
Rumah Alan kini tampak ramai dengan para tamu, pria itu mengajak sesama rekan dokter serta beberapa teman dan kenalannya mengadakan acara syukuran kecil-kecilan, untuk kesembuhan Jason juga untuk kehamilan Lily yang ketiga, selain itu juga untuk putranya yang sudah menjadi dokter sepertinya dan kini tinggal menjalani pendidikan spesialisnya.
Alan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri, menatap anak-anak mereka yang sedang bersama dengan pasangan masing-masing, merasa lega saat melihat tawa mereka saat ini. Alan hanya berharap semuanya lancar, baik untuk Lily maupun untuk Al. Pandangan Alan teralihkan pada sepasang suami istri yang kini berjalan menghampirinya.
Sementara itu, di sebuah meja, yang berisi 8 orang, tampak mereka sedang asyik berbincang. Tak terkecuali Lily dan Jason yang juga ada disana. Bersama Stevano dan Jasmine dan dua pasangan yang lain.
"Al bisa kita bicara sebentar."
Lily menoleh menatap kekasih kakaknya itu yang memang duduk disebelahnya.
"Mau kemana kak?"
Velove menoleh kemudian tersenyum pada Lily, "Mau keluar sebentar," ucapnya sambil ekor matanya melirik orang tuanya yang sekarang sedang mengobrol dengan orang tua Al.
Al menatap gadis yang duduk di depannya sekilas, kemudian bangkit.
"Ayo!" Ucap Al melingkarkan tangannya di pinggang Velove.
Dan Lily menyaksikan itu, bagaimana tatapan Al pada Dahlia yang duduk di seberangnya tepat di depan Al, sedang di sampingnya ada Devan yang hari ini ikut bergabung.
"Dahlia," panggilan Devan mengalihkan perhatian Dahlia yang juga tengah Lily perhatikan tengah menatap kepergian Al.
"Ah iya kenapa?"
"Sepertinya aku harus pulang sekarang, kamu mau pulang atau mau masih disini?"
"Aku mau disini kamu pulang saja tidak apa-apa."
"Baiklah, Lily, Kak Jason, aku pulang sekarang," pamitnya.
Jason dan Lily pun mengangguk, Jason bangun dari duduknya untuk mengantarkan Devan ke luar.
Di depan Jason melihat Al bersama Velove tapi tidak hanya berdua, ada satu orang lagi dan Jason tidak mengenal pria itu, memilih mengedikan kedua bahunya acuh lalu kembali masuk setelah melihat Devan masuk ke mobil dan melambaikan tangan padanya.
*
__ADS_1
*
Satu persatu para tamu undangan pun mulai meninggalkan tempat, hingga kini tinggal Alan, Dea, Lily dan juga Jason karena anak-anak Lily kini sudah tidur mengingat malam ini sudah menunjukkan pukul sepuluh dan anak-anak biasa tidur pukul sembilan.
"Kak Al kemana yah?" Tanya Lily pada ayahnya, tadi Al dan Velove tidak kembali ke mejanya, justru menghampiri ayah dan ibunya, Lily yakin jika saat itu Al berpamitan pada mereka sebelum akhirnya pria itu dan kekasihnya kembali keluar.
Alan mengedikan kedua bahunya, dia memang tidak tahu Al akan kemana, karena putranya memang tidak mengatakan kemana akan pergi, hanya bilang akan keluar.
Lily mengerucutkan bibirnya karena tidak mendapatkan jawaban dari ayahnya.
Dea menyenggol Alan, meminta suaminya, melihat wajah putri mereka cemberut.
"Ayah tidak tahu, Al hanya bilang akan keluar, mungkin dia malu mengatakan mau kemana, kamu tadi juga lihat sendiri tadi juga ada orang tuanya Velove," jawab Alan.
"Mungkin mereka kencan sayang, maklum kan mereka baru menjadi sepasang kekasih," Dea ikut menimpali.
"Mungkin," jawab Lily yang kemudian berpamitan, ingin istirahat, dirinya juga sudah mengantuk.
Mendengar itu, Jason bangun dari duduknya ikut berpamitan menemani sang istri.
***
"Sayang, kamu tadi lihat kan pandangan Kak Al sama kak Lia?" Lily mendongak menatap suaminya yang kini tidur memeluknya. Tangan pria itu terulur dijadikan Lily sebagai bantalan.
