
"Mana ponselku?" Kata Lily sambil tangannya menengadah meminta ponsel.
Dengan ragu Jason memberikan ponsel yang tadi diambilnya kepada Lily.
"Terima kasih," ucap Lily begitu menerima ponselnya.
"Jasmine aku pulang dulu," pamit Lily lagi kemudian benar-benar keluar dari kediaman William Anderson.
Lily berjalan sampai ke depan gerbang dan akan memutuskan memesan taxi begitu sampai di depan.
Hingga tiba-tiba
Bim bim
Suara klakson mobil mengejutkannya.
"Masuk!" Perintah seseorang di dalam mobil.
Lily tetap berjalan, tak berselang lama mobil tepat berhenti di depannya, menghalangi jalan Lily. Kemudian pria itu turun dan membukakan pintu samping kemudi.
"Cepat masuk!" Perintah Jason lagi karena lagi-lagi dia tidak didengarkan.
Lily memutar bola matanya malas, karena lagi-lagi pria itu bertindak sesuka hatinya.
"Aku tidak mau, kau bisa jalan lebih dulu," tolak Lily untuk ketiga kalinya.
"Masuk sekarang Lily," katanya dengan menatap Lily tajam.
Hingga akhirnya Lily pun pasrah dan menuruti perintah pria itu.
Di dalam perjalanan hanya ada keheningan, Mereka berdua sama-sama diam, Jason yang tidak tahu harus berbicara apa, sedangkan Lily memang sedang tidak ingin berbicara apa-apa.
"Ini bukan jalan ke rumahku! Kau mau membawaku kemana?" Tanya Lily begitu menyadari jalan yang ditempuhnya bukan jalan menuju rumahnya.
Pertanyaan Lily bagai angin lalu, karena Jason sama sekali tidak menjawabnya. Tak berapa lama mereka sampai di sebuah restoran, Jason turun lebih dulu kemudian berlari membukakan pintu untuk Lily.
"Ayo turun! Kita makan dulu, aku sudah sangat lapar," kata Jason yang melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 1 siang. Itu artinya jam makan siang memang sudah lewat 1 jam yang lalu. Ditambah lagi dirinya yang memang belum sarapan, karena tadi pagi dia buru-buru begitu mendapat telepon dari Stevano untuk segera datang ke rumah dan menjaga Alno.
__ADS_1
Lily hanya mengikuti Jason di belakangnya. Kemudian Jason pun memilih tempat duduk, dan memanggil pelayan untuk memesan makanan.
"Kamu mau pesan apa?" Kata Jason bertanya pada Lily.
"Samakan saja," jawab Lily singkat.
Jason menghela nafas berat, "Makanannya yang ini dua, ini juga dua sama minumannya yang ini juga sama," kata Jason pada pelayan restoran itu.
"Baik Tuan, mohon ditunggu," kata pelayan kemudian meninggalkan meja Lily dan Jason untuk menyiapkan pesanan mereka.
"Apa kamu sudah mendapatkan pekerjaan?" Tanya Jason berbasa-basi begitu pelayan tadi meninggalkan mereka.
"Belum," jawab Lily jujur.
"Maaf," kata jason tulus.
"Untuk apa?" Tanya Lily sambil sibuk dengan ponselnya.
"Maaf karena membuatmu kehilangan pekerjaan," kata Jason penuh penyesalan.
"Aku akan membantumu mencari pekerjaan yang cocok," Jason mengatakan itu sembari menatap Lily yang bahkan tidak mau menatapnya sama sekali, sepertinya Lily memang menghindar bertatapan dengan dirinya, itulah yang bisa Jason simpulkan.
"Tidak perlu, karena itu akan merepotkanmu, aku hanya lulusan Sma, dan sekarang-sekarang sangat sulit mencari pekerjaan dengan lulusan itu," kata Lily yang memang berulang kali tidak diterima hanya karena dirinya lulusan Sma.
"Tapi Lily.." perkataan Jason berhenti ketika pelayan tadi datang dan meletakkan makanan mereka di atas meja.
"Terima kasih atas niat baikmu, tapi aku tidak ingin berhutang terlalu banyak padamu, selama ini kau sudah banyak membantuku, dan aku tidak ingin merepotkanmu lagi dengan membantu masalahku," ucap Lily mengatakan yang sejujurnya alasan kenapa dirinya menolak bantuan Jason.
