Please Love Me

Please Love Me
Bab 270


__ADS_3

Liora kesal karena Ronald tidak juga menjawab panggilan darinya setelah pria itu, mengiriminya sebuah pesan yang membuat dirinya begitu penasaran akan kebenaran pesan yang disampaikan oleh kekasihnya itu.


Liora meletakkan ponselnya, kemudian mengambil kembali dan mencoba menghubungi orang yang bersangkutan tapi nomornya justru tidak aktif, tapi tak lama, tampak di layar jika Ronald kini menghubunginya kembali dan dengan segera Liora pun menjawab panggilan dari kekasihnya.


"Halo bi, apa benar yang kamu katakan tadi jika Jack akan pergi?" Tanya Liora to the point begitu panggilan sudah terhubung, tampak sangat terlihat jika Liora tidak sabar ingin tahu mengenai kabar itu.


"Iya besok pagi keberangkatannya, kalau kamu ingin menemuinya, aku mengizinkan kamu, tapi maaf aku tidak bisa mengantar," ucap Ronald yang memutuskan untuk memberitahukan pada Liora tentang kepergian Jack, walaupun sebenarnya Jack meminta pada Ronald untuk tidak memberitahu dulu pada Liora hingga dirinya benar-benar sudah pergi dari kota itu.


"Kenapa kamu tadi tidak memberitahuku?" Tanya Liora karena Ronald tidak memberitahunya secara langsung dan baru memberitahunya lewat chat.


"Maaf, itu permintaan Jack sendiri, kalau kamu besok ingin menemuinya, aku tidak apa-apa, tapi kamu hati-hati ya," ucap Ronald.


Liora menghela nafas panjang, dia bukan menyalahkan karena Ronald tidak memberitahu kepergian Jack, tapi Liora hanya merasa kecewa pada Jack, karena pria itu memilih pergi diam-diam, karena tidak bisa mendapatkannya, bukankah lebih baik mereka tetap dekat dan berteman, seperti layaknya dirinya dan Jason, karena Liora memilih berdamai dengan hatinya, itulah yang Liora pikirkan saat ini, menyayangkan sikap Jack yang memilih lari dari keadaan yang membuat pria itu menyerah. Tapi Liora juga tidak bisa menyalahkan keputusan Jack, karena bagaimanapun pria itu memang berhak memutuskan jalan hidupnya sendiri.


"Baiklah kalau begitu besok aku izin untuk menemuinya ya, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan padanya, setelah itu aku akan langsung pulang, dan tolong kamu jangan beritahu Jack bahwa aku sudah tahu tentang kepergiannya," ucap Liora akhirnya yang membuat Ronald entah kenapa merasa lega.


"Ya sudah aku mau mandi dulu," pamit Liora. Setelah dirasa mereka cukup lama mengobrol.


"Kamu belum mandi?"


"Hehehe belum, tadi mengobrol dulu sama Kakak-kakakku juga mami dan papi. Kak Max tadi sama Kak Flo ada disini, sekarang juga sepertinya mereka masih mengobrol."


"Oh, ya sudah sana kamu mandi dulu, lalu kamu kembali temui mereka dan mengobrol lagi, aku habis ini akan menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum mengambil cuti lalu akan istirahat. Jadi setelah mengobrol dengan kakak-kakakmu, kamu juga langsung istirahat saja, tidak perlu menghubungiku lagi," kata Ronald yang kemudian disetujui oleh Liora.


Setelah panggilan mereka terputus, Liora pun bangkit dan bergegas ke kamar mandi untuk melanjutkan niatnya yang tadi sempat tertunda.


*


*

__ADS_1


Lily menatap putrinya yang begitu lengket dengan Al padahal mereka baru saja bertemu, bahkan Cinta sama sekali tidak mau lepas dan mengikuti kemanapun Al pergi. Dan sekarang gadis kecil itu tengah merengek minta ikut saat Al bilang akan menemui temannya selagi masih ada di rumah.


"Sayang, Paman Al hanya sebentar perginya, nanti setelah itu Cinta bisa bermain dengan Paman Al lagi ya," ucap Lily berusaha membujuk putrinya.


"Dak mau, Nta mau cama aman Al telus," katanya dengan bibir yang mengerucut.


