
"Kak Al kenapa?" Tanya Lily menghampiri kakaknya.
"Tidak apa-apa," jawab Al menatap adik, adik ipar dan ayahnya.
"Kalian mau kemana?" Tanya Al yang melihat mereka tadi sempat mau masuk ke mobil.
"Jalan-jalan sore," jawab Lily.
"Kak Al mau ikut?" Tanya Lily menatap kakaknya, melihat Al yang biasanya rapi, tapi sekarang pria itu justru terlihat kacau, dengan rambut yang acak-acakkan, lengan kemeja yang terbuka kancing atasnya dan juga lengan yang sudah dilipat sampai siku.
"Tidak, kakak mau langsung balik saja," jawab Al kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengambil apa yang tadi akan diambilnya.
"Kak Al kenapa Yah?" Tanya Lily menatap ayahnya meminta penjelasan darinya.
"Biasa sama kakakmu, cinta tapi gengsi ya begitu," ucap Alan kemudian masuk ke mobil lebih dulu.
"Maksud Ayah Kak Lia?" Kini Lily beralih menatap suaminya.
"Entahlah," jawab Jason mengedikkan bahu.
"Sudah jangan dipikirkan ayo masuk!" Jason kemudian membukakan pintu untuk istrinya.
*
*
Al duduk di atas ranjang mengacak rambutnya, dia benar-benar bingung dengan dirinya sendiri.
"Aku antar pulang!" Al menahan tangan Dahlia yang berjalan cepat untuk keluar dari rumah Alan.
Dahlia melepaskan tangan Al dari tangannya, "Tidak perlu Kak, aku bisa sendiri," jawab Dahlia yang kembali berjalan.
Al berjalan lebih cepat dan menghadang Dahlia. "Aku bisa mengantarmu Dahlia!"
Dahlia menatap Al, "Aku tidak ingin merepotkanmu Kak, permisi," Dahlia menyenggol Al dan kembali berjalan.
Al dengan terpaksa menarik Dahlia yang kini sudah sampai di luar gerbang, akan membawa ke mobilnya.
"Dahlia!" Tapi tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Dahlia.
Al dan Dahlia menoleh ke arah sumber suara dan dapat dilihat seorang pria melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Dion!" Dahlia balas memanggil Dion sambil melepaskan tangan Al yang masih memegang tangannya.
"Aku pulang sekarang Kak, Dion sudah menjemputku," setelah mengatakan itu Dahlia buru-buru pergi meninggalkan dan menghampiri Dion.
Al hanya bisa menatap kepergian Dahlia, setelah melihat gadis itu benar-benar pergi, Al pun masuk kembali.
"Apa aku sudah terlambat?" Tanya Al menatap foto dua perempuan yang ada di ponselnya.
Al mengambil foto itu dari ponsel adiknya dan diam-diam menyimpannya.
"Tentu saja kamu bisa memilihnya, aku bahkan tidak berhak melarangmu bukan?" Kata Al yang memang sengaja menghindari Dahlia akhir-akhir ini, belum lama, Al melihat Dahlia makan malam berdua dengan Dion.
Di malam itu, Dion mengutarakan isi hatinya pada Dahlia, dan Dahlia menerimanya, Al tahu karena Al melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Al akan melupakan perasaannya, Al hanya ingin melihat Dahlia bahagia walaupun harus bersama dengan orang lain. Al menyerah karena merasa dirinya sudah terlambat.
"Apa Kak Al sudah tahu?" Tanya Lily yang tiba-tiba masuk dan duduk di samping kakaknya.
Melihat Al yang tampak kacau, Lily memutuskan untuk turun kembali, membiarkan ayah dan suaminya untuk pergi berdua, sementara dirinya memilih untuk menyusul kakaknya masuk ke dalam rumah. Lily yakin Al ada di kamarnya sehingga begitu masuk, dia langsung menuju kamar kakaknya.
"Ya, Kakak sudah tahu, mereka sudah bersama," jawab Al dengan pandangan menerawang jauh.
"Mereka bersama? Maksud Kak Al?" Lily mengernyitkan dahi bingung, tidak mengerti dengan apa yang kakaknya ucapkan.
"Kamu mau bilang kan jika kakakmu sudah bersama Dion, mereka sekarang menjalin hubungan, itu kan yang mau katakan?" Al kini menatap Lily yang tampak terkejut dengan berita yang baru disampaikannya.
