
"Ale ini bumbunya diapain?" Teriak Alan kebingungan.
"Sini biar aku saja," ucap seseorang membuat Alan langsung menoleh saat seperti mendengar suara orang yang dikenalnya.
"Kamu disini Dee?" Alan langsung meletakkan peralatan masak yang dipegangnya, dan langsung memeluk Dea.
"Alan, kotor tangan kamu," Dea buru-buru melepaskan pelukan Alan dan menyingkir dari pria itu.
"Ehem, ehem," Lily berdehem saat melihat ayahnya akan kembali mendekati Dea, bahkan Alan seakan tidak peduli dengan deheman keras sang putri.
Lily pikir jika mengundang Dea kesana, masakan mereka akan cepat selesai, tapi ini justru sebaliknya. Karena Alan terus saja mengikuti kemanapun Dea melangkah.
Lily yang kesal pun akhirnya memilih untuk kembali ke kamarnya.
Begitu masuk ke dalam kamar, Lily masih melihat suaminya yang masih terlelap bedanya sekarang suaminya kini sudah membaringkan tubuhnya walaupun masih di tempat yang sama.
"Masih tidur," gumam Lily menatap suaminya, tidak ingin mengganggu tidur suaminya, Lily pun hendak pergi, tapi Jason segera menggenggam tangan Lily, membuat Lily menoleh dan melihat suaminya yang kini sudah membuka matanya lebar.
"Kenapa?" Tanya Jason dengan suara serak sehabis bangun tidur.
"Aku lapar mau masak tidak diperbolehkan ayah, katanya biar ayah saja, tapi sekarang ayahnya malah asyik pacaran," kata Lily memberitahu suaminya apa yang terjadi hingga membuatnya cemberut.
Jason bangun, dan mengelus perut Lily yang belum begitu terlihat buncit. "Anak Ayah lapar ya?" Tanyanya.
"Mau makan apa?" Jason mendongak menatap sang istri.
"Apapun, tapi kamu yang masak bagaimana? Aku mau makan sekarang, nunggu nanti malam kelamaan," ujarnya.
"Baiklah, ya sudah ayo kita turun! Tunggu sebentar ya sayang, Ayah akan memasakan makanan lezat untukmu," Jason pun mengecup lama perut istrinya sebelum akhirnya dirinya bangun dari duduknya.
"Tunggu sebentar!" Jason menuju ke walk in closet mengambil kaos, melepaskan kemejanya dan mengganti dengan kaos yang tadi diambilnya.
"Ayo!" Jason menggandeng tangan istrinya dan keluar kamar mereka.
"Stop!" Jason menghentikan langkah kaki istrinya yang hendak menuruni anak tangga dan dengan segera mengangkat tubuh istrinya yang semakin berat saja.
Lily langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Jason agar tidak terjatuh.
"Aku tidak mau kamu kelelahan sayang," ucap Jason dan Lily pun tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
"Ale kenapa?" Tanya Alan yang langsung menghampiri anak dan menantunya, apalagi saat melihat putrinya sedang ada dalam gendongan Jason.
"Tidak apa-apa," Jason pun menurunkan istrinya dan mendudukkannya di kursi.
"Kamu tunggu disini saja," tambahnya lagi.
"Kamu mau apa?" Tanya Alan yang menghalangi jalan Jason yang hendak menuju ke dapur.
"Mau memasak."
"Tidak perlu biar Ayah dan Ibu saja yang memasak, kamu bawa istri kamu nonton televisi saja," ucap Alan mendorong tubuh Jason agar menjauh dari wilayah kekuasaannya saat ini.
Jason awalnya menurut, tapi begitu ayah mertuanya lengah dia langsung berlari ke dapur.
Woy...woy…
Jason berusaha menahan keseimbangannya saat dirinya hampir saja terpeleset, dan saat melihat ke lantai banyak tepung berserakan di sana.
Jason berkacak pinggang, menatap tajam ayah mertuanya dan Dea yang juga mendapat tatapan dari Jason hanya mengangkat jari tengah dan telunjuknya.
