
"Sekarang coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa sepertinya hanya aku yang tidak mengerti apa-apa disini?" Tanya Lily entah pada siapa yang jelas Lily sudah tidak sabar untuk mendapatkan penjelasan dari siapapun itu yang penting bisa menjawab rasa penasarannya yang sudah ditahan sejak tadi.
Lily menatap Alan, Jason, dan Dahlia bergantian karena ketiganya justru diam saat sampai dan sudah duduk di sofa ruang keluarga.
"Maafkan Kakak Lily, Kakak tidak tahu apa-apa, tadi saja Kakak begitu terkejut saat melihat bahwa bukan Kak Al yang menjadi mempelai priamu," kata Dahlia yang memang tidak tahu apa-apa, yang dia tahu bahwa Lily adalah putri kandung dari Alan, itu dia juga tahu dari Jasmine sahabat adiknya.
Awalnya Dahlia bingung, karena yang menjadi wali nikahnya adalah justru Ayah dari mempelai pria bahkan nama gadis yang disebutkan, juga bukan nama adiknya.
Lily menghela nafas, sekarang kamu jelaskan kenapa bisa kamu yang menjadi pengantin prianya? Bukankah kamu akan menikah dengan Liora?" Tanya Lily pada Jason.
Jason mengernyitkan dahi bingung, "Menikah dengan Liora? Maksud kamu? Kapan aku mengatakan kalau aku akan menikah dengan Liora?" Rentetan keluar dari mulut Jason yang jarang berbicara itu.
Waktu makan malam itu, apa kamu sama sekali tidak mengingatnya? Atau kamu hanya pura-pura lupa?" Tanya Lily dengan tatapan penuh curiga.
"Apa kamu mendengar semuanya sampai selesai, sampai kamu menyimpulkan sendiri pemikiranmu?" Bukannya menjawab, Jason justru bertanya balik pada gadis yang sudah menjadi istrinya itu.
"Mmm itu…, Lily tampak berpikir sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Kamu tidak mendengarnya bukan? Lantas kenapa kamu bisa berpikir sejauh itu, padahal kamu tidak tahu sebenarnya, bahkan kamu menyimpulkan sendiri atas apa yang ada dipikiran kamu, tanpa bertanya dulu pada orang yang bersangkutan?" Tanya Jason lagi dengan tatapan mengintimidasi. Kesal sebenarnya, karena bisa-bisanya Lily berpikir dia menikah dengan Liora, jika seperti itu apa gunanya yang dia lakukan selama ini.
"Saat makan malam, bukankah Tuan William mengatakan jika kalian cocok? Dan waktu aku ke rumah mereka saat memberikan undangan pada Jasmine, Kau, bahkan Liora dan kedua orang tuanya tidak ada di rumah, dan Jasmine bilang keluarganya sedang pergi karena ada urusan, bukankah itu untuk mengurus pernikahan kalian?" Tanya Lily kesal karena merasa dipojokkan oleh Jason.
"Hahaha, jadi karena itu kamu berpikir bahwa aku menikahi Liora," Jason menyentil kening Lily sambil tertawa.
"Akh," Lily memegang keningnya, dan menatap Jason tajam. "Belum ada sehari kita menikah dan kamu sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga," ucap Lily cemberut.
Sekilas Dahlia ikut tersenyum melihat tawa Jason, dia terlihat berbeda jika tertawa.
__ADS_1
Sementara Alan hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah mereka, tapi jujur dalam hati Alan dia sangat bahagia, karena pada akhirnya bisa bertemu dengan anak bungsunya tersebut, tapi dalam hati Alan masih bertanya-tanya dimana istrinya? Kenapa Aleandra Licya, yang biasa dipanggil Lily oleh sang istri justru tinggal bersama dengan keluarga gadis yang sekarang berada disini. Karena Al putranya belum menjelaskan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi, dia hanya menyerahkan hasil tes DNA padanya, yang menyatakan bahwa Lily adalah putri kandungnya, membuat dirinya terkejut, dan yang lebih mengejutkan lagi saat putra Al meminta pernikahan akan tetap dilaksanakan sesuai rencana awal dan tentunya dengan Alan yang menjadi wali nikah gadis itu. Alan saat itu benar-benar marah, bagaimana bisa Al tetap ingin menikah bahkan setelah tahu Lily adalah adik kandungnya? Apa karena rasa cintanya jadi dia tidak bisa berpikir jernih? Tapi akhirnya Alan tahu saat Jason menelpon dan ingin bertemu dengannya.