"Hmm."
"Kamu merasa gak kalau tatapan kak Al masih tetap sama."
"Hmm."
"Apa mungkin kak Al masih mencintai kak Lia."
"Hmmm."
"Sayang! Kok hmm hmm hmm aja. Jawab dong!" Kesal Lily lama-lama mendengar jawaban dari Jason yang hanya terus bergumam.
__ADS_1
"Aku ngantuk, tadi kamu bilang sudah ngantuk tapi malah masih ngajakin aku ngobrol."
"Iya tadi memang ngantuk, tapi sekarang sudah tidak. Jadi ayo kita ngobrol, aku penasaran tau tentang kak Al."
Jason menghela nafas kemudian membuka matanya.
"Kenapa kamu tidak tanyakan langsung saja sama kak Al jika penasaran."
Lily mendengus kemudian melepas tangannya yang melingkar di tubuh Jason, kemudian mencubit pipi suaminya yang lebih berisi karena kehamilan dia sekarang, justru suaminya yang banyak makan, bahkan kadang tengah malam, pria itu membangunkannya meminta Lily untuk menemaninya membuat makanan dan menghabiskannya, hampir setiap hari, dan Lily yang tidak tega tengah malam suaminya harus memasak dulu, akhirnya membuat makanan sekalian memasak untuk makan malam kemudian menyimpannya dan nanti jika suaminya lapar, tinggal menghangatkannya saja.
"Sakit sayang!"
"Lagian kamu ini ih, ngomongnya gampang banget, mana mungkin kak Al akan menjawab pertanyaanku tentang hal itu, kak Al sekarang lebih tertutup dibanding dulu, dulu aku bisa sedikit mengorek sesuatu darinya, tapi tidak sekarang, setelah semuanya berakhir dengan kak Lia," jawab Lily sendu.
Jason meraih tangan istrinya, lalu mengecupnya dalam, Jason tahu apa yang istrinya rasakan saat ini, Al sekarang memang lebih banyak diam, berbicara hanya seperlunya, dia tidak pernah bercerita apapun kepada adiknya, padahal Jason dulu sering mendengar Al sering curhat sama istrinya, entah karena Al yang memang ingin menutup diri, atau memang karena bertambah dewasa dirinya hingga ingin menyelesaikan semuanya sendiri. Dan jujur Jason pun sependapat dengan istrinya, kala mendengar bahwa Al sudah menjalin hubungan dengan Velove, gadis yang sempat dibicarakan ayahnya, anak sahabat Alan sekaligus teman masa kecil Al.
"Mungkin nanti Al akan bercerita, kamu sabar saja, mungkin belum saatnya."
"Hmm semoga saja," ucap Lily yang kini kembali memeluk suaminya.
"Oh ya sayang, apa selama ini kak Al pernah membawa temannya kemari?"
Lily melonggarkan pelukan, kemudian menatap Jason.
"Tidak pernah, memang kenapa?" Tanya Lily karena suaminya tiba-tiba menanyakan hal itu, sedari dulu selama Lily sekolah di sekolah yang sama dengan Al, tak pernah pria itu dekat dengan seseorang, hanya dirinya dan Jasmine, mungkin kali ini bisa saja, tapi Al tidak pernah sekalipun memperkenalkan temannya baik laki-laki atau perempuan selama ini.
"Tidak apa-apa, hanya bertanya saja. Ya sudah ayo tidur, aku mengantuk," ucap Al menyudahi pembicaraan mereka, walau sebenarnya penasaran juga dengan pria tadi yang Jason lihat tengah menepuk pelan puncak kepala Velove di depan Al.
"Katakan, ada apa?" Lily menatap suaminya tidak yakin, apalagi mengingat wajah suaminya yang tadi berbicara dengan wajah serius.
"Tidak ada apa-apa sayang, ayo kita tidur saja, aku beneran sudah sangat mengantuk," ucap Jason yang kini terlihat menguap.
"Beneran tidak ada apa-apa?"
Jason tersenyum dan mengangguk, kemudian mengeratkan pelukannya pada sang istri. Hingga tak lama keduanya pun pergi bersama ke alam mimpi.
__ADS_1