"Itu semua bukan aku yang melakukannya, kamu tanyakan saja sama ayahmu itu," kata Dea yang memang merasa bahwa dia bukanlah pelakunya.
Alan mengedikkan bahu dan akan kabur, jika saja Jason tidak cepat-cepat menarik pakaian pria itu.
"Ayah tidak sengaja menumpahkannya tadi," jawab Alan yang akhirnya hanya bisa pasrah.
"Bersihkan sekarang! Untung aku yang lewat, bagaimana jika tadi Lily yang kesini?" Kesal Jason takut jika kejadian tadi terulang lagi.
"Iya, ini Ayah juga mau bersihkan," kata Alan yang dengan segera mengambil peralatan untuk membersihkan dapur yang sudah dibuat kacau olehnya.
"Yang bersih dan jangan sampai licin lagi seperti tadi, dan masalah memasak biar aku saja."
"Biar aku bantu," ucap Dea yang berinisiatif untuk membantu Jason memasak.
Keduanya pun kini larut dalam kesibukannya, dan Alan yang sedang membersihkan lantai pun diabaikan bahkan sampai dirinya selesai, hingga membuat pria itu kesal dan memutuskan untuk duduk di seberang sang putri.
Lily hanya diam sambil terus memperhatikan ayahnya yang tampak kesal.
"Lihatlah suamimu itu mengganggu Ayah saja," ucap Alan tiba-tiba.
__ADS_1
Lily langsung menatap ayahnya yang masih saja memandangi Dea dan Jason di dapur.
"Itu salah Ayah karena gara-gara Ayah aku dan anakku jadi kelaparan," ucap Lily menyalahkan ayahnya, dirinya tidak terima karena ayahnya mengatai suaminya bahkan bilang jika suaminya itu mengganggu dirinya saat bersama dengan Dea.
"Kenapa jadi Ayah yang salah?"
Lily mengedikkan bahu kemudian tersenyum saat suaminya datang dengan dua piring di tangannya.
"Yeah akhirnya makanan datang!" Teriak Lily girang sudah seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru, apalagi tak hanya Jason yang tangannya penuh dengan makanan, karena Dea pun juga sama, tak lama kemudian.
"Sayang aku mau mandi dulu ya," pamit Jason yang memang belum mandi.
"Hmm iya, biar aku siapkan pakaian gantinya," kata Lily yang hendak bangun dari duduknya tapi dengan cepat Jason melarangnya.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri, katanya kamu tadi bilang sudah sangat lapar, dan juga kamu pasti lelah naik turun, oh ya bagaimana kalau kita pindah kamar ke lantai bawah saja? Nanti biar aku minta Bibi siapkan kamarnya, aku tidak mau sampai terjadi apa-apa denganmu dan anak kita gara-gara kamu terus bolak-balik naik-turun."
Lily pun mengangguk setuju, "Iya aku mau," ucapnya senang.
"Ayah juga setuju, nanti biar Ayah meminta Bibi juga buat memindahkan barang-barang kalian," sahut Alan.
Lily dan Jason pun hanya mengangguk. "Ya sudah aku ke kamar dulu," kata Jason berpamitan lagi, setelah menyampaikan apa yang tadi di pikirannya.
Lily pun hanya menjawab dengan anggukan.
"Waktunya makan," ujar Lily yang buru-buru mengambil makanan setelah suaminya pergi.
"Kok pada diam saja, ayo makan!" Kata Lily yang melihat Ayah dan wanita yang mungkin sebentar lagi menjadi ibunya hanya diam dan hanya memandanginya saja.
"Kamu makan dulu aja, Ayah belum terlalu lapar," ucap Alan yang memang belum begitu lapar apalagi ini masih belum waktunya untuk makan malam.
"Ibu juga tidak makan?" Kini Lily menatap wanita yang duduk di samping ayahnya.
"Ya sudah deh aku makan sendiri saja."
Dea yang melihat wajah tidak semangat Lily pun akhirnya ikut mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauknya.
"Ibu juga lapar," ucapnya kemudian menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
Dan Alan pun akhirnya melakukan hal yang sama, kini akhirnya ketiganya pun makan bersama.
__ADS_1