
"Siapa dia?" Gumam Ronald yang tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya.
Ronald kemudian berlari menghentikan taxi dan segera saja dia masuk ke dalam taxi.
"Jalan Pak, ikuti mobil itu!" Perintah Ronald dan taxi pun melaju mengejar mobil yang Ronald maksud.
"Apa dia benar-benar akan menikah? Apa dia calon suaminya? Apa mereka mau menemui Ayah… tunggu! Bukankah dia memanggil ayahnya papi, terus siapa yang dimaksud ayah olehnya? Sebenarnya kamu itu siapa sih El? Siapa papi, mami, terus ibu, wanita yang aku temui waktu itu? Dan sekarang ayah, apa dan yang dipanggil dia ayah dan ibu adalah orang tua pria itu?" Ronald terus saja sibuk dengan pikirannya.
*
*
"Kamu tadi di tempat siapa?" Tanya Jack menoleh ke arah sampingnya dimana disana Liora sedang sibuk mengetik entah berkirim pesan dengan siapa.
Liora menghentikan gerakan jari-jarinya, kemudian mengangkat wajahnya menatap Jack.
"Teman," jawabnya kemudian melanjutkan apa yang tadi sedang dilakukannya.
"Laki-laki atau perempuan?"
"Jack, berhentilah mencampuri urusanku, aku tahu Kak Max menyuruhmu untuk menjagaku, tapi kamu juga tidak bisa seenaknya ikut campur pada apa yang aku lakukan, dan satu lagi, kamu tenang saja, aku bisa menjaga diriku sendiri," jawab Liora yang tiba-tiba saja kesal pada Jack yang terkesan mau tahu tentangnya lebih banyak.
"Liora aku hanya…"
"Aku tahu kamu melakukan tugasmu, jadi cukup lakukan itu saja," potong Liora cepat.
Jack menatap Liora sendu, "Apa kamu tidak bisa sedikit saja melihat jika aku melakukan semua ini karena memang keinginanku, bukan perintah ataupun tugas dari kakakmu, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu, apa aku salah?" Ucapnya dalam hati.
Melihat Liora yang kini sudah senyum-senyum sendiri dengan ponselnya, Jack pun akhirnya memilih diam, dan melajukan mobilnya ke rumah mertua Jason. Dan setelah ucapan Liora tadi, di dalam mobil keduanya hanya saling diam dan hening, hanya deru mesin mobil yang kini terdengar menemani perjalanan mereka.
Tak lama mereka pun sampai, tanpa menatap bahkan hanya sekedar menoleh ke arah Jack, Liora sama sekali tidak melakukannya.
"Terima kasih," ucap Liora yang langsung turun, setelah berterima kasih.
__ADS_1
Liora berbalik, dan memasukkan kembali kepalanya. "Oh ya Jack lebih baik kamu langsung pulang saja, karena kemungkinan aku akan menginap disini," ucap Liora kemudian, menyuruh Jack segera kembali.
Liora berlari dan begitu ada di depan pintu, dengan cepat, gadis itu memencet bel rumah Alan hingga tak lama seorang pelayan menyambut kedatangannya.
"Lily dimana Bi?" Tanya Liora kepada Bibi dan Bibi pun membiarkan Liora masuk dan menunjukkan jalan pada gadis itu dimana harus menemui Lily.
Sementara Jack yang memastikan jika Liora sudah masuk ke dalam rumah Alan, pria itu pun segera melajukan mobilnya kembali meninggalkan pelataran rumah mertua Jason.
"Jalan Pak!" Perintah Ronald pada supir taxi, untuk melajukan mobilnya kembali ke apartemen begitu melihat mobil yang membawa Liora juga sudah pergi, dirinya juga entah kenapa merasa lega saat Liora hanya turun dan masuk ke dalam rumah itu hanya sendiri.
…
"Silahkan Nona," kata Bibi yang menyuruh Liora masuk ke ruang keluarga.
"Non Lily, Tuan Jason dan Tuan Alan ada di dalam, Nona masuk saja!" Ucap Bibi mempersilahkan Liora masuk.
