Please Love Me

Please Love Me
Bab 173


__ADS_3

"Kenapa kau mengajakku ke tempat ini? Tidak maksudnya kenapa kau tidak bilang? Lihatlah penampilanku! Dan kau, oh my God kenapa aku tidak memperhatikannya dari tadi," kata Liora menepuk pelan dahinya.


"Sudah ayo turun," ucap Ronald lalu lebih dulu turun dari mobilnya.


"Apa kau gila? Menyuruhku turun dengan penampilan seperti ini, bisa-bisa aku ditertawakan gara-gara salah kostum, tidak, aku tidak mau turun," Liora melipat kedua tangannya di depan dada.


"Kau tetap cantik dengan pakaian seadanya seperti itu, dan kenapa kau memperdulikan penampilanmu saat pergi denganku? Apa kau tidak ingin membuatku…"


"Jangan terlalu percaya diri, aku hanya tidak ingin mempermalukan diriku sendiri, kau tahu bukan aku putri dari seorang William Anderson, pokoknya aku tidak mau turun," kekeh Liora.


"Ya sudah, aku akan meninggalkanmu di dalam mobil."


"Tidak, aku mau keluar."


"Ya sudah, tapi bukannya tadi kau bilang tidak mau turun karena akan mempermalukan dirimu sendiri?" 


"Ah terserah, ya sudah lebih baik aku tunggu di mobil."


"Kamu yakin? Ayolah turun ini hanya acara pernikahan rekan bisnis, jadi kau tidak perlu khawatir, tidak akan banyak orang yang mengenalimu."


"Tapi aku…"


"Yang penting kamu memakai pakaian bukan? Jika tidak, baru kamu merasa malu, ya sudah lebih baik kamu tunggu di mobil saja," ucap Ronald yang kemudian menutup pintu mobilnya.


"Hei mau kemana kau tunggu!" Liora segera turun dari mobil, baru saja turun dirinya kini sudah menjadi perhatian beberapa orang. Bagaimana tidak jika para kaum wanita yang hadir di sana mengenakan gaun yang mewah dan cantik, Liora justru menggunakan pakaian yang di bilang santai, kaos polos dan celana jeans selutut, bahkan rambutnya pun diikat asal.


Ronald menghampiri Liora dan menarik pinggang wanita itu, ini baru pertama kalinya dia menghadiri acara dengan membawa gadis yang berpenampilan seperti Liora, hmm ini memang salahnya, dia tadinya hanya berpikir ingin mengerjai Liora, dia pikir Liora tidak akan mau turun dan menemaninya, tapi di luar dugaan, dia justru ikut turun. Padahal kedatangan Ronald hanya untuk menyampaikan pesan pamannya saja, dan langsung pergi, setelah itu, baru dia akan mengajak Liora jalan-jalan.


"Ronald? Kamu disini? Dan sekarang seleramu...," ucap seorang wanita yang mengenal Ronald kemudian menatap Liora dari atas sampai bawah.


"Siapa kau hingga berani mengataiku?" Jawab Liora melipat kedua tangannya di depan dada.

__ADS_1


"Oh ya perkenalkan aku, mantan kekasihnya Ronald, benar kan sayang, oh ya selagi kamu disini, kamu bisa menghubungiku jika membutuhkan waktuku untuk menghabiskan malam denganmu," ucap wanita itu memberikan sebuah kartu nama kepada Ronald.


Liora melotot mendengar itu, dia bukan tidak tahu maksud perkataan wanita yang baru saja menyapanya lebih tepatnya pria yang berdiri di sampingnya.


"Oh ya, ngomong-ngomong, Sherly, Jinna, Selly, siapa lagi ya aku lupa, terus yang model itu, mereka sudah tidak bersamamu lagi, mereka bilang kamu sudah tidak pernah menghubungi lagi, apa benar?" 


"Sudahlah Gab, tutup mulutmu!"


"Kenapa? Apa wanita ini belum tahu apapun tentangmu?"


"Tunggu, tunggu! Apa maksudmu? Siapa, hmm maksudku siapa nama-nama orang yang kamu sebut itu?" Tanya Liora yang sukses dibuat penasaran oleh seorang wanita yang tidak dikenalnya.


