matanya
saat dia membuka matanya dia heran
"Ini bukan kamarku" ucap Rara melihat sekitarnya
Saat mau bangun ada yang menahan di perutnya
Rara membuka selimut dan betapa terkejutnya melihat Alex memeluknya dan dirinya tak memakai apapun hanya Alex yang memakai celana pendek
"Aaaaaaaa. . . . !!!!!!!!" teriak Rara membangunkan Alex
"Apa yang terjadi???!! bagaimana ini bisa terjadi" ucap Rara sambil mengambil selimutnya
"Tadi malam kau mabuk dan memperkosa aku" ucap Alex seenaknya mengarang cerita
"Hhhaaah.... tidak mungkin itu terjadi" ucap Rara bangun dari tempat tidur tapi kakinya masih lemas hingga dia terjatuh
"Rara kau tak apa-apa, jangan banyak bergerak dulu" ucap Alex bangun dan mengendong Rara ke kasur lagi
Rara di kasur berusaha menghindar Alex
"apa mau mu Lex?!,,," ucap Rara
"Aku ingin sebuah pertanggung jawaban, kau memperkosaku dan sekarang ada benihku dalam tubuhmu" ucap Alex sambil tersenyum
"Kau pria gila, bukannya hal ini yang kau inginkan sekarang kau sudah dapat jadi tolong pergi dari kehidupanku" ucap Rara berusaha bangun dan mememakai pakaian yang ada di lantai dan ternyata itu kemeja Alex lalu mengambil kunci mobil yang ada di meja samping kasurnya
Rara berlari keluar kamar hingga ke depan pintu rumah Alex dan melihat mobil terparkir di depannya langsung naik dan ternyata pas dengan kunci mobil yang Rara bawa
__ADS_1
Rara langsung pergi dengan kecepatan tinggi meninggalkan Alex di depan rumahnya yang memandang dirinya pergi