
Betapa kaget dirinya melihat Rara yang hendak mencium pria yang sedang memeluk dirinya di sofa
"Apa yang kalian lakukan?. " ucap pria itu
Seketika Rara bangun karna kaget dan Alex merasa jengkel karna selalu ada yang merusak momen romantisnya
"Kenapa kau ke sini? " ucap Rara kaget
"Aku dengar kau mau menikah jadi aku datang jauh-jauh ke sini ingin melihat siapa calon kakak. " ucap pria itu berjalan masuk sambil menatap Alex yang sedang duduk di sofa
"Tapi kenapa tidak bilang dulu, dasar bocah nakal. " ucap Rara hendak memukul adenya
Pria itu adalah Aditya Prabowo, ade kandung Rara yang berusia 23th, berambut hitam, tinggi 170cm dan memiliki postur tubuh ideal, sekarang masih kuliah S2 jurusan manajemen bisnis di Washington mempersiapkan dirinya untuk meneruskan perusahan ayahnya.
Aditya bisa dibilang anak jenius dia menyelesaikan S1nya hanya 2th 6 bulan dan sekarang mendapatkan beasiswa full di universitas ternama Washington
"Aku ingin buat kejutan tapi malah aku yang terkejut." ucap Aditya sambil menghindari kakaknya dan duduk di samping Alex
"Kau siapa? Kenapa kau bisa membuat kakakku memilih kamu?" Tanya Aditya sambil memperhatikan Alex
"Aku Alex William calon suami kakakmu" ucap Alex sambil menjulurkan tangannya mengajak salaman
" Aku tidak percaya padamu, kau bisa menipu kedua orang tuaku bahkan Rara tapi aku tidak. " ucap Aditya sinis
Alex hanya diam dan menarik kembali tangannya karna Aditya tak membalas salaman
"Hei!!! Bocah nakal, bicara yang sopan pada orang yang lebih tua darimu." ucap Rara sambil menjewer telinga adenya
"Aaww.... sakit kak." ucap Aditya sambil memegang telinganya
" Aku tidak akan merestuimu dengan kakakku." ucap Aditya sambil menghadap ke Alex
Aditya bangun dan menuju kamar di samping kamar Rara
Rumah Rara memiliki 2 kamar tapi selama Alex di rumah Rara dia tak pernah tidur dikamar yang berbeda dengan Rara
Seperti biasa Alex selalu seenaknya
__ADS_1
"Hei!! Bawa langsung kopermu ke kamar." teriak Rara melihat adenya masuk ke kamar
"Dasar anak manja, sampai kapan kau di sini." ucap Rara lagi karna melihat koper Aditya yang sangat besar dan masih berada di depan pintu
"Iiiihhh..... anak ini, selalu saja merepotkan aku." ucap Rara sambil berjalan mengambil koper Aditya
Alex hanya tersenyum melihat kakak beradik yang seperti tikus dan kucing ini
"Itu berat sayang, aku saja yang membawanya." ucap Alex mendekat ke Rara
Saat Alex hendak mengambil kopernya tiba-tiba tangan Aditya duluan mengambil kopernya lalu dia berjalan ke kamarnya lagi sambil membawa kopernya tapi pengucapkan sesuatu
"Hei!!! Bocah nakal awas saja kau." ucap Rara melihat kelakuaan adenya
"Sudahlah sayang jangan marah." ucap Alex sambil tersenyum ke Rara
Tak berapa lama hp Alex bunyi tanda ada panggilan, Alex mengeluarkannya dari kantong dan menjawab panggilan itu
"Katakan ada apa?." ucap Alex dengan wajah datar
"APA!!! bagaimana bisa!!! Aku akan ke sana." ucap Alex dengan wajah marah
"Tidak apa-apa sayang aku pergi dulunya." ucap Alex sambil mencium kening Rara
"Tapi kau sedang deman Lex badan mu tadi panas." ucap Rara mencoba menahan Alex pergi karna dia khawatir
"Tak akan lama kok." ucap Alex sambil berjalan ke mobilnya
"Hati-hati." ucap Rara melihat Alex masuk ke mobil dan pergi
Tak lama saat Alex pergi Rara masuk ke dalam rumah,menutup pintunya lalu berjalan ke dapurnya.
Dia mengeluarkan bahan masakkan dari kulkas
"Dia sudah pergi?." Tanya Aditya
"Astaga..... kau ini menbuatku kaget." ucap Rara yang tak menyadari kehadiran Aditya
"Kau benar-benar akan menikahinnya karna mencintainya atau hanya karna paksaan ibu dan ayah yang selalu memaksa kakak untuk menikah?." tanya Aditya
__ADS_1
"Kenapa kau bertanya seperti itu." ucap Rara sambil melanjutkan kerjaannya
"Kau tak mencintainya, kau hanya berusaha menjadi wanita yang normal untuk ibu dan ayah." ucap Aditya
"Itu tidak penting, sekarang aku akan menikah jadi ibu dan ayah tidak perlu khawatir lagi." ucap Rara sambil memotong sayur
Aditya sudah tau lama tentang fobia yang Rara alami sebelum Yeni dan suaminya namun dia sudah berjanji pada Rara untuk tidak bilang ke siapa-siapa
"Kenapa kau selalu berbuat seolah-olah kau bisa melakukannya sendirian." ucap Aditya
"Aku sudah sembuh Adit, biarkan aku hidup dengan normal." ucap Rara
"Sembuh? Haha lalu kenapa kau masih keringat dingin sekarang." ucap Aditya mendekat ke Rara
"Ini karna aku kepanasan saja." ucap Rara mengelap keringat di lehernya
"Kau masih mencintai pria itu, kau tak bisa melupakan apa yang terjadi 5th yang lalu." ucap Aditya yang sekarang berada di samping Rara
"Itu tidak.... tidak benar." ucap Rara terbata-bata
"Ra kenapa kau selalu seperti ini." ucap Aditya memutar badan Rara mehadap dirinya
"Lalu aku harus apa dit, aku harus apa?." Ucap Rara sambil menahan tangisnya
"Kau tau sendiri ayah dan ibu khawatir melihat aku yang tak pernah dekat sama pria manapun semenjak kejadian itu, bahkan jika aku sampai tak menikah nantinya apa yang terjadi dengan ayah dan ibu, bagaimana jika mereka malu memiliki anak perempuan yang ganguan jiwa seperti aku" ucap Rara sambil nangis sejadi-jadinya di depan Aditya
"Kau tak gila Ra, kau kakakku yang paling aku sayang" ucap Aditya sambil memeluk Rara
" Bahkan saat mereka mengetahui apa yang terjadi padaku ibu tak berhenti-henti menangis di sampingku." ucap Rara di sela-sela nangisnya
"Bagaimana jika hal ini di ketahui semua orang, bahwa putri tertua keluarga Prabowo memiliki ganguan jiwa, ibu dan ayah akan malu" ucap Rara menangis di pelukkan adenya
" Lalu bagaimana dengan perasaanmu Ra, kau mencintainya tidak." ucap Aditya
"Aku pun tak tau dengan apa yang aku rasa terhadap dia, tapi aku merasa nyaman dan aman berada di sininya." ucap Rara sambil mengelap air matanya dan melepaskan pelukkan Aditya
"Aku tak ingin kau menikah tanpa ada rasa Ra, bagaimana jadinya kehidupanmu jika kau menikah hanya karna takut membuat orangtua kita malu." ucap Aditya melepaskan pelukkannya
Rara hanya diam dan menundukkan kepalanya
__ADS_1