"Kau tidak tahu, dia mantan-mantan kekasih Ronald, lebih tepatnya…," wanita itu berbisik di telinga Liora, membuat gadis itu membelalakan matanya.


"Cukup Gab," Ronald menarik wanita itu, menjauh dari Liora.


"Masuk El!" 


Ronald kemudian menarik tangan Liora dan membawanya masuk ke mobil, kemudian menguncinya.


"Ronald buka! Hei Ronald!" Liora menggedor kaca pintu mobil.


Sementara di luar mobil, terlihat Ronald masuk ke dalam gedung diikuti oleh wanita yang berbicara dengan Liora tadi. Liora hanya menatap kesal melihat punggung pria itu yang sudah menghilang.


"Bagaimana bisa dia mengajakku kemari dan malah masuk bersama wanita lain? Apa mantannya, aku bahkan tidak peduli," ucap Liora yang kemudian mengambil ponsel dan memainkannya, untuk mengurangi rasa bosan sambil menunggu Ronald.


Tapi hanya berselang beberapa menit, Liora terkejut saat tiba-tiba seseorang masuk dan duduk di kursi samping kemudi.


"Siapa kau?" Ucapnya refleks dan langsung menoleh melihat siapa pelakunya, dan saat melihat jika Ronald lah yang masuk, Liora pun merasa lega.


"Kenapa?" Tanya Ronald dengan tanpa rasa bersalahnya karena sudah membuat Liora terkejut.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kenapa balik lagi, bukankah tadi sudah ada yang menemanimu, seorang wanita cantik dan sexy," kata Liora mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


Ronald mengernyitkan dahi, lalu kemudian memilih menjalankan mobilnya, tanpa menjawab perkataan Liora dan itu sangat-sangat membuat Liora kesal karena merasa diabaikan oleh pria itu.


"Dasar buaya," gumam Liora pelan tapi masih bisa didengar oleh Ronald yang hanya menoleh sekilas begitu mendengar ucapan Liora, kemudian kembali fokus ke kemudi, membiarkan Liora berspekulasi sendiri pada apa yang di dengar dan dilihatnya lagi, tanpa Ronald mau repot-repot menjelaskan, karena bagi Ronald tidak penting menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada orang yang baru dikenalnya.


"Kita mau kemana?" Tanya Liora karena ini bukan jalan menuju ke rumahnya.


"Kita makan dulu, ini sudah masuk jam makan siang," kata Ronald yang tidak lama menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran terkenal.


Liora hanya mengikuti pria itu turun, karena sejujurnya dia juga sudah merasa lapar, apalagi dirinya belum makan apapun sejak bangun tidur.


"Kamu pesan saja apa yang kamu ingin makan," kata Ronald memberikan buku menu pada gadis cantik itu.


"Baiklah," Liora menerimanya dengan senang hati dan memanggil pelayan, memesan berbagai macam makan yang ingin dimakannya.


"Kamu yakin mau memakan semua itu?" Tanya Ronald yang sampai menggelengkan kepala melihat makanan yang Liora pesan.


"Hmm tentu saja yakin, lagian aku sangat lapar, tunggu kamu tidak masalah kan?" Jawab Liora yang kemudian meminta Ronald mendekat, kemudian gadis itu pun berbisik, "Kamu yang bayar ini loh, soalnya aku sama sekali tidak bawa uang, kamu yang mengajakku keluar, jadi kamu yang bertanggung jawab," setelah mengatakan itu Liora membenarkan posisi duduknya.


"Dasar wanita sama saja," gumam Ronald pelan.


"Kamu keberatan, ya sudah, lebih baik aku cancel saja, pelay…"


"Baiklah, aku yang bayar," kata Ronald pada akhirnya menghentikan Liora yang akan memanggil pelayan.


"Nah gitu dong," kata Liora yang kemudian memainkan ponselnya sambil menunggu makanan datang.


"Memalukan saja, memesan makanan sebanyak itu, dan mau dibatalkan begitu saja? Dasar gadis bar-bar," ucap Ronald lirih.


Liora menghentikan kegiatannya dan kemudian mengedikkan kedua bahunya acuh.

__ADS_1


 


__ADS_2