Lily menggeleng, "Aku tidak tahu, tapi Kak rasanya tidak mungkin jika..."
"Tapi itu kenyataannya Ale."
Lily menatap kakaknya dengan pandangan sendu.
"Jika kamu tidak tahu itu, terus apa yang akan kamu katakan tadi?"
Lily bingung akan memberitahu Al atau tidak, tapi sebenarnya dirinya sudah berjanji pada Dahlia bahwa dia tidak akan mengatakan hal itu pada Al.
"Ale apa ada yang ingin kamu sampaikan sama Kakak?" Al menatap Lily dengan tatapan mengintimidasi.
"Kak Lia akan pergi, tepatnya Kak Lia akan pergi bersama Ibu meninggalkan kota ini," ucap Lily pada akhirnya setelah menimbang cukup lama.
"Pergi? Maksud kamu? Dahlia akan pergi? Tapi dia akan kembali lagi kan?"
Lily menggeleng, "Mungkin iya mungkin juga tidak, intinya Kak Lia dan ibu akan pergi dalam waktu yang cukup lama."
__ADS_1
"Tapi…"
"Kak sebenarnya aku ingin kalian bersama, aku ingin kalian berdua tetap menjadi kakakku, tapi Kak, jika perasaan yang kalian miliki masing-masing hanya akan saling menyakiti dan membuat satu yang lainnya terluka, aku akan mendukung keputusan Kak Lia. Keputusan Kak Lia untuk menjauh dari Kakak dan melupakan Kakak, bukan aku tidak memihak pada Kak Al, tapi aku tidak bisa meyakinkan Kak Lia akan perasaan Kak Al setelah Kak Lia menganggap Kak Al hanya baik padanya dan tidak pernah mempunyai sedikitpun perasaan terhadap Kak Lia, karena Kak Al sendiri yang dari awal membangun tembok tinggi nan kokoh agar Kak Lia tidak bisa masuk ke dalamnya.
Al terdiam, benar apa kata adiknya, bahwa dialah yang sejak awal tidak membuka hatinya untuk Dahlia, tapi disaat dia ingin terbuka, Dahlia justru menyerah, mungkin Dahlia terlalu lelah menunggu Al, apa lagi tanpa kepastian yang jelas.
"Aku hanya ingin mengatakan itu pada Kak Al, Kak Al lebih baik malam nanti tidur disini," kata Lily mengelus punggung tangan Al dan meninggalkannya, membiarkan Al sendiri.
"Loh sayang, kok kamu sudah kembali?" Tanya Lily begitu melihat Jason menunggu dirinya di depan kamar Al.
"Iya tidak jadi," jawabnya kemudian memeluk Lily.
"Loh kenapa memangnya, bukan karena aku tidak ikut kan?" Lily membalas pelukan suaminya.
"Hmm salah satunya."
"Berarti ada alasan yang lain?"
Jason pun mengangguk, "Ayah mendapat telepon dari rumah sakit dan harus kesana, makanya tadi aku pulang lagi naik taxi.
"Loh bukannya ayah sedang ambil cuti?"
"Hmm entahlah aku tidak tahu," jawab Jason melepaskan pelukan istrinya dan menarik istrinya agar masuk ke dalam kamar.
"Oh ya besok malam kita harus pergi," kata Jason yang sedang tiduran di sofa berbantalkan paha istrinya.
"Pergi? kemana?" Tanya Lily menunduk menatap suaminya.
"Kita diundang ke acara ulang tahun Bunga."
"Loh bukannya Kak Bunga belum kembali? Terus…"
"Sebenarnya acara kejutan sih, Bunga tidak tahu jika semua orang yang ada disini mempersiapkan ulang tahunnya.
Lily menganggukkan kepalanya mengerti, "Oh seperti itu, hmm ternyata Tuan Max romantis juga," entah kenapa Lily kini tengah senyum-senyum sendiri.
"Ingat suamimu masih ada disini, tapi kamu sudah berani ya memuji pria lain, bahkan dihadapanku," Jason kesal karena mendengar Lily memuji Max pria yang romantis.
"Hehehe maaf sayang, jangan ngambek gitu dong," Lily mengecup bibir suaminya.
Jason pun langsung tersenyum, "Jadi bagaimana? Kamu ikut kan?"
__ADS_1
"Maaf sepertinya aku tidak ikut," jawab Lily memandang suaminya.
Jason langsung duduk dan balas menatap istrinya. "Kenapa?"