Please Love Me

Please Love Me
Memaksa


__ADS_3

Haiiii..... 🤗🤗


Ini novel pertamaku mohon dukungannya tolong saran kritik ya dan mohon maaf juga ada tulisan yang salah banyak kekurangan


Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan 🙏🙏


Selamat menikmati 😊😘


Jangan lupa di 👍 dan ❤


Di tunggu kritik dan sarannya 😊


******


Di ruang Rara


Yeni dan Rara berbicara sambil tersenyum dan tertawa


"Kapan kamu akan cuti kerja Yen." tanya Rara


"Mungkin 1 bulan lagi Ra, karna aku mulai kesusahan untuk bergerak, dia sangat aktif di dalam." ucap Yeni sambil menyelus perutnya


"Keponakanku jangan membuat ibumu susah ya jadilah anak pintar." ucap Rara sambil mengelus perut Yeni dan sedikit membungkuk ke perut Yeni


Tiba-tiba ada pergerakkan dari janin di dalam perut Yeni seolah-olah merespon apa yang di bilang Rara


mereka berdua langsung tersenyum merasakan gerakkan tersebut


"Kau pasti sangat bahagia, ia kan Yen." ucap Rara


"Sangat Ra, hal ini adalah yang paling menakjubkan bagiku Ra, kamu juga pasti akan bahagia Rara." ucap Yeni yang mengerti Rara mengapa berbicara begitu


"Apa aku bisa Yen aku sangat takut dan malu." ucap Rara lagi


Tiba-tiba pintu terbuka seorang pria tampan masuk ke dalam dengan membawa buket, pria tampan itu Alex, dia masuk mendekat dengan wajah tersenyum


"Kenapa kau ke sini lagi" ucap Rara


"Kau lihat!! kebahagian sedang mendekat tapi kamu menolaknya Ra." ucap Yeni sambil berdiri


"Aku pergi dulu ya, anak ku tidak boleh melihat adegan kekerasan." ucapnya Yeni sambil tersenyum pergi keluar ruangan

__ADS_1


"Hai!!! sayang aku kangen, jika bisa aku ingin berada di dekatmu terus." ucap Alex sambil memberikan bunga lalu duduk di samping Rara


Melihat Alex duduk Rara langsung berdiri namun tangan ya ditarik untuk duduk kembali


"Pria gila. . . apa yang anda lakukan?" ucap Rara


"Aku sedang mendatangin wanitaku." jawab Alex


"Aku bukan wanitamu, pria gila." ucap Rara dengan nada marah dan menatap Alex dengan tajam


"Kenapa kau selalu menanggilku pria gila." ucap Alex sambil mendekatkan wajahnya ke Rara


Rara mendorong wajah Alex dengan tangannya sambil berkata "kau memang gila"


"Ia . . . aku bisa gila karna kamu selalu menolakmu."


ucap Alex sambil memegang tangan Rara


"Aku menolakmu karna kau hanya main-main denganku hingga nanti kau bosan kau akan pergi bergitu saja." ucap Rara sambil memainkan bunga yang alex belikan tadi


"Awalnya niat ku memang seperti itu Ra, tapi semakin aku mendekatinmu, mengetahuin apa yang terjadi padamu, dan saat bersamamu aku merasa tenang dan nyaman aku benar-benar jatuh cinta padamu Ra." ucap Alex sambil menjelaskan apa yang dia rasakan


"Itu bukan cinta, kau hanya merasa aneh ada wanita yang menolakmu jadi berusaha membuatku menerimamu dan jika itu terjadi kau puas dan pergi." jawab Rara


"Kalau seperti itu biarkan aku mencari jawabanya Ra, biarkan aku tetap di sisimu untuk mencari jawaban atas apa yang aku rasakan kepadamu." ucap Alex


"Berapa lama waktu yang kau butuhkan?" tanya Rara


"Selamanya." jawab Alex dengan senyuman


"Dasar pria gila..." ucap rara dengan nada jengkel


"Berhenti memanggilku pria gila atau aku akan mengendongmu dan pergi sesuatu tempat biar aku tunjukkan yang gila itu bagaimana." ucap Alex dengan nada mengancam tapi tersenyum


" Aku tidak takut padamu pria gila jika mengendongku dan membawaku dengan paksa, aku akan menelpon polisi dan melaporkanmu." ucap Rara menatang Alex


"Baiklah jika itu maumu." ucap Alex mendekat kearah Rara


Rara mulai takut dan berusaha berlari untuk meraih telpon di meja kerjanya tapi Alex lebih cepat menangkap Rara dan mengangkat Rara ke pundaknya lalu keluar dari ruangan itu


"Rurunkan aku pria gila. . . ." teriak Rara

__ADS_1


Rara memberontak dan memukul punggung Alex sedangkan Alex tetap diam dan berjalan menurunin tangga


"Yeni.... tolong aku" teriak Rara mencari bantu sahabatnya


Yeni yang berada di lantai 1 sedang mengecek data stok pakaian di butiknya pun kaget karna Rara teriak namun saat dia menengok kearah tangga melihat Rara sedang di gendong Alex, lalu bukannya menolong Yeni malah tersenyum dan berkata "semoga hari kalian menyenangkan" ucapnya sambil melihat Alex mengendong Rara yang berjalan ke pintu keluar


"Yeni tolong. . . . ,siapa pun tolong aku" teriak Rara namun pegawainya malah tersenyum dan tertawa melihat mereka Alex yang mengendong Rara, bahkan ada yang membantu Alex membukakan pintu keluar


"Dasar kalian semua penghianat awas saja." teriak Rara yang sudah keluar dari butik ya


Bukannya takut para pegawainya malah ketawa bersama-sama


Alex agak kesusahan membuka pintu mobilnya namun tetap berhasil dan memasukkan Rara ke mobil dan menutupnya


Alex memutar dan masuk ke mobil dan menghidupkan mobilnya


"Kau mau membawaku ku ke mana pria gila." ucap Rara mulai ketakutan


Alex hanya diam saja dan fokus menjalankan mobilnya


"Hei!!! pria gila aku berbicara padamu." ucap rara dengan nada tinggi ke arah Alex


"Kau mau diam atau aku tutup mulut mu dengan sebuah ciuman." ucap Alex dengan wajah datar


Seketika Rara langsung diam dan duduk dengan tenang, lalu melihat ke arah luar dari jendela


tak berapa lama Rara pun mulai menangis


Alex yang melihat Rara menangis menepikan mobilnya


"Hei!!! . . . . sayang ada apa." ucap Alex sambil memegan wajah Rara dan mengarahkannya ke wajahnya


"Sayang jangan menangis aku tak tahan melihatmu menangis seperti ini, apa kau sakit?" ucap Alex sambil mengelap air mata rara


"Bagaimana aku tak menangis, kau selalu bertindak seenaknya tanpa memperdulikan apa yang aku rasakan" ucap Rara sambil tersendu berusaha menghentikan tangisnya


"Sayang tenang lah aku hanya mengajakmu kencan hari ini, maaf jika kau ketakutan." ucap Alex sambil mencium kening Rara


"Jangan takut sayang aku akan berusaha menahannya tapi jangan mengodaku ya." ucapa Alex sambil tersenyum dan memasang wajah polos


"Siapa juga yang mau mengodamu dasar pria gila." ucap Rara sambil memegang keningnya merasakan bekas cium Alex

__ADS_1


"Baiklah sekarang kita makan ya, aku sangat lapar dan kau juga sangat kurus jadi nanti makanlah dengan banyak." ucap Alex sambil tersenyum


__ADS_2