
Di restoran Z
Panji sudah duduk menunggu dengan seikat bunga mawar putih
Rara masuk dan melihat sekeliling lalu padangannya berhenti di meja dekat kaca melihat sosok pria yang meninggalkannya 5 th yang lalu duduk sambil memegang bunga
Rara berjalan mendekat sambil mengatur nafasnya, keringat dingin Rara mulai keluar
Rara duduk di depan Panji tanpa mengucapkan apa pun
"Hai!!. . . Ara, senang bisa bertemu lagi" ucap Panji dengan tersenyum
"Apa yang kau ingin bicarakan" ucap Rara dengan wajah datar
"Aku membawakan bunga kesukaamu Ara" ucap Panji sambil tersenyum sambil memberikan bunga namun Rara tak memberikan respon apapun dia hanya diam sambil melihat mawar itu
"Kau ingin makan apa Ara, aku akan pesankan, atau ingin makan seperti biasanya yang selalu kau pesan jika makan bersamaku" ucap Panji sambil membuka buku menu
"Aku tak punya banyak waktu, katakan apa yang ingin kau katakan" ucap Rara dengan wajah datar
Panji terdiam dan melihat ke Rara
"Ara dengarkan aku, . . Aku terpaksa meninggalkanmu waktu itu, dan jujur Ara sampai sekarang aku masih memikirkanmu, aku masih mencintamu Ara, aku sudah mencarimu ke mana-mana " ucap Panji dengan wajah bersedih
"Aku mohon Ara berikan aku sempatan 1 kali lagi aku akan memperbaikin semua dan menebus semua kesalahanku yang terjadi" ucap Panji sambil hendak memagang tangan Rara namun Rara langsung narik tanganya
"Kau terlambat 5th kak, hati ku sudah ada yang memilikinya" ucap Rara
"Ara dengarkan aku dulu aku terpaksa melakukan itu, dan percayalah aku mencintaimu melebihi pria gila itu" ucap Panji
"Jangan menghina orang yang aku sayangi kak, kau sekarang berbeda dengan orang yang aku kenal, saya permisi dulu tidak ada lagi hal yang perlu di bicarakan" ucap Rara berdiri hendak pergi namun tangan Rara di tarik Panji
Seketika tangan kokoh memegang tangan Penji dan meremesnya sangat kuat
"Lepaskan tangamu atau aku patahkan" ucap Alex marah
"Alex . . " ucap Rara heran kenap Alex bisa di sini
Panji melepaskan tangannya dari Rara begitu juga Alex
"Aku sakit Ara, pada saat itu aku jatuh pingsang di ruang ganti dan orang tuaku membawaku ke rumah sakit, dan setelah di cek aku kenal kanker otak" ucap Panji sambil memagang tanganya yang di remas Alex yang terasa mulai nyilu
__ADS_1
"Maksud kakak?!. . ." Rara langsung berbalik melihat ke Panji
"Aku takut tidak bisa sembuh ahkirnya aku pergi menjauh darimu, tapi ternyata ada dokter yang bisa menyembuhkanku Ara, dan aku baru sembuh 3 tahun ini, aku sudah keliling-keliling mencarimu Ara selama 3th terahkir ini" ucap Panji dengan wajah sedih sambil menatap Rara
Rara hanya terdiam melihat ke Panji
Sedangkan Alex melihat ke Rara dengan wajah takut karna Rara akan memilih Panji kembali
"Kalau memang seperti itu, harusnya kau bilang padaku, kau tak menghargai aku dan hubungan kita pada saat itu, dan sekarang kakak datang ingin kesempatan ke dua, maka jawabanku adalah terlambat 5 tahun kak" ucap Rara sambil memegang tangan Alex
"Itu adalah pilihan kakak pada saat itu maka terimalah resiko atas apa pilihan kakak." ucap Rara
"2 minggu lagi aku akan menikah aku harap kau datang." ucap Rara sambil menarik tangan Alex keluar dari restoran
Panji melihat hal itu lantas memukul meja di sampingnya dan meja itu pecah karna terbuat dari kaca
"Aah. . . Sial. . kenapa kau tetap memilih dia Ra, aku yang mencintamu bukan pria gila itu." ucap Panji sambil mengambil sapu tangannya dan mengelap tangannya yang berdarah
Sementara itu Rara menarik Alex masuk ke dalam mobilnya
"Kau yang bawa ya." ucap Rara memberikan kunci mobilnya
Didalam mobil Rara kelihatan sangat pucat serta nafasnya putus-putus seperti orang habis lari maraton 50km, melihat hal itu Alex langsung memeluknya
Rara hanya diam dan menangis sejadi-jadinya
"Apa kau masih mencintainya Ra?" ucap Alex melepaskan pelukkannya dan memegang wajah Rara menghadap ke wajahnya
Rara hanya diam dan menggelengkan kepalanya
"Sudah sayang, tenang ya ada aku sini." ucap Alex
(Ra kau masih mencintainya, tapi itu tidak akan lama lagi aku berjanji kau akan mencintaku melebihin pria itu) batin Alex
Rara tertidur di mobil saat perjalanan pulang ke rumah, Alex hanya tersenyum melihat Rara yang selalu tidur di mobil
Sampai di rumah
Alex turun dan mengendong Rara masuk ke rumah
"Kau kurus sekali" ucap Alex sambil berjalan masuk ke kamar Rara
__ADS_1
Setelah menaruh Rara di kasur, Alex keluar dari kamar
Dan duduk di sofa, dia mulai merasa pusing tak lama kemudian Alex tertidur di sofa
Jam 3 sore
Rara bangun dan melihat sekeliling
Dia sadar dirinya bahwa dia di dalam kamar lalu di mencek bajunya
"Ahh. . Masih lengkap" ucap Rara merasakan pakaiannya lalu melihat ke sampingnya
"Apa dia pergi lagi" ucap Rara bangun dari kasur dan berjalan keluar kamarnya
Rara kaget karna melihat Alex yang tidur di sofa dengan kaki yang kelewatan dari panjang sofanya
" Ya ampun. Kenapa dia tidur di sini, biasanya memaksa tidur di samping ku, apa dia sakit?" Ucap Rara jongkok di depan Alex
" Dia tinggi banget sih bahkan sofaku saja tidak muat untuknya, bulu matanya lentik sekali " ucap Rara sambil merasakan kening Alex mengecek suhu tubuhnya
"Dia panas, pantas saja." ucap Rara bangun niatnya mengambil obat namun saat dia bangun tangan Alex langsung menarik
Rara langsung jatuh di peluk Alex
"Sayang kau nakalnya." ucap Alex dengan mata masih tertutup
"Kau sudah bangun tapi kenapa tak bilang" ucap Rara
"Lepaskan aku. . . " timpah Rara lagi
"Aku tak akan melepaskanmu sebelum kau menciumku." ucap Alex
"Jangan harap." ucap Rara berusaha melepaskan diri tapi Alex malah memperkuat pelukkannya
"Lepaskan aku Alex." ucap Rara lagi dengan nada kesal
"Cium dulu." ucap Alex
" Baiklah tapi awas kau membuka matamu." ucap Rara
"Siap komandan." ucap Alex sambil tersenyum
__ADS_1
Rara mendekatkan wajahnya hendak mencium Alex tapi tiba-tiba pintu rumah Rara langsung terbuka
"AKU DATANG." teriak seorang pria masuk ke dalam rumah dan mengagetkan Rara dan Alex