"Ya sudah lah Le, biar Cinta ikut Kakak saja," kata Al tapi Lily tetap tidak mengizinkannya.


"Tidak Kak, ini sudah malam, angin malam tidak baik buat kesehatan Cinta yang masih rentan, apalagi Cinta belum lama sembuh dari sakitnya," kata Lily yang membuat Al tidak bisa berkata apa-apa lagi, terutama saat tahu bahwa keponakannya baru sembuh.


"Ya sudah Al, kamu besok saja mainnya, nanti Cinta malah nangis loh," sahut Alan yang sedari tadi hanya diam saja.


Al menghembuskan nafasnya.


"Baiklah Paman akan di rumah temenin Cinta," ucap Al akhirnya.


Cinta tersenyum senang dan bertepuk tangan, gadis kecil itu kemudian mengulurkan kedua tangan mungilnya.


"Ayo, kita main di kamar Paman saja ya," ucap Al dan Cinta pun mengangguk antusias.


Al menggendong Cinta menaiki tangga menuju kamarnya.


"Kita ain boneka ya aman,"


Dari bawah Lily masih mendengar celotehan putrinya. Lily menahan tawa melihat ekspresi Al saat ini, saat mendengar putrinya mengajak Al untuk bermain boneka dan Al tidak bisa menolak, hanya bisa pasrah saja.


"Ayah dan Ibu juga mau istirahat dulu," pamit Alan mengajak Dea untuk ke kamarnya.


"Lily dan Jason kompak mengangguk, setelah kepergian ayah dan ibunya, kedua tangan Lily kini melingkari tubuh suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.

__ADS_1


"Apa kita juga ke kamar sayang?" Tanya Jason pada istrinya. 


Namun Lily justru menggeleng dan semakin erat memeluk suaminya itu.


"Aku masih ingin disini sambil memelukmu seperti ini," ucap wanita itu yang kini justru memejamkan kedua matanya.


Jason melakukan hal yang sama, tangan pria itu melingkari tubuh istrinya dengan dagu yang berada di puncak kepala Lily, ikut memejamkan matanya, hingga keduanya kemudian sama-sama tertidur dengan posisi masih saling berpelukan.



Sayup-sayup Jason bisa mendengar suara kakak iparnya, membangunkannya.


"Jason sebaiknya kalian pindah ke kamar," ucapnya membuat mata Jason perlahan terbuka.


"Al? Oh tadi kami ketiduran," jawab Jason yang kemudian menunduk melihat istrinya yang masih lelap dalam pelukannya.


"Biar aku saja yang menggendong Ale," ucap Al dan Jason pun setuju membiarkan Al membawa Lily ke kamarnya.


Jason melangkah lebih dulu untuk membukakan pintu, mempersilahkan Al untuk membaringkan Lily di ranjang.


"Terima kasih," ucap Jason sambil menyelimuti Lily.


Al mengangguk kemudian melangkah, tapi langkahnya tiba-tiba berhenti.


"Cinta di kamarku, malam ini dia akan tidur bersamaku," ucapnya lalu melanjutkan langkahnya keluar setelah memberitahu bahwa Cinta ada di kamarnya.


"Ya makasih, titip Cinta!" Ucap Jason dan hanya dibalas lambaian tangan oleh Al.


Jason kemudian ikut naik ke ranjang, lalu merebahkan tubuh di samping istrinya. Dengan tidur dalam posisi piring Jason menatap wajah istrinya, diangkatnya sedikit kepala Lily, lalu satu tangannya menyusup di belakang kepala sang istri, dan satu tangannya lagi melingkar di perut Lily.

__ADS_1


"Bagaimana jika kamu tahu bahwa Al disini hanya beberapa hari saja, kamu pasti akan sedih, tapi kamu tidak perlu khawatir, jika dokter mengizinkan kamu bepergian jauh, kita akan datangi Al ya," ucap Jason yang kini tangannya terulur mengusap lembut pipi Lily.


Jason mendekatkan wajahnya ke wajah Lily  lalu mencium kening istrinya lama. Kemudian dirinya memejamkan mata, menyusul sang istri ke alam mimpi.


__ADS_2