Please Love Me

Please Love Me
Pulang


__ADS_3

Haiiii..... 🤗🤗


Ini novel pertamaku mohon dukungannya tolong saran kritik ya dan mohon maaf jika ada tulisan yang salah banyak kekurangan


Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan 🙏🙏


Selamat menikmati 😊😘


Jangan lupa di 👍 dan ❤


Di tunggu kritik dan sarannya 😊


*****


Rara tiduran akibat kecapean nangis


"Dia sangat imut jika sedang tidur." ucap Alex menatap Rara lalu kembali lagi melihat ke jalan


Alex sedang membawa mobil menuju rumah Rara


sampai di depan rumah Rara


Alex turun dan mengendong Rara saat masuk Alex langsung di sambit kedua orangtuanya Rara


"Ada apa? apa yang terjadi." ucap Wisnu dengan nada khawatir melihat anak perempuannya di gedong Alex masuk ke kamarnya


"Kita bicara di luar saja." ucap Alex pelan sambil meletakkan Rara di kasur dan menyelimutinya


Alex keluar kamar dan melihat orang tua Rara sedang duduk di sofa lantas Alex pun mendekat dan duduk di sofa juga


"Rara baik-baik saja dia hanya kecapean dan tertidur efek dari obat yang dia minum sebenarnya dia sedang tidak enak badan hari ini namun tetap dia paksa untuk melakukan aktivitasnya." ucap Alex menjelaskan apa yang terjadi


"Tuan Alex apakah anda benar-benar mencintai anak saya." tanya Wisnu


Wisnu sudah tau siapa Alex sebenarnya bahkan perusahaan mereka sedang menjalin kerja sama


"Jangan pakai tuan anda adalah calon ayah mertua saya, saya serius dengan anak anda mari kita menjalin sebuah hubungan keluarga bukan rekan kerja." ucap alex dengan wajah serius


Alex William adalah sosok pria dingin dan kejam jika di dalam perusahaannya bahkan ia tak segan untuk mengahabisin orang jika berkhianat padanya namun sikap ya berubah 180° jika berada di samping Rara mungkin ini yang di namakan kekuatan cinta atau BUCIN 😄😄😁

__ADS_1


Ibunya Rara tersenyum mendengarkan hal tersebut dan berkata "4 bulan lagi Rara akan berusia 27 tahun saya harap, nak Alex bisa menikahin rara sebelum berusia 27th."


"Baiklah tolong di persiapkan saja diri kalian dalam waktu dekat ini lagi saya akan membawa kedua orang tua saya untuk melamar Rara dan akan menikahin Rara." ucap Alex


Setelah itu Alex pamit untuk pulang karna hari sudah malam


Keesokan paginya


Rara bangun dari tempat tidur dengan teriak "Aaaaaaaahk....... bagaimana aku bisa di sini." teriak Rara membuat ke dua orangtuanya berlari masuk ke kamar Rara


"Ayah ibu bagaimna aku bisa di sini dan baju ku terganti." ucap Rara dengan panik


"Alex yang membawamu ke kamar lalu ibu yang mengantikan pakaian mu tenang saja." ucap Ayu


Rara berpikir dan berusaha mengingat apa yang terjadi kemaren namun tak bisa ingat apapun


"Ibu apa yang terjadi kemaren?." tanya Rara


"Kemaren kau setuju bahwa kau dan Alex akan bertunangan 1 bulan lagi." ucap Ayu


"Tak mungkin bu, aku dan tidak tidak ada hubungan apa-apa." ucap Rara


"Tapi itu lah yang terjadi nak." ucap Wisnu membenarkan perkataan istrinya


"Ayo bangun dan siap-siap antar kami ke bandara." ucap Wisnu


"Kebandara? ngapaian?." tanya Rara kebingunan


"Kami pulang hari ini Ra, kami hanya mampir karna ayahmu kemaren sedang perjalanan dinas melewatin kota ini sekalian kami melihat keadaamu." ucap Ayu menjelaskan