"Bolehkah ku makan?" Izin Lily pada Jason hendak memakan makanan yang ada dan terhidang di atas meja yang tadi pria itu pesan.
"Mmm makanlah, aku memesan ini memang untuk dimakan, bukan cuma jadi pajangan," jawab Jason kesal.
Tanpa sadar Lily tersenyum saat melihat wajah kesal Jason.
"Senyum gitu kan cantik," ucap Jason begitu melihat senyuman Lily.
Wajah Lily terasa panas hanya karena mendengar kata cantik yang Jason ucapkan.
__ADS_1
"Kenapa wajahmu memerah seperti itu? Apa kamu sakit? Apa karena…"
"Stop jangan diteruskan, dan cepat makan makananmu kalau tidak nanti aku akan menghabiskannya," ucap Lily memotong perkataan Jason.
Jason mencoba menahan tawanya, saat gadis dihadapannya ini beralasan seperti itu.
"Baiklah, akan segera kumakan, daripada nanti pulang-pulang aku membawa beruang," jawab Jason dengan entengnya.
"Beruang?" Lily mengernyitkan dahi bingung mendengar perkataan Jason.
Jason justru memakan makanannya dengan lahap tidak menanggapi kebingungan Lily. Dan hal itu sukses membuat Lily kesal.
"Kamu belum jelaskan, kenapa bisa kamu pulang-pulang bawa beruang?" Tanya Lily masih dengan rasa penasaran atas kalimat yang Jason ucapkan tadi tentang beruang.
"Jason jelaskan dulu, baru kamu bisa melanjutkan makanmu!" Kata Lily menarik piring Jason dari hadapannya. "Memangnya disini ada beruang, hingga kamu bisa membawa pulang beruang?" Lagi-lagi beruang yang menjadi pembahasan Lily.
Jason menghela nafas, "Ya jika semua makanan ini kamu semua yang makan, tubuhmu akan seperti beruang, dan orang-orang pasti akan menganggapku membawa pulang beruang," Jason akhirnya menjawab rasa penasaran Lily.
Lily langsung melotot mendengar jawaban Jason, "Apa jadi yang aku maksud beruang itu aku?" Teriak Lily, hingga para pengunjung restoran menatap ke arah mereka berdua.
Lily yang sadar dirinya menjadi pusat perhatian orang karena teriakannya akhirnya menunduk ke arah mereka dan meminta maaf.
"Ini semua gara-gara kau Jason," Lily menatap Jason tajam, sementara yang ditatap cuek-cuek saja, bahkan terkesan tidak peduli dengan tatapan tajam gadis di hadapannya, dan memilih merebut kembali makanannya dan kembali melahapnya sampai habis tak tersisa.
"Ingin rasanya Lily menenggelamkan wajah tampan Jason di tengah lautan yang penuh hiu, saat melihat ekspresi wajahnya yang sama sekali merasa tidak bersalah karena sudah membuat Lily malu, berteriak hingga menjadi pusat perhatian.
"Jangan terus menatapku, nanti kamu tidak bisa melupakan wajah tampanku ini," kata Jason penuh percaya diri.
Lily berekspresi seolah-olah ingin muntah mendengar perkataan Jason barusan.
"Sudahlah lebih baik aku habiskan makananku saja, daripada mengurusi orang yang percaya dirinya terlalu tinggi," gumam Lily sendiri dan tentunya Jason masih mendengar apa yang tadi Lily katakan.
"Siapa juga yang menyuruh mengurusiku," lirih Jason kemudian mengambil ponsel yang tadi dia masukkan ke dalam kantong celananya.
Dan Lily kini mencoba tidak menggubris apa yang pria itu katakan, karena dapat dipastikan jika Lily menjawabnya pasti akan semakin panjang dan bisa dipastikan mereka akan menginap di restoran.
Setelah itu Lily pun makan dengan hening, sementara Jason kini tampak fokus pada ponselnya, tidak tahu apa yang ada di dalamnya tapi pria itu terlihat sangat serius, dan jujur saja Lily penasaran apa yang sedang pria itu lakukan.
__ADS_1