"Kalau begitu, Bibi permisi dulu ya," pamit Bibi undur diri dan meninggalkan Liora sendiri, setelah gadis itu mengiyakan dan berucap terima kasih.
"Iya Bi, terima kasih," jawab Liora tersenyum, dirinya kemudian masuk seperti apa yang tadi Bibi katakan.
Lily langsung melepas rangkulan tangan suaminya, bangun dan menghampiri Liora.
"Ayo Kak duduk!" Kata Lily menarik tangan Liora yang entah kenapa merasa canggung, melihat Alan duduk disana.
Liora menatap Alan dan Jason bergantian, "Iya," kata Liora.
"Ayo duduk sini!" Lily memerintahkan Liora untuk duduk di sampingnya.
Alan tersenyum menatap Liora dan Liora sempat terpaku, bukan karena tertarik pada Alan, tapi karena melihat baru pertama kalinya, Alan benar-benar terlihat tulus tersenyum padanya.
"Ayo Nak duduk!" Kata Alan dan Liora pun mengangguk.
"Ibumu tidak ikut?" Tanya Alan mengedarkan pandangannya, berharap Liora datang bersama Dea, tapi harapannya pupus saat mendengar jawaban Liora.
__ADS_1
"Tidak, Ibu hanya menitip salam untuk Lily, Kak Jason dan dokter Alan," ucap Liora
Dan Liora merasa tidak enak saat melihat ekspresi Alan saat ini, Liora menyenggol Lily pelan dan menunjuk dengan dagunya pada sosok Alan.
"Ayah hanya kecewa karena Ibu tidak bisa datang. Soalnya Ayah tadi bilang, berharap jika ibu akan datang bersamamu, ayah sudah sangat merindukan ibu," bisik Lily kepada Liora yang tersenyum geli mendengar penjelasan Lily.
"Oh," ucap Liora hanya ber oh ria.
"Oh ya, Kakak kesini sama siapa?" Kembali Lily bertanya pada Liora.
"Sama Jack" jawab Liora.
"Jacknya mana? Kenapa gak diajak masuk sekalian?" Sahut Jason yang sedari tadi mencuri dengar percakapan kedua wanita itu.
"Jack? Oh hm dia langsung pergi, katanya ada urusan," jawab Liora berbohong, karena dirinya tidak mungkin mengatakan jika sebenarnya dirinyalah yang meminta Jack pergi meninggalkannya.
Alan mempause tayangan di televisi, kemudian menatap ke arah Liora dan Lily putrinya, "Oh ya Nak Liora, ada yang ingin Paman bicarakan," kata Alan yang tadi terdiam cukup lama.
Pandangan ketiga orang itu kini beralih pada Alan yang tampak akan mengatakan hal serius.
"Kenapa Yah?" Tanya Lily karena ayahnya tidak juga melanjutkan ucapannya.
"Nak Liora, bolehkah Paman minta tolong?" Tanya Alan sebelum mengatakan inti pembicaraannya.
Liora menatap Alan dan mengangguk.
"Paman yakin jika Nak Liora sudah mendengar dari Ale bahwa Paman akan menikahi Ibu Dea, jadi Paman mau minta tolong sama Nak Liora, untuk membantu Ale mempersiapkan pernikahan Paman dan Ibu Nak Liora," pinta Alan menatap Liora dan Lily bergantian.
"Iya Paman tenang saja aku pasti akan membantu Paman dan ibu," jawab Liora bersemangat, dia melirik ke arah Lily yang tersenyum dan Liora pun ikut tersenyum.
"Tuhkan Ayah apa Ale bilang, Kak Liora pasti mau," jawab Lily bangga karena apa yang tadi dia katakan pada ayahnya benar.
Alan tersenyum dan mengangguk, "Sebelumnya Paman berterima kasih pada Nak Liora, karena Nak Liora dan Ale, ayah jadi bisa menemukan cinta sejati Ayah," ucap Alan tulus berterima kasih pada Liora dan putrinya.
__ADS_1
"Tunggu Paman, tapi kurasa Paman jangan senang dulu, karena Paman harus membayar mahal atas apa yang telah aku lakukan," ucap Liora hingga ketiga orang itu terdiam menatapnya.