Setelah mengantarkan ayah dan ibunya ke bandara Rara memutuskan untuk ke butik


Sampainya di butik Rara langsung di sambut para pegawainya dan mereka menanyakan bagaimana keadaan Rara sekarang, Rara menjawabnya dan pergi ke atas masuk keruangannya


Di ruangnya Rara masuk ke ruang khususnya yaitu kamar pribadinya lalu berbaring di atas kasurnya


"Bagaimana ini bisa terjadi." ucap Rara sambil menutup wajahnya dengan tangannya


Tak lama kemudian seorang wanita masuk ke kamar tersebut dan berkata "bagaimana keadaanmu Ra? apakah sudah membaik." tanya Yeni

__ADS_1


"Semakin parah Yen." ucap Rara sambil membuka tangannya yang berada di wajahnya


"Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit sekarang." ucap Yeni mendekat hendak menarik tangan Rara namun Rara langsung duduk saat Yeni mendekat


"Bukan soal sakit Yen, tapi pria gila itu mengasut orangtuaku untuk menikahkan aku sama dia." ucap Rara menjelaskan apa yang terjadi kemaren


Yeni mendengarkan cerita Rara dan menanggukkan kepalanya dan berkata "bagus donk artinya kau sebentar lagi sembuh Ra."


"Kok kamu gitu sih yen, bukannya memberikan aku solusi dari masalah ini." ucap Rara


"Solusinya cuma 1 ra, hadapin itu jangan lari." ucap Yeni kepada Rara


"Apa kau tak ingin menikah seumur hidupmu, sebentar lagi kau akan menjadi tante Ra apa kamu tidak pengen menjadi seorang ibu, nikah itu enak kok Ra memiliki pasangan yang saling mencintai. " ucap Yeni menjelaskan apa yang di rasakan


Yeni adalah wanita berusai sama dengan Rara namun ia sudah menikah 1 tahun yang lalu dan sekarang sedang hamil 5 bulan



Yeni Anggi Wiratama adalah sahabat Rara sajak kecil wanita cantik ini menjadi satu-satunya orang yang tau akan penyakit Rara karna saat dia menikah Rara kumat dan untung tidak membuat acara tersebut tergangu, wanita ini menjadi tempat curhat terbaik untuk rara dia selalu memberikan saran untuk Rara membuat keputusan


Sementara itu di sebuah ruang rapat


"Saya rasa cukup di sini." ucap pria berjas hitam


"Senang bisa berkerja sama anda pak Alex" timpahnya lagi sambil berdiri dan menulurkan tangan


Alex menerima tangannya dan berkata "Saya juga berterima kasih atas kesempatan bapak masih mau menjalin kerja sama dengan saya, kemarin saya memang ada urusan yang tidak bisa di tinggal."


"Tidak apa-apa, baik lah saya pergi dulu." pria itu pergi di ikutin 5 orang keluar dari ruang rapat tersebut Alex langsung terduduk kecapean karna rapat itu berlangsung 4 jam lebih


"Apa agenda hari ini lagi." ucap Alex kepada sekretarisnya


" Siang hari ini bapak akan rapat lagi dengan perusahaan A, malamnya bapak ada undangan khusus acara pertunangan anak rekan kerja bapak." ucap Reyhan di samping Alex


"Untuk rapat siang ini, gantikan saya karna saya tidak bisa hadir, lalu untuk acara malam itu saya akan datang." ucap Alex sambil berdiri mau beranjak pergi


"Baik pak." ucap Reyhan


"Telpon toko bunga biasanya, suruh siapkan buket bunga tapi jangan terlalu besar, suruh cepat saya tidak suka menunggu." ucap Alex sambil pergi

__ADS_1


Di dalam lift Alex menekan tombol lift langsung ke lantai dasar khusus untuk parkir CEO, dia melihat jam


(sudah jam segini, pasti dia di butik) batin Alex


__ADS_2