Flashback
Drrt, drrt
Ponsel Alan bergetar di saku jubah berwarna putih yang dikenakannya.
Alan mengambilnya dan mengernyitkan dahinya saat mendapat panggilan masuk dari nomor asing. Alan kemudian menolak panggilan itu dan kembali memasukkan ponselnya ke tempat semula.
Drrt, drrt
Tak lama, ponsel itu kembali bergetar, dan akhirnya Alan menerima panggilan itu.
"Halo Paman ini Jason, apa Paman ada waktu? Bisakah kita bicara sebentar? Ada hal penting yang ingin saya sampaikan," kata seseorang di seberang telepon begitu panggilan terhubung.
"Baiklah kita bertemu lima belas menit lagi di restoran X," kata Alan yang akhirnya menyetujui permintaan pria yang dicintai putrinya itu.
Alan berjalan menuju ruangannya, dia lepas jubah putih yang melekat seharian ini di tubuhnya. Dan menggantungnya di gantungan yang memang disediakan di sudut ruangannya itu.
Kemudian dia berjalan keluar menuju mobilnya, begitu sampai di tempat dimana mobilnya berada Alan pun segera masuk dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit dan menuju ke restoran X dimana dia ada janji bertemu di tempat itu.
Menempuh perjalan kurang lebih 10 menit, karena memang restoran itu dekat dengan rumah sakit tempatnya bekerja.
Alan keluar dari mobil dan melangkah memasuki restoran, Alan mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari sosok orang yang tadi menghubunginya, hingga pandangannya tertuju pada seseorang yang melambaikan tangan kepadanya, menunjukkan bahwa dia ada di sana.
Alan menghampiri pria itu, dan langsung duduk tepat di hadapannya.
__ADS_1
"Ada apa katakan?" Kata Alan tak ingin berbasa-basi, dia jadi kesal pada pria di depannya ini karena sudah membuat putrinya menangis.
"Paman lebih baik Anda memesan…
"Tidak perlu, cepat katakan! Apa yang membuatmu ingin menemuiku?" Potong Alan cepat.
"Aku ingin meminta restu Anda untuk menikahi Lily, Paman," kata Jason setelah tadi sempat menghela nafas panjang.
Alan mengernyitkan dahi, Alan merasa Jason tahu tentang sesuatu. Dan tunggu kenapa dengan wajahnya, sepertinya dia belum lama mendapatkan luka pukulan itu di wajahnya.
"Aku tahu Lily putri kandung Anda, Al sudah menemui dan memberitahuku, dan dia akan mundur dari pernikahan, jadi aku yang akan menggantikan dirinya menikah, dan sebelum itu aku tetap akan meminta restu dari Anda, karena bagaimanapun Anda adalah Ayahnya. Jadi aku mohon Paman, tolong restui kami!" Pinta Jason memohon pada Alan, dia seakan tahu apa yang ada dalam pikiran pria paruh baya itu.
"Oh, jadi luka itu berasal dari putraku," ucap Alan dalam hati.
"Apa maksudmu? Kenapa harus kamu yang menikahi putriku, daripada harus denganmu, lebih baik aku batalkan saja pernikahannya," kata Alan datar.
"Paman aku mohon, aku sangat mencintai putri Anda," kata Jason masih dengan permohonan yang sama.
"Mencintai putriku? Tapi kau juga melukainya? Bukankah William akan menjodohkanmu dengan putrinya kenapa kamu justru meminta restu padaku untuk menikahi putriku?" Tanya Alan yang tidak mengerti isi pikiran Jason.
"Aku bisa jelaskan Paman!"
"Apa yang perlu kamu jelaskan semuanya bahkan sudah jelas." Alan menatap Jason tajam.
"Paman sepertinya salah paham, soal itu sebenarnya…
Alan diam menunggu penjelasan dari pria yang ingin menikahi putrinya itu.
__ADS_1